cover
Contact Name
Irma Jayatmi
Contact Email
irmajayatmi@gmail.com
Phone
+6281362398349
Journal Mail Official
jiki@stikim.ac.id
Editorial Address
Jl. Harapan No. 50 Lenteng Agung Jagakarsa RT.02/RW 7 Lenteng Agung Jagakarsa Kota Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia
ISSN : 22524010     EISSN : 23548169     DOI : https://doi.org/10.33221/jiki
Core Subject : Health,
Menerima tulisan yang terkait perkembangan terkini isu ilmu kebidanan. Dimana topik penelitian meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak berbasis media informasi, penelitian terhadap kesehatan ibu dan anak serta faktor-faktor yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan penelitian terhadap kebidanan komunitas dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Riset dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan disiplin ilmu.
Articles 46 Documents
Hubungan Promosi Kesehatan Lingkungan dan Peran Bidan terhadap Perilaku Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Audina, Wirdia Salsabila; Astarie, Aida Diana
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 7 No 04 (2017): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Seko
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.74 KB) | DOI: 10.33221/jiki.v7i04.446

Abstract

Perilaku penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah suatu sikap yang dilakukan responden pengguna KB berdasarkan jenis alat kontrasepsi IUD maupun alat kontrasepsi yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan promosi kesehatan, lingkungan dan peran bidan terhadap perilaku penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Perumnas I Pontianak Kalimantan Barat Tahun 2017. Metodologi penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita yang menggunakan AKDR. Sampel penelitian ini menggunakan total populasi yaitu wanita yang menggunakan AKDR sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan chi square, dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian promosi kesehatan dengan perilaku penggunaan AKDR P-Value 0,004, yang artinya ada hubungan promosi kesehatan dengan perilaku penggunaan AKDR dengan OR 15,556 (2,586-93,571). Hasil penelitian lingkungan terhadap perilaku penggunaan AKDR P-Value 0,001 yang artinya ada hubungan lingkungan dengan perilaku penggunaan AKDR dengan OR 25,000 (3,522-17,477). Kesimpulannya ada hubungan promosi kesehatan, lingkungan dan peran bidan terhadap perilaku penggunaan AKDR di Puskesmas Perumnas I Pontianak. Diharapkan untuk memperbaiki perilaku penggunaan AKDR maka promosi kesehatan harus selalu dilakukan dan lebih ditingkatkan sehingga pengguna AKDR mempunyai perilaku yang baik
Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Ibu untuk Melakukan Kunjungan ANC di Puskesmas Cibadak Desa Malabar Irmaya, Tia; Fatimah, Jesy
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 7 No 04 (2017): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Seko
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.714 KB) | DOI: 10.33221/jiki.v7i04.445

Abstract

Motivasi ibu dalam melakukan kunjungan (antenatal care) ANC trimester III sekurang-kurangnya 2 kali jika pemeriksaan tidak dilakukan akan beresiko, untuk deteksi dini dan penanganan komplikasi. Beberapa faktor dalam pencegahan terjadinya resiko motivasi ibu hamil seperti kelas ibu hamil, tingkat ekonomi, tempat fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kelas ibu hamil, tingkat ekonomi, dan tempat fasilitas kesehatan terhadap motivasi ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Cibadak Desa Malabar tahun 2017. Desain penelitian analitik kuantitatif pendekatan cross sectional, data primer, teknik sampling yang digunakan 50 ibu hamil. Hasil penelitian sebagian besar di Puskesmas Cibadak diperoleh responden yang memiliki motivasi rendah sebanyak (52,0%), ibu hamil yang tingkat ekonomi <1juta sebanyak (62,0%), tempat fasilitas kesehatan yang buruk sebanyak (54,0%), Analisis bivariat dengan uji Chi Square menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara kelas ibu hamil dengan motivasi ibu hamil p value  (0,000), terdapat hubungan signifkan antara tingkat ekonomi dengan ibu hamil p value (0,001), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tempat fasilitas kesehatan dengan motivasi ibu hamil. kesimpulan bahwa terdapat hubungan kelas ibu hamil, tingkat ekonomi, dan tempat fasilitas kesehatan terhadap motifasi ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC. Saran  ibu hamil dalam  melakukan kunjungan ANC lebih ditingkatkan untuk mengikuti kelas ibu hamil.  
Hubungan Senam Nifas, Mobilisasi Dini, dan Tradisi Masa Nifas terhadap Proses Involusi pada Ibu Post Partum Roichana, Su?ada; Pratiwi, Yane Ari
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 7 No 04 (2017): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Seko
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.323 KB) | DOI: 10.33221/jiki.v7i04.444

Abstract

Involusi uteri adalah masa kembalinya uterus kembali ke kondisi sebelum hamil. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses involusi uteri adalah dengan melakukan senam nifas, mobilisasi dini, serta menjalankan tradisi nifas yang baik menurut segi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan senam nifas, mobilisasi dini, dan tradisi masa nifas terhadap proses involusi uteri pada ibu postpartum di wilayah Kerja Puskesmas Slawi Kabupaten Tegal Tahun 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Slawi Kabupaten Tegal bulan Oktober-Desember tahun 2017 sebanyak 163 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 57 ibu nifas. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antar variabel. Variabel senam nifas, mobilisasi dini, dan tradisi masa nifas terhadap variabel proses involusi uteri didapatkan hasil P=0,00 berarti P<0,05 yang artinya ada hubungan antara senam nifas, mobilisasi dini, dan tradisi masa nifas terhadap proses involusi uteri. Distribusi frekuensi proses involusi uteri menunjukkan bahwa dari 57 rsponden didapatkan 34 responden (56,9%) mengalami involusi buruk, dan 23 responden (40,4%) mengalami involusi baik. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan penyuluhan dan pemberian informasi dari tenaga kesehatan serta dukungan keluarga dan suami kepada ibu nifas mengenai pentingnya melakukan senam nifas, mobilisasi dini dan menjalankan tradisi masa nifas yang tidak bertentangan dengan dunia kesehatan yang baik
Determinan Kejadian Malaria di Puskesmas Masni Manokwari Sayori, Kristin Yuliati; Novita, Astrid
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 7 No 04 (2017): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Seko
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.649 KB) | DOI: 10.33221/jiki.v7i04.443

Abstract

Wanita hamil termasuk golongan yang rentan untuk terkena malaria karena berhubungan dengan penurunan imunitas di masa kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia kehamilan, kebiasaan keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan penggunaan kelambu dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain Cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester 1 dan 2 di wilayah kerja Puskesmas Masni dari bulan Juli-Desember Tahun 2017 dengan teknik pengambilan sampel secara Total Sampling yaitu sebanyak 112 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari tahun 2018. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yaitu kuesioner dan data status pasien sebagai alat ukur. Teknik pengolahan dan analisis data mengunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian malaria (p-value=0,025), ada hubungan kebiasaan keluarga dengan kejadian malaria (p-value=0,011), ada hubungan lingkungan tempat tinggal dengan kejadian malaria (p-value=0,022), dan ada hubungan penggunaan kelambu dengan kejadian malaria (p-value=0,030). Kesimpulannya ada hubungan usia kehamilan, kebiasaan keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan penggunaan kelambu dengan kejadian malaria. Saran bagi tenaga kesehatan agar dapat melakukan perbaikan prosedur distribusi kelambu berinsektisida gratis bagi masyarakat sehingga lebih tepat sasaran, dan perlu memaksimalkan sosialisasi cara penggunaan dan pemeliharaan kelambu berinsektisida.
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Mobilisasi Dini dan Senam Nifas dengan Involusi Uteri Prameswary, Ayundya; Kumaladewi, Fazar
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 7 No 04 (2017): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Seko
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.805 KB) | DOI: 10.33221/jiki.v7i04.442

Abstract

Masa nifas adalah masa setelah persalinan, kelahiran bayi, plasenta, serta selaput nya. Saat masa nifas diperlukan tindakan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waku kurang lebih 6 minggu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Mobilisasi Dini, dan Senam Nifas dengan Involusi Uteri di RSUD ABD AZIZ Kota Singkawang, Kalbar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017 di RSUD Abd. Aziz Kota Singkawang, Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di RSUD Dr Abd. Aziz Kota Singkawang sebanyak 30 orang. Sampel diambil dengan metode total sampling. Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,584 berarti p value > (0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan inisisasi menyusu dini dengan involusi uteri di RSUD ABD AZIZ Kota Singkawang, Kalbar tahun 2017. Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,045 berarti p value < (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan mobilisasi dengan involusi uteri di RSUD ABD AZIZ Kota Singkawang, Kalbar tahun 2017. Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,030 berarti p value < (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan senam nifas dengan involusi uteri di RSUD ABD AZIZ Kota Singkawang, Kalbar tahun 2017. Saran Kepada Tenaga Kesehatan selaku Penyedia Pelayanan Kesehatan terutama Bidan memberikan edukasi kepada ibu postpartum tentang bagaimana mencegah terjadinya involusi uteri.
Pengukuran Perilaku Ibu Menyusui dalam Melakukan Kunjungan Ke Klinik Laktasi Ginting, Agussanti Br
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 8 No 01 (2018): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Seko
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.762 KB) | DOI: 10.33221/jiki.v8i01.437

Abstract

Klinik laktasi merupakan tempat ibu berkonsultasi dengan tenaga medis yang memiliki pengetahuan mengenai pemberian ASI. Tapi pada kenyataannya klinik ini belum dipergunakan maksimal oleh masyarakat.Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besaran Pengetahuan dan Sikap Ibu serta Dukungan Suami. Terhadap Perilaku ibu menyusui dalam melakukan kunjungan ke klinik laktasi Rumah Sakit Hermina Bekasi Tahun 2015. Metode penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Populasinya adalah ibu yang berkunjung pada bulan Maret 2015 sebanyak 45 orang. Besar sampel merupakan accidental sampling. Data yang dikumpulkan  data primer dengan alat bantu kuesioner. Data diolah dan di analisis menggunakan program Statistik berbasis komputer yaitu SPSS dan PLS. Hasil penelitian 5 hubungan antar variabel berpengaruh signifikan secara positif dengan taraf ? = 5% (0,05 = confidence 95%) dari sampel 45 orang pada model akhir yang dimodifikasi. Kesimpulannya Persentase pengaruh semua variabel terhadap perilaku dalam model ini sebesar 67,42%, yang terdiri dari pengaruh langsung sebesar 57,40% dan pengaruh tidak langsung sebesar 10,02%. Disarankan agar Rumah Sakit Hermina Bekasi untuk lebih mempromosikan klinik laktasinya dan mengubah sikap ibu ke arah lebih positif agar ibu yang berkunjung semakin banyak.  
Kebijakan Operasional Praktik Khitan Perempuan di Kabupaten Brebes Kusumastuti, Istiana
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 8 No 01 (2018): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Seko
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.433 KB) | DOI: 10.33221/jiki.v8i01.436

Abstract

  Khitan perempuan secara umum sebanding dengan khitan terhadap laki-laki. Hanya saja, karena secara anatomis antara keduanya berbeda, maka tata caranya juga berbeda. Khitan laki-laki dilakukan dengan membuang kulup yang menutupi penis, sedangkan pada perempuan dilakukan denga membuang ?kulup? yang menutupi klitoris. Tujuan penelitian ini untuk menyusun kebijakan operasional praktik khitan perempuan di Kabupaten Brebes tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif melalui pendekatan observational serta metode pengumpulan data menggunakan indepth interview (wawancara mendalam) yang dilakukan kepada sumber informasi (informan) yang berhubungan dengan praktik khitan perempuan. Hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk kebijakan operasional praktik khitan perempuan berisi tentang status hukum khitan perempuan, tenaga pelaksana khitan perempuan, peralatan khitan perempuan, metode khitan perempuan dan prosedur khitan perempuan. Di Kabupaten Brebes kebijakan operasional praktik khitan perempuan belum dapat direalisasikan pelaksanaannya. Jadi dapat disimpulkan belum membudayanya praktik khitan perempuan di Kabupaten Brebes. Disarankan bentuk Kebijakan Operasional Praktik Khitan Perempuan sebaiknya lebih dipahami dan ditelaah agar dapat digunakan seoptimal mungkin, bagi pemerintah sebaiknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai khitan perempuan yang lebih tepat, selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan, Ketua IBI dan petugas KIA hendaknya meningkatkan pemahaman terkait khitan perempuan, kemudian MUI dan Ulama Kabupaten Brebes dapat mengoptimalkan sosialisasi praktik khitan perempuan agar masyarakat memahami manfaat khitan perempuan.
Peran Kader, Lingkungan Balita, Peran Orang Tua dan Kebutuhan Dasar Balita terhadap Perkembangan Balita Trisna S, Nurwita
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 8 No 01 (2018): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Seko
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.941 KB) | DOI: 10.33221/jiki.v8i01.435

Abstract

Tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besaran antara peran kader, lingkungan, peran orangtua dan kebutuhan dasar balita terhadap perkembangan balita. Sample penelitian adalah semua ibu yang memiliki balita di Kelas Baca Anakku Sayang Lenteng Agung Jakarta Selatan tahun 2015 sebanyak  85 orang. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner, analisa data dengan SPSS 18 dan SmartPLS 2.0. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh langsung antara peran kader terhadap perkembangan balita sebesar 17.58% dengan koefisien 0.207 dan nilai T-Statistic 2.026, ada pengaruh langsung antara peran orangtua terhadap perkembangan balita sebesar 14.91% dengan koefisien 0.178 dan nilai T-Statistic 2.900, ada pengaruh langsung  antara lingkungan balita terhadap terhadap perkembangan balita sebesar 19.66% dengan koefisien 0.231 dan  nilai T-Statistic 1.981, ada pengaruh langsung antara kebutuhan dasar balita  terhadap perkembangan balita sebesar  26.93% dengan koefisien 0.311 dan nilai T-Statistic 4.15, lebih besar dari nilai a=0,05 (>1,96) maka signifikan (positif). Kesimpulannya bahwa variabel kebutuhan dasar balita merupakan faktor paling dominan dalam mempengaruhi perkembangan balita di Kelas Baca Anakku Sayang Lenteng Agung. Diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan  memenuhi kebutuhan dasar anak meliputi asah, asih dan asuh.
Beberapa Faktor yang Berpengaruh terhadap Pencegahan Puerperium Infections Yosali, Magdalena Agu; Sugesti, Retno
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 8 No 01 (2018): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Seko
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.732 KB) | DOI: 10.33221/jiki.v8i01.434

Abstract

Infeksi nifas bisa berasal dari luka pada jalan  lahir  yang  merupakan  media  yang  baik  untuk  berkembangnya kuman. Penanganan komplikasiyang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian ibu post partum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya sumber informasi, peran nakes, peran kader, peran keluarga dan personal hygiene perception terhadap pencegahan puerperium infections pada ibu nifas di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan Kalimantan Barat tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-setional (potong lintang). Sampel yang digunakan sebanyak 60 kliensebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM). Hasil pengujian hipotesis menghasilkan temuan penelitian yaitu variabel pencegahan puerperium infections dipengaruhi oleh sumber informasi (7,31%), peran tenaga kesehatan (23,02%), peran kader (19,26%), peran keluarga (18,77%), personal hygiene Perception (13,08%). Peran tenaga kesehatan merupakan faktor yang dominan yang sangat mempengaruhi pencegahan puerperium infections di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. Pengaruh langsung pencegahanpuerperium infections sebesar 81,44%,  pengaruh tidak langsung sebesar 1,89% dan pengaruh total langsung dan tidak langsung sebesar 83,34%.Diharapkan adanya peran dari petugas kesehatan dalam memberikan pemahaman mengenai pencegahan infeksi nifas dan memberikan bimbingan kepada kader wilayah kerja mengenai pencegahan infeksi nifas.
Hubungan Peran Orang Tua dan Pola Asuh Makan terhadap Perkembangan Balita noviyani, ernita prima; Jayatmi, Irma; Herliana, Irma
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 8 No 01 (2018): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Seko
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.936 KB) | DOI: 10.33221/jiki.v8i01.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan pola asuh  makan terhadap perkembangan balitadi Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan rancangan desain Cross Sectional.Sampel yang diambil adalah seluruh total populasi yang ada yaitu seluruh ibu-ibu yang mempunyai anak usia balita Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan  Tahun 2017 sebanyak 107 orang. Hasil penelitian menunjukkan variabel peran orang tua diperoleh p value sebesar 0,019, variabel pola asuh makan diperoleh p value sebesar 0,011, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara peran orang tua dan pola asuh makan dengan perkembangan Balita di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan Tahun 2017. Disimpulkan bahwa peran orangtua berpengaruhdalam perkembangan yaitu membentuk kemampuan dan keterampilannyadalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya.Sedangakan pola makan memiliki hubungan dengan perkembangan anak dimana orang tua yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang pola makan akan mampu untuk memantau dan melatih anak untuk perkembangan dengan optimal sehingga jika terjadi kelainan tumbuh kemang pada anak dapat dideteksi secara dini. Disarankan untuk orang tua, harus selalu memberikan serta meningkatkan perannya dalam memantau perkembangan anak, serta memberikan pola asuh makan yang baik.