cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2019)" : 8 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PARIWISATA PANTAI DI KABUPATEN PURWOREJO Febrianingrum, Sri Rahayu; Miladan, Nur; Mukaromah, Hakimatul
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.275 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.14762.130-142

Abstract

Kabupaten Purworejo memiliki pantai yang dijadikan sebagai destinasi wisata yaitu Pantai Jatimalang, Pantai Keburuhan dan Pantai Ketawang Indah dan ditetapkan sebagai desa wisata. Saat ini belum terlihat adanya perkembangan yang berarti seperti belum terpenuhinya elemen-elemen yang harus ada pada pariwisata pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pariwisata pantai di Kabupaten Purworejo. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif serta metode pengumpulan data menggunakan observasi, random sampling untuk kuisioner, wawancara dengan purposive sampling dan studi dokumen. Untuk mengetahui tingkat kepentingan aspek dan faktor apa saja yang berpengaruh maka digunakanlah teknik analisis skoring.  Hasil dari penelitian ini terkait dengan faktor pendorong dalam perkembangan pariwisata pantai adalah ketersediaan jaringan jalan yang memadai, kedekatan destinasi wisata terhadap asal wisatawan, peran aktif masyarakat dan keamanan pada destinasi wisata. Faktor yang menghambat dalam perkembangan pariwisata pantai meliputi, keterbatasan pemenuhan sarana dan prasarana, ketidaklengkapan sarana pelabuhan perikanan, ketidakitegrasian moda transportasi umum antar pariwisata pantai, ketidakoptimalan peran lembaga pengelola pariwisata dan ketidakoptimalan pemanfaatan media untuk promosi wisata. Sedangkan untuk faktor moderat yaitu adanya variasi atraksi wisata, keanekaragaman hayati sebagai daya tarik wisata, ketersediaan fasilitas kebencanaan pesisir dan tindakan mitigasi bencana pesisir pantai.
POTENSI GANGGUAN AREA ON STREET PARKING PADA KAWASAN KOMERSIAL TERHADAP KINERJA JALAN (LOKASI JALAN PEMUDA KOTA MAGELANG) Burhani, Muhammad Anwan; Yudana, Galing; Rahayu, Paramita
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.568 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.12068.177-189

Abstract

Kota merupakan konsentrasi penduduk dalam suatu wilayah geografis tertentu yang mampu menghidupi dirinya sendiri melalui kegiatan ekonomi. Kawasan Pecinan telah dikenal secara luas di Indonesia sebagai domain ekonomi atau pusat aktivitas komersial. Jalan Pemuda di Kota Magelang merupakan kawasan pemukiman tionghoa atau pecinan dengan aktivitas komersial yang berkembang pesat. Perkembangan aktivitas komersial ini manimbulkan tarikan pergerakan yang tinggi. Konsekuensinya permintaan parkir pada kawasan komersial tersebut meningkat. On street parking terjadi karena tidak adanya fasilitas off street parking atau fasilitas parkir yang tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada. On street parking di Jalan Pemuda adalah on street parking terpanjang dan paling masif di Kota Magelang. Selain itu Jalan Pemuda adalah jalan utama Kota Magelang yang melintasi pusat kota dan merupakan penghubung dua pusat kegiatan nasional (PKN) yaitu Kota Yogyakarta dan Kota Semarang. Oleh sebab itu memahami potensi gangguan on street parking yang masif terhadap kinerja jalan pada kawasan seperti ini adalah hal penting. Motode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan 4 variabel on street parking dan 2 variabel kinerja jalan serta proses analisis triangulasi untuk mengetahui potesi gangguan on street parking pada kawasan komersial terhadap kinerja jalan. Triangulasi metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa on street parking di Jalan Pemuda Kota Magelang memberikan tingkat gangguan yang tinggi terhadap kinerja jalan. Oleh sebab itu sangat penting untuk mencari alternative lokasi off street parking untuk mengakomodasi parkir di Jalan Pemuda untuk menghindari kemacetan di jalan utama Kota Magelang.Kata Kunci : kawasan komersial, kinerja jalan, on street parking.
FAKTOR UTAMA PEMILIHAN LOKASI KAFE DI KOTA SURAKARTA Khoirul, Muhammad; Yudana, Galing; Rahayu, Paramita
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.394 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.15228.108-120

Abstract

Kafe yang merupakan salah satu bentuk dari “third place” saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan di kota-kota besar termasuk di Kota Surakarta. Lokasi kafe di Kota Surakarta tersebar di sekitar kawasan perdagangan dan kawasan permukiman. Keberadaan beberapa kafe di kawasan permukiman terkadang memberikan beberapa permasalahan, seperti kemacetan dan kebisingan dari aktivitas kafe. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor utama dalam pemilihan lokasi kafe di Kota Surakarta. Faktor utama pemilihan kafe di Kota Surakarta didapatkan dari analisis faktor yang dilakukan terhadap penilaian pemilik kafe di Kota Surakarta terhadap faktor-faktor pemilihan lokasi saat akan mendirikan usaha kafe menggunakan skala sikap likert. Berdasarkan hasil analisis faktor didapatkan 4 kelompok faktor yang bisa merangkum 14 faktor pemilihan lokasi di awal. Faktor pemilihan lokasi kafe di Kota Surakarta ditentukan oleh fleksibilitas lokasi, kesesuaian lokasi, dukungan lingkungan sekitar, dan faktor tambahan.
FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN LOKASI SHOPPING MALL DI KOTA SURAKARTA Hall, Darryl; Astuti, Winny; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.152 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.12552.121-129

Abstract

Lokasi merupakan penentu daya tarik suatu pasar modern. Menurut (Berman & Evan, 2001), faktor yang menentukan lokasi optimum suatu retail/perdagangan yaitu aksesibilitas, specific site, kebijakan zonasi dan secara lebih detail (Marlina, 2008) dan (Kwak & dkk, 2013), menjelaskan bahwa faktor pemilihan lokasi yang mempengaruhi investor dalam menentukan lokasi Shopping Mall adalah Kesesuaian Aturan Zonasi, Aksesibilitas, Harga  Tanah, Ketersediaan Jaringan Prasarana, Kesesuaian kondisi geologi dan hidrologi, Jarak jangkauan customer, dan Tenant Mix. Shopping Mall umumnya merupakan bangunan besar, tertutup lantai lebih dari satu dengan luas minimal 9200 m2. Karakteristik utama Shopping Mall adalah merupakan pusat perbelanjaan dalam satu atap atau one stop (Levy & Weitz, 2009). Perkembangan penanaman modal di Surakarta sebagai Trade Centre membuat banyak investor yang menanamkan modalnya dibidang perdagangan. Salah satu jenis perdagangan yang sedang berkembang di Kota Surakarta adalah Shopping Mall. Perkembangan Shopping Mall diawali pada tahun 2004 ketika Solo Grand Mall berdiri, selanjutnya Solo Square pada tahun 2006 dan Solo Paragon pada tahun 2010. Ketiga Shopping Mall ini memiliki faktor pemilihan lokasi yang sama yaitu memilih lokasi di bagian selatan Kota Surakarta. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor Prioritas yang mempengaruhi pemilihan lokasi Shopping Mall di Kota Surakarta dengan menggunakan analisis prioritas dalam Analytic Hierarchi Process. Berdasarkan hasil analisis AHP, faktor yang menjadi prioritas bagi Shopping Mall di Kota Surakarta secara berurutan yaitu Peraturan Zonasi Daerah Setempat, Konsumen dan Ketersediaan Moda Transportasi, Tingkat Arus Lalu Lintas, Kemudahan Dicapai dari Fasilitas Umum, Ketersediaan Jaringan Listrik, Biaya (Harga Lahan), Ketersediaan Jaringan Drainase, Kesesuaian Kondisi Geologi dan Hidrologi, Suspicient, Generative, dan yang terakhir adalah Lokasi dan Jarak dengan Pesaing
HUBUNGAN PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KUALITAS TRANSPORTASI UMUM DENGAN PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UMUM DI KAWASAN WISATA BUDAYA KOTA SURAKARTA Zulianto, Agus; Nurhadi, Kuswanto; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.521 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.15392.143-152

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi kualitas transportasi umum menurut persepsi pengunjung; 2) mengetahui pilihan moda transportasi pengunjung di Kawasan Wisata Budaya Surakarta; 3) mengetahui hubungan persepsi pengunjung terhadap kualitas transportasi umum dengan pemilihan moda tansportasi umum di Kawasan Wisata Budaya Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode analisis crosstab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengunjung di objek wisata budaya Kota Surakarta memberikan penilaian “cukup baik” (sebesar 4101). Penilaian koresponden terhadap kualitas transportasi umum Kota Surakarta memang cenderung cukup baik, tetapi penggunaan moda transportasi bukan umum lebih mendominasi dibandingkan penggunaan moda transportasi umum. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p=0,000 dan nilai r=0,392. Maka dapat disimpulkan persepsi kualitas transportasi umum dengan pemilihan moda transportasi umum memiliki hubungan yang bermakna dengan korelasi yang cukup kuat, makin tinggi persepsi kualitas transportasi umum maka makin bertambah pemilih moda transportasi umum.Kata Kunci: kualitas, pemilihan moda, persepsi, tranportasi umum, wisata budaya.
ANALISIS PENENTUAN LOKASI PARKIR PADA KAWASAN PERDAGANGAN SINGOSAREN KOTA SURAKARTA BERDASARKAN PREFERENSI PENGUNJUNG Haqie, Fauzi Nuraninda; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Nurhadi, Kuswanto
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.096 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.14384.96-107

Abstract

Kawasan perdagangan Singosaren merupakan salah satu kawasan yang menjadi tarikan perjalanan. Hal ini menyebabkan timbulnya kebutuhan ruang parkir pada kawasan tersebut dikarenakan mayoritas masyarakat Kota Surakarta menggunakan kendaraan pribadi dalam melakukan mobilitas. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa 99% parkir pada kawasan tersebut merupakan parkir on street. Selain itu pada kawasan perdagangan Singosaren akan diterapkan konsep walking street yang salah satu substansi penataannya adalah dengan menjadikan kawasan Singosaren menjadi kawasan yang steril dari parkir on street. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dimana alternatif-alternatif lokasi parkir yang dapat memenuhi kebutuhan kawasan perdagangan Singosaren berdasarkan preferensi pengunjung kawasan tersebut. Preferensi pengunjung juga digunakan untuk menentukan kriteria lokasi parkir mana yang paling tinggi tingkat kepentingannya hingga paling rendah tingkat kepentingannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis skoring untuk penentuan alternatif lokasi parkir dan teknik pembobotan kriteria lokasi parkir berdasarkan preferensi pengunjung. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan penyebaran kuisioner pada pengunjung kawasan perdagangan Singosaren. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa berdasarkan preferensi pengunjung kawasan perdagangan Singosaren urutan kriteria yang memiliki bobot paling tinggi kepentingannya hingga paling rendah kepentingannya adalah (1) keamanan; (2) jarak berjalan; (3) aksesibilitas; (4) ketersediaan lahan/ruang; (5) rencana tata ruang; (6) lingkungan. Berdasarkan analisis dengan teknik skoring didapatkan 5 alternatif lokasi parkir yaitu lahan kosong utara Matahari Departement Store (lokasi A) yang tergolong dalam kategori kurang sesuai untuk lokasi parkir. Kemudian lahan kosong barat Matahari Departement Store (lokasi B), lahan kosong timur Lapangan Kartopuran (lokasi C), Lapangan Kartopuran (lokasi D), dan ruang parkir Matahari Departement Store (lokasi E) yang tergolong dalam kategori sesuai untuk lokasi parkir. Setiap alternatif lokasi tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan berdasarkan kriteria lokasi parkir yang telah dihimpun dalam penelitian ini.Kata kunci: Lokasi parkir; Parkir; Preferensi pengunjung
KESIAPAN FUNGSI JALAN PERINTINS KEMERDEKAAN, PANDANARAN, NANGKA GUMULAN SETELAH ADANYA KANTOR PEMERINTAHAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI Permatasari, Citra ayu; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Nurhadi, Kuswanto
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.14 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.14612.153-166

Abstract

Transportasi merupakan kebutuhan dasar manusia dalam melakukan aksesibilitas dan mobilitas. Untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut, dibutuhkan jalan sebagai fungsi utama dari sistem transportasi. Fenomena transportasi di Kabupaten Boyolali adalah Pemindahan Kantor Pemerintahan Terpadu Kabupaten Boyolali yang terletak di antara ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Pandanaran dan Jalan Nangka Gumulan. Isu pemindahan Kantor Pemerintahan nantinya akan berdampak pada meningkatnya arus lalu lintas. Oleh karena itu kesiapan fungsi jalan dapat diukur dari sistem jaringan jalan yang digunakan dalam melayani kebutuhan di kantor pemerintahan terpadu Kabupaten Boyolali. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, Pandanaran dan Nangka Gumulan setelah adanya Kantor Pemerintahan terpadu Kabupaten Boyolali dengan beberapa variabel penelitian diantaranya, (1) ketuntasan dalam pengembangan jaringan jalan, (2) tingkat pelayanan jalan, (3) ketersediaan moda transportasi, (4) ketersediaan lahan parkir, (5) fungsi sarana dan prasarana jalan, (6) tingkat fungsi lembaga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis skoring. Analisis skoring dilakukan pada masing-masing variabel penelitian. Hasil akhir yang diperoleh, bahwa ke tiga ruas jalan siap mendukung keberadaan Kantor Pemerintahan Terpadu Kabupaten Boyolali. Namun terdapat beberapa variabel penelitian yang masih memerlukan peningkatkan guna pengoptimalan fungsi jalan pada masing-masing ruas jalan. Salah satunya adanya rekayasa lalu lintas untuk mengoptimalkan fungsi jalan pada ruas Jalan Kantor Pemerintahan Terpadu Kabupaten Boyolali.Kata kunci: Kesiapan, Sistem Jaringan Jalan, Sistem Kegiatan
KESIAPAN KAWASAN COMMERCIAL STRIP SURAKARTA UTARA BAGIAN BARAT SEBAGAI PUSAT AKTIVITAS BARU Pamungkas, Muhammad Rizal; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Miladan, Nur
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.285 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.14756.167-176

Abstract

Berdasarkan RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031, kawasan Surakarta utara adalah kawasan strategis dari segi pertumbuhan ekonomi. Koridor komersial (commercial strip) di Surakarta utara bagian barat direncanakan melalui koridor jalan Adi Sumarmo, Mangunsarkoro dan Pierre Tendean. Pengembangan pada kawasan utara diperlukan untuk mengurangi beban aktivitas yang saat ini menjadi pusat aktivitas. Namun, pengembangan pada kawasan utara masih perlu perbaikan pada aspek fisik dan non-fisik seperti perbaikan infrastruktur penunjang dan tingkat investasi. Dengan begitu, perlu mengetahui bagaimana kesiapan kawasan commercial strip Surakarta utara bagian barat dari aspek fisik dan non fisik. Pendekatan penelitian ini adalah deduktif. Metode pengumpumlan data menggunakan teknik purposive sampling, observasi, dan kuesioner pada data primer sedangkan studi literatur pada data sekunder. Teknik analisis mennggunakan teknik statistik deskriptif, dan overlay peta tematik. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kesiapan pengembangan kawasan commercial strip di Surakarta utara bagian barat berada pada kategori cukup siap. Cukup siap berarti kawasan Surakarta utara bagian barat layak dikembangkan sebagai pusat aktivitas baru namun perlu dilakukan perbaikan pada beberapa aspek. Perlu perencanaan yang komprehensiff baik aspek yang sudah memenuhi kriteria maupun yang belum memenuhi kriteria kesiapan agar seluruh komponen kesiapan berada pada tingkat kesiapan yang memadai. Maka dari itu, perencanaan yang perlu dilakukan yaitu mengembangkan kawasan commercial strip dengan konsep strip-center development pada area di sekitar jaringan jalan agar pemanfaatan lahan menjadi lebih efisien dan mengurangi beban perjalanan

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2019 2019