cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
KUALITAS TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG PUBLIK DI KOTA SURAKARTA BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGGUNA Pratomo, Anggit; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Miladan, Nur
Desa-Kota Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.922 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i1.12494.84-95

Abstract

Taman kota adalah salah satu jenis ruang terbuka hijau publik yang memiliki aktivitas kompleks. Taman kota sebagai ruang publik perkotaan dikatakan memenuhi kualitas apabila mencapai kelayakan terhadap kriteria: pelayanan pengguna, tingkat aktivitas, tingkat kebermaknaan dan kemudahan akses. Di Kota Surakarta terdapat beberapa taman kota dengan jumlah pengunjung yang berbeda beda. Persepsi dan preferensi pengguna taman kota merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas taman kota di Kota Surakarta agar dapat digunakan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas taman kota sebagai ruang publik di Kota Surakarta berdasarkan persepsi dan preferensi pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring dengan pendekatan kuantitatif, sementara jenis penelitian ini adalah eksplanatif. Berdasarkan kriteria taman kota, diperoleh taman kota yang masuk ke dalam sampel penelitian yaitu Taman Kompleks Stadion Manahan dan Taman Balekambang. Sampel dari peneliian ini merupakan pengguna taman. Data diperoleh dengan menggunakan kuisioner yang diisi oleh pengguna taman. Analisis tiap kriteria kualitas taman dilakukan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi untuk mengetahui modus pada kategori jawaban setiap variabel. Di akhir analisis dilakukan skoring untuk mengetahui tingkat kualitas taman kota di Kota Surakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen taman kota dengan kondisi baik meliputi tingkat aktivitas, sementara elemen pelayanan pengguna, kebermaknaan dan kemudahan akses berada pada kondisi sedang, sehingga kualitas taman kota di Surakarta berdasarkan persepsi dan preferensi pengguna yaitu Taman Kompleks Stadion Manahan dan Taman Balekambang berada pada kondisi sedang. Berdasarkan teori, isu, serta hasil analisis terkait taman kota, maka diperoleh hasil bahwa kualitas taman kota di Kota Surakarta dalam kondisi baik.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA Krisandriyana, Maresty; Astuti, Winny; Fitria Rini, Erma
Desa-Kota Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.294 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i1.14418.24-33

Abstract

Kawasan permukiman kumuh merupakan kawasan yang terabaikan dari pembangunan kota dengan kondisi lingkungan permukiman yang mengalami penurunan kualitas fisik, sosial ekonomi dan sosial budaya dan dihuni oleh orang-orang miskin, penduduk yang padat, serta dengan sarana prasarana yang minim. Di Surakarta terdapat tiga tipologi kawasan permukiman kumuh, yaitu kawasan permukiman kumuh bantaran sungai, kawasan permukiman kumuh padat perkotaan dan kawasan permukiman kumuh sepanjang rel kereta api. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberadaan kawasan permukiman kumuh. Faktor-faktor tesebut antara lain urbanisasi, sarana prasarana, ekonomi, lahan perkotaan, tata ruang, daya tarik perkotaan, sosial budaya, status kepemilikan bangunan dan lama tinggal penghuni. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor prioritas yang mempengaruhi keberadaan kawasan permukiman kumuh di Surakarta dengan menggunakan analisis prioritas (Analytic Hierarchi Process). Berdasarkan analisis AHP, faktor prioritas yang mempengaruhi keberadaan kawasan permukiman kumuh di Surakarta berbeda tiap tipologinya. Faktor prioritas kawasan permukiman kumuh bantaran sungai adalah faktor lahan perkotaan, faktor tata ruang dan faktor status kepemilikan bangunan. Faktor prioritas yang mempengaruhi keberadaan kawasan permukiman kumuh padat perkotaan yaitu faktor lahan perkotaan, faktor tata ruang dan faktor ekonomi. Sedangkan faktor prioritas yang mempengaruhi keberadaan kawasan permukiman kumuh sepanjang rel kereta api adalah faktor status kepemilikan bangunan, faktor ekonomi dan faktor tata ruang
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PARIWISATA PANTAI DI KABUPATEN PURWOREJO Febrianingrum, Sri Rahayu; Miladan, Nur; Mukaromah, Hakimatul
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.275 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.14762.130-142

Abstract

Kabupaten Purworejo memiliki pantai yang dijadikan sebagai destinasi wisata yaitu Pantai Jatimalang, Pantai Keburuhan dan Pantai Ketawang Indah dan ditetapkan sebagai desa wisata. Saat ini belum terlihat adanya perkembangan yang berarti seperti belum terpenuhinya elemen-elemen yang harus ada pada pariwisata pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pariwisata pantai di Kabupaten Purworejo. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif serta metode pengumpulan data menggunakan observasi, random sampling untuk kuisioner, wawancara dengan purposive sampling dan studi dokumen. Untuk mengetahui tingkat kepentingan aspek dan faktor apa saja yang berpengaruh maka digunakanlah teknik analisis skoring.  Hasil dari penelitian ini terkait dengan faktor pendorong dalam perkembangan pariwisata pantai adalah ketersediaan jaringan jalan yang memadai, kedekatan destinasi wisata terhadap asal wisatawan, peran aktif masyarakat dan keamanan pada destinasi wisata. Faktor yang menghambat dalam perkembangan pariwisata pantai meliputi, keterbatasan pemenuhan sarana dan prasarana, ketidaklengkapan sarana pelabuhan perikanan, ketidakitegrasian moda transportasi umum antar pariwisata pantai, ketidakoptimalan peran lembaga pengelola pariwisata dan ketidakoptimalan pemanfaatan media untuk promosi wisata. Sedangkan untuk faktor moderat yaitu adanya variasi atraksi wisata, keanekaragaman hayati sebagai daya tarik wisata, ketersediaan fasilitas kebencanaan pesisir dan tindakan mitigasi bencana pesisir pantai.
POTENSI GANGGUAN AREA ON STREET PARKING PADA KAWASAN KOMERSIAL TERHADAP KINERJA JALAN (LOKASI JALAN PEMUDA KOTA MAGELANG) Burhani, Muhammad Anwan; Yudana, Galing; Rahayu, Paramita
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.568 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.12068.177-189

Abstract

Kota merupakan konsentrasi penduduk dalam suatu wilayah geografis tertentu yang mampu menghidupi dirinya sendiri melalui kegiatan ekonomi. Kawasan Pecinan telah dikenal secara luas di Indonesia sebagai domain ekonomi atau pusat aktivitas komersial. Jalan Pemuda di Kota Magelang merupakan kawasan pemukiman tionghoa atau pecinan dengan aktivitas komersial yang berkembang pesat. Perkembangan aktivitas komersial ini manimbulkan tarikan pergerakan yang tinggi. Konsekuensinya permintaan parkir pada kawasan komersial tersebut meningkat. On street parking terjadi karena tidak adanya fasilitas off street parking atau fasilitas parkir yang tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada. On street parking di Jalan Pemuda adalah on street parking terpanjang dan paling masif di Kota Magelang. Selain itu Jalan Pemuda adalah jalan utama Kota Magelang yang melintasi pusat kota dan merupakan penghubung dua pusat kegiatan nasional (PKN) yaitu Kota Yogyakarta dan Kota Semarang. Oleh sebab itu memahami potensi gangguan on street parking yang masif terhadap kinerja jalan pada kawasan seperti ini adalah hal penting. Motode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan 4 variabel on street parking dan 2 variabel kinerja jalan serta proses analisis triangulasi untuk mengetahui potesi gangguan on street parking pada kawasan komersial terhadap kinerja jalan. Triangulasi metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa on street parking di Jalan Pemuda Kota Magelang memberikan tingkat gangguan yang tinggi terhadap kinerja jalan. Oleh sebab itu sangat penting untuk mencari alternative lokasi off street parking untuk mengakomodasi parkir di Jalan Pemuda untuk menghindari kemacetan di jalan utama Kota Magelang.Kata Kunci : kawasan komersial, kinerja jalan, on street parking.
KESIAPAN ASPEK SPASIAL PADA PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA BERBASIS INDUSTRI KREATIF KERAJINAN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN MOJOSONGO, KOTA SURAKARTA Sadana, Dewa Putu Aris; Miladan, Nur; Mukaromah, Hakimatul
Desa-Kota Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.198 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i1.12004.34-48

Abstract

Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, memiliki potensi industri kerajinan sangkar burung berdasarkan RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031 dan diarahkan sebagai pengembangan kawasan pariwisata berbasis industri kerajinan sangkar burung oleh RIPKA Kota Surakarta. Artikel ini membahas tentang kesiapan aspek spasial pada pengembangan kawasan di wilayah penelitian. Komponen dari kesiapan aspek spasial pada pengembangan kawasan meliputi infrastruktur penunjang, akaksesibilitas, ketersediaan lahan, dan pola persebaran industri kerajinan sangkar burung. Penelitian pada artikel ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data berupa kuisioner, observasi lapangan, survei data sekunder, dan wawancara. Adapun teknik analisis pada penelitian ini, yaitu AHP dan skoring. Pada wilayah penelitian infrastruktur penunjang dibagi menjadi sarana penunjang dan prasarana penunjang. Sarana penunjang pada kawasan berupa showroom tidak tersedia pada kawasan. Prasarana pada kawasan meliputi prasarana persampahan, air bersih, listrik, dan telekomunikasi sudah memadai. Selanjutnya, aksesibilitas kawasan sudah siap untuk menunjang mobilisasi bagi pengunjung, karena sudah tersedianya akses jaringan jalan yang baik pada kawasan dan sudah tersedia rute angkutan umum yang melalui kawasan. Ketersediaan lahan dilihat dari ketersediaan lahan untuk showroom dan prasarana persampahan sudah tersedia, namun ketersediaan lahan untuk showroom masih kurang dibandingkan kebutuhan lahannya. Terakhir, pola persebaran industri kerajinan sangkar burung pada wilayah penelitian memiliki pola persebaran klaster, sehingga dapat menunjang terwujudnya lingkungan kreatif dan efisiensi dalam pengelolaan kawasannya. Jadi, berdasarkan hal-hal di atas, maka kesiapan aspek spasial pada pengembangan kawasan pariwisata berbasis industri kerajinan sangkar burung di Kelurahan Mojosongo masuk kedalam kategori tingkat kesiapan tinggi.
FAKTOR UTAMA PEMILIHAN LOKASI KAFE DI KOTA SURAKARTA Khoirul, Muhammad; Yudana, Galing; Rahayu, Paramita
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.394 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.15228.108-120

Abstract

Kafe yang merupakan salah satu bentuk dari “third place” saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan di kota-kota besar termasuk di Kota Surakarta. Lokasi kafe di Kota Surakarta tersebar di sekitar kawasan perdagangan dan kawasan permukiman. Keberadaan beberapa kafe di kawasan permukiman terkadang memberikan beberapa permasalahan, seperti kemacetan dan kebisingan dari aktivitas kafe. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor utama dalam pemilihan lokasi kafe di Kota Surakarta. Faktor utama pemilihan kafe di Kota Surakarta didapatkan dari analisis faktor yang dilakukan terhadap penilaian pemilik kafe di Kota Surakarta terhadap faktor-faktor pemilihan lokasi saat akan mendirikan usaha kafe menggunakan skala sikap likert. Berdasarkan hasil analisis faktor didapatkan 4 kelompok faktor yang bisa merangkum 14 faktor pemilihan lokasi di awal. Faktor pemilihan lokasi kafe di Kota Surakarta ditentukan oleh fleksibilitas lokasi, kesesuaian lokasi, dukungan lingkungan sekitar, dan faktor tambahan.
FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN LOKASI SHOPPING MALL DI KOTA SURAKARTA Hall, Darryl; Astuti, Winny; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.152 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.12552.121-129

Abstract

Lokasi merupakan penentu daya tarik suatu pasar modern. Menurut (Berman & Evan, 2001), faktor yang menentukan lokasi optimum suatu retail/perdagangan yaitu aksesibilitas, specific site, kebijakan zonasi dan secara lebih detail (Marlina, 2008) dan (Kwak & dkk, 2013), menjelaskan bahwa faktor pemilihan lokasi yang mempengaruhi investor dalam menentukan lokasi Shopping Mall adalah Kesesuaian Aturan Zonasi, Aksesibilitas, Harga  Tanah, Ketersediaan Jaringan Prasarana, Kesesuaian kondisi geologi dan hidrologi, Jarak jangkauan customer, dan Tenant Mix. Shopping Mall umumnya merupakan bangunan besar, tertutup lantai lebih dari satu dengan luas minimal 9200 m2. Karakteristik utama Shopping Mall adalah merupakan pusat perbelanjaan dalam satu atap atau one stop (Levy & Weitz, 2009). Perkembangan penanaman modal di Surakarta sebagai Trade Centre membuat banyak investor yang menanamkan modalnya dibidang perdagangan. Salah satu jenis perdagangan yang sedang berkembang di Kota Surakarta adalah Shopping Mall. Perkembangan Shopping Mall diawali pada tahun 2004 ketika Solo Grand Mall berdiri, selanjutnya Solo Square pada tahun 2006 dan Solo Paragon pada tahun 2010. Ketiga Shopping Mall ini memiliki faktor pemilihan lokasi yang sama yaitu memilih lokasi di bagian selatan Kota Surakarta. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor Prioritas yang mempengaruhi pemilihan lokasi Shopping Mall di Kota Surakarta dengan menggunakan analisis prioritas dalam Analytic Hierarchi Process. Berdasarkan hasil analisis AHP, faktor yang menjadi prioritas bagi Shopping Mall di Kota Surakarta secara berurutan yaitu Peraturan Zonasi Daerah Setempat, Konsumen dan Ketersediaan Moda Transportasi, Tingkat Arus Lalu Lintas, Kemudahan Dicapai dari Fasilitas Umum, Ketersediaan Jaringan Listrik, Biaya (Harga Lahan), Ketersediaan Jaringan Drainase, Kesesuaian Kondisi Geologi dan Hidrologi, Suspicient, Generative, dan yang terakhir adalah Lokasi dan Jarak dengan Pesaing
PENGARUH PERKEMBANGAN INDUSTRI PENGECORAN LOGAM SKALA BESAR DAN SEDANG YANG TERAGLOMERASI TERHADAP PERUBAHAN GUNA LAHAN DI KECAMATAN CEPER KABUPATEN KLATEN Tantowi, Nur Lutfi Rizky; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Hardiana, Ana
Desa-Kota Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1985.798 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i1.14868.49-59

Abstract

Dewasa ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memicu pertumbuhan yang pesat pada segala aspek kehidupan salah satu adalah aspek industri. Industri skala besar dan sedang setiap tahunnya mengalami perkembangan, hal tersebut juga terjadi pada industri pengecoran logam skala besar dan sedang yang berada di Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten selama kurun waktu tahun 2006 hingga tahun 2016. Industri-industri pengecoran logam tersebut memiliki lokasi yang berdekatan sebagai salah satu bentuk untuk mendapatkan keuntungan aglomerasi. Akan tetapi, industri yang mengalami peningkatan tersebut berpengaruh terhadap sekitarnya, salah satu pengaruh yang ditimbulkan adalah terhadap guna lahan di sekitarnya yang mengalami perubahan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perkembangan industri pengecoran logam skala besar dan sedang yang teraglomerasi terhadap perubahan guna lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sementara jenis penelitian ini adalah penelitian deduktif. Metode analisis yang digunakan adalah analisis skoring dengan membandingkan kondisi awal penelitian dengan kondisi akhir penelitian. Berdasarkan data yang diperoleh didapatkan bahwa industri pengecoran logam skala besar dan sedang yang teraglomerasi mengalami perkembangan, sementara guna lahan di wilayah tersebut juga ikut mengalami perubahan. Karena sama-sama mengalami perkembangan/perubahan maka hubungan antara perkembangan industri dan perubahan guna lahan dapat disebut sebagai hubungan yang lurus, hal tersebut dapat diketahui dari perkembangan industri pengecoran logam skala besar dan sedang yang teraglomerasi yang berpengaruh tinggi terhadap perubahan guna lahan.
HUBUNGAN PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KUALITAS TRANSPORTASI UMUM DENGAN PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UMUM DI KAWASAN WISATA BUDAYA KOTA SURAKARTA Zulianto, Agus; Nurhadi, Kuswanto; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.521 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.15392.143-152

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi kualitas transportasi umum menurut persepsi pengunjung; 2) mengetahui pilihan moda transportasi pengunjung di Kawasan Wisata Budaya Surakarta; 3) mengetahui hubungan persepsi pengunjung terhadap kualitas transportasi umum dengan pemilihan moda tansportasi umum di Kawasan Wisata Budaya Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode analisis crosstab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengunjung di objek wisata budaya Kota Surakarta memberikan penilaian “cukup baik” (sebesar 4101). Penilaian koresponden terhadap kualitas transportasi umum Kota Surakarta memang cenderung cukup baik, tetapi penggunaan moda transportasi bukan umum lebih mendominasi dibandingkan penggunaan moda transportasi umum. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p=0,000 dan nilai r=0,392. Maka dapat disimpulkan persepsi kualitas transportasi umum dengan pemilihan moda transportasi umum memiliki hubungan yang bermakna dengan korelasi yang cukup kuat, makin tinggi persepsi kualitas transportasi umum maka makin bertambah pemilih moda transportasi umum.Kata Kunci: kualitas, pemilihan moda, persepsi, tranportasi umum, wisata budaya.
ANALISIS PENENTUAN LOKASI PARKIR PADA KAWASAN PERDAGANGAN SINGOSAREN KOTA SURAKARTA BERDASARKAN PREFERENSI PENGUNJUNG Haqie, Fauzi Nuraninda; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Nurhadi, Kuswanto
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.096 KB) | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.14384.96-107

Abstract

Kawasan perdagangan Singosaren merupakan salah satu kawasan yang menjadi tarikan perjalanan. Hal ini menyebabkan timbulnya kebutuhan ruang parkir pada kawasan tersebut dikarenakan mayoritas masyarakat Kota Surakarta menggunakan kendaraan pribadi dalam melakukan mobilitas. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa 99% parkir pada kawasan tersebut merupakan parkir on street. Selain itu pada kawasan perdagangan Singosaren akan diterapkan konsep walking street yang salah satu substansi penataannya adalah dengan menjadikan kawasan Singosaren menjadi kawasan yang steril dari parkir on street. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dimana alternatif-alternatif lokasi parkir yang dapat memenuhi kebutuhan kawasan perdagangan Singosaren berdasarkan preferensi pengunjung kawasan tersebut. Preferensi pengunjung juga digunakan untuk menentukan kriteria lokasi parkir mana yang paling tinggi tingkat kepentingannya hingga paling rendah tingkat kepentingannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis skoring untuk penentuan alternatif lokasi parkir dan teknik pembobotan kriteria lokasi parkir berdasarkan preferensi pengunjung. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan penyebaran kuisioner pada pengunjung kawasan perdagangan Singosaren. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa berdasarkan preferensi pengunjung kawasan perdagangan Singosaren urutan kriteria yang memiliki bobot paling tinggi kepentingannya hingga paling rendah kepentingannya adalah (1) keamanan; (2) jarak berjalan; (3) aksesibilitas; (4) ketersediaan lahan/ruang; (5) rencana tata ruang; (6) lingkungan. Berdasarkan analisis dengan teknik skoring didapatkan 5 alternatif lokasi parkir yaitu lahan kosong utara Matahari Departement Store (lokasi A) yang tergolong dalam kategori kurang sesuai untuk lokasi parkir. Kemudian lahan kosong barat Matahari Departement Store (lokasi B), lahan kosong timur Lapangan Kartopuran (lokasi C), Lapangan Kartopuran (lokasi D), dan ruang parkir Matahari Departement Store (lokasi E) yang tergolong dalam kategori sesuai untuk lokasi parkir. Setiap alternatif lokasi tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan berdasarkan kriteria lokasi parkir yang telah dihimpun dalam penelitian ini.Kata kunci: Lokasi parkir; Parkir; Preferensi pengunjung

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2019 2019