cover
Contact Name
pendidikan seni pascasarjana UHO
Contact Email
pendidikansenis133@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pendidikansenis133@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Seni dan Budaya
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25024191     DOI : -
Selamat datang di Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya (JPSB), jurnal elektronik yang diterbitkan Program studi Pendidikan Seni, Pascasarjana Universitas Halu Oleo Kendari. Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya (JPSB), adalah media untuk diskusi ilmiah, deskripsi, dan riset mengenai pendidikan seni dan budaya, studi pustaka dan informasi, studi pendidikan, seni, budaya dan interdisipliner. JPBS diterbitkan dua kali setahun, dengan nomor e-ISSN: 2501-4191.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BERNYANYI UNISONO KELAS VI B MI PESRI KENDARI Haerun Ana
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.779 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v4i2.7824

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk meningkatkan aktivitas guru melalui penggunaan media audio visual dalam pembelajaran seni budaya pada siswa kelas VI B MI Pesri Kendari; (2) Untuk meningkatkan aktivitas siswa Kelas VI B di MI Pesri Kendari melalui penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Seni Budaya; dan (3) Untuk meningkatkan hasil belajar pelajaran Seni Budaya siswa Kelas VI B MI Pesri Kendari melalui penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Seni Budaya. Hasil penelitian bahwa: 1) Penggunaan media audio visual dalam proses pembelajaran bernyanyi dapat meningkatkan aktivitas guru di kelas VI B MI Pesri Kendari. Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I rata-rata persentase yang dilakukan oleh guru sebesar 72,00%. Pada siklus II rata-rata persentase keberhasilan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebesar 97,60%; (2) Penggunaan media audio visual dalam proses pembelajaran bernyanyi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas VI B MI Pesri Kendari. Keberhasilan aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I yang dilakukan oleh siswa sebesar 63,33. Pada siklus II keberhasilan aktivitas yang dilakukan oleh siswa sebesar 87,50%; dan (3) Melalui penggunaan media audio visual pada pembelajaran bernyanyi di kelas VI B MI Pesri Kendari dapat ditingkatkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes siklus I yakni secara klasikal sebanyak 56,67% siswa yang mengalami ketuntasan dengan nilai rata-rata sebesar 71,1. Sementara itu, pada siklus II meningkat menjadi 86,67% dengan nilai rata-rata 83,9.Keyword:Bernyanyi; Media Audio Visual; Teknik Unisono ;
PEMANFAATAN TARI UMO’ARA MELALUI PEMBELAJARAN SENI TARI PADA ANAK USIA DINI DI TK NEGERI PEMBINA WONGGEDUKU KECAMATAN WONGGEDUKU KABUPATEN KONAWE La Niampe
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 4, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.336 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v4i1.7819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mendiskripsikan Bentuk Pelaksanaan Tari Umo?ara, untuk mengetahui upaya bentuk Pemanfaatan Tari Umo?ara, untuk mengetahui Model Pembelajaran Tari Umo?ara di TK Negeri Pembina Wonggeduku serta untuk mengetahui Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran Tari Umo?ara di TK Negeri Pembina Wonggeduku Kecamatam Wonggeduku Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif Interaktif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tari Umo?ara adalah Tarian Penyambutan Tamu yang ditarikan oleh beberapa lelaki layaknya seorang panglima perang dan di teruskan dengan tarian Mondotambe yang di tarikan oleh beberapa atau sekelompok wanita cantik sambil menaburkan bunga, Sedangkan upaya Pemanfaatan Tarian Umo?ara di TK Negeri Pembina Wonggeduku adalah dengan memberikan pelatihan tari Tradisional Umo?ara pada setiap Tema Tanah Airku dan Sub Tema Budayaku, Model Pembelajaran Tari Umo?ara di TK Negeri Pembina Wonggeduku adalah model Demonstrasi dan peniruan, dilaksanakan 3 kali dalam seminggu di Sentra Seni, Adapun kendala kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tarian Umo?ara adalah karena kurang pahamnya guru Sentra Seni tentang budaya Tolaki, Kurangnya alat yang dibutuhkan untuk menari kecuali warles dan laptop dan kurangnya dukungan orang tua yang kebanyakkan dari suku Bugis, Jawa dan Bali.Keyword: Anak Usia Dini; Pembelajaran Seni; Tari Umo?ara;
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR SENI BUDAYA SISWA YANG AKTIF DAN YANG TIDAK AKTIF DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SENI DI SMP NEGERI 48 KONAWE SELATAN I Ketut Suardika
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 4, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.858 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v4i1.7814

Abstract

Penelitian ini bertujuan? untuk (1) mendeskripsikan prestasi belajar seni budaya siswa yang aktif dan yang tidak aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni di SMP Negeri 48 Konawe Selatan; dan (2) mendeskripsikan apakah ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa mata pelajaran seni budaya yang aktif dan yang tidak aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni di SMP Negeri 48 Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif yang bertujuan untuk membandingkan suatu variabel dengan variabel lainnya. Sampel pada penelitian ini adalah siswa yang aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni sebagai variable X1, dan siswa yang tidak aktif dalam mengikuti kegiatan ektrakurikuler seni sebagai variable X2. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data penelitian adalah tes hasil belajar seni budaya, yaitu tes seni budaya yang diberikan oleh guru. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dengan program SPSS for windows 13.0.? Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar seni budaya siswa yang aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni di SMP Negeri 48 Konawe Selatan diperoleh skor rata-rata (mean) sebesar 8,365; skor tengah (median) sebesar 8,42; mode (modus) sebesar 8,16; sedangkan prestasi belajar siswa yang tidak aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni di SMP Negeri 48 Konawe Selatan diperoleh skor rata-rata (mean) sebesar 7,27; skor tengah (median) sebesar 7,37; mode (modus) sebesar 7,37. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai thitung 8,105 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai taraf signifikansi 5% (0,000 <0,05), maka hipotesis yang menyatakan bahwa ?Ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar seni budaya siswa yang aktif dan yang tidak aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni di SMP Negeri 48 Konawe Selatan? diterima. Perbedaan ini ditunjukkan dari prestasi belajar seni budaya? siswa yang aktif lebih baik, dari pada yang tidak aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni di SMP Negeri 48 Konawe Selatan.Keyword: Belajar; Ekstrakurikuler;Prestasi;
PENGARUH PENGGUNAAN LABORATORIUM SENI TERHADAP KREATIVITAS DALAM MERANCANG TARI KREASI PADA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 5 KENDARI Kadir
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.074 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v3i2.7809

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya mutu pendidikan dirasakan pada penyelenggara proses pembelajaran seni budaya, khususnya seni tari. Siswa kurang mendapat kesempatan untuk menciptakan komposisi tari sendiri. Kelemahan tersebut mengakibatkan kreativitas yang dimiliki anak tidak diperoleh secara maksimal. Salah satu alternatif untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi adalah dengan penggunaan laboratorium seni. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan laboratorium seni terhadap kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dengan menggunakan Pretest Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Kendari. Sampel diambil berdasarkan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan dengan pemberian instrumen berupa tes kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi yang berbentuk tes uraian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian secara deskriptif dan secara inferensial menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi sebelum penggunaan laboratorium seni pada kelas yang memiliki kemampuan tinggi adalah sebesar 79,56 sedangkan Rata-rata kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi sesudah penggunaan laboratorium seni pada kelas yang memiliki kemampuan tinggi adalah sebesar 89,09;?????? (2) Rata-rata kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi sebelum penggunaan laboratorium seni pada kelas yang memiliki kemampuan rendah adalah sebesar 76,39 sedangkan Rata-rata kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi sesudah penggunaan laboratorium seni pada kelas yang memiliki kemampuan rendah adalah sebesar 83,73;?? (3) Ada pengaruh penggunaan laboratorium seni terhadap kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Kendari; dan (4) Ada perbedaan pengaruh penggunaan laboratorium seni terhadap kreativitas siswa dalam merancang tari kreasi antara siswa kelas kemampuan tinggi dan kelas kemampuan rendah.Keyword: Kreativitas; Laboratorium Seni; Tari Kreasi
INOVASI PENGEMBANGAN KULINER BARUASA DAN KEMASAN DESAIN GRAFISNYA Sumiman Udu
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 3, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.454 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v3i1.7803

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan bagaimanakah proses inovasi pengembangan kuliner baruasa? 2) Untuk mengetahui proses desain kemasan kuliner tradisional baruasa yang dapat diterima? Untuk mendeskripsikan bagaimanakah penerapan desain kemasan kuliner tradisional di SMK 4 Kota Kendari. Konsep yang dipilh adalah nuansa tradisional masing-masing daerah yang merupakan ciri khas dari kue baruasa Towea dengan mengacu pada tahapan perancangan dibuat ke dalam dua alternatif desain. Konsep inovasi yang meliputi elemen penting yaitu: 1) penggantian, 2) perubahan, 3) penambahan, 4) penyusunan kembali, 5) penghapusan dan 6) penguatan. Inovasi bahan pada kue Baruasa Gula Merah, Baruasa Daun Kelor, Baruasa Coffee Mocha dan Baruasa Keju Mete serta nutrient yang terkandung pada kue baruasa Towea. Bahan pada kemasan yang digunakan kertas food grade, melalui tiga tahapan yaitu: a) tahapan id Tahap desain kemasan berbahan kertas, b) Desain elemen grafis kemasan (Panel Display Utama), c) Penciptaan merek, d) Perancangan Ilustrasi Kemasan, e) Layout Panel Display Utama (PDU) Desain Kemasan Berbahan Dasar Kertas. Hasil inovasi kue baruasa ada empat jenis yaitu kue Baruasa Gula Merah, Baruasa Daun Kelor, Baruasa Coffee Mocha dan Baruasa Keju Mete. Hasil yang diperoleh pada desain kemasan adalah fototype kemasan berbahan dasar kertas untuk mengemas kue baruasa Towea. Hasil desain kemasan siswa SMKN 4 Kendari memilki dua jenis yaitu, kemasan kue Baruasa Gula Merah dan kemasan kue Baruasa Keju Mete.Keyword: Baruasa; Desain Kemasan; Inovasi
IDENTIFIKASI KESULITAN DAN ALTERNATIF PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMPN 22 KONAWE SELATAN Hilaluddin Hanafi
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.671 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v4i2.7823

Abstract

Pembelajaran seni budaya di SMP Negeri 22 Konawe Selatan terdapat banyak siswa yang belum bisa mengapresiasi karya seni musik lagu daerah dengan baik. Padahal kewajiban kita untuk melestarikan kebudayaan ?sebagai anak cucu pewaris kebudayaan Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah faktor penyebab kesulitan pembelajaran seni budaya pada siswa SMP Negeri 22 Konawe Selatan dan bagaimanakah alternatif pendekatan saintifik dalam mengatasi kesulitan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor penyebab kesulitan dan menggambarkan penggunaan pendekatan saintifik yang dapat mengatasi kesulitan pada pembelajaran Seni Budaya pada siswa SMP Negeri 22 Konawe Selatan. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi tentang proses mengidentifikasi kesulitan dan? alternatif pendekatan saintifik pada pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 22 Konawe Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang menimbulkan kesulitan belajar seni budaya di VIII SMPN 22 Konawe Selatan terdiri dari faktor internal yaitu pada aspek motivasi (36,52%) dan faktor eksternal non sosial yaitu pada aspek alat pelajaran (21,74%). Pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Pembelajaran seperti ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan membentuk sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa secara maksimal.Keyword: Kesulitan Belajar; Pendekatan Saintifik; Seni Budaya;
PENGARUH GERAKAN SENIMAN MASUK SEKOLAH TERHADAP SELF-EFFICACY, MOTIVASI BERPRESTASI, DAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA SISWA Kadir
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 4, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.747 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v4i1.7818

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanaan program GSMS. Salah satu sekolah yang melaksanakan program GSMS ada di SMA Negeri 3 Kendari dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler Seni Tari Kreasi. Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) ini diharapkan dapat menghidupkan kembali kesenian atau budaya lokal di sekolah. Selain itu, GSMS ini juga diharapkan mampu meningkatkan self-efficacy, motivasi berprestasi, dan hasil belajar siswa yang masih rendah di bidang seni tari kreasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Gerakan Seniman Masuk Sekolah terhadap self-efficacy, motivasi berprestasi, dan hasil belajar seni budaya siswa. Metode penelitian ini adalah metode penelitian Ex Post Facto. Populasi dari penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Kendari tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 324 siswa. Sampel diambil berdasarkan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Kendari, sedangkan variabel Xmenyatakan Gerakan Seniman Masuk Sekolah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes yang berupa tes hasil belajar seni budaya dan instrumen non tes yang berupa angket persepsi siswa terhadap Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), angket self-efficacy siswa dan angket motivasi berprestasi siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian secara deskriptif dan secara inferensial menunjukkan bahwa: (1) Persepsi siswa terhadap GSMS mempunyai nilai rata-ratanya (mean) adalah 75,81 dan standar deviasi sebesar 5,3; Self-efficacy siswa dapat mempunyai nilai rata-ratanya (mean) adalah 90 dan standar deviasi sebesar 4,85; motivasi berprestasi siswa mempunyai nilai rata-ratanya (mean) adalah 85, dan standar deviasi sebesar 4,46; dan hasil belajar seni budaya siswa mempunyai nilai rata-ratanya (mean) adalah 83,94 dan standar deviasi sebesar 6,99; (2)? GSMS berpengaruh positif terhadap Self-efficacy siswa ?dengan total pengaruh sebesar 67%. Pengaruh positif ini bermakna semakin meningkatnya persepsi siswa terhadap GSMS maka akan berpengaruh terhadap peningkatan Self-efficacy siswa; (3) GSMS tidak berpengaruh positif terhadap motivasi berprestasi? siswa? dengan total pengaruh hanya sebesar 3,2%; dan (4) GSMS berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa (Y3)? dengan total pengaruh sebesar 16%. Pengaruh positif ini bermakna semakin meningkatnya persepsi siswa terhadap GSMS maka akan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa.Keyword: Hasil Belajar; Self Effiacy;? Seniman;
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SBDP MATERI MEMBUAT KARYA KOLASE SISWA KELAS IV SD NEGERI KECAMATAN WOLASI Alberth
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.33 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v3i2.7813

Abstract

Pendidikan SBK memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, pembelajaran SBK di SD Negeri se-Kecamatan Wolasi masih kurang optimal. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas pembelajaran model Direct Instruction dan perbedaan hasil belajar SBK materi membuat karya kolase melalui Model Direct Instruction, serta pengaruh model Direct Instruction dan motivasi terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri se-Kec. Wolasi Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh model Direct Instruction terhadap hasil belajar SBK pada materi membuat karya kolase siswa kelas IV SD Negeri se-Kec. Wolasi Kabupaten Konawe Selatan. penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui pengaruh model Direct Instruction terhadap hasil belajar SBK materi membuat karya kolase. Model pembelajaran project based-learning (PjBL) berpengaruh terhadap hasil belajar membuat karya kolase di kelas IV SDN 6 Wolasi. Hal ini didasarkan pada nilai signifikan uji independent sample t-test diperoleh bahwa thitung= 2,604 ? ttabel= 2,021 dan nilai Sig. (2-tailed) 0,006 <? = 0,05, sehingga H0ditolak, yang berarti model pembelajaran project based learning(PjBL) berpengaruh terhadap hasil belajar membuat karya kolase.Keyword:Hasil Belajar; PjBL; SBDP;
NILAI DAN FUNGSI LAGU DAERAH TOLAKI TINJAUAN SEMIOTIK Sumiman Udu
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.367 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v3i2.7808

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Nilai dan Fungsi Lagu Daerah Tolaki Tinjauan Semiotik. Masalah dalam penelitian ini adalah Nilai-nilai apa sajakah yang terkandung dalam lirik lagu daerah Tolaki yang berjudul? Mombakani, Wulele Sanggula, dan Lamarambi?, dan Fungsi apa sajakah yang terkandung dalam lirik lagu daerah Tolaki yang berjudul Mombakani, Wulele Sanggula, dan Lamarambi dalam kehidupan budaya masyarakat pendukungnya?. Tujuan penelititan ini adalah memberikan deskripsi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam lirik lagu daerah Tolaki yang berjudul Mombakani, Wulele Sanggula, dan Lamarambi, juga? untuk mendeskripsikan fungsi lirik lagu daerah Tolaki yang berjudul? Mombakani, Wulele Sanggula, dan Lamarambi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik snowball sampling dipilih secara langsung. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu Observasi (pengamatan), Interview (wawancara), dan Studi Dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tinjauan pendekatan semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Nilai dan Fungsi Lagu Daerah Tolaki Tinjauan Semiotik terdapat nilai religi, nilai sosial, nilai etika, nilai estetika dan nilai pendidikan. Sedangkan, dalam penelitian menunjukkan bahwa dalam Nilai dan Fungsi Lagu Daerah Tolaki Tinjauan Semiotik terdapat fungsi ekspresif, fungsi referensial, fungsi puisi dan nilai konotatif.Keyword: Lagu; Semiotik; Tolaki
KREATIVITAS SENI MELALUI KEGIATAN BERMAIN MEMBENTUK BEBAS TERARAH PADA ANAK KELOMPOK B DI TK PARIAMA KECAMATAN WAWOTOBI Hilaluddin Hanafi
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 3, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.569 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v3i1.7802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas seni anak dalam kegiatan bermain membentuk bebas terarah pada anak kelompok B di TK Pariama Kec. Wawotobi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2018, semester genap tahun pelajaran 2018-2019. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di TK Pariama Kec. Wawotobi yang terdaftar pad asemeste genap tahun ajaran 2018/2019. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi dan dokumentasi Data dalam penelitian ini adalah dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui pengamatan selama kegiatan berlangsung, melalui diskusi, dan hasil akhir dari pengamatan kegiatan dianalisis dengan memberikan kriteria baik, cukup maupun kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas seni anak dalam kegiatan bermain membentuk bebas terarah pada anak kelompok B di TK Pariama Kec. Wawotobi mengalami kenaikan dari pertemuan pertama yaitu tidak ada anak yang memiliki kriteria sangat baik, 4 anak dengan kriteria baik, 9 anak dengan kriteria cukup dan 4 anak dengan kriteria kurang, pada pertemuan kedua jumlah anak yang memiliki kriteria sangat baik adalah 2 anak, 7 anak dengan kriteria baik, 8 anak dengan kriteria cukup dan tidak ada anak dengan kriteria kurang. Pada pertemuan ketiga jumlah anak yang memiliki kriteria sangat baik adalah 3 anak, 10 anak dengan kriteria baik, 4 anak dengan kriteria cukup dan tidak ada anak dengan kriteria kurangKeyword: Bermain; Kreatifitas; Seni

Page 1 of 3 | Total Record : 26