cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Articles 37 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni" : 37 Documents clear
AFEKSI NEGATIF SEBAGAI MEDIATOR ANTARA KEADILAN ORGANISASI DENGAN PERILAKU KERJA KONTRAPRODUKTIF-ORGANISASI Yoseanto, Baquandi Lutvi; Zamralita, Zamralita; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.199 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat  peranan afeksi negatif sebagai mediator antara keadilan organisasi dengan perilaku kerja kontraproduktif-organisasi . Afeksi negatif adalah keadaaan umum dari tekanan subjektif dan kondisi yang tidak menyenangkan meliputi kemarahan, jijik dan lain sebagainya. Keadilan organisasi adalah evaluasi pribadi karyawan tentang kedudukan etis dan moral terhadap apa yang dilakukan oleh perusahaan. Perilaku kerja kontraproduktif-organisasi adalah berbagai perilaku yang disengaja yang merugikan/membahayakan organisasi misalnya pencurian. Metode pengambilan sampel adalah convenience sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 73 orang. Teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian ini adalah: (1) tidak terbukti bahwa keadilan organisasi mempengaruhi perilaku kerja kontraproduktif-organisasi  (signifikansi >0,05); (2) tidak dapat disimpulkan adanya  hubungan tidak langsung antara keadilan organisasi dengan perilaku kerja kontraproduktif-organisasi karena tidak bisa dibuktikan adanya pengaruh langsung dari keadilan organisasi terhadap perilaku kerja kontraproduktif-organisasi; (3) terbukti bahwa keadilan organisasi memengaruhi afeksi negatif dengan β= -0,388 (p<0,05); (4) terbukti bahwa afeksi negatif  memengaruhi perilaku kerja kontraproduktif-organisasi dengan β=0,403 (p<0,05).
PERUBAHAN BUDAYA TINGGI BERITA INVESTIGASI MENJADI BUDAYA POPULER Oktavianti, Roswita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.767 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2460

Abstract

Karakteristik media massa sebagai sumber informasi terus berubah mengikuti dinamika regulasi dan perkembangan industri media. Perubahan ini berdampak tidak hanya pada program hiburan tetapi juga program siaran berita. Sebagai konten dengan budaya tinggi (high culture), program berita investigasi seharusnya diproduksi melalui sejumlah tahapan investigatif dengan konten dan kualitas yang berbeda dengan berita reguler. Pada kenyataannya, pekerja media dituntut bekerja secara instan mengikuti logika industri media. Berita investigasi berubah dari semula memiliki budaya tinggi menjadi budaya populer (popular culture). Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus maka penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pekerja media menciptakan berita investigasi dari budaya tinggi menjadi budaya populer. Teknik pengumpulan data primer berupa wawancara dilakukan kepada informan, pekerja media di salah satu program investigatif televisi swasta. Penelitian menemukan bahwa industri budaya pada berita investigasi dilakukan pada tidak hanya pada konten tetapi juga sumber daya manusia di dalamnya. Berita investigasi diproduksi oleh jurnalis yang sebagian besar tanpa kompetensi investigasi. Berita investigasi berpatokan pada besarnya kuantitas berita yang dihasilkan, durasi produksi yang singkat, efisiensi anggaran, selera pasar, serta kepentingan pemilik dan pengiklan. Perubahan program berita investigasi dari budaya tinggi ke budaya populer ini pada akhirnya berdampak pada kualitas berita investigasi.
PERANAN FILSAFAT HUKUM DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN Handayani, Handayani; Pirma, Johannes Satya; Kiki, Kiki
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2572

Abstract

The writer in this paper tried to investigated and describe the philosophical thoughts of the role of Law Philospohy in to realize justice. However, if there are questions about justice, could not be determined what measures are use to determine something is fair or not. Various answers about justice usually never or rarely satisfying so that continues to be debated, so it can be concluded that the various formulations so of justice if a relative statement. This issue Ultimately ecourages many people to take a shortcut by submitting formulation or justice to the legislators and judges who will formulate it based on theirs own considerations. 
THE IMPACT OF BRAND EVALUATION, SATISFACTION, AND TRUST TO BRAND LOYALTY : A CASE STUDY OF THE INDONESIAN SMARTPHONE INDUSTRY Wilson, Nicholas; Makmud, Stanley Tulus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2077

Abstract

In this modern time , in electronic business especially in smartphone have an intense competition make any brand can’t avoid the competitors. The demand of the smartphone based on the company that create a product that have a benefit to the consumer. But in Indonesia things that make a product have a big interest because of trust and satisfaction that Indonesia’s people get. Although some of them never using it. But they get trust from people who have the smartphone. So brand evaluation from smartphone brands depends on consumer that use the product. In Indonesia things that make a product have a big interest because of trust and satisfaction that Indonesia’s people get. Although some of them never using it. In this research , the researcher use iphone 7 as an object in this study. Authors used a questionnaire method. This method had an advantage that a researcher can save time and money. The list of questions is arranged according to indicators from past research. Data that have been collected are analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) method with the help of SmartPLS 3.2.4 software. In this research respondent are Apple owner in Jakarta which is 257 respondents obtained using offline questionnaires. The result of this study indicates that there a direct relationship between brand evaluation, satisfaction and trust to brand loyalty. While brand relationships had no relationship to brand loyalty.
MANAJEMEN KONFLIK PADA ETNIS MELAYU BERDASARKAN BENTUK PERADILAN “PEKAT KATE” Studi di Desa Ambawang Kuala Kabupaten Kubu Raya Fatmawati, Fatmawati
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.947

Abstract

Pada dasarnya etnis Melayu mempunyai pola pengendalian sosial atau bentuk bentuk manajemen konflik berdasarkan kearifan lokal yang dinamakan peradilan Pekat kate (kesepakatan bersama). Ketika terjadi suatu perkara warga Desa Ambawang Kuala lebih memilih penyelesaiannya menggunakan peradilan, karena penyelesaiannya mengandung unsur keadilan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menganalisis pola peradilan Etnis Melayu dalam menyelesaian suatu perkara. Penjaringan data penelitian ini menggunakan teknik purvosif yakni informan yang terlibat dalam peradilan Pekat kate. Analisis kualitatif penelitian ini, mendeskripsikan mekanisme peradilan Pekat kate. Hasil penelitian menjelaskan ketika terjadi permasalahan sewa menyewa lahan pertanian antara pemilik lahan dalam hal ini penggugat dengan penyewa lahan dalam hal ini tergugat, dalam penyelesaian perkara  menggunakan peradilan Pekat kate. Tahapan peradilan Pekat kate terdiri tahapan Betandang ke-Tetue Kampong (melapor), tahapan Gelar Pekare Pekat Kate (proses peradilan), tahapan ikrar sumpah (pengucapan sumpah) dan tahapan prosesi perce’ ae’ cucor mawar (percikan Air awar). Pola peradilan Pekat kate lebh efektif karena mengandung unsur keyakinan agama (Islam), bagi mereka yang berpekara, selain bertanggungjawab terhadap putusan peradilan, selain itu harus mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan.
PENERAPAN ART THERAPY DALAM MENGATASI LONELINESS WANITA DEWASA AWAL SEBAGAI ANAK TUNGGAL DENGAN ORANGTUA BERCERAI Damanik, Karunia Putri; Satiadarma, Monty P.; Suryadi, Denrich
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.914

Abstract

This study aims to see the role of art therapy in coping loneliness in early adulthood women as only children with divorced parents. The loneliness of an only child with a divorced parent is different from that of a child having relatives who support each other after a parent's divorce. This makes it easier for single children to feel lonely and alone. Therefore, the intervention used in this research is art therapy because it is expected to help an only child to be able to help express feelings and copeloneliness. Psychological examination was performed on two subjects of early adult women (aged 22 to 28 years) as single children with divorced parents. This study took place in the span of five months, beginning in February 2017 until June 2017. The results of this study quantitatively showed significant changes seen from the decrease in loneliness rate by using the UCLA Loneliness Scale questionnaire p(0.021<0.05), while qualitatively less indicate a significant change.
KAJIAN TINGKAT KEBISINGAN PADA RUANG PAMERAN TETAP DI MUSEUM XY JAKARTA Cinthya, Anastasia
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.1909

Abstract

Masalah umum pada ruang pameran tetap di museum adalah sunyi saat pengunjung sepi dan gaduh saat pengunjung ramai. Suasana yang sangat sunyi akan membuat suasana mencekam dalam ruang pameran tetap. Sebaliknya, suasana gaduh akan membuat pengunjung tidak nyaman selama berada dalam ruang pameran tetap. Adapun ambang batas Kuat suara <20 dB dalam suatu ruangan termasuk sunyi, susana ruangan akan terasa mencekam. Namun bila kuat suara dalam suatu ruangan melebihi 85 dB, maka kondisi suara dalam ruangan tersebut termasuk bising. Kondisi ruangan yang sunyi dan kondisi ruangan yang bising, akan tidak nyaman secara audio untuk manusia beraktivitas didalam ruangan tersebut. Untuk mengetahui rata-rata kuat suara didalam ruang pameran tetap Museum Nasional Indonesia, penelitian ini menggunakan alat ukur yang Sound Level Meter, sebagai alat utamanya. Dan menggunakan alat bantu penelitian berupa Laser Length Meter untuk mengukur jarak sumber suaranya. Hasil perekaman dan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan audio. Hasil penelitian ini untuk mendapatkan data akustik yang berkaitan dengan kualitas suara, material pembentuk ruang yang mempengaruhi akustik, serta data perlengkapan audio yang dimiliki oleh Museum XY. Pada penelitian ini juga diperlukan data tingkat kepadatan pengunjung pada Ruang Pameran Tetap yang berpotensi besar terhadap tingkat kebisingan. Dengan mengetahui kondisi tersebut maka dapat dijadikan acuan nantinya dalam penataan ruang pameran tetap museum.
PERAN PARENTAL CAREER SPECIFIC BEHAVIOR DAN TRAIT KEPRIBADIAN TERHADAP PERILAKU EKSPLORASI KARIR SISWA SMA KELAS XI (STUDI PADA SEKOLAH X DI JAKARTA BARAT) Permata, Mutiara Mei; Tiatri, Sri; Mularsih, Heni
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2221

Abstract

Pada masa transisi yang dialami saat remaja, individu harus mempersiapkan landasan karir untuk masa dewasa. Persiapan karir ini, secara umum dikenal sebagai pemilihan jurusan di perguruan tinggi, sehingga remaja perlu mengusahakan beragam cara untuk mengidentifikasi alternatif pilihan karir, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan karir (perilaku eksplorasi karir). Ada beragam faktor yang memengaruhi perilaku eksplorasi karir, di antaranya trait kepribadian dan parental career specific behavior. Secara spesifik, ada inkonsistensi dalam hasil penelitian sebelumnya mengenai peran masing-masing dimensi trait kepribadian terhadap perilaku eksplorasi karir, sedangkan peran orang tua terhadap perilaku eksplorasi karir anak lebih banyak diteliti berdasarkan attachment atau pola asuh orang tua, sehingga menghasilkan efek yang linear. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran parental career-specific behavior dan trait kepribadian terhadap perilaku eksplorasi karir. Metode yang digunakan adalah korelasional, dengan 154 partisipan yang merupakan siswa kelas XI SMA X, Jakarta Barat, berusia 16 hingga 17 tahun. Partisipan penelitian dipilih dengan menggunakan teknik non-random sampling, dengan menggunakan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner, yaitu adaptasi Career Exploration Survey, adaptasi Parental Career-Specific Behavior, dan adaptasi Five Factor Model Short-Form Inventory. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trait kepribadian memiliki peran terhadap perilaku eksplorasi karir (R2 = 0.493, p < 0.05). Secara spesifik, empat trait kepribadian berperan signifikan dengan arah hubungan yang positif, yaitu openness (β = 1.500, p < 0.05), conscientiousness (β = 1.122, p < 0.05), extraversion (β = 0.756, p < 0.05), dan neuroticism (β = 0.478, p < 0.05); sedangkan trait agreeableness tidak memiliki peran terhadap perilaku eksplorasi karir (β = -0.028, p > 0.05). Variabel berikutnya, parental career-specific behavior juga memiliki peran terhadap perilaku eksplorasi karir (R2=0.693, p < 0.05). Secara spesifik, dimensi parental support dalam parental career specific behavior memiliki peran dengan arah hubungan yang positif (β = 1.785, p < 0.05), sedangkan peran signifikan dengan arah hubungan yang negatif ada pada dimensi parental interference (β = -3.138, p < 0.05) dan dimensi lack of parental engagement (β = -1.088, p < 0.05). Lebih lanjut, secara bersama-sama, trait kepribadian dan parental career-specific behavior memiliki peran yang signifikan terhadap perilaku eksplorasi karir (R2=0.740, p < 0.05).
KEJAHATAN PEDOFILIA SEBAGAI PERILAKU MENYIMPANG DAN UPAYA PENEGAKAN HUKUMNYA Alodia, Delvina; Lie, Jesslyn; Anggreini, Vini
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.1060

Abstract

Pedophilia is an obsession with children as sex objects. Overt acts, including taking sexual explicit photographs, molesting children, and exposing one's genitalia to children are all crimes. The problem with these crimes is that pedophilia is also treated as a mental illness, and the pedophiles are often released only to repeat the crimes or escalate the activity to the level of murder. This caused for the victims, in this case the children, and their families to feel insecure as there are still chances that the culprit is still targeting them. And there is also the physical and mental trauma that the children suffer as a result of the illicit act. Therefore pedophilia should be addressed seriously as the lives of children are at stake. Many regulations have been created in order to decrease this crime, but with technology’s rapid growth and increase of pedophilia communities that can be found all over the internet, it seems like it would be a long way before the crime could be eradicated completely. Because of that the government along with several other authority figures would occasionally search for sanctions that will hopefully decrease the number of pedophiles.
DAMPAK PENIADAAN PARALEGAL TERHADAP PERLINDUNGAN HUKUM KEPADA KELOMPOK MASYARAKAT MISKIN (PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 P/HUM/2018) Martono, Jeffri Pri; Tunggawan, Edwin; Kenny, Kennedy
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2689

Abstract

Pemberian bantuan hukum merupakan bentuk tanggung jawab negara bagi kelompok masyarakat miskin sebagai perwujudan kepada akses keadilan. Hal ini merupakan jaminan dari negara terhadap setiap orang dalam rangka mendapatkan pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum sebagai bentuk perlindungan dari pada hak asasi manusia. Pemberian bantuan hukum merupakan suatu kewajiban negara sebagaimana hal ini diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan yang dinyatakan dalam Pasal 54 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (selanjutnya disebut dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana/KUHAP), bahkan ditekankan lagi sebagai hal yang wajib adanya dalam Pasal 56 KUHAP. Akan tetapi pemberian bantuan hukum saat ini belum menjangkau seluruh masyarakat Indonesia dikarenakan adanya keterbatasan pelaksanaan bantuan hukum itu sendiri. Dalam hal mengisi keterbatasan tersebut dimunculkan peran paralegal untuk meningkatkan pemberian bantuan hukum terhadap kelompok masyarakat miskin. Pasca munculnya Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 22 P/HUM/2018 yang membatalkan peran dari pada paralegal yang dinyatakan dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2018 tentang Paralegal Dalam Pemberian Bantuan Hukum telah memberikan dampak terhadap kelompok masyarakat miskin dalam mencari keadilan. Dalam hal ini peran advokat sebagai profesi terhormat yang dalam menjalankan profesinya harus dimunculkan dan apalagi hal tersebut merupakan suatu kewajiban dalam menjalankan perintah baik dari pada undang-undang maupun kode etik profesi advokat dalam rangka memberikan bantuan secara cuma-cuma setelah dicabutnya Pasal 11 dan Pasal 12 Permenkumham Tentang Paralegal, yang sebenarnya telah diatur sebelumnya dalam Pasal 22 UU Advokat.

Page 1 of 4 | Total Record : 37