cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni" : 55 Documents clear
GAMBARAN TRUST PADA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANGTUA DAN SEDANG BERPACARAN (STUDI KASUS DI JAKARTA) Liana, Ira; Suryadi, Denrich
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.444 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1768

Abstract

Perceraian orang tua adalah kejadian yang berdampak pada hidup seseorang. Sementara itu tugas perkembangan individu pada masa dewasa awal adalah intimacy versus isolation. Persahabatan yang kaya mengandung komponen yang bermanfaat keintiman. Salah satu komponen tersebut adalah trust atau rasa percaya. Trust merupakan sesuatu yang tak ternilai dalam hubungan dekat manapun karena trust membuat rasa saling bergantung semakin enak, membuat kita bersedia untuk berinvestasi di dalam hubungan tersebut, dan membuat kita berusaha untuk melindungi dan merawat hubungan tersebut. Terdapat lima karakteristik dari trust yang disebutnya lima A, yaitu attention, acceptance, appreciation, affection, allowing. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara semi terstruktur kepada 4 individu yang berusia 19-30 yang mengalami perceraian orang tua dan sedang menjalin hubungan dengan lawan jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang gambaran pemenuhan karakteristik dan faktor yang mempengaruhi pembentukan trust pada individu dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua, karena di masa tersebut individu sedang mencari hubungan dengan orang lain ataupun lawan jenis. Studi ini berlangsung selama 4 bulan dari Maret sampai Juni 2015. Hasil dari penelitian ini adalah 3 dari 4 subyek memenuhi kelima karakteristik trust. Selain dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, rasa trust subyek juga dipengaruhi oleh riwayat hubungan dengan lawan jenisnya.
PENERAPAN GROUP ART THERAPY BAGI ANAK-ANAK MASA PERTENGAHAN YANG MEMILIKI KECENDERUNGAN AGRESI VERBAL Zahara, Fidia Hanan; Yulianti, Debora Basaria; Pranawati, Santy Yanuar
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.394 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1831

Abstract

Rumah singgah X adalah sebuah rumah singgah yang berada di lokasi perkampungan nelayan Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang memberikan bimbingan belajar gratis bagi anak-anak dari kalangan masyarakat pra sejahtera dimana sebagian besar pekerjaan orangtuanya seperti nelayan, pemulung, pengemis, sopir, pekerja kasar/buruh dan keluarga dengan pendapatan minim. Berbagai kesulitan hidup dan lingkungan yang kurang kondusif di rumah singgah X menimbulkan dampak beraneka ragam dalam diri anak-anak tersebut, salah satunya adalah munculnya perilaku agresi verbal. Oleh sebab itu, group art therapy diterapkan untuk mengurangi agresi verbal dari 5 orang anak di rumah singgah X. Penelitian ini menggunakan mixed method one group pre-test, post-test design dengan menggunakan alat ukur agresivitas, tes CFIT, draw a person test dan wawancara semi terstruktur yang dianalisa untuk mengetahui perbandingan hasil sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Setelah intervensi, berdasarkan hasil observasi, draw a person test dan skala agresivitas menunjukkan adanya penurunan skor agresi verbal pada kelima partisipan. Hal ini menunjukkan bahwa group art therapy cukup efektif untuk mengurangi kecenderungan agresi verbal pada kelima anak di rumah singgah X.
PENERAPAN FORWARD CHAINING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAKAI BAJU PADA ANAK PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL SEDANG Juandi, Natasya; Tirta, Stella
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.726 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1676

Abstract

Anak dengan disabilitas intelektual memiliki keterampilan bina diri yang lebih rendah dari anak seusianya. Penguasaan keterampilan bina diri, seperti keterampilan mengenakan pakaian secara mandiri merupakan komponen penting yang harus dikuasai anak untuk dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan akademik maupun kegiatan sosial. Anak dengan disabilitas intelektual seringkali mengalami kesulitan untuk menentukan bagian depan dan belakang pakaian, dan akhirnya mengenakan pakaian secara terbalik. Oleh sebab itu, diperlukan teknik modifikasi perilaku yang dapat meningkatkan kemampuan anak dengan disabilitas intelektual dalam mengenakan pakaian dengan benar. Teknik modifikasi ini akan berfokus pada pengembangan keterampilan mengenakan baju kaus. Teknik modifikasi perilaku yang diterapkan adalah forward chaining. Forward chaining membantu anak untuk belajar mengenakan baju dengan urutan yang tepat, sehingga kesalahan dalam mengenakan pakaian dapat dihindari. Setiap tahap disusun secara berurutan melalui task analysis dan diukur dalam discrete categorization. Pemberian prompt di setiap tahapannya juga mempermudah anak untuk menguasai tahapan yang diperlukan dalam mengenakan pakaian secara mandiri. Penguatan sosial yang diberikan setiap kali anak menyelesaikan satu tahapan juga memicu anak untuk menguasai tahapan-tahapan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kasus tunggal. Hanya ada 1 partisipan yang terlibat dalam penelitian ini. Kriteria partisipan dalam penelitian ini adalah anak usia 6-10 tahun dengan disabilitas intelektual yang masuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil pengukuran baseline setelah intervensi dilakukan, ditemukan peningkatan kemampuan memakai baju kaus. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling. Secara umum, forward chaining dapat meningkatkan keterampilan anak untuk memakai pakaian secara mandiri, namun terdapat beberapa keterbatasan anak dengan disabilitas intelektual yang perlu mendapat perhatian khusus dalam penerapan intervensi ini.
STUDI KEPUASAN PENGHUNI TERHADAP PROGRAM PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RUSUNAWA (STUDI KASUS: RUSUNAWA JN BARAT) Dohar, Amos Amir
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.242 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.2058

Abstract

Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat pada Rusunawa JN Barat sebagai salah satu program pemerintah dalam membentuk hunian yang layak bagi warga yang terkena normalisasi sungai Ciliwung, yang diidentifikasi berdasarkan peraturan Gubernur terlihat bahwa terdapat capaian yang nyata dan sesuai dengan tujuan adanya program pemberdayaan masyarakat. Pencapaian ini juga diidentifikasi berdasarkan kuesioner yang telah di distribusikan kepada responden selaku penghuni di rusunawa JN Barat, dan beberapa pencapaian yang cukup terlihat adalah khususnya pada bidang bina ekonomi yaitu meningkatnya pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah, tumbuh dan berkembangnya usaha mikro, dan juga terbangun dan berkembangnya potensi ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang dilakukan dengan observasi lapangan, dan melakukan penyebaran kuesioner kepada responden yang jumlahnya sudah ditentukan. Pencapaian dari penelitian ini ditemukan bahwa adanya Penerapan Program Pemberdayaan Masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap tingkat perekonomian masyarakat dan juga interaksi sosial masyarakat Rusunawa JN Barat.
PERAN PERSEPSI LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA PNSD SE-SKPD/ UNIT KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BDG) Oktafien, Shinta
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.671 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1756

Abstract

Pemerintah Kota BDG, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Walikota BDG Nomor 014 Tahun 2009, telah memiliki standarisasi sarana dan prasarana yang mendukung lingkungan kerja. Namun peraturan tersebut belum dapat dijalankan secara efektif, hal ini ditunjukkan dengan masih adanya keluhan pegawai di tiap SKPD mengenai implementasi lingkungan kerja tersebut jika tidak segera ditindaklanjuti akan berdampak pada kinerja pelayanan publik menjadi tidak maksimal seperti membangun sistem informasi pelaporan kinerja instansi pemerintah (SILAKIP) online yang merupakan bagian dari sistem akuntabilitas kinerja, yang dimaksudkan untuk menjaga pengumpulan data kinerja, monitoring dan evaluasi serta memberikan ruang transparansi akuntabilitas kinerja kepada mayarakat luas, permasalahan lain masih ada pegawai yang tidak disiplin dalam bekerja. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana persepsi lingkungan kerja, disiplin kerja dan kinerja pegawai di lingkungan Pemerintah Kota BDG, serta pengaruh di antara variabel tersebut. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode uji hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah PNSD di lingkungan Pemerintah Kota BDG dengan jumlah populasi sebanyak 21.444 pegawai dan jumlah partisipan sebanyak 379 pegawai. Teknik pengambilan partisipan yakni Proportionate random sampling terhadap pegawai yang tersebar di 63 SKPD di lingkungan Pemerintah Kota BDG. Instrumen penelitian menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur dengan bantuan program SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara persepsi lingkungan kerja dan disiplin pegawai terhadap kinerja pegawai. Kontribusi dari persepsi lingkungan kerja, dan disiplin kerja sebagai variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 0,474 atau sebesar 47,4% dan sisanya 52,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PEMBATALAN SANKSI DISIPLIN PROFESI KEDOKTERAN OLEH PENGADILAN TATA USAHA NEGARA Andryawan, Andryawan
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.192 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1572

Abstract

Dokter merupakan salah satu unsur penting dalam terselenggaranya layanan kesehatan. Penyelenggaraan layanan kesehatan sendiri dimaksudkan untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu hak atas kesehatan sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 28H Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Mengenai layanan kesehatan, khususnya mengenai praktik kedokteran, diatur dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004. Dalam penyelenggaraan praktik kedokteran, setidaknya terdapat 3 (tiga) bentuk pelanggaran, yaitu pelanggaran hukum/malapraktik, pelanggaran etik, dan pelanggaran disiplin profesi dokter. Tulisan ini lebih memfokuskan pada pelanggaran disiplin profesi dokter dan dokter gigi. Pengaturan mengenai disiplin profesi dokter terdapat di dalam Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 4 Tahun 2011. Dalam hal terjadi adanya dugaan pelanggaran disiplin profesi dokter dan dokter gigi, maka lembaga yang berwenang untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Lembaga ini dibentuk berdasarkan mandat dari Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004. Penegakan disiplin profesi dokter dan dokter gigi yang dilakukan oleh Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia tidak jarang pada akhirnya dibatalkan oleh pengadilan tata usaha negara. Metode yang digunakan Penulis yaitu metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan analisis yang bersifat kualitatif. Dari penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa hakim pengadilan tata usaha negara menerima gugatan terhadap Surat Keputusan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia dikarenakan adanya perluasan pemaknaan atau ruang lingkup dari keputusan badan/pejabat tata usaha negara yang dapat diajukan sebagai obyek sengketa di pengadilan tata usaha negara sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 87 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014. Perluasan tersebut membuat penegakan disiplin profesi dokter mengalami kebuntuan.
CITRA KOTA SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA JUWANA Jayanti, Theresia Budi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.265 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.2062

Abstract

Juwana merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kota Juwana berada di jalur utama Pantura (Pantai Utara Jawa) menghubungkan Kota Pati dan Kota Rembang. Posisi ini dinilai strategis karena menghubungkan jalur mobilitas, transportasi serta perekonomian di wilayah Jawa sebelah Timur (Surabaya) dengan wilayah Jawa sebelah Barat (Jakarta) dan Tengah (Semarang). Disamping hal tersebut diatas, komoditas unggulan seperti hasil tangkapan ikan dari laut dan pengolahannya juga dimiliki Juwana. Industri kuningan juga merupakan faktor penggerak perekonomian di Kota Juwana. Potensi-potensi tersebut diatas tidak didukung dengan adanya identitas kota yang jelas, sehingga citra kota Juwana sebagai salah satu destinasi wisata dirasa belum kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui citra kota Juwana sehingga dapat digunakan sebagai strategi pengembangan wisata Kota Juwana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategy grounded theoryresearch. Pembahasan dilakukan melalui analisis potensi fisik maupun non fisik, serta analisis elemen pembentuk citra kota Juwana. Hasil yang didapat berupa citra Kota Juwana sebagai heritage city;untuk kemudian dapat digunakan sebagai strategi pengembangan Kota Juwana.
ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING GREEN PURCHASE BEHAVIOR : A CASE STUDY OF THE COSMETICS INDUSTRY IN INDONESIA Wilson, Nicholas; Theodorus, Evan; Tan, Pauline
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.503 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1513

Abstract

This research attempted to uncover factors which could influence consumer’s green purchase behavior towards green cosmetic product in the Indonesian cosmetics Industry. Survey method was used in this research, in which questionnaires were distributed to 260 respondents who have ever bought and used green cosmetics products in Indonesia. Data were then analyzed using AMOS 22.0. Based on the results obtained in this research, it was concluded that attitude towards the behavior and perceived behavioral control had a positive impact on behavioral intention, while perceived behavioral control also had a positive impact toward consumers’ green purchase behavior. Meanwhile, behavioral intention didn’t have a positive impact on green purchase behavior. In regards to the value or implication generated in this research, the results of this research will improve academicians, practicioners, and public’s knowledge and understanding about the factors which had a positive relationship or impact on Indonesian consumers’ green purchase behavior in the cosmetics industry.
PERAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN GRIT TERHADAP KETERIKATAN KERJA PADA GENERASI MILLENIAL DI INDUSTRI PERBANKAN Tiara, Stella; Rostiana, Rostiana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.376 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1631

Abstract

Dalam dua dekade terakhir, keterikatan kerja menjadi perhatian bagi dunia industri. Keterikatan kerja merupakan suatu keadaan pikiran yang positif terkait pekerjaan yang dicirikan dengan vigor, dedication, dan absorption. Keterikatan kerja pada penelitian ini dilihat dari sisi psikologi positif, sehingga peneliti tertarik untuk melihat peranan konsep psikologi positif seperti kualitas kehidupan kerja dan grit, yang merupakan konsep baru di Indonesia, terhadap keterikatan kerja. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 219 orang generasi millenial (N=219). Subyek yang bekerja di bank swasta berjumlah 109 orang dan 110 subyek yang bekerja di bank pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu Utrecht Work Engagement Scale (UWES) untuk keterikatan kerja, yang sudah divalidasi di banyak negara di dunia. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini terlihat bahwa kualitas kehidupan kerja dan grit memiliki peranan positif terhadap keterikatan kerja. Kualitas kehidupan kerja memiliki peranan sebesar 29% (R 2 = 0.29, p<0.01) terhadap keterikatan kerja dan grit memiliki peranan sebesar 22% (R 2 = 0.22, p<0.01) terhadap keterikatan kerja.
ART THERAPY SEBAGAI BENTUK DARI ACTIVITY THERAPY BAGI PENDERITA HIV YANG MENGALAMI KECEMASAN Jaman, Elisa Christina; Suryadi, Denrich; Wati, Linda
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.55 KB) | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1612

Abstract

Penderita HIV/AIDS mengalami krisis kejiwaan pada dirinya, pada keluarganya, pada orang yang dicintainya dan pada masyarakat. Krisis kejiwaan tersebut adalah dalam bentuk kepanikan, ketakutan, kecemasan, serba ketidakpastian, keputusasaan, dan stigma. Penyakit dan akibat yang diderita, baik akibat penyakit ataupun intervensi medis tertentu dapat menimbulkan perasaan negatif seperti kecemasan, depresi, marah, ataupun rasa tidak berdaya dan perasaan-perasaan negatif tertentu yang dialami secara terus-menerus ternyata dapat memperbesar kecenderungan perasaan negatif seseorang terhadap suatu penyakit. Kecemasan adalah kekhawatiran yang tidak jelas, berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan art therapy dapat mengurangi tingkat kecemasan pada warga binaan yang positif mengidap HIV. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan pada Lembaga Permasyarakatan X yang melibatkan lima orang warga binaan laki-laki yang positif mengidap HIV dan sedang dalam keadaan cemas. Untuk mengukur tingkat kecemasan alat ukur yang digunakan adalah General Anxiety Disorder 7 (GAD7). Metode intervensi yang digunakan adalah art therapy yang ditemukan dapat menurunkan kecemasan. Setelah sesi intervensi dilakukan, ditemukan adanya penurunan tingkat kecemasan pada kelima partisipan. Hal tersebut terlihat dari perbandingan skor antara skor pre-test dan post-test para partisipan.