cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Planologi: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA GUNUNG GALUNGGUNG MUKHSIN, DADAN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 14, No 1 (2014): Strategi Pembangunan dan Ekonomi Lokal
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Galunggung merupakan wisata di Kecamatan Sukaratu, yang memiliki pertumbuhan dan kegiatan pembangunan untuk rekreasi dan pembangunan untuk pelayanan. Gunung Galunggung memiliki dualisme fungsi yaitu (1) sebagai kawasan pariwisata, serta (2) sebagai kawasan lindung bagi wilaang yang berada dibawahnya.Berdasarkan hal tersebut, Gunung Galunggung sebagai bagian dari kawasan yang menawarkan objek wisata alami yang sekaligus memiliki fungsi lindung terhadap kawasan dibawahnya tentu membutuhkan penanganan khusus dalam pengembangannya. Salah satu alternatif untuk mengembangkan kegiatan wisata di Gunung Galunggung adalah dengan menerapkan konsep yang berbasiskan mitigasi bencana, mengingat kawasan wisata yang memiliki potensi bencana gunung api dan sangat menerapkan keseimbangan lingkungan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk merusmuskan strategi pengembangan pariwisata Gunung Galunggung yang ada di Kecamatan Sukaratu.Untuk mencapai tujuan studi, maka dilakukanlah suatu analisis yang meliputi analisis SWOT yang mengeluarkan strategi dan analisis mitigasi bencana dengan menggunakan metode standar sehingga diketahui kabutuhan saran dan prasarana yang menunjang pariwisata. Hasil studi menunjukkan bahwa pada dasarnya Gunung Galunggung cocok untuk dijadikan kawasan ekowisata, karena ekowisata salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam dan mengingat karakteristik fisik dan fungsi kawasannya yang memerlukan proteksi dan berdampak luas terhadap wilayah sekitarnya.Studi ini menyarankan agar dilakukannya perencanaan terpadu antara-antara terhadap ODTW Gunung Galunggung agar pertumbuhan dan perkembangan kegiatan pariwisata disana berjalan dengan baik secara utuh di seluruh kawasan wisata Gunung Galunggung, pembuatan perencanaan kegiatan ekonomi, dan kegiatan sosial yang dapat memajukan masyarakat lokal, peningkatan kegiatan pendidikan sadar lingkungan dan simulasi kebencanaan, penambahan sarana dan jumlah tenaga kerja pengaman lingkungan  maupun  pos  penjagaan  di  setiap  ODTW, peningkatan  berbagai  kualitas pelayanan yang dinilai kurang baik oleh wisatawan.
KRITIK TEORI LOKASI UNTUK ANALISIS KERUANGAN Harun, Uton Rustan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11, No 2 (2011): Hukum Ekonomi dan Keuangan
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

teori dapat dikafakan cacat jika teori tersebut gagal diterapkan dalam kenyataan sehari-hari. Dalam dua dekade terakhir terjadi sanggahan terus menerus terhadap teori klasik lokasi industry. Penyelidikan secara empiris terhadap lokasi perindustrian dengan menggunakan kuisioner atau wawancara menunjukkan kecenderungan adanya faktor personal untuk beberapa lama sebelum munculnya perilaku pandangan terhadap geografi. Lokasi industri tidak dapat dikaitkan dengan perilaku spasial atau perubahan-perubahan historis perilaku spasial, karena adanya berbagai sebab yang dapat mengelabui analisis. Hal ini lebih terkait dengan proses putaran produksi dan akumulasi modal yang memerlukan keputusan-keputusan tentang diferensiasi lokasi. Kondisi ini lebih ditentukan oleh adanya hubungan sebab-akibat antara lingkungan perekonomian dengan perusahaan individual. Keywords: Teori, Lokasi Industri
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGUNJUNG DENGAN KONDISI TAMAN UMUM DI KECAMATAN BANDUNG WETAN Framesthi, Dyah Bayu; Hindersah, Hilwati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is an emerging problem related to the declining quality of the urban environment, particularly in the availability of green open space which is one of the interesting issues, because the green open spaces have a very important role for the ecological sustainability. Green open space is often overlooked by the urban citizen who are less concerned about the role and functions. Public parks as a form of green open space available in Kecamatan Bandung Wetan mostly a park with manicured condition but some of them are not well maintained garden with a condition which poorly maintained, dirty (lots of junk), less green (the number of plants is reduced, because the dead or due to damage), damage and availability of facilities in the park. This research wanted to question as to whether there is a relation between the activity of visitors to the condition of a public park in Kecamatan Bandung Wetan. It aims to identify whether there is any relation between the activities of visitors to the condition of a public park in Kecamatan Bandung Wetan in the present. This research uses crosstabs analysis - Chi Square with a variable number of visitors by gender (male and female visitors) and common garden conditions (completeness of facilities, type of activity, concern for the condition of public parks as well as the visual impression visitors to see a public park).
ESTIMASI KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM KOTA BANDA ACEH Judiantono, Tonny; Rachmawati, Rica
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi angkutan umum labi-labi pada tahun 2007 adalah pelayanan jaringan rute yang ada tidak dapat menjangkau seluruh pelosok Kota Banda Aceh, karena untuk saat ini cakupan daerah pelayanan angkutan umum labi-labi hanya 37% sehingga masih 63% daerah yang tidak terlayani. Berdasarkan analisis potensi travel demand maka di dapat jumlah pergerakan penumpang angkutan umum di Kota Banda Aceh pada tahun 2007 sebesar 18.513 orang/hari. Dengan zona pembangkit terbesar adalah Kuta Alam dengan 1.386 pergerakan orang/hari. Dan zona penarik terbesar adalah Kampung Baru dengan pergerakan 1.314 orang/hari. Sedangkan ada juga yang melakukan pergerakan ke luar dari Kota Banda Aceh misalnya ke daerah Kab.Aceh Besar. Bila dilihat dari pergerakan keluar kota yang menjadi pembangkit paling besar adalah Kec.Suka Makmur yaitu dengan pergerakan sebesar 991 orang/hari. Sehingga total pergerakan yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Banda Aceh diluar kota adalah 2.463 orang/hari. Sedangkan untuk pergerakan antar kelurahan tahun 2017 sebesar 22.583 orang/hari maka dengan melihat dari data HI   Kata Kunci : Kebutuhan (demand) transportasi, Angkutan Umum, Trip Generation, Trip Attraction
STUDI KAITAN MASJID DAN PENGADAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANDUNG Lesmana, Andri; Pranggono, Bambang; Pranggono, Bambang
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11, No 1 (2011): Infrastruktur, Sosial Dalam Sistem Ruang
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan RTH di Kota Bandung sangat kurang, yaitu hanya sekitar 3,14 % dari jumlah seluruh wilayah kota.Perhitungan ideal dengan penduduk Kota Bandung 2,29 juta jiwa (2008) maka jumlah pohon yang harus ditanam di Kota Bandung adalah 1,1 juta pohon untuk memenuhi kebutuhan oksigen penduduk Kota Bandung dengan luas RTH ideal 526,5 Ha. Metode pendekatan studi ini adalah dengan menggunakan pendekatan standard dari beberapa referensi yang ada. Hasil analisis RTH ideal masjid kecamatan di Kota Bandung dapat menyediaakan RTH seluas 3,6164 Ha. Keywords: Masjid Dan Ruang Terbuka Hijau
PENENTUAN LOKASI DAN JUMLAH LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KAWASAN DAS CIKAPUNDUNG BAGIAN TENGAH Sanitya, Ria Sarah; Burhanudin, Hani
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 13, No 1 (2013): Pariwisata dan Fenomena Ruang
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyaknya lahan terbangun dan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) maka akan mengakibatkan berkurangnya kawasan resapan air bagi masyarakat Bandung. untuk peresapan air ke dalam tanah diperlukan pemanfaatan lubang resapan biopori (LRB) sebagai media konservasi air tanah juga sebagai suatu upaya pelestarian air tanah dan penanganan genangan air di kawasan perkotaan. Metode pendekatan yang digunakan yaitu metode dengan teknik analisis kualitatif untuk mengidentifikasi Lubang Resapan Biopori (LRB) eksisting, serta analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan Lubang Resapan Biopori yang ideal dan untuk penentuan lokasi Lubang Resapan Biopori (LRB) yang tepat. Keywords: Lokasi Lubang Biopori Kota bandung
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI SEPANJANG SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK Aprilia Ayuningtyas D, Riska; Djoeffan, Sri Hidayati
Planologi: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1, No 10 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism is one sector development promoted by the government. Various efforts have been made such as Indonesia cooperation in economics, such as IMT-GT, IMS-GT, AFTA / AFAS, but still not very effective and satisfactory growth in the region in promoting such cooperation, because the disparity in growth. Perhaps that was one other limiting factor is the condition of the sub-region are varied so that the effect on accessibility. The uniformity of the tourism potential of Indonesia and other countries Indonesia makes tourism less popular, in addition to a lack of tourism promotion abroad. In addition, price competition and a lack of marketing of tourism in Indonesia has less in demand in the international market. The tourism sector is an important foreign exchange accounted for Indonesia. Until now Indonesia attraction yet fully explored. For example, in Pontianak itself, has a very good nature and attractive to tourists due to the attraction still original, exotic and diverse. However, these objects must be addressed properly to make it more beautiful and attractive place to visit ranging from complete facilities and infrastructure, and accessibility are still lacking support. Therefore, it is necessary to establish priorities and indications of tourism development programs in Pontianak that may be developed in the foreseeable datang.dengan using SWOT analysis. Analysis of the supply comes from ODTW analysis, requirements analysis of tourism facilities, tourism services needs analysis, estimation and analysis infrastructure and the environment. Analysis of supply and demand analysis is a matrix of strategic data to internal factors (IFAS) and external factors (EFAS) program as well as some recommendations for the development of Tourism for the City of Pontianak, the government participate in activities as their main duty to participate in the promotion of destinations, development of basic infrastructure in tourist objects are not managed by the private sector as a simple dock, toilets, mosque and construction of the entertainment / arts performances place. STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI SEPANJANG SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK
PENGUJIAN KRITERIA KAWASAN TERTENTU TERHADAP KOMPLEKS OBSERVATORIUM BOSSCHA SEBAGAI DASAR PENENTUAN BENTUK PENGELOLAAN KAWASAN Katrini, Niken; Burhanudin, Hani
Planologi: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1, No 10 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bosscha Observatory is one of a national asset and capital base astronomy research and education development in Indonesia and international cooperation in the field of astronomy. The existence of building construction within a radius of 2.5 km from Bosscha will heighten the intensity of the light that would reduce the quality of the astronomical telescope observations at Bosscha. Besides the threat of dust mixed roar of visitor activity and fine dust particles flying into space by the height of the recreational activity or while driving a car, it will also affect and degrade the quality of the observation telescope Bosscha. As one of the efforts to preserve, protect, and preserve the existence Bosscha, it should serve as Bosscha particular region. It is important to know beforehand whether Bosscha and the surrounding region is included in a particular region or not. Then the determination of certain types of areas are most appropriate for Bosscha, and how proper management efforts to Bosscha and the surrounding area. To determine whether Bosscha included in a particular region, then the testing criteria a particular region of the Bosscha Observatory Complex and the surrounding region with the assessment by experts, the weighting of each criterion and the classification of certain classes using classification Sturgest. In this study, the desired class is divided into two classes: suitable and unsuitable. Having obtained the results, we then re-tested every type of criteria specified by the same method to determine the type of a particular region is the most appropriate for Bosscha. Based on the analysis, it could be concluded that the Bosscha Observatory Complex and the surrounding region is included in a particular region and a particular type of area most appropriate for a specific region critical Bosscha is the result of the impact of human activity.
MODEL PERENCANAAN PENGEMBANGAN WILAYAH KEPULAUAN NUSA TENGGARA Harun, Uton Rustan
Planologi: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1, No 10 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Indonesia has over 17,000 islands and long coastline which reached 81,000 km, is the largest archipelagic country in the world. However, the model-oriented development planning ke-kontinen/daratan territory, is still very limited for developing model-based development of the islands of maritime (maritime). Entanglement one island to another island in one unified remote islands naturally built olehhubungan functional ecosystem. During these activities the layout, planning area boundaries using administrative boundaries and functional social-economic development. So that spatial relationships without regard Kepuluan ecosystem. The result is the development of socio-economic inequality of small islands than large islands are reflected from poverty and backwardness of eastern Indonesia this paper - which was based on the use of Dynamic Simulation Model - trying to prove the importance of the spatial arrangement of the islands based on ecosystem boundaries (known as Ecoregion). At various scenarios simulated spatial models based approach to development since the scenario based on current (status quo approach to administrative boundaries) to the scenario based on the sustainable development approach (approach Ecoregion). The results show that an effort to manage the large island had a significant impact on the growth of social, economic and environment on the other islands in the archipelago cluster units. Furthermore, note also influential factors to be considered in a spatial concept berkawasan coastal islands Ecoregion approach.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGUNJUNG DENGAN KONDISI TAMAN UMUM DI KECAMATAN BANDUNG WETAN Framesthi, Dyah Bayu; Hindersah, Hilwati
Planologi: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1, No 10 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is an emerging problem related to the declining quality of the urban environment, particularly in the availability of green open space which is one of the interesting issues, because the green open spaces have a very important role for the ecological sustainability. Green open space is often overlooked by the urban citizen who are less concerned about the role and functions. Public parks as a form of green open space available in Kecamatan Bandung Wetan mostly a park with manicured condition but some of them are not well maintained garden with a condition which poorly maintained, dirty (lots of junk), less green (the number of plants is reduced, because the dead or due to damage), damage and availability of facilities in the park. This research wanted to question as to whether there is a relation between the activity of visitors to the condition of a public park in Kecamatan Bandung Wetan. It aims to identify whether there is any relation between the activities of visitors to the condition of a public park in Kecamatan Bandung Wetan in the present. This research uses crosstabs analysis - Chi Square with a variable number of visitors by gender (male and female visitors) and common garden conditions (completeness of facilities, type of activity, concern for the condition of public parks as well as the visual impression visitors to see a public park).