cover
Contact Name
Lyra Yulianti
Contact Email
lyra@sci.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lyra@si.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Matematika UNAND
Published by Universitas Andalas
ISSN : 2303291X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Fokus dan Lingkup dari Jurnal Matematika FMIPA Unand meliputi topik-topik dalam Matematika sebagai berikut : Analisis dan Geometri Aljabar Matematika Terapan Matematika Kombinatorika Statistika dan Teori Peluang.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2016)" : 19 Documents clear
TINGKATAN SUBGRUP DARI SUBHIMPUNAN FUZZY Rahayu, Afifah; Bakar, Nova Noliza
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pada tulisan ini akan dibahas tingkatan subgrup pada subhimpunan fuzzy.Untuk ini diperlukan konsep-konsep tentang subgrup, subhimpunan fuzzy, dan subgrupfuzzy. Misalkan G adalah grup dan adalah subhimpunan fuzzy dari G dan misal adalah tingkatan subhimpunan dari subhimpunan fuzzy untuk setiap t 2 [0,1] dengant (e), maka adalah subgrup dari G jika dan hanya jika adalah subgrup fuzzydari G.
BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF ULAT Darmawahyuni, Aidilla; ., Narwen
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Bilangan kromatik lokasi dari G adalah minimum dari banyaknya warna yangdigunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G. Misalkan G = (V; E) adalah graf terhubungdan c suatu pewarnaan dari G. Untuk 1 i k, kita defenisikan Smerupakanhimpunan dari titik yang diberi warna i. Kode warna c(v) dari titik V merupakanvektor dengan banyak unsur k yaitu (d(v; S1); d(v; S2); ; d(v; Ski)), dimana d(v; S)adalah jarak dari v ke S. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yangberbeda untuk suatu , maka c disebut pewarnaan lokasi dari G. Graf Ulat adalah grafyang jika semua titik ujungnya dihilangkan akan menghasilkan lintasan [6]. Graf ulatdidapatkan dengan menghubungkan titik pusat c dari subgraf bintang secara berurutan.Lintasan yang menghubungkan titik-titik daun dari barisan graf bintang disebut titikbackbone dari graf ulat. Jika banyaknya titik daun sama maka graf tersebut merupakangraf ulat teratur, dinotasikan dengan Cidengan m adalah jumlah titik simpul dann adalah jumlah titik daun. Pada tulisan ini, akan dikaji kembali disertasi [1] tentangbilangan kromatik lokasi dari graf ulat.
PEMODELAN KOMPETISI ANTAR BAHASA PADA KOMUNITAS MONOLINGUAL DAN BILINGUAL Yunita, Tissa Putri; Syafwan, Mahdhivan
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pada makalah ini dijelaskan tentang penurunan model kompetisi antar bahasapada komunitas monolingual dan bilingual. Model ini kemudian dibandingkan dengandata empiris penutur bahasa Gaelic di Ross and Cromarty Skotlandia untuk kasusmonoli-ngual dan data empiris penutur bahasa Melayu di Brunei untuk kasus bilingual.Dari hasil pencocokan model terhadap data, diperoleh nilai-nilai parameter yang cukupkecil yang membuat proporsi penutur bahasa Gaelic dan Melayu menurun secara signikandari tahun ke tahun sehingga terancam mengalami kepunahan.
PENENTUAN SATURATION NUMBER DARI GRAF BENZENOID Mahzura, Dara Rifka
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Dalam makalah ini dibahas aplikasi graf dalam bidang ilmu kimia khususnyasenyawa karbon benzenoid. Benzenoid adalah suatu senyawa yang tersusun atas atomkarbon dan atom hidrogen. Benzenoid adalah termasuk dalam senyawa hidrokarbon,namun dikarenakan bentuknya yang unik maka benzenoid dikelompokkan sebagai suatusenyawa tersendiri. Graf Benzenoid ini berbentuk segienam beraturan. Titik-titik padagraf Benzenoid melambangkan atom karbon dan sisi-sisi pada graf Benzenoid melambangkanikatan antar atom pada senyawa benzenoid. Saturation number pada graf Gadalah kardinalitas matching maksimal terkecil pada G. Pada makalah ini akan ditentukansaturation number pada beberapa graf Benzenoid.
INTEGRASI NUMERIK DENGAN METODE KUADRATUR GAUSS-LEGENDRE MENGGUNAKAN PENDEKATAN INTERPOLASI HERMITE DAN POLINOMIAL LEGENDRE Radesa, Aulia; ., Narwen; Ginting, Bukti
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Integrasi Numerik merupakan metode aproksimasi untuk memperoleh nilaiintegral suatu fungsi secara numerik. Metode ini digunakan pada fungsi-fungsi yangdiintegralkan secara analitik agak sulit. Salah satu metode aproksimasi integral menggunakanMetode Kuadratur Gauss-Legendre, karena metode ini memiliki error yang kecildan perumusan yang sederhana. Untuk mendapatkan perumusan tersebut diperlukanfungsi pembobot dengan pendekatan Interpolasi Hermite. Interpolasi Hermite membentukpolinomial yang berderajat 2n1 dan titik yang digunakan sebanyak n titik, dimanasetiap titik-titik tersebut merupakan pembuat nol pada polinomial Legendre (p(x) = 0)dan terletak pada interval [1; 1].
SUATU KAJIAN TENTANG HIMPUNAN LUNAK KABUR (FUZZY SOFT SET) DAN APLIKASINYA Adha Utami, Prima Putri
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Dalam paper ini dikaji tentang teori himpunan lunak kabur beserta operasioperasinya.Kemudian didenisikan operator fuzzy soft aggregation yang dapat diterapkandalam proses pengambilan keputusan. Terakhir diberikan contoh yang menunjukkanbahwa metode ini dapat diaplikasikan pada masalah yang mengandung ketidaktentuan.Paper ini mengkaji kembali referensi [2].
PERBANDINGAN METODE BLACK SCHOLES DAN SIMULASI MONTE CARLO DALAM PENENTUAN HARGA OPSI EROPA Yuliandi, Tomi Desra; Devianto, Dodi; Yozza, Hazmira
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Opsi adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pemegang kontrakuntuk membeli atau menjual suatu aset tertentu dengan harga dan periode tertentu.Berdasarkan periode waktu penggunaan, opsi dapat dibedakan menjadi dua yaitu opsitipe Amerika dan opsi tipe Eropa. Opsi tipe Amerika menunjukkan bahwa opsi tersebutdapat dilaksanakan pada saat jatuh tempo atau sebelumnya, sedangkan opsi tipeEropa hanya dapat dilaksanakan pada saat jatuh tempo. Dengan semakin berkembangpasar opsi, semakin berkembang pula pengetahuan atau cara-cara dalam memprediksisuatu pergerakan harga opsi dan meramalkan segalaa kemungkinan yang terjadi untukmeminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan. Banyak metode yang digunakandalam menentukan harga opsi, diantaranya model Black Scholes dan simulasiMonte Carlo. Pada penelitian ini akan dihitung harga opsi tipe Eropa dan dilihat perbandinganantara metode Black Scholes dan simulasi Monte Carlo. Metode Black Scholesyang digunakan untuk menghitung harga opsi adalah dengan asumsi bahwa harga sahamberdistribusi lognormar. Sedangkan metode Monte Carlo diartikan sebagai metodestatistik karena metode simulasi ini menggunakan rangkaian bilangan acak. Perhitungandengan menggunakan simulasi Monte Carlo adalah untuk mendapatkan pendugaanharga opsi. Untuk menghitung harga opsi dengan simulasi Monte Carlo, penulis menggunkanbantuan MATLAB. Hasil perhitungan harga opsi menggunakan metode BlackScholes akan dibandingkan dengan hasil perhitungan harga opsi dengan menggunakansimulasi Monte Carlo dengan berpatokan pada harga opsi di pasar keuangan.
PEMODELAN JUMLAH KASUS TETANUS NEONATORUM DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI POISSON UNTUK WILAYAH REGIONAL 2 INDONESIA (SUMATERA) Rahayu, Wikasanti Dwi; Devianto, Dodi; Yozza, Hazmira
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Jumlah kasus tetanus neonatorum di Sumatera menyebar mengikuti distribusiPoisson dan merupakan suatu data cacahan, sehingga jumlah kasus tetanus neonatorumdapat dimodelkan dengan pendekatan regresi Poisson. Dari analisis diperoleh faktorfaktoryang berpengaruh nyata terhadap jumlah kasus tetanus neonatorum di Sumateraadalah persentase ibu bersalin yang ditolong tenaga kesehatan dan persentase pendudukmiskin. Sebagian besar penduduk miskin diduga kurang peduli terhadap higienitas dalamproses kehamilan dan persalinan. Padahal proses kehamilan dan persalinan yang tidakhigienis sangat rentan untuk bayi baru lahir terinfeksi tetanus.
SUATU KAJIAN TENTANG HIMPUNAN FUZZY INTUISIONISTIK Putri, Nila Setriana
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pada himpunan fuzzy intuisionistik yang untuk selanjutnya akan disebut denganIFS, dapat didenisikan beberapa operasi dasar seperti gabungan, irisan, penjumlahan,perkalian dan komplemen. Selain mendenisikan operasi dasar, dapat pula didenisikanbeberapa operator serta normalisasi pada IFS. Pada paper ini Penulis mengkajisifat-sifat aljabar yang terdapat pada IFS dengan menggunakan beberapa operasi dasar,operator dan normalisasi yang telah didenisikan.
DIMENSI METRIK DARI (K n P m ) K 1 Rahmi, Nofitri; ., Zulakmal
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Misalkan terdapat graf G = (V; E) dan W V (G), dimana jWj = K,dan W = fv1; v2; ; vg. Representasi metrik dari titik v 2 V terhadap W adalahr(v j W) = (d(v; v1k); d(v; v2); ; d(v; v)). Himpunan W dikatakan sebagai resolvingset di G jika untuk setiap pasangan dari titik-titik berbeda u; v 2 V , r(u j W) 6 =r(v j W). Dimensi metrik dari G adalah kardinalitas minimum dari resolving set untukG dan dinotasikan dim(G). Graf (KnkP) adalah graf hasil kali Kartesius antara graflengkap (Kn) dengan n titik dan graf lintasan (Padalah graf yang diperoleh dari graf (Kdengan cara menghubungkan titik vijnm Pdi (KnmPm) dengan m titik. Graf (Kn1P) dengan nm titik dan graf lengkap Km) ke titik u, yang merupakan salinanke-ij dari graf K1ij, untuk 1 i n dan 1 j m. Pada paper ini dikaji kembalimakalah [4] yang membahas tentang penentuan dim((Kn Pm) Kuntuk n 3 danm 2.

Page 1 of 2 | Total Record : 19