cover
Contact Name
Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom
Contact Email
rustonofarady@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
phandayani@bundamulia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
ISSN : 25020935     EISSN : 26156423     DOI : -
Jurnal Magister Ilmu Komunikasi is an academic journal published twice annually (June-December) by Department of Communication in Master Degree of Universitas Bunda Mulia. This journal publishes original researches in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies on postmodernism in communications studies perspective. Focus of Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi is posmodernism in communication studies perspective and the scope of journal (but not limited to) are: (1) Corporate Communication; (2) Marketing & Tourism Communication; (3) Media Studies; (4) Cultural Studies; (5) Feminism Studies; and (6) Philosophy of Communication.
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
FENOMENA HOAX: Tantangan terhadap Idealisme Media & Etika Bermedia Fensi, Fabianus
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 4, No 02 (2018): Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.924 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v4i02.1345

Abstract

Fenomena hoax adalah sebuah kenyataan sejarah. Dia lahir bersamaan dengan kelahiran era kebebasan media informasi. Namun, keberadaannya seringkali merusak tatanan masyarakat yang plural. Sejarah mencatat bahwa hoax menggoyahkan kerukunan, bahkan perpecahan masyarakat. Karena ituhoax harus segera diakhiri. Tulisan ini menggunakan pendekatan kajian literatur tekstual, dimana fenomena hoax ditempatkan dalam ketegangan antara idealisme media dan etika bermedia. Cakupan pembahasan dimulai dari tinjauan terhadap beberapa regulasi formal negara, seperti Undang-undang yangpernah dihasilkan. Bagi penulis, regulasi negara atas kehidupan media adalah kondisi ideal (idealisme media) dimana negara berdasarkan kapasitasnya mengatur apa yang harus disiarkan. Hasilnya bahwa kondisi ideal tidak selalu berdampak dalam kenyataannya. Banyak aturan dilanggar dalam praktikbermedia, terutama media sosial. Maka, seharusnya ada ruang yang harus diisi untuk mengatasi kesenjangan tersebut, yaitu sebuah komitmen etis sebagai keharusan normatif bagi para pegiat media sosial. Penegakan hukum saja tidak cukup maka harus pula dilengkapi modal sosial yang lain, yaitu: keteguhan sikap warga negara, pengguna media sosial untuk menjaga keutuhan masyarakat. Keutuhan itu dimungkinan oleh keteguhan masyarakat media sosial untuk memastikan sebuah kebenaran pesan sebelum disiarkan kepada publik; Menjaga hak istimewa yang melekat pada setiap individu; Memisahkandengan tegas ranah persoalan privat dari persoalan publik; Mengungkapkan pesan yang menghindari motif-motif bohong, fitnah, dan menyerang pribadi orang lain; dan kesadaran penuh bahwa keragaman budaya masyarakat adalah sensitif. Semua ini disebut sebagai prinsip etis yang harus dianggap sebagaipedoman hidup bersama sebagai bangsa.Kata Kunci: Etika, Hoax, Media Sosial, Pluralitas, Regulasi.
PENGARUH UNSUR-UNSUR IKLAN PAJAK: HIBURAN, INFORMATIF DAN NILAI IKLAN Christian, Michael
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 3, No 02 (2017): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.603 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v3i02.936

Abstract

Data dari Direktur Jenderal Pajak Kementrian Keuangan menunjukkan bahwa tingkat kepatuhanmasyarakat Indonesia dalam membayar pajak masih relatif rendah melihat pada tahun 2016 penerimaanpajak belum mencapai 100%. Efektivitas iklan akan terbentuk ketika slogan iklan berhasil menggiringpengetahuan masyarakat, sikap, dan pandangan mengenai suatu produk yang diharapkan dapatmembentuk kesadaran merek akan pentingnya manfaat pajak bagi masyarakat. Ketidaktercapaian targetpemerintah dalam angka penerimaan pajak masih memerlukan strategi-strategi yang lebih tepat sasarandalam membentuk kesadasaran akan pajak bagi masyarakat Indonesia. Efektivitas melalui iklan yanggencar dilakukan oleh pemerintah nyatanya masih perlu dibuktikan lagi. Penelitian ini bertujuan untukmengukur pengaruh faktor-faktor entertainment, informativeness dan advertising value terhadapkepatuhan wajib pajak (WP). Dengan menggunakan SPSS dan jumlah sampel 60, hasil penelitian inimenjelaskan bahwa faktor entertainment dan advertising value pada iklan pajak tidak mempengaruhikepatuhan WP, sedangkan faktor informativeness mempengaruhi WP. Secara simultan, semua peubahbebas mempengaruhi peubah terikat. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah penggunaan pajak yangtidak spesifik dan juga penggunaan jumlah sampel yang masih dapat ditambah.Kata kunci: pajak, hiburan, informatif, nilai, kepatuhan
BINGKAI BERITA MEDIA INDONESIA TENTANG TERPILIHNYA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO SEBAGAI KETUA UMUM PARTAI DEMOKRAT (Analisis Framing Pada Pemberitaan Media Indonesia) Kholik, Idham
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 1, No 02 (2015): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4856.717 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v1i02.1634

Abstract

AbstrakMedia cetak digunakan segelintir orang sebagai kepentingan bisnis dan politik, sehingga seringkali pemberitaan tidak lagi mengindahkan unsur-unsur berita dan syarat penulisan berita. Berita pada hakekatnya terlepas dari segala macam himpitan, serta nilai berita yang disampaikan harus sesuai fakta dan realitas sesungguhnya. Pengaruh kepemilikan media saat ini sangat mempengaruhi konstruksi berita, keterlibatan pemilik media pada sebuah partai politik akan sangat mempengaruhi objektivitas konten berita. Dalam hal ini adalah Harian Umum Media Indonesia merupakan surat kabar harian yang di bawah naungan pemilik yang sekaligus sebagai ketua umum partai NasDem melihat peristiwa terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Anas Urbaningrum melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Bali.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sehingga paradigma yang digunakan ialah paradigm konstruksionis. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan lebih detail dan mendalam serta menggunakan teori sebagai landasan dan bingkai yang bertujuan untuk menguatkan konsep penelitian teknik analisis data pada penelitian ini. Dalam penelitian ini peneliti  menggunakan analisis framing. Penulis menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki untuk menganalisis konstruksi realitas yang dilakukan oleh Harian Umum Media berita terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono menjadi ketua Umum Partai Demokrat.Pembahasan yang dapat penelitian simpulkan dengan menggunakan analisis framing bahwa pemilik media memberikan pengaruh sangat besar yang berdampak pada keberpihakkan pemberitaan media. Sedangkan teori yang digunakan untuk membantu peneliti menjelaskan bagaimana pengaruh kepemilikan media sebagai kepentingan politik dengan teori Ekonomi Politik Media dan didukung dengan teori pendukung yaitu Teori Hegemoni.Kata Kunci:Media Massa, Berita, Ekonomi Politik Media, Analisis Framing Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki
IDENTIFIKASI DIRI MELALUI SIMBOL-SIMBOL KOMUNIKASI (Studi Interaksionisme Simbolik Komunitas Pemakai Narkoba Di DKI Jakarta) Hutapea, Edison
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 2, No 01 (2016): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.917 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v2i01.825

Abstract

The attractive reality narcotic consumption is the interaction amongs the user. The interaction isindicated by nonverbal communication via symbols that understanable solely by user community.There is unanimous by their own to give the meaning of symbols, because this is black market andillegal. The communications symbols is practised differently in evefry area because evade the law. Itmeans every area as region construct the reality in different way. This is based on the fact thatnarcotic consumer community has sight saliding to keep their mistery, more over new comes unable tointeract directly. This research aim to descript symbols used Narcotic consumer community in DKIJakarta to represent to become the reality. Based on the phenomenalogist theory from Alfred Schutz,constructivism from Berger and symbolis interactive from Mead and Cooley. Research resultexpressed that : Unanimous is made to give the meaning, constricted only to certain area, to presentthe symbols understandable wider it means their transactions secrecy widely open. Solidity of narcoticconsumer will be loose when the region of understable symbolis wider.Keywords : Symbol, Meaning, Self Concept and Community.
ESENSI DAN PEMETAAN TEORETISASI MEDIA KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF KARL MARX Marta, Rustono Farady
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 2, No 02 (2016): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.833 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v2i02.839

Abstract

Perspective of Karl Marx lies in the viewpoint of the "economy", because the essence of the theory and its development include macro and micro scope as patterns of thought in economics. Marx as one of the most influential intellectuals of the time. Marx's theory has a direct impact upon closing of age on March 17, 1883 in London. Marx offers basic prepositions in the process theoryzing as normative ideological implications that has, among others through the social class differences were criticized on the conditions of exploitation of the proletariat by the bourgeoisie with the mental control of production in society and create a false consciousness among the proletariat. Marx believed that the mass media are owned by the public suprastuktur and media communications content is dominated by social class. Keywords: Media Communication Theorizing, Karl Marx Perspective
Konsep Diri Komunitas Pemakai Narkoba Di DKI Jakarta Hutapea, Edison Bohartua
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 1, No 01 (2015): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.584 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v1i01.1624

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mendeskripkan bagaimana komunitas pemakai narkoba di DKI Jakarta merepresentasikan simbol-simbol komunikasi menjadi realitas. Teori yang digunakan adalah fenomenologis dari Alfred Schutz, Konsruktivisme dari Berger dan Interasionisme simbolik dari Mead dan Cooley. Hasil penelitian menggambarkan bahwa: Kesepakatan yang dibangun untuk memaknai simbol, dipersempit hanya wilayah tertentu untuk menjaga simbol dimengerti lebih luas yang berarti kerahasiaan transaksi mereka terbuka secara luas. Karena semakin luas wilayah yang mengerti simbol maka sifat ketat dari komunitas para pemakai narkoba maka semakin longgar. Kesimpulan : Ketika pemakai narkoba menggunakan simbol-simbol dalam berkomunikasi diantara sesama pemakai, ini menunjukkan proses internalisasi, dimana simbol sebagai produk bersama, untuk menjaga keutuhan komunitasnya telah diserap kembali oleh individu-individu anggota komunitas pemakai narkoba.Kata kunci : Narkoba, simbol-simbol komunikasi, komunitas pengguna narkoba, konsep diri pengguna narkoba ABSTRACTThis research aim to descript symbols used Narcotic consumer community in DKI Jakarta to represent to become the reality. Based on the phenomenalogist theory from Alfred Schutz, constructivism from Berger and symbolis interactive from Mead and Cooley. Research result expressed that : Unanimous is made to give the meaning, constricted only to certain area, to present the symbols understandable wider it means their transactions secrecy widely open. Solidity of narcotic consumer will be loose  when the region of understable symbolis wider.Keywords : Narcotic, Communication Symbols, Narcotic consumer community, narcotic consumer Self Concept.
KONSTRUKSI PESAN TARI „KECAK‟ PADA MASYARAKAT BADUNG, BALI Sumiati, Sumiati; Girsang, Lasmery RM
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 4, No 01 (2018): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.924 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v4i01.1068

Abstract

Bali becomes the world‟s tourism that has varied culture, one of them is „Tari Kecak‟ („TariCak‟ or „Fire Dance‟). Different with other dance using music („gamelan‟), „Tari Kecak‟ just uses thedancer‟s sound/shouting like “cak cak ke cak cak ke”as the art. Through qualitative research based onconstructive paradigm, the researcher depended on participative observation and in depth interview tothe key informants and informants (from local society and tourists). By using Semantic Meaning Theoryfrom Charles Osgood, the results show five meanings from „Tari Kecak‟, namely (a) avoiding curse, (b)as a belief system, (c) as a holy thing, (d) as an art and culture and also (e) as economic income.Keywords: Message, Tari Kecak, Semantic Meaning Theory
MEMAHAMI MAKNA SOLIDARITAS (TELAAH SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA AKSI SOLIDARITAS “1000 LILIN”, HARIAN KOMPAS, EDISI SABTU, 13 MEI 2017) Koli, Nicodemus; Sadono, Teguh Priyo
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 3, No 02 (2017): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.821 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v3i02.923

Abstract

Aksi solidaritas masyarakat di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia menyusul vonis atas BasukiTjahaja Purnama (Ahok) menoreh catatan tersendiri dalam sejarah demokrasi bangsa Indonesia karenamenyentuh berbagai konteks sosial sekaligus menggugah kesadaran berbangsa yang satu dalamkeragaman. Makna solidaritas dan kesadaran itu dapat dipahami melalui pendekatan semiotika. Salah saturujukan studi semiotika adalah Roland Barthes yang menghadirkan makna denotasi dan konotasi atausignifikasi dua tahap. Pada tahap pertama, konsep – konsep kunci yang perlu dipahami, yaitu, reality,signs,dan denotation. Sementara itu, signifier dan signified merupakan konsep jembatan menuju tahapkedua yang mencakup konsep mengenai culture, form, content, connotation dan myth. Makna yangdibingkai dalam konsep – konsep ini terbuka juga bagi interpretasi intersubyektif sehingga akan selaluada makna dan pendefinisian baru. Dengan demikian, makna realitas yang ada dalam aksi solidaritas1000 lilin ini pun dapat ditelusuri dan disingkap secara denotatif dan konotatif, mulai dari tahap pertamahingga tahap kedua yang juga terbuka bagi pemaknaan seterusnya dalam peleburan berbagai horizon.Kata kunci: solidaritas, signifier, signified, denotasi, konotasi, intersubyektif
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DOMPET DHUAFA DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MUZAKKI Tarsani, Tarsani
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 2, No 01 (2016): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.871 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v2i01.834

Abstract

This research study of marketing communications strategy practiced by Dompet Dhuafa in improvingmuzakki. And chose this case for marketing cmmunicatios strategy is vital to nonprofit /socialinstitution especially institution of Amil and Zakat to survive, more advanced and believed the publicso they want of charitable disbursing funds infak and shadaqah through LAZ concerned. DompetDhuafa as an institution of amil zakat national level, which have been confirmed by the decree of theminister of religious affairs 439 dated the 8 october 2001, having various program sustainable anduseful for the society. This institution is one of the largest LAZ in Indonesia althogh many similarspiringing social institution. Among the key to the success of the Dompet Dhuafa people is major lazand trusted of marketing communications strategy creative innovative and effective. Methods used inthis researh is qualitative with the kind of research laz Dompet Dhuafa case study in Jakarta theparadigm is konstruktivis paradigm that is used. Researchers found that srategy of marketingcommunications done LAZ Dompet Dhuafa, consisting of two models is collecting fund and donorservices strategy. Collecting fund activity performed by some means;fundrising, among other methodsmedia campaign make newa,advertising,hold event in central boisterousness picklock ambassador andpublic figure as rogram. While donor services comprising;access brzakat,eas a system ofmembership,wisata zakat and publication report. Marketing communications strategy the increasetrust so far succesfully muzakki against Laz Dompet Dhuafa so that these institutions to grow fromdonor number and multiplyKeywords : Strategy, Marketing Communication, Dompet Dhuafa, Muzakki
SATRIO PININGIT ; BUDAYA POLITIK DIANTARA PRIMORDIALISME DAN DEMOKRASI Yuliawati, Elly
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 1, No 02 (2015): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.549 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v1i02.1630

Abstract

AbstrakSatrio piningit adalah keniscayaan, sebagian dari serat yang di buat oleh R.Ng. Ronggowarsito menjadi kenyataan dalam anggapan sebagian besar masyarakat di tanah jawa. Dari wacana budaya pada masanya bergeser menjadi wacana politik dalam konteks kekinian. Satrio piningit yang sedianya adalah penyelamat suci bangsa nusantara untuk menuju kemakmuran masuk kedalam primordial Jawa dalam konteks politik.Fokus bahasan makalah ini adalah mengenai fenomena satrio piningit yang selalu menjadi pembicaraan masyarakat Indonesia khususnya suku Jawa setiap lima tahun sekali menjelang pemilihan presiden RI. Salah satu yang diangkat adalah benarkah satrio piningit merupakan utusan Tuhan atau agitasi politik primordialisme. Penulis mencoba menganalisa apakah konsep satrio piningit masih relevan dengan kondisi demokrasi modern saat ini. Kata Kunci : Satrio Piningit, Budaya Politik, Primordialisme dan Demokrasi.