cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
ISSN : 1693248X     EISSN : 25491202     DOI : -
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi atau boleh disingkat dengan nama JSTR, berfokus pada banyak Aspek Teknik Kimia, seperti: Teknik Reaksi Kimia, Teknik Kimia Lingkungan, Energi Fosil dan Terbarukan, serta Sintesis dan Pengolahan Material.
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi" : 5 Documents clear
ANOVA RATA-RATA DAN OPTIMASI FAKTOR-FAKTOR TAGUCHI UNTUK PERBAIKAN KUALITAS AIR PDAM TIRTA MON PASE LHOKSUKON Zaini, Halim; Soenoko, Rudy; Indrayadi, Bambang
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.955 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v9i1.211

Abstract

Kualitas air PDAM Tirta Mon Pase secara umum belum memenuhi standar air minum. Hal ini dibuktikan dengan adanya keluhan pelanggan terhadap kualitas air minum yang diproduksi terutama menyangkut tingkat kekeruhan air masih di atas ambang batas tertinggi kualitas air minum yaitu diatas 5 NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Guna memperbaiki kualitas air minum PDAM Tirta Mon Pase perlu dilakukan pengkajian terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses penurunan tingkat kekeruhan air. Salah satu metode percobaan yang dapat diterapkan adalah metode desain percobaan Taguchi. Faktor-faktor penelitian desain percobaan Taguchi tentang proses produksi air PDAM terdiri dari faktor dosis koagulan (level 1: 25 ppm dan level 2: 40 ppm), pH (level 1: pH 6,7 dan level 2: 7,3), pengadukan cepat (level 1: 100 rpm dan level 2: 120 rpm), waktu pengadukan cepat (level 1: 1 menit dan level 2: 3 menit), pengadukan lambat (level 1: 25 rpm dan level 2: 45 rpm), waktu pengadukan lambat (level 1: 15 menit dan level 2: 30 menit) dan waktu pengendapan (15 menit dan 30 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan tingkat kekeruhan air PDAM sangat dipengaruhi oleh faktor dosis koagulan, waktu pengadukan lambat dan pH operasi. Berdasarkan hasil percobaan Taguchi dan percobaan konfirmasi proses produksi air PDAM untuk menurunkan tingkat kekeruhan air, kondisi optimum berlangsung pada dosis koagulan 40 ppm, pH operasi pada pH 7,3 dan waktu pengadukan lambat 30 menit.Kata Kunci : Kualitas air, Tingkat kekeruhan air, Kondisi optimum.
ANALISIS PERFORMANSI FILTER DIGITAL IIR DARI PROTOTYPE BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV 1 Hayati, Raisah
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.581 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v9i1.208

Abstract

Filter merupakan suatu jaringan atau sistem yang mentransformasikan sinyal input pada suatu cara yang telah ditetapkan untuk menghasilkan sinyal output dengan karakteristik yang diinginkan. Filter digital dapat diimplementasikan pada komputer digital. Filter digital IIR adalah filter digital yang memiliki respon impuls durasi tak berhingga. Dalam perancangan filter digital IIR, yaitu melalui transformasi dari prototype analog. Pada penelitian ini ada dua prototype analog yang akan di uji, yaitu Butterworth dan Chebyshev 1. Dari hasil perancangan diperoleh bahwa, filter digital IIR dari prototype Butterworth memberikan respon magnitude yang mendekati ideal, respon phasa lebih linier, tetapi orde filternya lebih tinggi, sehingga komputasinya lebih lambat dibandingkan filter digital IIR dari prototype chebyshev 1.Kata Kunci : Filter Digital IIR, Butterworth, Chebyshev 1.
PENURUNAN KADAR LOGAM KROM PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM DENGAN BIOMASA JAMUR MERANG Helmi, Helmi
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.604 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v9i1.204

Abstract

Unsur krom adalah komponen utama dalam limbah cair industri pelapisan logam. Logam krom termasuk logam berat, berbahaya dan beracun yang dapat membahayakan lingkungan. Sumber utama limbah krom adalah industri pelapisan logam, penyamakan kulit dan industri kimia. Limbah logam krom yang dihasilkan dapat mencemari lingkungan atau menurunkan kualitas lingkungan apabila tidak dikendalikan dengan baik. Biomasa jamur merang salah satu alternatif sistim pengolahan yang menggunakan bahan murah untuk memisahkan logam-logam berat dari libah cir yang mengadun logam. Persen penyisihan logam krom maksimum terjadi pada waktu kontak 6 jam di dalam limbah cair industri pelapisan logam adalah 84,3 % belum sesuai dengan baku mutu. Derajat keasaman sangat baik yaitu pH 7,0 dan TSS 16,4 mg/L pada waktu pengotakan 6 jam konsentrasi 15 g biomasa jamur merang dalam 50 mL limbah cair pelapisan logam, sesuai denganbatas maksimum yang diperbolehkan oleh regulasi pemerintah (KEP-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri).Kata Kunci : Jamur Merang, Logam Krom, Limbah cair
PERANCANGAN ALAT PENJERNIHAN AIR GAMBUT MENJADI AIR BERSIH Putra, Alfian; Ridwan, Ridwan; Nasir, Muhammad
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.965 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v9i1.207

Abstract

Alat penjernihan air gambut ini dirancang dengan menggunakan media filter yang terdiri dari kerikil yang berdiameter rata-rata 0,5-1,5 cm setebal 15 cm di bagian bawah, pasir dengan diameter rata-rata 0,2 mm – 0,4 mm setebal 70 cm di bagian tengah dan kerikil yang berdiameter rata-rata 0,5-1,5 cm setebal 15 cm di bagian atas dapat digunakan untuk menurunkan kesadahan, Total Dissolved Solid (TDS), menetralisasikan pH dan menjernihkan warna air gambut. Berdasarkan hasil analisa sampel yang telah diolah dengan alat penjernihan air gambut, efesiensi penurunan kesadahan sebesar 24,7%, Total Dissolved Solid (TDS) sebesar 9,76% dengan tanpa koagulan dan dengan menggunakan koagulan sebesar 74%. Untuk efesiensi penetralan pH air gambut dengan menggunakan koagulan sebesar 98,4% sedangkan tanpa menggunakan koagulan sebesar 96,4% sedangkan pada perubahan warna air gambut, dengan tanpa menggunakan koagulan warna kuning-kecoklatan berubah menjadi putih, dengan menggunakan koagulan warna kuning- keclokatan menjadi putih bening.Kata Kunci : Air gambut, alat penjernih air gambut ,kesadahan, TDS, pH.
PEMANFAATAN KULIT KAPUK SEBAGAI SUMBER BASA DALAM PEMBUATAN SABUN LUNAK TRANSPARAN Kurniasih, Eka
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.348 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v9i1.212

Abstract

Sabun transaparan atau juga disebut juga sabun gliserin adalah jenis sabun mandi yang dapat menghasilkan busa lebih lembut di kulit dan penampakannya berkilau jika dibandingkan dengan jenis sabun yang lain. Proses yang digunakan dalam pembuatan ekstrak basa yaitu dengan membakar kulit kapuk, kemudian abu kulit kapuk direndam dalam air dengan perbandingan 1:2 selama 12 hari. Rendaman disaring dan ekstrak basa direaksikan dengan Seng Uranil Asetat untuk mengendapkan NaOH. Endapan disaring dan larutan yang tidak mengendap merupakan KOH untuk bahan pembuatan sabun lunak transparan. Sabun lunak transparan dibuat dengan menambahkan ketiga zat pentransparan dengan variasi tertentu ke dalam sabun lunak yang telah tersaponifikasi sempurna. Sabun lunak transparan dibuat menurut Haryanto (1985). Produk optimum diperoleh pada komposisi asam stearat : asam laurat = 1:1, ekstrak basa 14 gram, gliserin : alkohol = 1:2 ini kurang mendekati standar SII 0155-77 sebagai sabun mandi, diperoleh kadar alkali bebas 8,04 %, asam lemak bebas 0 %, lemak tak tersabunkan 0 %, minyak pelikan negatif, daya cuci sabun 61,9 %, ketinggian busa dalam air suling maksimum 10 cm dan dalam air leding maksimum 9 cm.Kata Kunci : kulit kapuk, sabun transparan, asam stearat, asam laurat, minyak kelapa

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 2 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi More Issue