cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
ISSN : 1693248X     EISSN : 25491202     DOI : -
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi atau boleh disingkat dengan nama JSTR, berfokus pada banyak Aspek Teknik Kimia, seperti: Teknik Reaksi Kimia, Teknik Kimia Lingkungan, Energi Fosil dan Terbarukan, serta Sintesis dan Pengolahan Material.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi" : 6 Documents clear
PEMBUATAN GAS KLORIN (Cl ) DAN NATRIUM HIDROKSIDA (Naoh) DARI HASIL PEMURNIAN GARAM JANGKA ACEH: Artikel Review Ridwan, Ridwan; Zaini, Halim
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v5i1.59

Abstract

Garam Jangka mengandung NaCl, CaCl2, MgCl2, CaSO4, MgSO4, Na2SO4, H2O, debu, tanah, dan pasir halus dengan kadar NaCl kurang dari 78%, tergolong garam kualitas rendah. Garam ini dapat ditingkatkan kadar NaClnya hingga 92% -100% melalui pemurnian bertahap secara fisika, kimia, serta dengan  resin  penukar  ion,  menghasilkan  garam  kualitas  tinggi.  Salah  satu  keuntungan  garam berkualitas tinggi adalah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan gas  klorin dan natrium hidroksida melalui proses elektrolisis. Hasilnya dapat  digunakan pada berbagai industri sebagai bahan pengolahan air bersih, pembuatan sabun, plastik, industri kertas, dan industri kimia lainnya.Kata kunci: Gas klorin, natrium hidroksida, garam, pemurnian, elektrolisis.
PENGOLAHAN DAN SIFAT MEKANIK KARET ALAM –LEMPUNG NANO KOMPOSIT Nahar, Nahar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v5i1.80

Abstract

Pengolahan dan sifat mekanik karet alam dengan penambahan lempung nanokomposit pada konsentrasi berbeda yaitu 1, 3, dan 5 % berat   sudah berhasil diteliti. Pada percobaan ini pengujian dilakukan dengan X-Ray diffractometry (X-RD) untuk analisa morphologi dan Instron untuk analisa uji tarik. Penambahan  lempung  nanokomposit  ke  dalam  matrik  polimer  adalah  untuk  meningkatkan  sifat mekanik dan fisik dari material asli dan juga untuk menghasilkan suatu produk polimer yang lebih murah. Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan yang drastis terhadap basal spacing dari matrik polimer dan  menunjukkan intercalasi di  antara polimer dengan pengisinya. Uji  tarik juga menunjukkan peningkatan kekuatan tarik yang sangat menakjubkan, yaitu 14,983 MPa pada karet alam menjadi 40,178 MPa pada karet alam-lempung nanokomposit 5% berat.Kata kunci: Karet alam, lempung nanokomposit, sifat mekanik.
PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Putra, Alfian
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v5i1.43

Abstract

Membran  selulosa  asetat  dapat  dibuat  dari  Tandan  Kosong  Kelapa  Sawit  (TKKS),  dengan mengkonversi  TKKS menjadi pulp, dilanjutkan dengan pembentukan  selulosa asetat yang akan dibuat menjadi membran. Proses pembuatan selulosa asetat dari pulp TKKS adalah dengan melakukan reaksi asetilasi selulosa, yaitu menggunakan asetat anhidrat dan asetat glasial. Metode yang digunakan adalah dengan cara inversi fasa. Kondisi optimum pada proses asetilasi didapat pada suhu 1000C dengan kadar selulosa  asetat  61,4%  dan  kadar  asetil  36,39%.  Temperatur  dan  waktu  pengadukan  berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan elongasi membran. Kekuatan tarik dan elongasi membran terbaik didapat pada kadar asetil 36,32% dengan kekuatan tarik 4,61 kgf/cm2 dan elongasi 5,23%. Kata Kunci: Pulp, asetil, inversi fasa, membran selulosa asetat.
PERALATAN PENGOLAHAN AIR YANG MENGANDUNG PADATAN TERSUSPENSI (SUSPENDED SOLID) TINGGI Fuadi, Anwar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v5i1.26

Abstract

Peralatan  pengolahan  air  jenis  aliran  kontinu  meliputi  alat  pemisah  partikel-partikel  padat  dan  partikel tersuspensi  yang  terkandung  dalam  air,  banyak  digunakan  untuk  pengolahan  air  industri  maupun  air minum. Penelitian ini menggunakan peralatan sedimentasi pendahuluan, siklon, clarifier, tube settler, dan filtrasi sebagai media pemisah. Air baku yang digunakan adalah air baku yang disimulasikan. Percobaan ini dilakukan berdasarkan beberapa variabel, yaitu konsentrasi suspended solid 1750 – 2750 mg/l, laju alir umpan 10, 20, dan  30  l/menit, dan konsentrasi koagulan 7, 13, dan 19 mg/l, terhadap total solid, derajat keasaman,  dan  daya  hantar  listrik.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendapatkan  besarnya  padatan tersuspensi  yang  terakumulasi  pada  setiap  unit  peralatan  secara  keseluruhan.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa jumlah padatan tersuspensi (padatan total) yang terkandung dalam air setelah proses pengolahan  yaitu  340-360  mg/l,  dengan  effisiensi  peralatan  mencapai  87,5%,  maka  peralatan  ini  layak digunakan untuk untuk pengolahan air yang mengandung padatan tersuspensi (suspended solid) tinggi.  Kata kunci: Pengolahan air, suspended solid.
MECHANOCHEMICAL SYNTHESIS OF CEO2 NANOPOWDER USING PLANETARY BALL MILLING Rahmahwati, Cut
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v5i1.66

Abstract

Nanocrystalline cerium dioxide (CeO2) had been successfully synthesized by mechanochemical technique at  12, 24, 36, 48 and 60 hours milling times. The starting materials, hydrated cerium carbonate and sodium hydroxide, were mixed in weight ratio of 4:1 and were milled in a planetary ball mill with ball to powder ratio of 10:1. The high energy impact forces provided by the milling media caused collision of starting materials and allowed the chemical reaction to occur thus produced nanocrystalline cerium dioxide. The products were characterized using a battery of characterization method, including thermogravimetric analysis (TGA), differential scanning calorimetry (DSC), X-ray diffraction (XRD), and gas adsorption-desorption measurement. The nanocrystalline CeO2 with 6.7 nmof crystallite size and specific surface area of 66.66 m2/g was obtained when the sample was milled for60 hrs and annealed in air at 350oC. The result showed that the crystallinity of nanocrystalline CeO2decreased with increasing the milling time.Keywords: Mechanochemical, planetary ball mill, milling time, nanocrystalline cerium dioxide.
THE EFFECT OF FILLER CONTENT ON MECHANICAL PROPERTIES OF POLYPROPYLENE/CLAY NANOCOMPOSITES Rihayat, Teuku; Mustafa, Noor; Mustapha, Saari
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v5i1.75

Abstract

This study investigates the effect of filler content on mechanical properties for polypropylene. There are  synthesis clay and  un-synthesis clay  used  as  filler  content. Different ratio  of  clay  was  d  in polypropylene to study which ratio have a better mechanical properties. The tensile test was carried out using INSTRON5565 and the maximum stress, strain, and modulus of elasticity observed. Results of the study showed that polypropylene/clay nanocomposite has a higher maximum stress compare to pure polypropylene and un-synthesis clay have a lowest. Besides that modulus of elasticity of specimen calculated and finds that it increased with increment filler content and strain did not affect by filler. The conclusion is synthesis clay filled into polypropylene will having a better material.Keywords: Nanocomposite, polypropylene, synthesis clay.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 2 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi More Issue