cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
ISSN : 1693248X     EISSN : 25491202     DOI : -
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi atau boleh disingkat dengan nama JSTR, berfokus pada banyak Aspek Teknik Kimia, seperti: Teknik Reaksi Kimia, Teknik Kimia Lingkungan, Energi Fosil dan Terbarukan, serta Sintesis dan Pengolahan Material.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi" : 6 Documents clear
PEMBUATAN NATA SARI LIDAH BUAYA Fona, Zahra; Fachraniah, Fachraniah; Habibah, Ummi
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v4i1.184

Abstract

Nata dapat dibuat dari berbagai bahan, seperti dari air kelapa, dari kedelai, dari nenas, dari tomat, dari kulit semangka, dan lain-lain. Dalam penelitian ini akan dicoba membuat nata dengan sari lidah buaya karena kandungan nutrisi dalam daun lidah buaya dianggap dapat sesuai untuk media pertumbuhan bakteri Acetobakter cylinum, bakteri pembentuk nata. Daun lidah buaya dikupas dan dihaluskan, kemudian ditambahkan air dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1:2, dan 1:3, ditambahkan gula 7,5%, pH 4, urea 0,3%, starter 10% Dari hasil penelitian pendahuluan didapat bahwa perbandingan sari daun lidah buaya dengan air 1:2 adalah yang terbaik menghasilkan nata. Konsentrasi ini digunakan pada penelitian lanjutan dengan memvariasikan gula (5; 7,5; dan 10%), pH (3,5; 4; dan 4,5), starter (7,5; 10; dan 15%), serta ragi roti (0,1; 0,2; dan 0,3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang terbaik menghasilkan nata adalah konsentrasi gula 7,5%, pH 4, starter 15%, dan ragi roti 0,2% dengan berat nata yang dihasilkan 54,10 g, tebal 2,04 cm, volum 75,42, kadar air 97,80%, dan kadar serat kasar 0,90%. Panelis menyukai nata yang medianya ditambahkan ragi roti 0,1% karena teksturnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak. Daun lidah buaya dapat menjadi media alternatif pembuatan nata dengan tekstur dan rasa yang lebih baik serta tanpa rasa getir.Kata Kunci : Nata, Daun lidah buaya, bakteri Acetobakter cylinum, makanan serat, makanan diet rendah kalori.
PROSES EKSTRAKSI MINYAK BUNGA MELATI (JASMINUM SAMBAC) DENGAN METODE ENFLEURASI Elwina, Elwina; Irwan, Irwan; Habibah, Ummi
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v4i1.165

Abstract

Minyak melati merupakan salah satu produk minyak atsiri yang paling mahal dan banyak digunakan dalam berbagai industri sehingga mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Untuk mendapatkan minyak melati atau dikenal dengan nama absolut, dapat digunakan berbagai metode ekstraksi. Namun dari berbagai metode tersebut, metode enfleurasi atau penyerapan dengan menggunakan lemak dingin diketahui akan menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dan mutu minyak bunga yang dihasilkan lebih baik. Namun ada beberapa faktor lain yang juga dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas minyak yang didapat, seperti pengaruh pemakaian berbagai campuran jenis lemak, musim atau kondisi cuaca tempat bunga ditanam dan frekuensi penggantian bunga. Jenis bunga melati yang biasanya digunakan adalah jenis Jasminum sambac atau melati putih.Kata kunci : minyak melati, absolut, enfleurasi
PENGOLAHAN AIR SECARA ALIRAN DARI BAWAH KE ATAS MELALUI UNGGUN DIAM Sami, Muhammad
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v4i1.176

Abstract

Air berfungsi sebagai bahan yang dapat mendispersikan berbagai senyawa yang ada di dalam bahan makanan, dan merupakan berbagai senyawa yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Hampir seluruh kehidupan di dunia ini tidak terlepas dari adanya unsur air ini. Sumber utama air yang mendukung kehidupan di bumi adalah laut, dan semua air akhirnya akan kembali ke laut yang bertindak sebagai “reservoir”. Beberapa tahapan proses dilakukan untuk mendapatkan air bersih yang layak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sedimentasi koagulasi, filtrasi, dan klorinasi. Filtrasi merupakan salah satu cara pengolahan air untuk memisahkan kotoran tersuspensi dengan cara melewatkan air baku melalui suatu media penyaring. Salah satu filtrasi yang mudah pengoperasiannya yaitu melewatkan air baku secara aliran dari bawah ke atas melalui sistem unggun diam. Media filtrasi dapat disusun dari lapisan kerikil, pasir, karbon aktif, sabuk ijuk, dan koral. Prinsip kerja alat ini mengikuti dasar hukum Pascal yaitu dengan memanfaatkan tekanan hidrostatis. Alat ini yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan proses yang sudah ada. Hasil tulisan konseptual ini diharapkan kepada pembaca dapat mengaplikasikan sistem ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci : Filtrasi, tekanan hidrostatis, padatan tersuspensi, unggun diam.
PENGGUNAAN METODE AKSELERASI PADA PENENTUAN UMUR SIMPAN PISANG SALE DENGAN PENGEMAS YANG BERBEDA-BEDA Habibah, Ummi; Fachraniah, Fachraniah; Fona, Zahra; Elwina, Elwina
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v4i1.192

Abstract

Pisang sale merupakan suatu produk makanan setengah basah (Intermediaete Moisture Foods) yang dibuat dari buah pisang matang dan banyak diproduksi oleh industri kecil di Nanggroe Aceh Darussalam. Suatu produk pangan selalu mengalami reaksi deteriorasi yang terjadi akibat faktor instrinsik atau faktor ekstrinsik tertentu. Reaksi deteriorasi atau penurunan mutu pisang sale terjadi akibat faktor fisik yaitu peningkatan kadar air dari lingkungan ke dalam bahan dan hal ini dapat dikurangi dengan menggunakan pengemas yang sesuai. Umur simpan pisang sale dapat ditentukan dengan suatu penelitian di laboratorium dengan memperhatikan perbedaan sifat-sifat produk dari awalnya dengan cara menentukan kriteria penurunan mutu kerusakan, menggunakan metode studi yang sesuai, mengukur peningkatan kadar air, dan pengujian organoleptik pada jangka waktu tertentu hingga diperoleh umur simpannya sebagai waktu kadaluarsa. Penentuan umur simpan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode mempercepat reaksi deteriorasi atau metode konvensional. Terdapat beberapa model persamaan yang dapat digunakan untuk menentukan umur simpan produk pangan akibat peningkatan kadar air yaitu persamaan Heiss-Eichener, Rudolph, Labuza, dan Syarief.Kata Kunci : Pisang sale, umur simpan, reaksi deteriorasi, permeabilitas uap air, pengujian organoleptik
SINTESA POLIURETAN BERDASARKAN MINYAK SAWIT SEBAGAI BAHAN PEREKAT: Bagian I. Produksi Poliol Nahar, Nahar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v4i1.197

Abstract

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari dua tulisan, pada bagian pertama ini akan membicarakan tentang sintesa poliol (polyol) yang berasal dari minyak kelapa sawit. Polyol selanjutnya akan direaksikan dengan isosianat (isocyanate) untuk membentuk poliuretan, yang akan dipaparkan pada bagian kedua. Pada penelitian ini diperoleh suatu hal yang menarik bahwa ternyata dodecylbenzene sulfonic acid (DBSA) selain bertindak sebagai emulsifier juga bertindak sebagai katalis, sebelumnya DBSA banyak digunakan hanya sebagai emulsifier. Dalam penelitian ini digunakan Tosoh-Gel Permeation Chromatography (GPC) untuk menghitung berat molekul dan Perkin-Elmer, Fourier Infrared Spectroscopic (FTIR) untuk menentukan struktur group. Hasil penelitian yang diperoleh dengan mengunakan alat FTIR adalah struktur OH terdapat pada peak 3384.940, nilai OH dalam literatur adalah antara 3370-3470. Sedangkan berat molekul yang diperoleh dengan mengunakan GPC adalah 954, dalam literatur nilai tersebut adalah antara 250 sampai 2500.Kata Kunci : Poliuretan, poliol, minyak kelapa sawit, sintesa
PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA FERMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN RAGI TAPE Fuadi, Anwar
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v4i1.171

Abstract

Minyak merupakan salah satu bahan konsumsi yang banyak digunakan masyarakat. Untuk menghasilkan minyak yang baik maka perlu dilakukan pengolahan dengan cara yang tepat. Tujuan pengolahan tersebut adalah untuk meningkatkan daya guna (manfaat) minyak. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui fermentasi dengan menggunakan ragi. Cara ini diharapkan akan memberikan hasil yang lebih baik daripada yang dilakukan oleh masyarakat selama ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan ragi terhadap jumlah minyak yang dihasilkan. Ragi tape kering yang telah dihaluskan, ditambahkan ke dalam daging buah kelapa yang telah dikukur. diperam selama tujuh hari, lalu dijemur di terik matahari kemudian dipress untuk menghasilkan minyak. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak ragi yang digunakan (dengan berat sampel yang sama) ternyata minyak yang dihasilkan semakin sedikit, artinya ragi tidak berpengaruh terhadap jumlah minyak yang dihasilkan, tetapi ketengikan minyak semakin berkurang.Kata Kunci : Kelapa, Ragi, Minyak

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 2 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi More Issue