cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
ISSN : 1693248X     EISSN : 25491202     DOI : -
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi atau boleh disingkat dengan nama JSTR, berfokus pada banyak Aspek Teknik Kimia, seperti: Teknik Reaksi Kimia, Teknik Kimia Lingkungan, Energi Fosil dan Terbarukan, serta Sintesis dan Pengolahan Material.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi" : 6 Documents clear
PENGGUNAAN KATALIS HETEROGEN UNTUK PRODUKSI BIODISEL Kurniasih, Eka
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.604 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v15i1.522

Abstract

Biodiesel biasanya produksi dengan menggunakan katalis homogen. Katalishomongen mempunyai kelemahan yaitu menghasilkan produk samping berupasabun. Karena adanya kelemahan pada katalis homogen, maka sekarang mulaidikembangkan pengganti katalis homogen dengan menggunakan katalisheterogen. Kelebihan katalis heterogen yaitu mudah dipisahkan di akhir proses.Peada penelitian ini digunakan katalis heterogen H-zeolit untuk mengatasimasalah yang timbul karena penggunaan katalis homogen dalam produksibiodiesel. Katalis H-zeolit disintesa dari zeolit alam Ujong Pancu melaluiproses aktivasi, impregnasi KI/KIO3 dengan menvariasikan konsentrasi larutanimpregnator 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan proses kalsinasi. Penelitianbertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi katalis zeolit dengan impregnasiKI/KIO3 terhadap kandungan ester, densitas. Hasil analisa kandungan estermenggunakan Gas Chromatografi (GC) menunjukkan konversi metil ester yangterbaik terdapat pada produk biodiesel yang menggunakan katalis H-Zeolitimpregnasi KIO3 dengan konsentrasi 12,5% memperoleh kandungan ester63,51 %. Dari analisa densitas diperoleh 0,88142 g/cm3 yaitu berada padarentang yang telah ditetapkan oleh syarat mutu biodiesel 7182:2015, yaitu0,850-0,890 g/m3. Nilai viskositas yaitu 3,5 Cp dan nilai flash point yaitu 97°C
APLIKASI ENZIM LIPASE DALAM SINTESA FATTY MONOETANOLAMIDA BERBASIS ASAM LEMAK SAWIT DISTILAT Fachraniah, Fachraniah
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v15i1.521

Abstract

Monoetanolamida merupakan salah satu jenis senyawa surfkatan yang dapatdiperoleh melalui reaksi antara asam lemak sawit distilat (ALSD) dengan senyawaalkanolamina. Monoetanolamida adalah golongan surfaktan non ionik yangmemiliki gugus OH-, sehingga mudah larut dalam air dan banyak digunakandalam industri kosmetik. Penelitian ini dibagi atas dua tahap, yaitu screeningenzim dan sintesa fatty monoetanolamida. Dari hasil screening enzim diketahuibahwa Rhizomucor meihei adalah jenis enzim yang mampu menahan reaksiamidasi dengan memberikan konversi produk tertinggi sebesar 29,59%dibandingkan jenis enzim lainnya. Sedangkan peningkatan rasio molALSD/Monoetanolamina memberikan hasil terbaik pada 1:4, dan peningkatanrasio mol selanjutnya menyebabkan terjadinya hambatan substrat pada sistemreaksi amidasi. Pada rasio mol ALSD/Monoetanolamina (1:4) diperoleh konversisebesar 86,25%
SISTEM DIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING Indrawati, Indrawati
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.373 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v15i1.719

Abstract

Kulit merupakan lapisan terluar dari tubuh yang berfungsi sebagai lapisan pelindung. Sebagai lapisan pelindung, kulit  sering mengalami infeksi. Penyakit infeksi yang terjadi pada kulit   paling umum biasanya dideteksi oleh seorang dokter melalui pemeriksaan medis. Namun pada artikel ini digunakan aplikasi dimana kepakaran dokter dalam mendiagnosa penyakit kulit diganti oleh sistem pakar. Sistem ini dirancang agar dapat mendiagnosa penyakit kulit dengan menggunakan metode Fuzzy Multi Creteria Decision Making. Dengan metode ini ditetapkan alternatif tertinggi atau terbaik dari sejumlah alternative berdasarkan beberapa gejala yang dirasakan pasien. Dari hasil pengujian pada sistem ini diketahui bahwa tingkat keberhasilan sistem pakar diagnosa penyakit kulit pada manusia sebesar 87%. Rata-rata kategori yang menyatakan aplikasi sangat baik adalah 51%, sedangkan 43% dinyatakan dengan nilai baik dan 6% dinyatakan dengan kategori cukup.Kata kunci: Penyakit kulit, fuzzy, kriteria
SINTESA SURFAKTAN NON IONIK COCO DILAURILAMIDA MELALUI REAKSI ESTER AMIDASI ENZIMATIS Kurniasih, Eka
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.667 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v15i1.523

Abstract

Di Indonesia permintaan akan kebutuhan surfaktan terus meningkat setiaptahunnya dan Indonesia juga masih membutuhkan impor surfaktan dalam jumlahyang besar. Sebagian besar surfaktan yang diproduksi masih menggunakanminyak bumi sebagai bahan baku, sementara cadangan minyak bumi terusmenipis dan tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, seiring denganperkembangan teknologi kini surfaktan dapat diproduksi dengan bahan bakualternatif yang berasal dari sumber daya alam yang ramah lingkungan dan mudahterdegradasi. Coco dilaurilamida merupakan salah satu surfaktan alkanolamidayang berfungsi sebagai bahan penstabil dan pengembang busa. Coco dilaurilamidaadalah sebutan yang diberikan pada surfaktan yang diperoleh dari reaksi asamlaurat (C12H23COOH) dengan dietanolamina menggunakan bahan baku minyakkelapa murni (VCO), dimana VCO ini mengandung asam laurat yang tinggi.Sintesa surfaktan non ionik dari minyak kelapa murni (VCO) dilakukan melaluitahap esterifikasi pada temperatur 650C menggunakan katalis H2SO4 (10% v/v)selama 2 jam. Setelah tahap esterifikasi, dilanjutkan dengan tahap amidasimenggunakan biokatalis enzim Rhizomucor meihei dengan rasio 0,1%, 0,2%,0,3%, 0,4%, 0,5% (b/b) dan rasio mol metil laurat terhadap dietanolamina 1:1,1:2, 1:3, 1:4, 1:5 (b/v) pada temperatur 500C selama 4 jam. Setelah waktu reaksitercapai diperoleh dua lapisan. Coco dilaurilamida berada pada lapisan atas,sedangkan hasil samping berupa air pada lapisan bawah. Dari hasil penelitiandiketahui proses produksi optimum berada pada rasio enzim Rhizomucor meihei0,1% (b/b), rasio mol metil laurat : dietanolamina 1:1 dan temperature 500Cdengan konversi sebesar 82,5%.
PEMBUATAN HIDROXYAPATITE DARI LIMBAH TULANG SAPI MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL Wardana, M Yuri
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.482 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v15i1.510

Abstract

Hidroxyapatite yang dihasilkan berasal dari limbah tulang sapi dengan menggunakan metode sol-gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hidroxyapatite yang baik dengan variasi suhu (T = 400, 500, 600) 0C dan waktu (t = 3, 4, 5, 6) jam didalam furnance melalui uji densitas dan karakterisasi. Konsentrasi HCl optimum pada sintesis prekursor CaCl2 adalah 1 M dan volume H3PO4 optimum pada sintesis hidroxyapatite adalah 25 mL. Densitas terbaik yang diproleh adalah 2,95 gr/mL dengan suhu 500 0C dan waktu 6 jam. Hidroxyapatite terbaik dikarakterisasi dengan XRD dan FTIR. Hasil yang diperoleh pada XRD menunjukan kristalintas sampel yang tinggi dengan dibuktikan melalui peak yang tajam dan sempit. Sedangkan pada FTIR, bilangan gelombang 500 sampai 1500 cm-1 menunjukan adanya gugus PO43-, pada bilangan gelombang 3500 sampai 3650 cm-1 menunjukan adanya gugus OH dan pada bilangan gelombang 3500 sampai 3650 cm-1 menunjukan adanya gugus CaO.
PENERAPAN K3 DI LABORATURIUM KIMIA ANALISIS POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE Fitriah, Nurul
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.384 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v15i1.520

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) laboraturium adalah sebuah instrumen yangberperan untuk memproteksi pekerja (mahasiswa/teknisi) sekitar dari suatu bahayaakibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajibterpenuhi tentunya oleh lembaga perguruan tinggi. Keselamatan dan KesehatanKerja (K3) perlu diterapkan sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan akibatkerja dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal yang berpotensimenimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja (praktek) serta tindakanantisipatif apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Tujuannya adalahuntuk menciptakan tempat kerja yang aman ,sehat sehingga dapat menekanserendah mungkin resiko kecelakaan dan penyakit. Laboraturium Kimia AnalisisPoliteknik Negeri Lhokseumawe merupakan objek yang akan diteliti tentangseberapa baik tingkat penerapan K3-nya. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan survey (pengamatan), pengumpulan datakualitatif (kuisioner) sert waawancara. Menurut hasil observasi, tingkatKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Politeknik Negeri Lhokseumawetermasuk dalam kategori cukup baik namun belum maksimal. Hal ini dibuktikandari masih banyaknya persentase kesadaran para pihak pengguna laboraturiumbaik dari kalangan dosen/teknisi maupun mahasiswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 2 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi More Issue