cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
ISSN : 1693248X     EISSN : 25491202     DOI : -
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi atau boleh disingkat dengan nama JSTR, berfokus pada banyak Aspek Teknik Kimia, seperti: Teknik Reaksi Kimia, Teknik Kimia Lingkungan, Energi Fosil dan Terbarukan, serta Sintesis dan Pengolahan Material.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi" : 9 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS TEBU DALAM PEMBUATAN SILICA GEL Iqbal, Muhammad
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.741 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v14i1.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh asam kuat dan asam lemah terhadap karakteristik Silica Gel yang dihasilkan dan pengaruh waktu penyimpanan terhadap rendemen Silica Gel. Bahan baku yang digunakan yaitu abu ampas tebu. Pengarangan ampas tebu dilanjutkan dengan pengabuan ampas tebu pada suhu 700°C. Natrium silikat dibuat dengan melarutkan 50 gram abu ampas tebu menggunakan 1 L NaOH 1 N disertai pengadukan dan pemanasan selama 1 jam. Filtrat (natrium silikat) ditambahkan dengan larutan asam (H2SO4, CH3COOH dan C6H8O7.H2O) dengan konsentrasi 0,8 M hingga mencapai pH 7. Gel yang terbentuk didiamkan dengan variasi waktu yaitu 1, 2 dan 3 hari, kemudian disaring dan dicuci dengan aquades, serta dikeringkan dalam oven dengan suhu 120°C selama 2 jam. Dari hasil penelitian diperoleh rendemen sebesar 8,24 %, kadar air sebesar 2 % dan keasaman sebesar 1,57 % mmol/gr. Berdasarkan karakterisasi dengan spektrofotometri IR, Silica Gel telah berhasil dibuat ditandai dengan munculnya serapan gugus fungsi –OH dan silanol pada panjang gelombang 3.415,93 – 3.464,15 cm-1 dan Si-O-Si pada panjang gelombang 1.132,21 cm-1; 1.153,43. Karakteristik Silica Gel yang dihasilkan hampir sama dengan Silica Gel komersial. Absorptifitas terbaik didapat pada SG 3.H2SO4 dengan daya adsorpsi 7.624 mg/gr dan efisiensi adsorpsi 75,2 %.
SINTESIS BIODIESEL DARI CPO METODE NON-ALKOHOL DENGAN BIOKATALIS ENZIM PAPAIN TERSUSPENSI Risnarno, Angga
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.325 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v14i1.539

Abstract

Sintesis biodiesel menggunakan biokatalis mampu memperbaiki kelemahan katalisalkali yang tidak bercampur homogen, sehingga pemisahannya mudah danmampu mengarahkan reaksi secara spesifik tanpa adanya reaksi samping yangtidak diinginkan. Namun penggunaan biokatalis di lingkungan beralkoholmenyebabkan biokatalis terdeaktivasi secara cepat dan stabilitasnya memburuk.Penelitian ini melakukan sintesis biodiesel melaluli rute non-alkoholagar aktivitas dan stabilitas biokatalis tetap tinggi. Biokatalis yang digunakanadalah enzim papain dalam bentuk tersuspensi. Metil asetat sebagai penyuplaigugus alkil direaksikan dengan trigliserida dari minyak kelapa sawit. Reaksi inidilakukan dalam reactor batch. Analisa biodiesel yang dilakukan yaitu analisabilangan asam, densitas, viskositas dan kandungan ester (GC). Kondisi optimaluntuk menghasilkan biodiesel dengan yield dan kualitas yang baik berada padaperbandingan reaktan 1:6. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan padakondisi optimal adalah sebesar 63,67%, angka asam 1,04 (mg KOH/garam),densitas 0,8769 gram/ml dan viskositas 2,65 mm2/s. Dari penelitian inididapatkan 20% rantai asam lemak pada CPO terkonversi menjadi ester.
PENGGUNAAN ADSORBEN KULIT KACANG TANAH UNTUK PENYISIHAN LOGAM BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) DALAM AIR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM KOLOM Haikal, Muhammad
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.49 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v14i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika, pengaruh faktor aktivasi fisika dan aktivasi kimia, efisiensi penyisihan menggunakan adsorben kulit kacang tanah dengan sistem kolom terhadap logam besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air sumur. Penelitian dilakukan dengan volume sampel 10 liter air dilewatkan ke kolom yang berisi adsorben 100 g kulit kacang tanah berukuran 30/40 mesh, dengan laju alir 4 L/menit. Kulit kacang tanah yang digunakan terdiri dari 2 jenis yaitu yang telah diaktivasi secara fisika dan aktivasi kimia dengan H2SO4 1N. Sampel air yang digunakan adalah air sumur dari Politeknik, Paloh Punti, dan limbah artifisial dengan konsentrasi 100 mg/L Fe dan Mn. Pengontakan dilakukan secara sirkulasi dalam kolom selama 30, 60, 90, 120, 150, 180, 240 menit. Konsentrasi Fe dan Mn setelah adsorpsi diukur setiap waktu menggunakan alat spektrofotometer serapan atom dan kinetika adsorpsi Lagergren. Dari penelitian ini didapatkan efisiensi penyisihan logam Fe sebesar 98,52% pada air sumur paloh punti dengan adsorben yang diaktivasi kimia, sedangkan efisiensi penyisihan logam Mn sebesar 77% pada limbah artifisial dengan adsorben yang diaktivasi kimia. Pengaruh aktivasi adsorben sangat berpengaruh pada efisiensi penyisihan logam, dimana adsorben yang diaktivasi memiliki tingkat efisiensi penyisihan yang lebih tinggi.
PENGARUH KITOSAN TERHADAP SIFAT ANTI MIKROBA EDIBEL COATING Kadir, Abdul
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.624 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v14i1.538

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan sebagaiedible coating terhadap mutu daging sapi yang disimpan pada suhu refrigeratorselama 4 hari. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu pembuatan kitosandan pembuatan edible coating. Rancangan percobaan yang digunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan dua kali ulangan.Konsentrasi kitosan yang digunakan sebagai perlakuan sebesar 1%, 1,5%,dan 2% serta 0% (sebagai pembanding). Karakterisasi kitosan yang digunakanadalah kadar air 10%, kadar abu 1,5%, derajat deasetilasi 80,42% dan rendemen 20%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan kitosan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap nilai pH dan kadar air daging sapi. Daging sapi yang diberi perlakuan kitosan 1%, 2% dan 3% mampu menghambat kemunduran mutu akibat mikroba. Hasil uji TPC (Total Plate Count) untuk daging sapi yang diberi perlakuan kitosan 1%, 1,5% dan 2% memiliki nilai TPC yang lebih rendah dibandingkan daging sapi kontrol, yaitu sebesar 3,1 x 105 ,1,9 x 105 dan 3,3 x 103, sedangkan daging sapi kontrol memiliki nilai yang lebih tinggi selama penyimpanan 4 hari, yaitu sebesar 2,8 x 106.
REMOVAL ION Cu2+, Fe2+, Pb2+ DALAM LIMBAH DENGAN SISTEM KOLOM MENGGUNAKAN BIOADSORBEN KULIT KACANG TANAH Zaini, Halim
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.383 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v14i1.545

Abstract

Penyisihan limbah logam berat dalam air telah banyak dilakukan dengan berbagai metode. Namun metode yang relatif, efektif dan efisien dengan menggunakan metode adsorpsi sistem kolom sebagai bahan penyerap bioadsorben yang berasal dari kulit kacang tanah. Pada penelitian ini variabel tetap adsorben yang digunakan seberat 50 gr, ukuran partikel -30/+40 mesh dan volume adsorbat sebesar 10 L, laju alir 4 L/menit. Variabel bebas waktu adsorpsi 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 135, 150 menit dan adsorben tanpa aktifasi serta aktifasi fisik dan akti-fasi kimia (H2SO4 1N dan NaOH 1N). Hasil penelitian menunjukan proses ad-sorpsi logam Cu2+ , Fe2+, Pb2+, Cr6+ dipengaruhi oleh waktu removal dan aktifator. Persen removal tertinggi terjadi pada logam Pb2+ (60 menit, 99,09 %), untuk logam berat Cu2+ (150 menit: 77,76 %) dan Fe2+ (55,90 %) tertinggi pada waktu removal 135 menit dengan adsorben terbaik yang diaktifasi dengan larutan NaOH 1N.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN PROSES TRANSTERIFIKASI ULTRASONIK DAN KATALIS ENZIM NOVOZYM Zulfina, Ida
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.049 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v14i1.541

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memproduksi biodiesel dengan menggunakan bijikaret sebagai bahan baku serta mengkaji pengaruh konsentrasi katalis asam dansuhu reaksi terhadap spesifikasi biodiesel, dengan menggunakan aplikasiultrasonik, serta mendapatkan karakteristik biodiesel tersebut. Biji karetdikeluarkan dari cangkang nya sehingga didapat biji karet dalam (kernel),kemudian biji karet di keringkan setengah kering setelah itu dilakukanpengepresan. Minyak biji karet dimurnikan dengan (ASAM SULFAT) untukmenghilang kotoran dan dipanaskan untuk menghilangkan air yang ada dalamminyak, minyak biji karet sebanyak 100 ml direaksikan dengan methanol, dengan rasio terhadap methanol 1: 6 mol, dan ditambahkan katalis enzim novozym, dan di variasikan sebanyak 0,2%, 0,3%, 0,4% dan direaksikan dengan waktu transterifikasi ultrasonik selama 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, 150 menit pada temperatur 50oC. Biodiesel yang diperoleh dianalisa density, angka asam, rendemen, gas cromatography dan nilai angka cetana. Hasil analisa karakteristik biodiesel berupa nilai asam, 0,64 mg KOH, densitas 0,8745 gr/ml dan rendemen 65,59% menunjukkan pada konsentrasi enzim novozym 0,4% yang memenuhi baku mutu biodiesel berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI).
PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN SILICA GEL Syahril, Aan
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.868 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v14i1.537

Abstract

Penelitian pembuatan silica gel dari abu sekam padi ini bertujuan untuk mengetahuiwaktu operasi optimum, konsentrasi NaOH terbaik dan karakteristik silicagel yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan variasi waktu 40, 50,60, 70 dan 80 menit, variasi konsentrasi NaOH 1 M, 2 M dan 3 M. Penelitianini menghasilkan waktu reaksi optimum untuk konversi silika yaitu 60 menitdan untuk rendemen pada waktu 70 menit dengan konversi silika 98% danrendemen 24,73%. Konsentrasi NaOH paling optimum dalam reaksi denganabu sekam padi adalah 3M dengan kadar air sebesar 2% dan keasaman sebesar1,35 mmol/gr. Berdasarkan karakterisasi dengan spektrofotometri IR, silica geltelah berhasil dibuat ditandai dengan munculnya serapan gugus fungsi –OHdan silianol pada panjang gelombang 3.471,86 – 3.456,43 cm-1 dan Si-O-Siatau siloksan pada panjang gelombang 1.110,99 cm-1; 1.101,35. Karakteristiksilica gel yang dihasilkan hampir sama dengan silica gel komersial. Absortifitasterbaik didapat pada SG 70.3 (silica gel pada waktu 70 menit dengan konsentrasiNaOH 3M) dengan daya adsorpsi 9,952 mg/gr dan efisiensi adsorpsi99,5%.
PEMBUATAN TAHU DARI KACANG KEDELAI DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN PENGGUMPAL IE KULOH SIRA Nanda, Lisa
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.623 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v14i1.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan volume ie kuloh sirakon-vensional dan terproteksi terhadap tahu yang dihasilkan serta menentukanwaktu optimum untuk menghasilkan tahu dengan rasa yang enak dan warnayang baik pa-da rendemen tertinggi. Sari kacang kedelai dipanaskan selama 15menit pada suhu 90°C kemudian digumpalkan dengan penambahan ie kulohsira konvensional dan terproteksi masing-masing 20, 25, 30, 35, dan 40 ml danmelanjutkan penggum-palan 15, 20, 25, 30, dan 35 menit. Tahu yang telahterbentuk dianalisa rendemen, uji organoleptik terhadap rasa dan warna, ujikadar protein, dan uji cemaran logam. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan ie kuloh sira konvensional lebih tinggi rendemennya dibandingkanie kuloh sira terproteksi dan waktu optimum un-tuk menghasilkan tahu yangterbaik yaitu pada waktu 35 menit.
PENYISIHAN KONSENTRASI COD LIMBAH CAIR DOMESTIK SISTEM BATCH MENGGUNAKAN ADSORBEN FLY ASH BATUBARA Muallim, Firdaus
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.508 KB) | DOI: 10.30811/jstr.v14i1.540

Abstract

Fly Ash adalah bagian dari sisa pembakaran batubara yang berbentuk partikel halus dan abu tersebut merupakan bahan anorganik yang terbentuk dari perubahan bahan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan adsorben fly ash batubara dalam mengadsorpsi konsentrasi COD limbah cair domestik berdasarkan persentase penyisihan COD (% R) yang diperoleh, serta dapat menghitung parameter kinetika isoterm adsorpsi. Penelitian dilakukan dengan proses adsorpsi sistem batch dengan adsorben fly ash batubara. Limbah cair domestik yang diuji berasal dari drainase Kota Lhokseumawe menuju waduk Gampong Pusong Kota Lhokseumawe. Dalam penelitian ini konsentrasi COD air waduk Kota Lhokseumawe sebesar 2275 divariasikan 100, 200, 300, 400 dan 500 ppm diadsorpsi dengan adsorben fly ash 1,0; 1,5; dan 2,0 gram, dan ukuran partikel 80 dan 100 mesh. Proses adsopsi sistem batch dilakukan dengan kecepatan pengadukan 150 rpm, waktu kontak 90 menit. Persentase COD terbaik adalah 92,42 dengan konsentrasiCOD 100 ppm, adsorben 2 gram dan ukuran partikel 100 mesh mampuditurunkan hingga 7,58 ppm.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 2 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi More Issue