Tropical Animal Science
Published by Universitas Boyolali
ISSN : 25417215     EISSN : 25417223
Tropical Animal Science is a scientific journal published by Animal Science Department, Faculty of Animal Science, Boyolali University consistently published two times a year in May and November aims to publish information and original research results on animal science including breeding and genetics, feeding and nutrition, reproduction, biotechnology, physiology, management, socio-economics, products technology, microbiology, and other related topics in relation to animal science.
Articles 4 Documents
Tampilan Produksi Susu Sapi Perah akibat Substitusi Rumput Gajah dengan Jerami Padi Amoniasi yang Disuplementasi Daun Ubi Kayu Suhardi, Suhardi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): Tropical Animal Science
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Boyolali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.127 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi sampai sejauh mana tampilan produksi susu sapi perah akibat pemberian jerami padi amoniasi yang disuplementasi daun ubi kayu dan Soyxyl sebagai pengganti sebagian rumput gajah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 16 ekor sapi perah laktasi pada bulan ke-1, 2, 3 dan 4, rumput gajah (RG), konsentrat, jerami padi amoniasi (JPA), daun ubi kayu (DUK) dan protein bypass merk soyxyl. Parameter yang diamati meliputi: konsumsi pakan (BK), produksi susu, dan konsentrasi glukosa darah. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan analisis ragam dan jika terdapat pengaruh akan dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata (P˃0,05)  antara perlakuan T0, T1, T2, dan T3 terhadap konsumsi pakan (BK), produksi susu, dan konsentrasi glukosa darah.
Pengaruh Fortifikasi Pupuk Organik Berbahan Baku Feses Sapi Potong dan Feses Ayam Niaga Pedaging dilihat dari Kandungan Bahan Organik Sunu, Prayogi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): Tropical Animal Science
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Boyolali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.598 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh feses ayam niaga pedaging sebagai pencampur feses sapi potong untuk bahan baku pembuatan pupuk organik dari aspek kandungan bahan organik dan mengetahui pengaruh pemberian pupuk hasil fortifikasi. Materi yang digunakan adalah feses sapi potong sebanyak 930 kg, feses ayam niaga pedaging 270 kg, EM4 2,4 liter. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (R) yaitu: R0 : feses sapi potong 100% (50 kg); R1 : feses sapi potong 85% (42,5 kg) + feses ayam niaga pedaging 15% (7,5 kg), R2  : feses sapi potong 70% ( 35 kg) + feses ayam niaga pedaging 30% (15 kg); R3 : feses sapi potong 55% (27,5 kg) + feses ayam niaga pedaging 45 (22,5 kg) dengan enam kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan bahan organik dari R0, R1, R2, dan R3, masing-masing 43.071%, 34.075%, 27,815%, dan 36.098%. Analisis hasil variansi menunjukkan bahwa rata-rata bahan organik yang tidak menggunakan kotoran ayam broiler komersial (R0) lebih tinggi daripada menggunakan setiap perlakuan kompos.
Pengaruh Suplementasi Monensin dalam Total Digestible Nutrient (TDN) Ransum yang Diturunkan pada Produksi dan Komposisi Susu Sapi FH Laktasi Purwadi, Purwadi; Widiyanto, Widiyanto; Sudjatmogo, Sudjatmogo
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): Tropical Animal Science
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Boyolali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.845 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  suplementasi monensin dalam TDN ransum yang diturunkan terhadap produksi dan komposisi susu sapi Friesian Holstein (FH) laktasi.  Penelitian ini dirancang dalam 4 perlakuan (T0: Ransum dengan total digestible nutrient (TDN) 73% + monensin 0 mg, T1: Ransum dengan TDN 73% + monensin 50 mg/ ekor/ hari, T2: Ransum dengan TDN 68%  + monensin  200 mg/ ekor/ hari, T3: Ransum dengan TDN 68% + monensin 300 mg/ ekor/ hari), 4 kali ulangan dan dikelompokan berdasarkan bulan laktasi 3, 5, 7 dan 9 bulan.  Variabel pengamatan meliputi a) konsumsi bahan kering, b) konsumsi protein kasar, c) konsumsi TDN, e) produksi susu, f) produksi protein susu, g) produksi lemak susu dan h) produksi laktosa susu.  Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh suplementasi monensin dalam TDN ransum yang diturunkan terhadap konsumsi ransum dan terhadap produksi dan komposisi susu  (P<0,05).  Pada T0, T1, T2 dan T3 menunjukkan jumlah konsumsi ransum adalah  11,37; 10,89; 10,94 dan 11,65 kg/hari konsumsi bahan kering (BK); 1,58; 1,51; 1,51 dan 1,59 kg/hari protein kasar (PK) ; dan 8,27; 7,9; 7,44 dan 7,94 kg/hari TDN.  Jumlah produksi susu adalah 10,5950; 10,8675; 10,2734 dan 11,0601 kg/ ekor/ hari (4%FCM); produksi protein susu  adalah 0,3134; 0,3108; 0,2900 dan 0,3170 kg/ ekor/ hari ; produksi lemak susu adalah 0,4113; 0,4191; 0,4040 dan 0,4521 kg/ ekor/hari; dan produksi laktosa susu adalah 0,4451; 0,4400; 0,4158 dan 0,4236 kg/ ekor/hari.  Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan suplementasi monensin dalam TDN ransum yang diturunkan terhadap produksi dan komposisi susu sapi Friesian Holstein (FH) laktasi, yang berarti monensin menunjukkan pengaruh pada pola fermentasi rumen menuju efisiensi penggunaan energi.
Pengaruh Pembedaan Kualitas Konsentrat pada Tampilan Ukuran-Ukuran Tubuh dan Kosumsi Pakan Pedet FH Betina Lepas Sapih Purwadi, Purwadi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): Tropical Animal Science
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Boyolali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.495 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembedaan kualitas konsentrat terhadap pertumbuhan ukuran-ukuran tubuh, bobot badan dan konsumsi pakan pedet FH betina lepas sapih. Penelitian ini menggunakan 12 ekor pedet FH betina lepas sapih, bobot badan rata-rata 84,25 ± 15,16 kg (CV= 18,62%), rata-rata tinggi pundak awal 90,56 ± 4,86 cm (CV= 5,73 %), rata-rata panjang badan awal 75,15 ± 5,43 cm (CV= 2,23 %), rata-rata lingkar dada awal 104,98 ± 5,87 cm (CV= 5,59 %), rata-rata panjang tulang carpus awal 3,30 ± 0,61 cm (CV= 18,48 %), rata-rata tulang metacarpus awal 15,79 ± 1,91 cm (CV= 7,45 %).  Pakan penelitian yang digunakan adalah rumput gajah dan formulasi konsentrat I dan formulasi konsentrat II dengan perbedaan protein kasar (PK) dan total digestibel nutrien (TDN).  Parameter yang diukur antara lain pertambahan bobot badan, dan ukuran-ukuran tubuh meliputi lingkar dada (LD), panjang badan (PB), tinggi pundak (TP), panjang tulang carpus dan metacarpus, serta konsumsi pakan.  Penganbilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan umur pedet yaitu rata-rata 3,5 bulan. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua perlakuan  dan masing-masing diulang enam kali.  Semua data dianalisa secara statistik menggunakan uji t dengan peluang kesalahan 5%

Page 1 of 1 | Total Record : 4