cover
Contact Name
prayogi sunu
Contact Email
prayogisunuspt@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
tasubyindonesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Tropical Animal Science
Published by Universitas Boyolali
ISSN : 25417215     EISSN : 25417223     DOI : -
Tropical Animal Science is a scientific journal published by Animal Science Department, Faculty of Animal Science, Boyolali University consistently published two times a year in May and November aims to publish information and original research results on animal science including breeding and genetics, feeding and nutrition, reproduction, biotechnology, physiology, management, socio-economics, products technology, microbiology, and other related topics in relation to animal science.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Pengaruh Suplementasi Monensin dalam Total Digestible Nutrient (TDN) Ransum yang Diturunkan pada Produksi dan Komposisi Susu Sapi FH Laktasi purwadi, purwadi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): Tropical Animal Science
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of the present study was to determine the effect of monensin supplementation in the steped-down tdn ration on milk production and it’s composition of lactating friesian holstein cattle. The experiment was conducted in 4 treatments that are T0: 73% TDN rations without monensin; T1: 73% TDN rations with 50 mg/cow/d monensin; T2: 68% TDN rations with 200 mg/cow/d monensin; T3: 68% TDN rations with 20024 Mei 2017mg/cow/d monensin. In every treatment was replied in 4 times in group of 3,4,5 and 6 mounth of lactation. The variabel were observed are dry matter intake, crude protein consumtion, TDN consumtion, milk production, milk protein production, milk fat production and milk lactose production. The results showed that Supplementation of monensin shows no significant different in feed consumption, milk production and composition (P>0,05). The value of observed parameter in each treatment in ration consumtion is 11,37; 10,89; 10,94 and 11,65 kg/d of dry mater intake; 1,58; 1,51; 1,51 and 1,59 kg/d of crude protein; and 8,27; 7,9; 7,44 and 7,94 kg/d of TDN. Morover,the value of production is 10,5950; 10,8675; 10,2734 and 11,0601 kg/ cow/ d of milk (4%FCM); 0,3134; 0,3108; 0,2900 and 0,3170 kg/ cow/d of milk protein production.; 0,4113; 0,4191; 0,4040 and 0,4521 kg/ cow/d of milk fat production; 0,4451; 0,4400; 0,4158 and 0,4236 kg/ cow/d of milk lactose production- respectively for T0, T1, T2 and T3. It is conclusded that monensin supplementation on steped-down ration TDN not change the ration consumtion and milk production and composition, that’s means monensin tended to increase the energy efficiency.Key words: Frisien Holstein lactation, monensin, milk production, ration consumtion
Pengaruh Fortifikasi Pupuk Organik Berbahan Baku Feses Sapi Potong dan Feses Ayam Niaga Pedaging dilihat dari Kandungan Bahan Organik Sunu, Prayogi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): Tropical Animal Science
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh feses ayam niaga pedaging sebagai pencampur feses sapi potong untuk bahan baku pembuatan pupuk organik dari aspek kandungan bahan organik dan mengetahui pengaruh pemberian pupuk hasil fortifikasi. Materi yang digunakan adalah feses sapi potong sebanyak 930 kg, feses ayam niaga pedaging 270 kg, EM4 2,4 liter. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (R) yaitu: R0 : feses sapi potong 100% (50 kg); R1 : feses sapi potong 85% (42,5 kg) + feses ayam niaga pedaging 15% (7,5 kg), R2 : feses sapi potong 70% ( 35 kg) + feses ayam niaga pedaging 30% (15 kg); R3 : feses sapi potong 55% (27,5 kg) + feses ayam niaga pedaging 45 (22,5 kg) dengan enam kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan bahan organik dari R0, R1, R2, dan R3, masing-masing 43.071%, 34.075%, 27,815%, dan 36.098%. Analisis hasil variansi menunjukkan bahwa rata-rata bahan organik yang tidak menggunakan kotoran ayam broiler komersial (R0) lebih tinggi daripada menggunakan setiap perlakuan kompos.Kata kunci : ayam niaga pedaging, bahan organik, fortifikasi, sapi potong
Pengaruh Pemberian Sorgum dan Kulit Pisang yang Terhidrolisis NaOH Terhadap Konsumsi Pakan dan Pertambahan Bobot Badan Harian pada Ayam Broiler Sunu, Prayogi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): Tropical Animal Science
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sorgum dan kulit pisang yang terhidrolisis dalam ransum broiler sebagai upaya untuk memanipulasi efek negatif tanin terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan pada ayam bloiler. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Percobaan Pemeliharaan Ternak Unggas, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang. Materi yang digunakan adalah 160 ekor DOC jantan, yang dipelihara dalam 20 petak kandang, setiap petak diisi 8 ekor ayam. Bahan baku yang digunakan untuk penyusunan ransum adalah kulit pisang, sorgum, jagung, dedak halus, bungkil kedelai, tepung ikan, meat bone meal, dan premix. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang didapat diujikan menggunakan analisis ragam. Jika terdapat perbedaan rata rata antara pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan. Perlakuan yang diberikan selama penelitian adalah sebagai berikut: T0 = ransum kontrol menggunakan jagung, tanpa kulit pisang maupun sorgum. T1 = ransum dengan sorgum 30%, yang sebelumnya direndam larutan NaOH 10% selama 15 menit. T2 = Ransum dengan sorgum 43% yang sebelumnya direndam larutan NaOH 10% selama 15 menit. T3 = Ransum dengan kulit pisang 30% yang sebelumnya direndam larutan NaOH 10% selama 15 menit. T4 = Ransum dengan kulit pisang 43% yang sebelumnya direndam larutan NaOH 10% selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat konsumsi ransum, pengggunaan sorgum dan kulit pisang yang terolah memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertambahan bobot badan (P<0,05). Pada parameter pembentukan bobot harian, nilai ransum kulit pisang paling kecil jika dibandingkan dengan ransum sorgum maupun kontrol. Berdasarkan Konsumsi ransum antar perlakuan tidak berbeda nyata tetapi konsumsi tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol yang disusul dengan perlakuan pemberian ransum dengan kulit pisang lalu sorgum. Tingkat konsumsi yang tinggi ini menunjukkan bahwa ransum yang diberikan dapat diterima oleh setiap ayam broiler sehingga pakan ini dapat diaplikasikan langsung pada ternak
Pengaruh Pembedaan Kualitas Konsentrat pada Tampilan Ukuran-Ukuran Tubuh dan Kosumsi Pakan Pedet FH Betina Lepas Sapih purwadi, purwadi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): Tropical Animal Science
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembedaan kualitas konsentrat terhadap pertumbuhan ukuran-ukuran tubuh, bobot badan dan konsumsi pakan pedet FH betina lepas sapih. Penelitian ini menggunakan 12 ekor pedet FH betina lepas sapih, bobot badan rata-rata 84,25 ± 15,16 kg (CV= 18,62%), rata-rata tinggi pundak awal 90,56 ± 4,86 cm (CV= 5,73%), rata-rata panjang badan awal 75,15 ± 5,43 cm (CV= 2,23%), rata-rata lingkar dada awal 104,98 ± 5,87 cm (CV= 5,59%), rata-rata panjang tulang carpus awal 3,30 ± 0,61 cm (CV= 18,48%), rata-rata tulang metacarpus awal 15,79 ± 1,91 cm (CV= 7,45%). Pakanpenelitian yang digunakan adalah rumput gajah dan formulasi konsentrat I dan formulasi konsentrat II dengan perbedaan protein kasar (PK) dan total digestibel nutrien (TDN). Parameter yang diukur antara lain pertambahan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh meliputi lingkar dada (LD), panjang badan (PB), tinggi pundak (TP), panjang tulang carpus dan metacarpus, serta konsumsi pakan. Penganbilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan umur pedet yaitu rata-rata 3,5 bulan. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan masing-masing diulang enam kali. Semua data dianalisa secara statistik menggunakan uji t dengan peluang kesalahan 5%. Simpulan penelitian ini adalah bahwa formulasi konsentrat I dan formulasi konsentrat II dapat menjadi pakan bagi pedet FH betina lepas sapih dan layak untuk dijadikan calon induk pengganti.
Tampilan Produksi Susu Sapi Perah akibat Substitusi Rumput Gajah dengan Jerami Padi Amoniasi yang Disuplementasi Daun Ubi Kayu suhardi, suhardi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): Tropical Animal Science
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi sampai sejauh mana tampilan produksi susu sapi perah akibat pemberian jerami padi amoniasi yang disuplementasi daun ubi kayu dan Soyxyl sebagai pengganti sebagian rumput gajah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 16 ekor sapi perah laktasi pada bulan ke-1, 2, 3 dan 4, rumput gajah (RG), konsentrat, jerami padi amoniasi (JPA), daun ubi kayu (DUK) dan protein bypass merk soyxyl. Parameter yang diamati meliputi: konsumsi pakan (BK), produksi susu, dan konsentrasi glukosa darah. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan analisis ragam dan jika terdapat pengaruh akan dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata (P˃0,05) antara perlakuan T0, T1, T2, dan T3 terhadap konsumsi pakan (BK), produksi susu, dan konsentrasi glukosa darah.Kata kunci : Jerami padi amoniasi, Daun ubi kayu, Rumput gajah, Suplemen protein

Page 1 of 1 | Total Record : 5