Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal)
ISSN : 20884435     EISSN : 23553863
Bhamada, Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penelitian maupun non hasil penelitian di bidang: 1. ilmu-ilmu keperawatan 2. ilmu-ilmu kebidanan 3. ilmu-ilmu kesehatan reproduksi yang belum pernah diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah lain.
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 1 (2013)" : 7 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. SOESELO SLAWI Shaemi, Ati; Widyantoro, Wisnu; Oktiawati, Anisa
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.566 KB)

Abstract

Infeksi nosokomial yang paling sering terjadi adalah phlebitis. Phlebitis merupakan inflamasi pada vena yang ditandai dengan adanya daerah yang merah, nyeri dan pembengkakan di daerah penusukan atau sepanjang jalur vena. Upaya penanggulangan infeksi nosokomial ditentukan oleh perubahan perilaku semua orang di rumah sakit yang terlibat dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien. Perilaku petugas kesehatan tentang penerapan pencegahan infeksi nosokomial dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi aspek pengetahuan, sikap petugas serta praktek itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan kejadian phlebitis di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Soeselo Slawi Kabupaten Tegal. Jenis dan Desain penelitian adalah asosiatif kausal dengan desain berbentuk observasional pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 66 responden, teknik sampling menggunakan nonprobability sampling secara aksidental. Analisis bivariat dengan menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial sebagian besar  baik yaitu 39 responden (59,1%), responden tidak mengalami phlebitis yaitu 60 responden (90,9%), hasil uji statisti menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan kejadian phlebitis di RSUD dr. Soeselo Slawi Kabupaten Tegal pada tahun 2013 (p value =0,027).Disarankan RSUD dr. Soeselo untuk meningkatkan kedisiplinan perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien, menerapkan standar operasional prosedur keperawatan dan meningkatkan pendidikan kepada segenap karyawan khususnya perawat.
HUBUNGAN STRESS HOSPITALISASI DENGAN POLA TIDUR ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG MELATI RSU KARDINAH TEGAL Yuniawati, Titin; Khodijah, Khodijah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.357 KB)

Abstract

Stress hospitalisasi merupakan perasaan tertekan pada anak yang disebabkan oleh krisis fisik maupun psikis pada saat anak sakit dan dirawat di rumah sakit. Hal ini dapat menimbulkan berbagai respon, salah satunya perubahan pola tidur pada anak usia prsekolah selama menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan stress hospitalisasi dengan pola tidur anak usia prasekolah di ruang melati RSU Kardinah Tegal. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien usia prasekolah yang dirawat di ruang melati RSU Kardinah Tegal sebanyak 30 anak dengan tehnik porposiv. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi checklist. Data dianalisis dalam bentuk tabel frekuensi dan secara bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Sebagian besar anak usia prasekolah yang dirawat di ruang melati RSU Kardinah Tegal mengalami stress hospitalisasi yaitu sebanyak 23 anak (76,7%). 2) Sebagian besar responden tidurnya <11jam perhari yaitu sebanyak 24 anak (80%). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan stress hospitalisasi dengan pola tidur anak usia prasekolah yang ditandai dengan perolehan nilai chi-square dilihat dari tabel fisher’s Eact Test menunjukan nilai 0,001 nilai signifikasi = 0,001 yang lebih kecil dari 0,05.
HUBUNGAN TERAPI BEKAM DENGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI DI DESA SADITAN KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES TAHUN 2012 Salma, Hanifah; Kurnianto, Joko; Prastiani, Dwi Budi
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.995 KB)

Abstract

Darah kotor atau racun harus dikeluarkan dari tubuh kita, karena dapat menyebabkan terjadinya penyakit, dimana sistem peredaran darah tidak bisa berjalan dengan lancar. Penyumbatan darah ini menyebabkan penyakit hipertensi yang mana menyebabkan adanya peningkatan tekanan darah di atas normal (/ 140/90 mmHg). Dengan metode bekam, penyakit ini dapat disembuhkan dengan cara penghisapan kulit/ membersihkan penyumbatan darah, angin, dan racun dalam tubuh kita, melalui permukaan kulit yang kemudian ditampung di dalam gelas (cup) yang higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan terapi bekam dengan penurunan tekanan darah tinggi di Desa Saditan Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah penderita hipertensi di Desa Saditan Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes sebanyak 32 orang dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat terapi bekam, tensi meter atau sphygmomanometer, stetoskop dan check list. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk tabel frekuensi dan secara bivariat dengan menggunakan uji statistik dengan rumus chi- square. Hasil penelitian menunjukan bahwa penderita hipertensi banyak diderita perempuan. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi bekam dapat menurunkan tekanan darah tinggi penderita hipertensi untuk semua umur, baik laki-laki maupun perempuan, yang ditandai dari perolehan nilai person chi square sebesar 18,83 denan nilai signifikasi sebesar 0,001< 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Bagi masyarakat yang menderita hipertensi, disarankan melakukan terapi bekam 1 bulan 1x, karena terapi bekam dapat menurunkan tekanan darah.
EFEKTIFITAS REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN ASAM URAT DI DESA PENERKECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 Rizwijaya, Wiet; Erviana, Vina
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.867 KB)

Abstract

Penyakit Asam urat yang dikenal sebagai penyakit gout adalah penyakit yang diakibatkan karena penimbunan kristal monosodium asam urat di dalam tubuh. Asam urat merupakan kristal – kristal yang berbentuk sebagai hasil metabolisme zat purin, bentuk turunan dari nukleoprotein. Gangguan asam urat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah, yang menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di daerah persendian sehingga menimbulkan rasa sakit. Salah satu cara untuk menurunkan kadar asam urat dengan mengkonsumsi rebusan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat di Desa Pener tahun 2013. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk tabel frekuensi dan secara bivariat dengan menggunakan uji Paired-Sampel t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberhasilan rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat Di Desa Pener Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal dalam mengkonsumsi rebusan daun salam sebanyak (18 orang) mengalami penurunan dan yang tidak berhasil dalam melakukan penurunan kadar asam urat sebanyak ( 6 orang). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan ada pengaruh rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat di Desa Pener 2013 yang ditandai dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < taraf signifikan 0,05. Penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk mencari penanganan lain dalam menurunkan kadar asam urat selain menggunakan rebusan daun salam.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT BHAKTI ASIH BREBES Aeni, Inayatul; Hidayati, Sri; Hakim, Arief Rakhman
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.61 KB)

Abstract

Kepemimpinan merupakan segala hal yang bersangkutan dengan pemimpin dalam menggerakkan, membimbing dan mengarahkan orang lain agar melaksanakan tugas dan mewujudkan sasaran yang ditetapkan. Seorang pemimpin harus mampu memilih perilaku kepemimpinan yang sekiranya tepat untuk dilaksanakan, dibutuhkan suatu gaya kepemimpinan (leadership style) dan kemampuan berkomunikasi (the communication capability) dalam bentuk komunikasi yang efektif bagi seorang pemimpin agar dapat menumbuhkan niat baik dan dukungan dari bawahannya. Kinerja merupakan penampilan hasil karya personel baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi. Kinerja menjadi isu dunia saat ini. Hal tersebut terjadi sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau pelayanan yang bermutu tinggi. Rendahnya suatu kinerja diakibatkan gagalnya pelaksanaan suatu hasil kerja secara optimal. Sebagian besar kegagalan bekerja diakibatkan oleh kegagalan komunikasi. Dan seringkali kegagalan kepemimpinan diakibatkan karena lemahnya kemampuan berkomunikasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan dan komunikasi kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes yang berjumlah 66 orang. Sampel dalam penelitin ini dihitung dengan tekhnik purposive sampling sehingga didapat jumlah sampel sebanyak 42 perawat pelaksana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan dan komunikasi kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana dengan nilai F hitung > dari F tabel yaitu 111,647, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan untuk melakukan refreshing terhadap kemampuan kepemimpinan Kepala Ruang dalam mengelola pelayanan keperawatan serta meningkatkan kemampuan komunikasi bagi Kepala Ruang sehingga dapat terjadi transfer of knowledge di lingkup keperawatan.
PERBEDAAN KINERJA PERAWAT ANTARA YANG MELAKUKAN DOKUMENTASI MENGGUNAKAN SIM KEPERAWATAN DENGAN DOKUMENTASI MANUAL DI RSUD BANYUMAS DAN RSI PKU MUHAMADIYAH KAB. TEGAL Hadi, Prasetio; Budianto, Agus; Rizwijaya, Wiet
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.772 KB)

Abstract

Dokumentasi keperawatan sangat diperlukan sebagai bukti dari apa yang telah perawat lakukan untuk memulihkan kesehatan pasien. Oleh sebab itu dokumentasi keperawatan merupakan hal yang sangat vital dan penting dalam proses keperawatan.Namun pelaksanaan pendokumentasian keperawatan di tatanan nyata,unit pelayanan keperawatan terutama dirumah sakit yang ditemukan masih banyaknya perawat yang belum dan kurang lengkap dalam mendokumentasikan semua tindakan yang telah dilakukan pada pasien dari mulai pasien masuk sampai pulang. proses pendokumentasian keperawatan ini banyak dikeluhkan baik oleh perawat itu sendiri maupun oleh orang luar karena prosesnya yang cukup memakan waktu. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari pendokumentasian tersebut sudah semestinya kita memanfaatkan teknologi komputer untuk membantu proses ini. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Banyumas dan RSI PKU Muhamadiyah Kab. Tegal dengan jumlah populasi 50 dengan pengambilan sampel jenuh. Proses pengumpulan data dengan data sekunder. Analisa data dilakukan independent t-test. Hasil dari penelitian ini adalah ada perbedaan kinerja perawat antara yang melakukan dokumentasi menggunakan SIM Keperawatan dengan dokumentasi manual dibuktikan dengan independent t-test di dapatkan bahwa nilai thitung 6,627 > ttabel = 2,021 dan nilai signifikansinya Sig.(2-tailed) sebesar 0,0001 dimana nilai tersebut (α < 0,05), yang berarti Ho ditolak.
PENGARUH AROMA TERAPI JAHE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA GUMAYUN KECAMATAN DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL Alfiani, Rizka Adi; Irawan, Deni
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.683 KB)

Abstract

Berdasarkan data Lancet (2008), jumlah penderita hipertensi di seluruh dunia terus meningkat. Di India, misalnya, jumlah penderita hipertensi mencapai 60,4 juta orang. Di bagian lain di Asia, tercatat 38,4 juta penderita hipertensi, di Indonesia, mencapai 17-21 % dari populasi penduduk dan kebanyakan tidak terdeteksi. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan 16 orang mengalami sakit kepala saat tekanan darahnya meningkat, hasil wawancara dengan 3 pasien mengatakan sering melakukan tarik nafas dalam pada saat mengalami nyeri kepala tetapi belum pernah menggunakan aroma terapi jahe. Pada pasien hipertensi biasanya gejala yang muncul adalah nyeri dibagian belakang kepala atau leher, disertai rasa pusing dan kunang-kunang, biasanya nyeri kepala pada pasien hipertensi disebabkan karena tekanan darahnya tinggi. Mengetahui ada tidaknya pengaruh aroma terapi jahe pijat terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien hipertensi di Desa Gumayun Kecamatan Dukuhwaru kabupaten Tegal. Desain penelitian yang digunakan adalah “Quasi Eksperiment Deseign” atau eksperimen semu yaitu bentuk desain eksperimen yang tidak menggunakan kelompok kontrol tetapi hanya menggunakan kelompok perlakuan ( Alimul,2003 ). Sampel 19 orang instrument penelitian menggunakan format ceklist. Perlakuan diberikan berupa aroma terapi jahe selama 15 menit. Analisa menggunakan uji t- tes. Ada pengaruh yang bermakna antara aroma terapi jahe terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien hipertensi di Desa Gumayun Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal dengan analisis didapat nilai signifikan 0,000 (ρ value < 0,05). Saran bagi pasien hipertensi yang mengalami nyeri kepala diharapkan dapat melakukan penenganan nyeri kepala secara sederhana yaitu dengan aroma terapi jahe.

Page 1 of 1 | Total Record : 7