Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal)
ISSN : 20884435     EISSN : 23553863
Bhamada, Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penelitian maupun non hasil penelitian di bidang: 1. ilmu-ilmu keperawatan 2. ilmu-ilmu kebidanan 3. ilmu-ilmu kesehatan reproduksi yang belum pernah diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah lain.
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 10 No 1 (2019)" : 10 Documents clear
MUSIK KARAWITAN JAWA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KELURAHAN KAGOK KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL Oktiawati, Anisa; Rakhman, Arif; ., Khodijah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.606 KB)

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan populasi lansia di Indonesia dapat menimbulkan berbagai permasalahanterkait aspek medis, psikologis, ekonomi, dan sosial. Seiring dengan permasalahan yang dialami lansia,juga berdampak terhadap penurunan kualitas hidup lansia. Berbagai hal dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, salah satunya dengan menggunakan musik karawitan jawa sebagaialternatif teknik terapi.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian musik karawitan jawa terhadap kualitas hidup lansia di DesaKagok Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal.Metode: Merupakan penelitian quasi eksperimental dengan rancangan One Group Pre-Post test Design.Penentuan sampel menggunakan analisis kategorik berpasangan dengan jumlah sampel 16 lansia. Lansiadiminta untuk mengisi kuesioner tentang kualitas hidup kemudian selama 3 hari berturut-turutdiperdengarkan musik karawitan jawa kutut manggung selama 30 menit. Setelah 3 hari dilakukanpengisian kuesioner kembali. Analisis data menggunakan wilcoxon test karena data tidak terdistribusinormal.Hasil: Menunjukkan perubahan skor kualitas hidup sebelum dan sesudah diberikan musik karawitan jawayaitu dari 1,38 menjadi 2,00 dengan p value 0,002 (p value < 0,005). Hasil uji statistik menunjukanadanya perbedaan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.Kesimpulan: Musik karawitan jawa mampu meningkatkan kualitas hidup lansia. Pemberian musikkarawitan jawa dapat menjadi landasan pengembangan ilmu keperawatan dalam memberikan asuhankeperawatan gerontik yaitu sebagai intervensi mandiri dalam mengatasi masalah yang terjadi pada lansia.  
PENGGUNAAN MINI POSTER TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI DESA KARANG ANYAR KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN TEGAL ., Masturoh; ., Siswati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.221 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan peringkat ketujuh tertinggi di dunia untukjumlah produksi rokok dan sudah menempati posisi negara ke empat dengan jumlahperokok terbanyak di dunia. Selain itu proposi perokok laki-laki usia muda di Indonesiamerupakan yang tertinggi di Asia. Bahkan perokok usia sekolah 15-19 tahun meningkatdua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir dan perokok laki-laki meningkat empat kalilipat selama 20 tahun terakhir. Perilaku merokok merupakan perilaku sebagian besarmasyarakat, walaupun sudah mengetahui bahaya merokok. Metode penelitian inimenggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian iniadalah remaja yang merokok di Desa Karanganyar Kecamatan KedungbantengKabupaten Tegal sejumlah 30 orang pada bulan februari 2019. Analisis yang digunakandalam penelitian ini adalah analisis bivariat dengan uji beda Wilcoxon. Hasil penelitiandidapatkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang bermakna penggunaan mini posterterhadap perilaku merokok pada remaja dengan nilai p>0,05 (0,83). Selain itu jugaterdapat penurunan konsumsi rokok 1,73 kali lebih besar setelah penggun aan miniposter. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat pengaruh yang bermakna penggunaanmini poster terhadap perilaku merokok pada remaja. Saran bagi para perokok diharapkanagar menyadari bahaya merokok bagi kesehatan, dampaknya bukan hanya diri sendiritetapi juga pada keluarga dan lingkungan.
Pengaruh Peran Aktif Kader Kesehatan Terhadap Kunjungan Neonatus Lengkap Di Posyandu Desa Timbangreja Wilayah Kerja Puskesmas Lebaksiu Kabupaten Tegal Setyatama, Ike Putri
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.678 KB)

Abstract

Di Kabupaten Tegal pada tahun 2017 terjadi 171 kematian neonatal dan puskesmasyang paling rendah cakupan kunjungan neonatus lengkapnya adalah puskesmas Lebaksiu,dimana tahun 2015 kunjungan neonatus lengkap 96,7%, di tahun 2016 kunjungan neonatuslengkap 96,2% dan pada tahun 2017 terjadi angka penurunan kunjungan neonatus lengkapyaitu 77,7% dimana target dari kunjungan neonatus lengkap yaitu 88% (Dinkes KabTegal,2017). Di Puskesmas Lebaksiu jumlah kader kesehatan seluruhnya ada 285 orang tetapiyang aktif hanya 243 orang (85%) dan terdapat satu desa dengan keaktifan kader paling rendahadalah desa Timbangreja dengan 67%, dimana kader terbilang aktif jika memenuhi target 80%sehingga hasil tersebut belum mencapai cakupan keaktifan kader.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Peran Aktif Kader KesehatanTerhadap Kunjungan Neonatus Lengkap Di Posyandu Desa Timbangreja Wilayah KerjaPuskesmas Lebaksiu Kabupaten Tegal Tahun 2018. Desain penelitian: penelitian kuantitatifdengan metode survey, dan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah30 orang, yaitu kader kesehatan yang bertugas di desa Timbangreja wilayah kerja PuskesmasLebaksiu. Penelitian ini mengunakan total samplimg, sehingga seluruh populasi merupakansampel penelitian. Data yang digunakan adalah data sekunder jumlah kehadiran kaderkesehatan dan jumlah kunjungan neonatus dalam setahun.Berdasarkan perhitungan Kendall’stau dengan α = 0,05 diperoleh nilai p sebesar 0,04,koefisiensi korelasi 0,536; artinyaHubungan peran aktif kader dengan kunjungan neonatuslengkap adalah signifikan, kuat dan searah. Hasil uji statistik pengaruh dengan RegresiLogistik, diperoleh nilai Sig. 0,007, hal tersebut berarti ada pengaruh peran aktif kaderkesehatan terhadap kunjungan neonatus lengkap di Posyandu Desa Timbangreja wilayah kerjaPuskesmas Lebaksiu Kabupaten Tegal tahun 2018, dan kedua varibel tersebut salingmempengaruhi, dengan nilai B sebesar 12,6 yang berarti bahwa kader yang aktif akanberpengaruh 12,6 kali lebih besar terhadap kelengkapan kunjungan neonatus.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS PANGKAH KABUPATEN TEGAL Pamuji, Siti Erniyati Berkah; Fitriani, Yuni; ., Masturoh
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.399 KB)

Abstract

Masa nifas adalah masa setelah melahirkan selama 6 minggu atau 40 hari. Prosesini dimulai setelah selesainya persalinan dan berakhir setelah alat-alat reproduksikembali seperti keadaan sebelum hamil/tidak hamil. Selama waktu tersebut padaseorang ibu nifas seringkali terjadi masalah tanda-tanda bahaya masa nifas diantaranyaperdarahan post partum, lochea yang berbau busuk, subinvolusi uterus, nyeri pada perutdan pelvis, pusing yang berlebihan, suhu tubuh ibu >38˚C, mastitis, baby blues dandepresi postpartum. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, angka kematian ibu diKabupaten Tegal pada tahun 2015 sebanyak 33 orang, 5 orang (15,15%) meninggalpada masa hamil, 10 orang (30,30%) meninggal pada saat persalinan dan 18 orang (54,55%) meninggal pada masa nifas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahayanifas di Puskesmas Pangkah Kabupaten Tegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor umur,pendidikan, pengalaman melahiran dan keterpaparan informasi terhadap pengetahuanibu nifas tentang tanda bahaya nifas. Faktor pendidikan memiliki hubungan yang eratdengan pengetahuan ibu nifas, sedangkan faktor pengalaman melahirkan, keterpaparaninformasi memiliki hubungan yang sedang dengan pengetahuan ibu nifas. Faktorpekerjaan hampir tidak berhubungan dengan pengetahuan ibu nifas. Diharapkan ibunifas meningkatkan pengetahuan dalam perawatan masa nifas, meningkatkankemampuan dalam melakukan deteksi dini tanda bahaya nifas dan faktor resikonya sertasegera melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan bila menemukan tanda bahayasehingga tidak terlambat dalam penatalaksanaannya.  
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANAK USIA 10-12 TAHUN Sunarni, Yuni; Santi, Eka; Rachmawati, Kurnia
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.532 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kebugaran jasmani bermanfaat bagi anak sekolah untuk menunjang gerak fisik dan daya tahan jantung paru, yang salah satunya dipengaruhi oleh indeks massa tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling terhadap 77 anak usia 10-12 tahun terdiri dari laki laki 44 dan 33 perempuan MIN 9 Hulu Sungai Tengah tahun 2018. Penilaian Tingkat Kebugaran Jasmani menggunakan metode rockpot/single test. Dilakukan pengukuran antropometri untuk indeks massa tubuh. Analisis menggunakakan uji korelasi spearman.. Hasil: Berdasarkan uji korelasi spearman pada subjek keseluruhan didapatkan hubungan korelasi negatif yang lemah antara indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani, didapatkan nilai p < 0,005 (p=0,009) sangat bermakna pada interval kepercayaan 95% dan nilai koefisien korelasi r = -0,297 menunjukkan bahwa semakin tinggi IMT semakin rendah TKJ. Diskusi: Indeks Massa Tubuh (IMT) mempengaruhi pengukuran terhadap tingkat kebugaran jasmani. Disarankan kepada anak usia 10-12 meningkatkan pengeluaran energi dengan aktifitas fisik.
KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TRIMESTER III Damailia, Herlina Tri; Nurhapsari, Rizqi Amalia
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.837 KB)

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi terutama selama masa kehamilan. Pemberian tablet Fe merupakan salah satu program pemerintah Indonesia untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil. Kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dikatakan baik apabila ibu hamil mengkonsumsi semua tablet Fe dari jumlah, cara minum, dan waktu yang tepat selama kehamilan. Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe juga dipengaruhi beberapa faktor, yang menurut hasil penelitian Alifah (2016) kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe yaitu pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, kunjungan ANC, dan efek tablet Fe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kenaikan kadar hemoglobin ibu hamil trimester III. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian adalah Preeksperimental dengan design One Group pretest-posttest. Populasi penelitian sebanyak 40 ibu hamil. Teknik pengambilan sample dengan menggunakan total sampling yang diambil pada bulan Maret – April 2018. Analisis data dengan menggunakan uji T-Test Dependent. Data dianalisis menggunakan uji statistik T-Test Dependent dihasilkan p-value 0.001 atau α < 0,05 maka Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa kenaikan kadar Hb dipengaruhi oleh kepatuhan responden mengkonsumsi tablet Fe. Saran dalam penelitian ini diharapkan ibu hamil agar mengkonsumsi tablet Fe dengan cara yang benar yaitu minum 1 kali sehari selama periode masa kehamilan minimal 90 tablet, meminum dengan cara yang benar dengan menggunakan air putih atau air jeruk, dan waktu minum yang benar yaitu diminum pada malam hari untuk mencegah mual dan dianjurkan melakukan pemanfaatan antenatal care untuk mendapat pengawasan terhadap konsumsi tablet Fe
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN TEH (Camellia sinensis L) TERHADAP SIFAT FISIK DEODORANT STICK Cahyanta, Agung Nur; Istriningsih, Endang; Zen, Dinar Anggia; Gautama, Tomy Sugiarto
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.035 KB)

Abstract

Rasa percaya diri seseorang akan meningkat bila badannya berbau harum dan segar. Kebersihan dan bau badan merupakan hal penting dalam higienitas dan penampilan seseorang. Bau badan sangat berhubungan dengan sekresi keringat seseorang dan adanya pertumbuhan mikroorganisme. Deodorant stick merupakan kosmetika yang diformulasikan khusus untuk mengatasi bau badan, yang berfungsi untuk mengurangi keringat karena mengandung zat astringen dan antimikroba yang berguna mencegah pertumbuhan mikroba pada keringat. Salah satu tanaman yang berkhasiat obat dikenal dan digunakan oleh masyarakat ialah tanaman Teh (Camellia sinensis L) yang mengandung Tanin. Menurut Hara (1993) mengemukakan bahwa tanin dapat dipakai sebagai antimikroba, juga berkhasiat sebagai astringen. Ekstrak adalah suatu produk hasil pengambilan zat aktif dari tanaman menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian pelarutnya diuapkan kembali sehingga zat aktif ekstrak menjadi pekat. Sifat fisik dan karekteristik deodorant stick sangat dipengaruhi oleh komposisi penyusunnya, faktor formulasi sangat berpengaruh terhadap kualitas deodorant yang dihasilkan, salah satu penyusun dalam formulasi deodoran stick adalah ekstrak daun Teh sebagai zat aktif. Variasi konsentrasi ekstrak daun Teh 5% (formula X1), 10% (formula X2) dan 15% (formula X3) berpengaruh terhadap sifat fisik deodorant stick yang dihasilkan, pada uji organoleptis diperoleh warna dan kepadatan yang berbeda untuk tiap formula. Analisis data uji waktu leleh menggunakan One Way ANOVA diperoleh nilai signifikan 0,019 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa pada taraf kepercayaan 95% menunjukkan ada pengaruh yang nyata perbedaan konsentasi ekstrak daun Teh terhadap waktu leleh deodorant stick, dengan waktu leleh tercepat pada formula X1 sebesar 64,66 menit. Pada analisis data uji titik lebur menggunakan One Way ANOVA diperoleh nilai signifikan 0,019 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa pada taraf kepercayaan 95%, ada pengaruh yang nyata perbedaan konsentrasi ekstrak daun Teh terhadap titik lebur deodorant stick, dengan titik leleh terendah adalah pada formula X1 dengan suhu 44oC. Pengujian keamanan deodorant stick dengan uji iritasi akut dermal diperoleh bahwa pada ketiga formula nilai indeks iritasi menunjukkan kriteria iritan sangat ringan (rentang 0,0–0,4).
PENGARUH TEKNIK PELVIC ROCKING DENGAN BIRTHING BALL TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I TD, Christin Hiyana; ., Masini
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.322 KB)

Abstract

Persalinan yang lama menyebabkan ibu mengalami stress dan kelelahan lebih lama sehingga rasa nyeri akan meningkat. Berbagai upaya fisiologis dilakukan untuk mencegah persalinan lama, seperti senam hamil, teknik nafas dalam, Pelvic Rocking dengan Birthing Ball yang mendukung persalinan membantu merespon rasa sakit dengan cara aktif dan mengurangi lama persalinan kala I fase aktif. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh teknik pelvic rocking dengan birthing ball terhadap lama persalinan kala I fase aktif.Jenis penelitian ini adalah Pre Experiment dengan rancangan Statistic Group Comparison.Penelitian dilakukan di 2 BPM dengan sampel 15 ibu bersalin dengan teknik konvensional dan 15 dengan pelvic rocking dengan penilaian menggunakan Partograf. Data di analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney Tes.Hasil penelitian teknik konvensional 5 (33,3%) orang mengalami persalinan lambat, 6 orang (40%) normal, 4 orang (26,7%) cepat. Persalinan dengan Pelvic Rocking dengan Birthing Ball 1 (6,6%) orang mengalami persalinan lambat, 4 orang (26,7%) normal, 10 orang (66,7%) cepat. Hasil p-value sebesar 0,006, sehingga ada pengaruh Pelvic Rocking Dengan Birthing Ball terhadap Lama Persalinan Kala I Fase Aktif. Tenaga kesehatan yang memberikan pertolongan persalinan dapat menggunakan teknik Pelvic Rocking dengan Birthing Ball sebagai alternatif dalam mempercepat persalinan kala I fase aktif. Teknik Pelvic Rocking dengan Birthing Ball bersifatpraktis dan efektif dalam mempercepat proses persalinan kala I, sehingga dapat disosialisasikan kepada ibu hamil.
Faktor Risiko Kejadian Kista Ovarium Pada Wanita Usia Reproduksi di RSKIA Kasih Ibu Kota Tegal Fatkhiyah, Natiqotul
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.375 KB)

Abstract

Kista ovarium adalah suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium,cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh selaput yang terbentuk dari lapisan terluar ovariumKista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Kista ovarium merupakansalah satu bentuk penyakit reproduksi yang menyerang wanita. Terjadinya kista atau tumorkarena adanya pertumbuan sel-sel otot polos pada ovarium yang jinak. Walupun demikiantidak menutup kemungkinan untuk menjadi tumor ganas atau kanker Beberapa faktor yangdapat meningkatkan risiko kejadian kista ovarium diantaranya faktor genetik, paritas, statusekonomi, status gizi dan anemis serta penggunaan bahan kimia. Tujuan penelitian untukmengidentifikasi faktor risiko kejadian kista ovarium pada wanita usia reproduksi di RSIAKasih Ibu Tegal.Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian survey desktiptif dengan pendekatan crosssectional. Pengambilan sampel secara keseluruhan (sampling jenuh). Pengumpulan datapenelitian dengan dokumentasi data rekam medik ruamah sakit. Analisis data secara univariatberdasarkan nilai frekuensi dan peresentase variabel penelitian.Hasil penelitian diketahuifaktor risiko ibu dengan frekeunsi dominan pada kejadian kista ovarium yaitu multipara, usia20-45 tahun, anemia ringan sebesar 11 ibu (42,3%); dan berat badan < 50 kg sebesar 7(26,9%).
PENGARUH CAKUPAN ASI ESKLUSIF TERHADAP BERAT BADAN BAYI DI DESA TEMPURAN KECAMATAN DEMAK KABUPATEN DEMAK Hudaya, Isna; Susanto, Herry
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.098 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI Esklusif selama 6 bulan pertama dapat meningkatkan pertumbuhandan perkembangan anak secara optimal, akan tetapi kadang masih sulit untuk diterapkan denganberbagai latar belakang adat kebiasaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh cakupan ASIEsklusif terhadap berat badan bayi di Desa Tempuran, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analytic comparative observasional danpendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner dan lembar observasi. Jumlahresponden sebanyak 156 bayi dengan usia 7-36 bulan dengan teknik purposive sampling. Analisisyang digunakan adalah Mann Whitney U–test. Hasil: Responden (bayi) dengan ASI Esklusifmemiliki rata- rata berat badan 6,89 sedangkan rata-rata berat badan bayi yang diberikan ASI tidakeksklusif yaitu 7,403 kg. Analisis bivariate menunjukkan p-value sebesar 0,000. Simpulan: ratarata berat badan bayi yang diberikan ASI tidak eksklusif lebih besar dari rata-rata berat badan bayi yang diberikan ASI eksklusif. Hal ini disebabkan karena bayi mendapatkan sumber nutrisi dari berbagai makanan yang diberikan selain pemberian ASI.

Page 1 of 1 | Total Record : 10