cover
Contact Name
RIZKI SOFIAN
Contact Email
rizki_sofians@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
rizki_sofians@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Quality: Jurnal Kesehatan
ISSN : 19784325     EISSN : 26552434     DOI : -
Core Subject : Health,
Quality Jurnal Kesehatan aims to facilitate researchers, especially in the field of health to disseminate the results of his research. And disseminate knowledge to build new knowledge to the general public.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Pengaruh Konsumsi Air Kelapa Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Tarwoto, Tarwoto; Mumpuni, Mumpuni; Widagdo, Wahyu
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2018): Quality Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes RI Jakarta 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.676 KB)

Abstract

Pemberian suplemen tinggi kalsium dalam penanganan tekanan darah masih diperdebatkan dan belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian minuman alami tinggi kalsium berpengaruh terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pre test post test one group desain. Responden pada penelitian ini adalah 30 orang lansia yang tinggal di Panti Werdha Budi Mulia 3 Margaguna Jakarta Selatan. Kriteria inklusi adalah semua lansia dengan hipertensi yang mendapat obat hipertensi. Pada minggu pertama selama 7 hari berturut-turut dilakukan pengukuran tekanan darahnya pada pagi hari. Selanjutnya pada minggu kedua responden yang sama  setiap hari selama 7 hari diberikan minuman alami tinggi kalsium yaitu air kelapa muda hari sebanyak 3 x 250 ml yang diberikan pada pagi, siang dan sore hari. Selama intervensi lansia dengan hipertensi minum obatnya tetap dilakukan. Setiap hari responden diukur tekanan darahnya pada pagi hari. Hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh yang bermakna pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap tekanan darah systole dan diatole (Pv = 0,000, α = 0,05). Tidak terhadap hubungan antara IMT dan jenis kelamin dengan tekanan darah systole dan diatole pada pasien hipertensi. Tidak terdapat hubungan antara  penyakit penyerta dengan tekanan darah sistole (Pv systole=0,086), namun terdapat hubungan antara penyakit penyerta dengan tekanan darah diastole (Pv diastole = 0,027). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah pemberian minuman alami tinggi kalsium (air kelapa muda)  dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan untuk individu yang mengalami hipertensi. Kata kunci : minuman alami tinggi kalsium, air kelapa muda, hipertensi  
Efektifitas Peyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Media Video Melalui WhatsApp Dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan Gigi Dan Mulut Di Panti Asuhan Yos Sudarso Jakarta Kristianto, Jusuf; Priharti, Dwi; Abral, Abral
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2018): Quality Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes RI Jakarta 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.693 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan perilaku anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan gigi tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar dengan menggunakan alat bantu atau media yang tepat dan sesuai. Upaya promotif sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan mempunyai dua sisi yakni sisi ilmu dan seni. Sisi seni, yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan, merupakan penunjang bagi program-program kesehatan lain untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya tidak terkecuali kesehatan gigi dan mulut. Sebagian besar penduduk menyikat gigi setiap hari saat mandi pagi atau mandi sore. Kebiasaan benar menyikat gigi penduduk Indonesia hanya 2,3% (Riskesdas, 2013). Metode penelitian menggunakan Quasi experiment with control group design. Penelitian dilakukan pada dua kelompok intervensi. Jumlah sampel sebanyak 30 untuk kelompok intervensi maupun kontrol. Uji statistik menggunakan dependent t-test, independent t-test. Pada penelitian ini terlihat terjadi penurunan OHIS yang siknifikan  dari 2,1 turun menjadi 1,162 Pada kelompok dengan Program  menyikat gigi dan  disertai pemberian penyuluhan disertai video melalui WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan terhadap peningkatan kebersihan gigi dan mulut antara kelompok yang diberikan intervensi WhatsApp dan kelompok yang tidak diberikan WhatsApp, di mana p = 0,001< 0,05, Hasil Penelitian menunjukkan penyuluhan dengan demonstrasi disertai video menyikat gigi terbukti meningkatan derajat kebersihan mulut (OHIS)pada anak asuh di Yos Sudarso , Cilandak Jakarta Selatan Disarankan kepada tenaga kesehatan gigi untuk menggunakan modifikasi penyuluhan disertai demostrasi menyikat gig dan diperkuat dengan video melalui WhatsApp agar dapat meningkatkan derajat kebersihan mulut yang pada akhirnya akan menurunkan angka kejadian gigi berlubang Kata Kunci: Video Interaktif WhatsApp, Peran,Pengasuh, Derajat Kebersihan Gigi dan Mulut ( OHIS )
Pengaruh Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Terhadap Penurunan Dismenore Primer Pada Remaja Putri Puspita, Erlin
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2018): Quality Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes RI Jakarta 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.982 KB)

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri yang dialami remaja putru saat menstruasi. Dismenore primer disebabkan ketidakseimbangan hormone progesterone dalam darah, prostaglandin dan psikologi. Dismenore sering dialami oleh sebagian besar wanita. Dari data yang didapat, dismenore mengganggu 50% wanita masa reproduksi dan 60-85% pada usia remaja yang mengakibatkan banyaknya ketidakhadiran di sekolah. SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) merupakan salah satu teknik non farmakologi untuk mengurangi dismenore primer pada remaja putri Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh SEFT terhadap pengurangan dismenore primer pada remaja putri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan November 2017, menggunakan quasi eksperimen dalam satu kelompok (one group pre test-post test design) di SMPIT Putradarma. Pengambilan sampling dilakukan dengan total sampling berjumlah 97 orang. Analisis penelitian menggunakan dependen t test (Wilcoxon Signed Rank Test). Hasil penelitian diperoleh rata-rata umur remaja yang menngalami dismenore primer 12 tahun 26 bulan. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dismenore primer sebelum dan sesudah pemberian intervensi SEFT dan terdapat pengaruh intervensi SEFT terhadap penurunan nyeri dismenore primer. Dengan demikian teknik SEFT dapat dijadikan salah satu terapy non farmakologik dalam pengurangan rasa nyeri.
Gambaran Kepuasan Mahasiswa Terhadap Mata Kuliah Pendidikan Budaya Anti Korupsi Di Jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Kemenkes Jakarta I Tahun 2017 Hasibuan, Payung
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2018): Quality Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes RI Jakarta 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.567 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan pendidikan merupakan intangible / jasa yang  tidak bisa dilihat. Salah satu faktor penting untuk menuju sukses tidaknya mahasiswa dalam mengikuti kuliah di lembaga pendidikan adalah adanya pelayanan pendidikanyang baik dan  sesuai harapan bagi mahasiswa. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam pelaksanaan PBM Mata Kuliah Pendidikan Budaya Anti Korupsi (PBAK)  di Jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Kemenkes Jakarta I, tahun 2017. Metodologi Penelitian : penelitian ini merupakan penelitan deskriftif . Sampel  pada penelitian ini ditetapkan secara quota sampling dengan jumlah 38  responden, terdiri dari mahasiswa tingkat II dan III. Hasil penelitian : kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam pelaksanaan PBM dilihat dari lima dimensi kualitas pelayanan  sebagai berikut : dimensi  tampilan (tangibles) 97% puas, Kehandalan 95 % puas,  ketanggapan (responsivenesss) 74% puas, penjaminan (assurance) 97% puas serta dimensi empati (emphaty) 97 % puas. Kesimpulan: Hampir semua mahasiswa menyatakan kepuasan tehadap kinerja dosen dalam pelaksanaan PBM Mata Kuliah PBAK di Jurusan Ortotik Prostetik, namun pada dimensi 3 yaitu ketanggapan masih terdapat kurang optimalnya respon mahasiswa (74 % Puas) dengan alasan padatnya waktu kuliah. Rekomendasi :Perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat penyebab rendahnya dimensi 3, mengenai ketanggapan mahasiswa. Kata Kunci : kinerja dosen, kepuasan mahasiswa, Pendidikan Budaya anti Korupsi, PBAK
Dinamika Aspek Kesehatan dan Ekonomi dalam Kebijakan Pengendalian Minuman Berkarbonasi di Indonesia Mutaqin, Zeni Zaenal
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2018): Quality Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes RI Jakarta 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.723 KB)

Abstract

Konsumsi minuman berkarbonasi di Indonesia selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Peningkatan penyakit tidak menular yang berhubungan dengan konsumsi minuman berkarbonasi seperti obesitas dan diabetes tipe dua mengalami kenaikan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendorong agar semua pemerintah di dunia melakukan upaya pencegahan melalui kebijakan fiskal dan non fiskal. Saat ini di Indonesia belum ada kebijakan untuk mengendalikan konsumsi minuman berkarbonasi. Berdasarkan penelitian sebelumnya dinyatakan faktor ekonomi sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan kebijakan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika faktor kesehatan dan ekonomi dalam pembentukan kebijakan pengendalian minuman berkarbonasi di Indonesia. Metode penelitian  merupakan studi deskriptif dengan metode analisis kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam, penelusuran dokumen, dan telaah litelatur. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor ekonomi lebih diutamakan dari pada faktor kesehatan. Padahal berdasarkan estimasi, kerugian kesehatan secara ekonomi jauh lebih besar dari pada kontribusi pajak dan cukai yang diberikan industri minuman berkarbonasi. Disarankan pemerintah menjadikan faktor kesehatan sebagai prioritas utama dalam pembentukan kebijakan kesehatan. Untuk mencegah tingginya masalah kesehatan yang disebabkan konsumsi minuman berkarbonasi, pemerintah seyogyanya menjadikan minuman berkarbonasi sebagai barang kena cukai. Kata kunci: Kebijakan kesehatan, ekonomi kesehatan,  pengendalian minuman berkarbonasi
Pengaruh Penyuluhan Dengan Media Animasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Makanan Bergizi, Seimbang Dan Aman Bagi Siswa SD 08 Cilandak Barat Jakarta Selatan Tahun 2017 Dewi Haris, Vera Suzana
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2018): Quality Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes RI Jakarta 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.987 KB)

Abstract

Masalah gizi akan berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia, untuk itu pendidikan tentang gizi perlu sekali diberikan pada anak sekolah dasar karena umumnya anak-anak lebih memilih makan jajanan daripada makan masakan ibu di rumah. Media animasi merupakan media pembelajaran yang dapat memberi kemudahan pemahaman siswa dalam pemberian pendidikan/penyuluhan tentang gizi. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas V di SDN 08 Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Data dianalisis menggunakanuji Wilcoxon. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September 2017. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap siswa SD tentang gizi sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan dengan media animasi (nilai p = 0,000). Simpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap siswa SD sesudah pemberian penyuluhan tentang makanan bergizi, seimbang dan aman dengan animasi lebih baik daripada sebelum pemberian penyuluhan. Terdapat pengaruh penyuluhan dengan media animasi terhadap pengetahuan dan sikap siswa SD tentang makanan bergizi, seimbang dan aman. Kata Kunci  : Penyuluhan, gizi, animasi, anak SD, pengetahuan, sikap.  
Perbandingan Tingkat Penerimaan Pasien Anak Penggunaan Chloride Ethyl Dan Benzocaine Gel Dalam Pencabutan Gigi Susu Berdasarkan Facial Image Scale Krisyudhanti, Emma
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2018): Quality Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes RI Jakarta 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.564 KB)

Abstract

Pencabutan gigi susu perlu dilakukan untuk mencegah erupsi gigi tetap tumbuh di tempat yang tidak benar. Bila hal ini dibiarkan akan menyebabkan maloklusi (susunan gigi yang tidak baik dan benar) yang berakibat timbulnya karies, karang gigi, bau mulut sampai gangguan sendi TMJ (Pratiwi, 2009). Sebelum melakukan pencabutan gigi perlu dilakukan anastesi lebih dulu. Saat pencabutan pada umumnya diberikan anestesi lokal, tetapi pada keadaan tertentu dilakukan anastesi umum yang dilakukan oleh dokter spesialis anestesi. Macam-macam bahan anestesi topikal menurut bahan obatnya adalah chloride ethyl, Xylestesin ointment, Xylocain Ointment, Xylocain Spray, dan benzokain (cairan, gel, spray). Tingkat penerimaan anak terhadap prosedur anastesi pencabutan gigi susu dapat diukur dengan  indikator “face image scale” berupa facial hedonic scale. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan pasien anak  terhadap penggunaan anastesi ethyl cholride dan benzocaine gel dalam anastesi pencabutan gigi susu berdasarkan facial image scale. Metode Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan observasi dan deskriptif untuk menggambarkan tingkat penerimaan pasien anak  terhadap penggunaan ethyl cholride dan benzocaine gel dalamprosedur anastesi pencabutan gigi susu berdasarkan facial image scale. Instrumen dalam penelitian ini berupa Instrumen penelitian untuk mengukur tingkat penerimaan pasien adalah Facial Image Scale berupa facial hedonic scale  yang terdiri dari 5 kategori tingkat penerimaan pasien anak terhadap anestetikum topikal berupa chloride ethyl dan benzocaine gel. Sampel sejumlah 60 anak dikelompokkan ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok pasien yang akan dicabut gigi susunya menggunakan anestetikum chloride ethyl sebanyak 30 pasien dan kelompok pasien yang akan dicabut gigi susunya menggunakan anestetikum benzocaine gel sebanyak 30 pasien. Hasil Penelitian mendapatkan bahwa sebanyak 53,3% anak agak kurang menyukai (dislike a little) anastesi chlorethyl saat gigi susunya dicabut dan sebanyak 66,67% anak agak menyukai (like a little) anastesi benzocain gel saat pencabutan gigi susunya. Jika menggunakan anastesi benzocain gel pun, walaupun benzocain gel lebih diterima dibandingkan chloride ethyl, tetap harus dibarengi dengan komunikasi terapeutik yang baik, untuk menghindari reaksi penolakan pencabutan gigi. Bagi pasien anak dengan tingkat kecemasan tinggi sebaiknya dihindarkan penggunaan anastesi chloride ethyl untuk mencabut gigi susu agar anak tidak terkejut dan menjadi takut atau menolak dicabut giginya, dapat menggunakan anastesi benzocain gel untuk pencabutan gigi susu. Dapat disimpulkan bahwa Benzocain gel lebih disukai pasien anak dalam anastesi pencabutan gigi susu. Penelitian ini meyarankan  penggunakan anastesi chloride ethyl dalam pencabutan gigi, hendaknya dibarengi dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik yang baik agar pasien tidak terkejut saat dianestesi, sehingga tidak terjadi reaksi penolakan pencabutan gigi. Kata Kunci: pencabutan gigi susu, facial image scale, chloride ethyl, benocaine gel
Hubungan Preeklamsia Dengan Kejadian Persalinan Preterm di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Nurhayati, Nurhayati
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2018): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes RI Jakarta 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.587 KB)

Abstract

The incidence of preterm birth in developing countries is (5% -7%) per 1000 live births and the prevalence of preterm births in Indonesia is (18.5%). Preeclampsia is one of the causes of high maternal and fetal morbidity and mortality rates in Indonesia. Preeclampsia generally occurs after 20 weeks of pregnancy. Objective: To determine the relationship of preeclampsia to the incidence of preterm labor and other factors affecting preterm birth. Method: An observational study with a case control design at the Tangerang General Hospital. The total cases were 90 people (mothers gave birth to a single baby at 20-36 weeks 'gestation) and there were 100 controls (mothers gave birth to a single baby at ≥37 weeks' gestation). Univariable, bivariable analysis with Chi Square statistical test at significance level p <0.05, 95% CI. Multivariable analysis with logistic regression models was used to estimate the odds ratio and 95% CI risk of preeclampsia / eclampsia in the incidence of preterm birth. Results: Mothers with mild preeclampsia and preeclampsia had a risk of preterm birth (OR: 3.85; 95% CI: 2.06-6.50) compared to non-preeclampsia. Other factors that influence the incidence of preterm birth are a history of preterm and antenatal care. Conclusion: Mothers with preeclampsia are at risk for preterm birth. The incidence of preterm birth was also influenced by a history of preterm and antenatal care.
Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Orang Tua tentang Cara Pemeliharaan Kesehatan Gigi dengan Kejadian Lubang Gigi pada Balita di Posyandu Jeruk Kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan Ngatemi, Ngatemi; Afni, Nur
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2018): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes RI Jakarta 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.162 KB)

Abstract

Child's Dental and Oral Health in Indonesia is still very alarming so it needs serious attention from health workers. The main problem that occurs in the oral cavity is dental caries. PDGI (Indonesian Dentist Association) states that at least 89% of caries sufferers are children. Based on the results of the characteristics of the health survey, the prevalence of dental caries in 3-5 year olds is 81.7%. This study aims to determine the relationship between the characteristics and knowledge of mothers about dental hygiene procedures with the incidence of tooth holes in infants in Posyandu Jeruk, Pondok Labu Village, South Jakarta in 2018. This study was a descriptive study with a cross sectional design. The research sample used total sampling totaling 47 mothers of children aged 4-5 years who came to the Posyandu Jeruk. Data collection through questionnaires and observation of tooth holes by officers. Data analysis was conducted in univariate, bivariate, and multivariate. The results of univariate analysis showed that the incidence of tooth decay was mostly in the high category (57.4%), mother age <32 years (66.6%), high maternal education (66.0%), and knowledge was mostly high (63.8 %). The results of the bivariate analysis, the variables that were significantly related to the incidence of tooth holes were education (p = 0.007 and OR = 9,692), and knowledge (p = 0.004 and OR = 11,250). Whereas the non-mean is age (p = 0.667). The results of multivariate analysis, the dominant variable associated with the incidence of tooth holes in infants is maternal knowledge (OR = 9,068).  
Perilaku Seksual Pranikah Anak Jalanan Tahun 2017 Rahmadani, Siti
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2018): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes RI Jakarta 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.538 KB)

Abstract

Street Children are vulnerable groups in carrying out risky behavior and most street children belong to the category of adolescents so that this becomes a very important problem in risky behavior in adolescents.behavior Sexualis a behavior that aims to attract the opposite sex and activity related to sexual relations conducted in an effort to satisfy sexual urges. The general purpose of this study is to find out the personal and environmental factors of street children sexual behavior in 2017. The research design is descriptive quantitative with a cross sectional approach and interviews with street children. This research instrument uses a structured questionnaire in accordance with the variables studied using primary data. The collected data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate. Statistical test uses Chi Square test. Location used at the Philosophia Foundation School. The study sample with a total population of street children at the Philosophia Foundation School in 2017. The results showed that there were 2 personal variables related to age factors and knowledge and environmental factors found there was 1 variable pornography exposure to premarital sexual behavior on street children. The most dominant factor influencing environmental factors in terms of exposure to pornographic media with p-value 0,000 with OR 2,654 with premarital sexual behavior on street children. Based on the results of the study, it is recommended to form adolescent care health services to overcome adolescent reproductive health problems and be a reference for deviant adolescents. It is expected that street children will increase promotive and preventive efforts in the form of reproductive health counseling on adolescents and peer group activities for early reproductive health education.

Page 1 of 3 | Total Record : 28