cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN" : 10 Documents clear
PENINGKATAN KONSEP DIRI POSITIF SISWA DENGAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Astuti, Winarni Dwi; Yusmansyah, Yusmansyah; Latif, Syaifuddin
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.425 KB)

Abstract

The problem of this research was the positive self concept of students. The aim of this research was to identify if the use of group guidance service could optimize the positive self concept of students. The method used was quasi experimental method with one group pretest and posttest design. Technique in gaining the data was by using self concept scale. The result showed that there is a significant improvement the positive self concept of students score before and after using group guidance services that showed the calculation result of wilcoxon test obtained zoutput = - 2,803 and ztabel = 1, 645, then Ha is accepted and H0 is rejected.Masalah penelitian ini adalah perilaku konsep diri positif siswa. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengggunaan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan konsep diri positif siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data adalah skala konsep diri. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan konsep diri positif siswa sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok yang ditunjukkan hasil perhitungan uji wilcoxon zoutput=-2,803 dan ztable= 1,645,maka Ha diterima dan H0 ditolak.Kata kunci: bimbingan kelompok, konsep diri positif, bimbingan dan konseling
PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK Mertani, Puspita; Latief, Syarifuddin; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.024 KB)

Abstract

The aim of this research was to find out the increase of student social interaction to the peers through group counseling services. The problem in this research was the low of student interaction to the peers. The method used in this research was apparent experiment with one-group pretest-posttest design. Data collecting technique used in this research were sociometry and observation and the subject in this research were 8 students. The analysis results by wilcoxon test showed that zcant = -2,536b<ztabel = 1,645. Ho was rejected and Ha was accepted. It indicated that student social interaction to the peers could be increased through group counseling services.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Masalah dalam penelitian ini adalah interaksi siswa yang rendah dengan teman sebaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini eksperimen semu dengan one-group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sosiometri dan observasi. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa zhitung = -2,536b<ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti interaksi sosial siswa dengan teman sebaya dapat ditingkatkan melalui layanan konseling kelompok.Kata kunci : interaksi sosial, konseling kelompok, siswa.
PENINGKATAN PERILAKU SELF ESTEEM DENGAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII Susanti, Sisca Marya; Yusmansyah, Yusmansyah; Mayasari, Shinta
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.932 KB)

Abstract

The problem of this research was the self esteem of students. The aim of this research was to identify if the use of group counseling service could optimize the self esteem of students. The method used was quasi experimental method with one group pretest and posttest design. Technique in gaining the data was by using observation. The result showed that there is a significant improvement between the self esteem of students score before and after using group counseling services amounted to 42,39%, from the low self esteem results, it obtained zoutput = - 3,06 and ztabel = 1, 645. then Ha is accepted and H0 is rejected.Masalah penelitian ini adalah perilaku self esteem siswa. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengggunaan layanan konseling kelompok untuk meningkatkan perilaku self esteem siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data adalah observasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan antara self esteem siswa sebelum dan setelah diberikan layanan konseling kelompok sebesar 42,39%, berdasarkan penghitungan perilaku self esteem rendah yang diperoleh zoutput=-3,06 dan ztable= 1,645,maka Ha diterima dan H0 ditolak.Kata kunci : konseling kelompok, self esteem, bimbingan dan konseling
HUBUNGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP Jumiyanti, Jumiyanti; Yusmansyah, Yusmansyah; Widiastuti, Ratna
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.261 KB)

Abstract

The objective of this research was to determine the relationship between peers interaction and learning motivation with learning achievement. The method was a quantitative study with a correlational design, and analyzed using product moment correlation. Sample of this research were 90 students. The analysis data showed that there was 1) a significant relationship between peers interaction and learning achievement with indeks rxy = 0.434 > rtable 0,207; which means that Ho was rejected and Ha was accepted, 2) there was a significant relationship between learning motivation and learning achievement with indeks rxy = 0.349 > rtable 0,207; which means that Ho was rejected and Ha was accepted, 3) there was a significant relationship between peers interaction and learning motivation and learning achievement with indeks rxy = 0.446 > rtable 0,207; which means that Ho was rejected and Ha was accepted.Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara interaksi teman sebaya dan motivasi belajar dengan prestasi belajar. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional, kemudian dianalisis menggunakan statistik parametrik korelasi product moment. Sampel penelitian sebanyak 90 siswa. Hasil penelitian menunjukkan 1) ada hubungan yang signifikan antara interaksi teman sebaya dengan prestasi belajar dengan indeks rxy =0,434 > rtabel = 0,207; maka Ho ditolak dan Ha diterima, 2) ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar dengan indeks rxy =0,349 > rtabel = 0,207; maka Ho ditolak dan Ha diterima, 3) ada hubungan yang signifikan antara interaksi teman sebaya dan motivasi belajar dengan prestasi belajar dengan indeks rxy =0,446 > rtabel = 0,207; maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kata kunci : interaksi teman sebaya, motivasi belajar, prestasi belajar
HUBUNGAN ASPIRASI MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XII Widayat, Ari; Giyono, Giyono; Rahmayanthi, Ranni
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.788 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between the aspirations of pursuing education to college with student achievement at class XII of SMA Negeri 1 Abungsemuli in the academic year 2015/2016. This research used quantitative approach. Population was class XII students of SMAN 1 Abungsemuli, while the sample was randomly selected as many as 60 students. Data collection technique used was aspirations scale of pursuing education to college and used the students report. Data were analyzed by using pearson product moment correlation. The result showed that there was a relationship between the aspirations and the student achievement, with the significance level was 0.05.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aspirasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan prestasi belajar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Abungsemuli tahun akademik 2015/2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Abungsemuli, adapun sampel penelitian dipilih secara acak sebanyak 60 siswa. Teknik pengumpulan data adalah skala aspirasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan menggunakan nilai raport siswa. Data dianalisa menggunakan korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara aspirasi dengan prestasi belajar siswa, dengan taraf signifikansi sebesar 0,05.Kata kunci : aspirasi melanjutkan, bimbingan dan konseling, prestasi belajar.
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATAN SELF ESTEEM PADA SISWA KELAS XI Hasanah, Qomarul; Yusmansyah, Yusmansyah; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.301 KB)

Abstract

The purpose of this research was to find out whether group counseling service can increase self esteem. Research problem was the low self esteem of the student. This research was a pre-experimental method with one group pretest-posttest design. The research subjects were 7 students who have low self esteem. Data collection technique was using self esteem scale. The result of data analysis was using the Wilcoxon test, from the results of pretest and posttest of the students self esteem showed that z count = -2,371 < z table = 1,645, it means that Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this research was, group counseling service can increase self esteem student of XI grade students in SMA Negeri 2 Menggala acadmic year of 2015/2016.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa layanan konseling kelompok dapat meningkatkan self esteem siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah self esteem siswa yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 7 siswa yang memiliki self esteem rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self esteem. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest self esteem siswa menunjukkan bahwa z hitung = -2,371 < z tabel = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah layanan konseling kelompok dapat meningkatkan self esteem siswa pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Menggala tahun ajaran 2015/2016. Kata kunci: bimbingan dan konseling, konseling kelompok, self esteem
PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS VIII Iskandar, Leo; Giyono, Giyono; Widiastuti, Ratna
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.762 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know whether group guidance services can be used to increase the interpersonal communication skills of students. The research problem was that students had interpersonal communication skills. This research method was a pre-experimental one group pretest and posttest design. The research subjects were 11 students who had interpersonal communication skills. The data collection technique was using observation. The data analysis was using Wilcoxon test. It showed that students interpersonal communication skills increased 40.22 % and the Zcount=-2.935 < Ztable=1.645. So H0 was rejected and Ha was accepted, it means that students interpersonal communication skills could be increased by using group guidance service.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa layanan bimbingan kelompok dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Metode penelitian ini adalah metode pre-eksperimental dengan menggunakan one group pretest and postest design. Subjek penelitian sebanyak 11 siswa yang memiliki kemampuan komunikasi interpersonal. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal siswa sebesar 40,22 % dan Z hitung = -2,935 < Z tabel= 1,645 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya penggunaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan komunikasi interpersonal siswa.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, komunikasi interpersonal
PENINGKATAN PERCAYA DIRI SISWA MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Larassati, Rini; Yusmansyah, Yusmansyah; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.095 KB)

Abstract

This research aimed to know the increasing of students self confidence usinggroup guidance service. The research problem was found that there are studentswho had low self confidence. The research method was quasy experiment by usingnonequivalent control group design. The research subjects were 10 students whohad low self confidence. The data analysis was using wilcoxon test. It showed thatstudents self confidence increased 22,5% with Sig. = (0,000 < 0,05)so Ha wasreceived, it means that students self confidence can be increased by using groupguidance services.There are some suggestions that we can get from the researchin SMK Penerbangan year 2015/2016 (1) To the councelling teacher, she shouldhold guidance group service by tasking technique for increasing students selfconfidence as one of main program at school; (2) To the next researcher, sheshould do the same research with different subjects.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan percaya dirimenggunakan layanan bimbingan kelompok. Masalah penelitian ini kurangpercaya diri. Metode penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen denganmenggunakan Nonequevalent control group design. Subjek penelitian sebanyak10 siswa yang kurang percaya diri. Analisis data dengan menggunakan ujiwilcoxon menunjukkan peningkatan percaya diri sebesar 22,5% dan diketahuibahwa sig. = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapatpeningkatan percaya diri siswa setelah pengunaan layanan bimbingan kelompok.Adapun saran yang dapat dikemukakan dari penelitian yang telah dilakukan diSMK Penerbangan Bandar Lampung Tahun Ajaran 2015/2016 adalah : (1)Kepada guru Bimbingan dan Konseling dapat mengadakan layanan bimbingankelompok dengan menggunakan teknik penugasan untuk meningkatkan percayadiri siswa, sebagai salah satu program unggulan di sekolah; (2)Kepada Penelitiselanjutnya, dapat melakukan penelitian mengenai masalah yang sama dengansubjek yang berbeda.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, percaya diri
PENGGUNAAN STRATEGI COPING PADA SISWA KELAS X SMK SWADHIPA 2 NATAR DJ, Sespita Darmalia; Giyono, Giyono; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.211 KB)

Abstract

The purpose of this study was to investigate the use of coping strategies in class X. The problem in this research was the use of coping strategies. The method used in this research was descriptive comparisons that were analyzed with statistical methods to determine the percentage of answers from the respondents. Subjects of this study were class X TKJ as many as 40 students. Data collection technique used coping scale. The results of this study showed that students who use PFC are 48% male and 6,7 % female students. Students who use the EFC amounted to 52% boys and 93,3 % girls, which means that gender affects the use of coping strategies in addressing the problem. It can be concluded that the X class of TKJ SMK Swadhipa 2 Natar both men and women use different coping in overcoming the problem.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan strategicoping pada siswa kelas X. Masalah dalam penelitian ini adalah penggunaan strategi coping.Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptifkomparasikemudian dianalisis dengan metode statistik untuk mengetahui tingkat prosentase jawaban dari responden.Subjek penelitian ini siswa kelas X TKJ sebanyak 40 siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan skala coping.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa yang menggunakan PFC sebesar 48% laki-laki dan 6,7% siswa perempuan. Siswa yang menggunakan EFC sebesar 52% siswa laki-laki dan 93,3% siswa perempuan, yang artinya bahwa jenis kelamin mempengaruhi penggunaan strategi coping dalam mengatasi masalah. Dapat disimpulkanbahwa siswa kelas X TKJ SMK Swadhipa 2 Natar baik laki-laki maupun perempuan menggunakan coping yang berbedadalam mengatasi masalah.Kata kunci: bimbingan dan konseling, coping, strategi coping
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII Mulyani, Galuh; Giyono, Giyono; Widiastuti, Ratna
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.917 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the increasing of students study motivaton using group guidance service. The research problem was students who have low study motivation. The research method was pre-experimental by using one group pretest and posttest design. The research subjects were 10 students who have low learning motivation. The data collection technique was using learning motivation scale. The data was analyzed by using wilcoxon test. It showed that students learning motivation increased 40% and Zoutput<Ztable (-2,818<1,645 So, Ho was rejected and Ha was received, it means that group guidance services could improve low study motivation .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan layanan konseling kelompok. Masalah penelitian ini adalah motivasi belajar rendah. Metode penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan menggunakan one group pretest and postest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 40% dan Zoutput<Ztabel (-2,818<1,645), maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya bahwa layanan konseling kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar yang rendah. .Kata kunci : bimbingan , konseling kelompok, motivasi belajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10