cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN" : 12 Documents clear
PENINGKATAN PENYESUAIAN DIRI SISWA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK Febriyani, Tika; Latief, Syaifuddin; Utaminingsih, Diah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to determine the increasing of student’s self-adjustment by group counseling class. The research method was quasi-experiment with one-group pretest-posttest design. The research subject was six students of grade X who had low self-adjustment at school. Data collecting technique used scale and observation. The research result showed that student’s self-adjustment increased after being given group counseling, it proved from the result of pretest and posttest which obtained Zoutput=-2.207 and Ztable 0.05= 0. Zoutput<Ztable, so that Ho was rejected and Ha was received, it meant that there is a difference with a significance level of 5% between the adjustment of students at the school before and after a given group counseling. The conclusion that there is an increasing on student’s self-adjustment by group counseling of the students grade X SMAN 9 Bandar Lampung.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan penyesuaian diri siswa melalui bimbingan kelompok. Metode penelitian ini adalah pre-experiment dengan one group pre-test post-test design. Subjek penelitian ini adalah enam siswa kelas X yang memiliki penyesuaian diri rendah di sekolah. Teknik pengumpulan data adalah skala dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan penyesuaian diri siswa di sekolah meningkat setelah kegiatan bimbingan kelompok, hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Zhitung = -2.207 < Ztabel 0.05 = 0. Zhitung<Ztabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan dengan taraf signifikansi 5% antara penyesuaian diri siswa di sekolah sebelum dan setelah diberikan bimbingan kelompok. Kesimpulannya adalah terdapat peningkatan penyesuaian diri siswa di sekolah setelah diadakannya bimbingan kelompok pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Bandar Lampung.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, penyesuaian diri
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DALAM BERKOMUNIKASI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL Dewanti, Amilia Ratih; Yusmansyah, Yusmansyah; Widiastuti, Ratna
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to determine the relationship between self confidence in communicating with interpersonal communication. The research problem is whether there is a significant relationship between confidence in communicating with interpersonal communication”. The research method used was the correlational research method. The research respondents were 47 students of class VII SMP Tunas Harapan Bandar Lampung academic year 2012/2013. Data collecting technique used was interpersonal communication and self-confidence scale. The research result showed that there was a significant relationship between self confidence in communicating with interpersonal communication, it proved from the result of Product Moment Pearson test obtained r output=0.979 and r table 0.05=0.288. r output> r table,  thereby Ho was rejected and Ha was accepted, it meant that there was a significant relationship between self confidence in communicating with interpersonal communication. The conclusion was there was a significant relationship between self confidence in communicating with interpersonal communication of the students’ classVII SMP Tunas Harapan Bandar Lampung Year Academic 2012/2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan komunikasi interpersonal. Permasalahan penelitian adalah apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan komunikasi interpersonal. Metode penelitian adalah metode penelitian korelasional. Responden penelitian yaitu 47 siswa kelas VII SMP Tunas Harapan Bandar Lampung Tahun Ajaran 2012/2013. Teknik pengumpulan data adalah skala komunikasi interpersonal dan skala kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan komunikasi interpersonal, ini ditunjukkan dari hasil perhitungan menggunakan korelasi Product Moment, diperoleh data r hitung=0.979 dan r tabel 0.05=0.288. r hitung > r tabel, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan komunikasi interpersonal. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan komunikasi interpersonal di sekolah pada siswa kelas VII SMP Tunas Harapan Bandar Lampung Tahun 2012/2013.Kata kunci : bimbingan dan konseling, kepercayaan diri dalam berkomunikasi, komunikasi interpersonal.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERINTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK W.N, Sri Rahayu; Giyono, Giyono; Zulkifli, Ranni Rahmayanti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the increase in students social interaction through group counseling services. The method that was used in this study was a quasi-experimental with one-group pretest-posttest design. Subjects of this study were seven person who have low social interaction on VII class. Data collection techniques in this study used sociometry, observation, and interview. The analysis showed that z output<z table (-2,379<2) means that Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that social interaction in students can be improved by using group counseling services.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan interaksi sosial siswa menggunakan layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperimen dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak tujuh orang yang memiliki interaksi sosial rendah pada kelas VII. Teknik pengumpulan data menggunakan Sosiometri, Observasi dan Wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa z output<z tabel (-2,379<2) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Maka penelitian ini dapat disimpulkan interaksi sosial pada siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok.Kata kunci : bimbingan dan konseling, interaksi sosial, konseling kelompok.
PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK Wijaya, Erwin; Latif, Syaifuddin; Widiastuti, Ratna
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study was to know whether social interaction with peers could be increased by using group guidance service. The method used Quasi experimental one group pretest-posttest design, and stastiscally analyzed by non-parametric wilcoxon test. The subjects of this study were 8 student, which had low social interaction. The results in research showed that social interaction with peers increased significantly after following the group guidance services. It was shown from  the pretest and posstest results which obtained z table 0,05= 0 and z output= -2,512. Because z output ≤  z table, then Ho was refused and Ha was received. It meant that there were significant increases between the social interaction with peers before and after group guidance services. The conclusions was that interaction with peers could be increased by using group guidance services towards students of eleventh grade of SMA Negeri 1 Tanjung Bintang in 2012/2013.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah  interaksi sosial dengan teman sebaya dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok Metode yang digunakan adalah metode Quasi eksperimen one group pretest-posttest, dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji wilcoxon. Subyek penelitian ini delapan orang siswa yang memiliki interaksi sosial rendah dengan teman sebaya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa interaksi sosial dengan teman sebaya mengalami peningkatan signifikan setelah pemberian layanan bimbingan kelompok. Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Z hitung = -2,512 dan Z tabel = 0. Karena Z hitung ≤ Z tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara interaksi sosial dengan teman sebaya sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Kesimpulan, interaksi sosial dengan teman sebaya dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas XI  SMA N 1 Tanjung Bintang Tahun Pelajaran 2012/2013.Kata kunci : bimbingan kelompok, interaksi sosial, teman sebaya.
KORELASI TIPE KOMUNIKASI AYAH-ANAK DENGAN KONSEP DIRI Defiana, Defiana; Giyono, Giyono; Yusmansyah, Yusmansyah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the research was to determine the correlation between father-child communication type and self-concept. This research was quantitative description with correlation method. Samples were purposive and there were seventy students of grade X Computer and Network Technic Major who still have father. Data collecting techniques used Communication Type Instrument and Self-Concept Instrument. The result shows that there was positive correlation between father-child communication type and self-concept, it was proved by the result of data analysis by using Pearson correlation test which was r = 0,393 thereby, Ha was accepted, it means there was positive correlation between father-child communication type and self-concept. The conclusion for this research is there was positive correlation between father-child communication type and self-concept for the students of grade X Computer and Network Technic Major in SMK Negeri 4 Bandar Lampung Academic Year 2012/2013.Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui korelasi tipe komunikasi ayah-anak dengan konsep diri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara purposive dan terdapat  tujuh puluh siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang masih memiliki ayah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Instrumen Tipe Komunikasi dan Instrumen Konsep Diri. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara tipe komunikasi ayah-anak dengan konsep diri, ditunjukkan dari hasil analisis data menggunakan uji korelasi Pearson sebesar r = 0,393 maka Ha diterima, yang artinya ada korelasi positif antara tipe komunikasi ayah-anak dengan konsep diri. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada korelasi yang positif antara tipe komunikasi ayah-anak dengan konsep diri pada siswa kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 4 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013.Kata kunci: ayah-anak, konsep diri, tipe komunikasi
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE THERAPY Hidayah, Zulfajri; Giyono, Giyono; Widiastuti, Ratna
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study was to know the improvement self confidence of students by using rational emotive therapy. The method used in this research was Quasi experimental with one group pretest-posttest design, and stastiscally analyzed by non-parametric Wilcoxon test. The subjects of this study were 6 students, who had low self confidence in learning. It was shown stastiscally analyzed  which obtained z output = -2,207 and z table 0,05 = 0. Because z output < z table, then Ho was ignored and Ha was accepted. It meant that there was significant increases between self confidence of students before and after being given rational emotive therapy. The conclusion was that self confidence of students could be increased by using rational emotive therapy of students of grade VIII of SMP Negeri 3 Natar in 2013/2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan percaya diri siswa dengan menggunakan rational emotive therapy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi experimental dengan bentuk one group pretest-posttest, kemudian dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji Wilcoxon. Subyek penelitian sebanyak enam orang siswa yang memiliki percaya diri rendah dalam pembelajaran. Hasil analisis statistik menunjukkan z hitung = -2,207 dan z tabel = 0. Karena z hitung < z tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kepercayaan diri siswa sebelum dan setelah diberikan pendekatan rational emotive therapy. Kesimpulan, kepercayaan diri siswa dapat ditingkatkan menggunakan rational emotive therapy pada siswa kelas VIII  SMP Negeri 3 Natar Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata kunci : bimbingan dan konseling, kepercayaan diri, rational emotive therapy.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH Wahyuni, Sri; Rosra, Muswardi; Mayasari, Shinta
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research was to determine corelations of student’s motivation and using of school learning facilities to students learning achievement. The method used in this research was correlation method. The subjects in the study  were 36 students gotten by random sampling technique. Data collecting techniques  using a scale of motivation to learn and questionaire of utilization of school facilities . The results obtained indicate that there was a relationship between learning motivation and utilization of student learning, it was shown from the results of data analysis using Person Product Moment Correlation (r) tehniques, r output by 0.4 then consulted with r tabel of 0.325. The conclusion is  there is a corelations between learning motivation and using learning of school  learningn facilities to students learning achievement.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi belajar siswa dengan pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 36 siswa yang didapat melalui teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala motivasi belajar dan angket pemanfaatan fasilitas belajar. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan pemanfaatan fasilitas belajar siswa, ditunjukkan dari hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Person Product Moment (r), diperoleh nilai rhitung sebesar 0,4 kemudian dikonsultasikan dengan rtabel sebesar 0,325. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan pemanfaatan fasilitas belajar di sekolah pada siswa.Kata kunci: bimbingan dan konseling, fasilitas belajar, motivasi belajar siswa
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENGURANGI PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA DI SEKOLAH Pratiwi, Dian; Rosra, Muswardi; Widiastuti, Ratna
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to reduce the student discipline violations in the school by using group counseling. The method used was the method of quasi experiment with one group pre-test post-test design. The subjects were 9 subjects who violated school rules. Data collecting technique use observation. The results obtained from Wilcoxon test indicate that violations of the student discipline in schools was reduced after the given group counseling. The results of the pretest and posttest obtained Z = 2692 <= 6 then Z tabel 0.05, Ho was ignored and Ha was accepted, which meant a violation of students in school discipline was reduced after the given group counseling. The conclusion of this research was a violation of students in the school was reduce after the given group counseling Class VII student of SMP Negeri 3 Natar years 2013/2014.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi pelanggaran tata tertib siswa di sekolah dengan menggunakan konseling kelompok. Metode yang digunakan adalah metode quasi experiment dengan one group pre-test post-test design. Subjek penelitian 9 subjek yang melakukan pelanggaran tata tertib di sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil yang diperoleh dari uji Wilcoxon menunjukkan bahwa pelanggaran tata tertib siswa di sekolah berkurang setelah diberikan konseling kelompok. Hasil pretest dan posttest yang diperoleh Z hitung = 2.692 < Z tabel 0.05 = 6, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya pelanggaran tata tertib siswa di sekolah berkurang setelah diberikan konseling kelompok. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pelanggaran tata tertib siswa kelas VII SMP Negeri 3 Natar Tahun Pelajaran 2013/2014 berkurang setelah diberikan konseling kelompok.Kata kunci : bimbingan konseling, konseling kelompok, pelanggaran tata tertib
NILAI PREDIKSI IEKAD UNTUK KEBERHASILAN STUDI SISWA PADA JURUSAN STUDI TERTENTU Yulyatin, Ira; Dahlan, Syarifuddin; Yusmansyah, Yusmansyah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to determine the effectiveness of study majors stabilization using IEKAD. Problem of this research was how many the IEKAD prediction studies on successful students for specific programs option in SMA Bandar Lampung. Method used in this research is descriptive method of verification. The samples in this study were 178 students using a random technique. Data collection techniques in this study by using IEKAD and interviews. The results obtained show that the effectiveness of the IEKAD the majors they have chosen is the science students have a value of 0.961 and 0.303 in the IPS students. The conclusion of this study is that the effectiveness of the results obtained from the calculation of the stabilization IEKAD student learning that is students IPS by 0.303 while 0.961 of students IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keefektifan pemantapan jurusan studi dengan menggunakan IEKAD. Masalah dalam penelitian ini adalah jurusan studi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 178 siswa dengan menggunakan teknik random. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan IEKAD dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah SPSS 17.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa keefektifan antara IEKAD dengan jurusan yang telah mereka pilih yaitu pada siswa IPA memiliki nilai 0.303 dan pada siswa IPS 0.961. Simpulan dalam penelitian ini adalah secara statistik dapat disimpulkan bahwa IEKAD memiliki nilai prediksi yang memadai (cukup) bagi perkiraan keberhasilan studi siswa SMA pada jurusan tertentu (IPA dan IPS). Ketentuan nilai prediktifnya juga bervariasi . jurusan IPA dapat dikategorikan cukup dan IPS di kategorikan cukup. Kata kunci: IEKAD, jurusan studi, keberhasilan studi 
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DAN MINAT SISWA DENGAN AKTIVITAS MENGIKUTI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Sujatmiko, Widi; Rosra, Muswardi; Rahmayanthi, Ranni
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective was to determine (1) perceptions of the relationship with the service following activities BK, (2) the relationship with the interest following the activity of BK services, (3) the relationship of perception and interests with activity following the BK service. The method used descriptive research method. The study sample 67 students of class XI was taken with the technique and Quota Sample Stratified Random Sampling. The results obtained (1) rhitung = 0.302 > = 0.235 rtable then Ho is rejected and Ha accepted. It means that there is a connection with the students perceptions of the service following activities BK, (2) rhitung =0.252 > =0.235 rtable then Ho is rejected and Ha accepted. It means that there is a connection with the students interest following the activity of BK services, (3) rhitung =0322 > rtable =0.235 then Ho is rejected and Ha accepted. It means that there is a relationship perceptions and interests of students with activity following the BK service.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) hubungan persepsi  dengan aktivitas mengikuti layanan BK, (2) hubungan minat  dengan aktivitas mengikuti layanan BK, (3) hubungan persepsi dan minat dengan aktivitas mengikuti layanan BK. Metode yang digunakan metode penelitian deskriptif. Sampel 67 siswa dari 270 siswa kelas XI diambil dengan teknik Sampel Berstrata. Hasil yang diperoleh (1) rhitung =0.302 > rtabel =0.235 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan persepsi siswa dengan aktivitas mengikuti layanan BK, (2) rhitung =0.252 > rtabel =0.235 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan minat siswa dengan aktivitas mengikuti layanan BK, (3) rhitung =0.322>rtabel =0.235 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan persepsi dan minat siswa dengan aktivitas mengikuti layanan BK.kata kunci: aktivitas mengikuti layanan BK, minat, persepsi siswa

Page 1 of 2 | Total Record : 12