cover
Contact Name
Ranni Rahmayanthi
Contact Email
 rannirahmayanthi@gmail.com
Phone
81927825404
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Program Studi Bimbingan dan Konseling gedung I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jl. Profesor Soemantri Bojonegoro No. 1 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Published by Universitas Lampung
ISSN :  23019824     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
ALIBKIN adalah jurnal Bimbingan dan Konseling yang terbit tiga kali setahun pada bulan Juli, Maret, dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, artikel telaah (review article) dimuat atas undangan ISSN Nomor 2301-9824
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
STUDI KASUS SISWA UNDERACHIEVER DI SMP NEGERI I KOTABUMI LAMPUNG UTARA Arfalah, Shufiyanti; Rosra, Muswardi; Giyono, Giyono
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.868 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the students characteristic in terms of underachiever and its causal factors. Qualitative by case study model was used in this research as research method. Semi structure interview, observation, and documentation were used in this research to collect the data. A student who gets underachiever was the researchs subject. Miles and Huberman technique were used to analyze the data. The result showed that underachiever HT had the characteristics such as low self-esteem and low academic self-esteem, avoided schools tasks. Casual factors of underachiever HT were learning strategy, psychology factor, including emotion factor. Moreover, low motivation, psychosocial factor in terms of family, less attention from the parents, fathers punishment for HT, and parents critics were the factors for underachiever. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai karakteristik siswa yang mengalami underachieverdan faktor-faktor penyebabnya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan model penelitian studi kasus.Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara semiterstruktur, observasi dan dokumentasi.Subjek penelitian satu orang siswa yang mengalami underachiever. Analisis data menggunakan teknik model Miles dan Huberman. Kesimpulannya yaitu HT mengalami underachiever dengan karakteristik rendahnya self-esteemdan rendahnya konsep diri akademik.Faktor-faktor yang menyebabkan HT mengalami underachiever strategi dalam belajar, faktor kondisi psikologis, faktor emosi.Faktor motivasi yang rendah, faktor kondisi psikososial yaitu kondisi keluarga, orangtua kurang memberikan perhatian, seringnya ayah memberi hukuman kepada HT dan orangtua yang sering mengkritik menjadi faktor penyebab underachiever.Kata kunci: bimbingan dan konseling, faktor penyebab, underachiever
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA OTORITER DENGAN PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH Marlinda, Marlinda; Yusmansyah, Yusmansyah; Dahlan, Syarifuddin
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.378 KB)

Abstract

The aim of research is to recognize the correlation between care pattern of authoritarian parents towards bullying behavior. The method used was quantitatively descriptive method using correlation approach. The subject of research are 30 students who did bullying behavior towards eighth grader student of SMP N 1 Abung Selatan Kotabumi Lampung Utara academic year 2013/2014. The result of research showed that there was correlation between of care pattern of aurhoritarian parents towards bullying behavior with coefficient correlation was 0,500 andinterval of 0,400-0,599. Therefore, the correlation degree was average and Ha was acceptable. These research concluded that there was a correlation among care pattern of authoritarian parent towards bullying behavior of student.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua yang otoriter dengan perilaku bullying. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif yang menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian sebanyak 30 siswa yang melakukan Perilaku bullying pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Abung Selatan Kotabumi Lampung Utara Tahun Ajaran 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua otoriter dengan perilaku bullying nilai koefisien korelasi sebesar 0,500 dan berada pada interval 0,400-0,599 maka tingkat hubungan sedang dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara pola asuh orang tua otoriter dengan perilaku bullying pada siswa.Kata kunci: bimbingan dan konseling, perilaku bullying, pola asuh orangtua
KENDALA PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING Noprita, Noprita; Rosra, Muswardi; Mayasari, Shinta
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.33 KB)

Abstract

The purpose of this research was to determine the constraints in the implementation of guidance and counseling in SMAN 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Problem in this research was an obstancle in the implementation. The method used in this research was descriptive method. The data collection technique was using interview, questionnaire and documentation. The population in this study was 5 guidance and counseling teachers at SMAN 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat year of 2013/2014. These results indicated that (1) lack of control of services by teacher guidance and counseling (2) lack tools and equipment and the limited budget available (3) cooperation beetween school and guidance and counseling teacher were not yet fully effective and also the school cant provide effective scheduling for the implementation of BK in the school. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaan Kegiaatan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Masalah dalam penelitian ini adalah kendala pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket/koesioner dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan kepada 5 orang guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat sekaligus menjadi populasi dan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Minimnya penguasaan layanan yang ada oleh tenaga guru bimbingan dan konseling (2) Kurangnya alat perlengkapan dan terbatasnya anggaran dana (3) Kerjasama antara pihak sekolah dengan guru bimbingan dan konseling yang belum sepenuhnya berjalan efektif dan juga pihak sekolah belum bisa memberikan penjadwalan yang efektif untuk pelaksanan BK di sekolah.Kata kunci: bimbingan dan konseling, kendala, kegiatan bimbingan dan konseling
PENGGUNAAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS UNTUK MENGURANGI KECEMASAN CALON MAHASISWA DALAM MENGHADAPI SBMPTN Mustika, Desfi Dian; Yusmansyah, Yusmansyah; Rahmayanthi, Ranni
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.223 KB)

Abstract

The purpose of this research is to reduce anxiety of the prospective students in facing the audition with college admission through counseling by using systematic desensitization techniques. The problem of the research was caused by anxiety in facing of SBMPTN. The reseacrch is a quasi experimental design with the type of pretest postest design. The subjects of the research were 8 prospective students who have high anxiety. The technique in collecting the data of the research was using quisioner. The result showed the anxiety prospective students that can be reuse systematic desensitization techniques, as evidenced from analysis of the data by using t-test. The pretest and posttest results obtained tcount>ttable (7,136>2,365). Then Ha is accepted, it means that desensitization techniques can be decreased anxiety prospective students in facing the audition with college admission year 2014/2015.Tujuan penelitian ini untuk mengurangi kecemesan calon mahasiswa dalam menghadapi seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri melalui konseling dengan teknik desensitisasi sistematis. Masalah dalam penelitian ini terjadi kecemasan dalam menghadapi SBMPTN. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis pretest postest design. Subjek penelitian sebanyak 8 calon mahasiswa yang memiliki kecemasan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan calon mahasiswa dapat dikurangi menggunakan teknik desensitisasi sistematis, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji-t. Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa thitung > ttabel (7,136 > 2,365). Dengan demikian Ha diterima, artinya teknik desensitisasi sistematis dapat mengurangi kecemasan calon mahasiswa dalam menghadapi seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) tahun pelajaran 2014/2015.Kata kunci: bimbingan dan konseling, desensitisasi sistematis, kecemasan
ANALISIS KINERJA GURU PEMBIMBING DALAM PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Purwanto, Aan; Rosra, Muswardi; Yusmansyah, Yusmansyah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.79 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe the performance of a tutor in the preparation of guidance and counseling program at a State High School District West Coast. The method used in this research is descriptive method. The population in this study were 4 SMA Negeri who have guidance teachers with study background in guidance and counseling. The technique of collecting data is questionnaires programming arranging program guidance and counseling dan documentation. The results of this study indicate that the performance of Teachers Advisors in Counseling Program Development at SMA Negeri in Pesisir Barat district is still poor. This is because in preparing the guidance and counseling program there are counselors who do not conduct an analysis of every aspect of programming.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kinerja guru pembimbing dalam penyusunan program bimbingan dan konseling pada SMA Negeri Se- Kabupaten Pesisir Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 4 SMA Negeri yang memiliki guru pembimbing dengan latar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket penyusunan program BK dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja Guru Pembimbing Dalam Penyusunan Program Bimbingan Konseling pada SMA Negeri Se-Kabupaten Pesisir Barat kurang baik. Hal ini dikarenakan dalam menyusun program bimbingan dan konseling masih terdapat guru pembimbing yang tidak melakukan analisis terhadap setiap aspek penyusunan program.Kata kunci : kinerja guru pembimbing, bimbingan dan konseling, program bimbingan dan konseling
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA Aldi, Irfan Prima; Yusmansyah, Yusmansyah; Widiastuti, Ratna
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.945 KB)

Abstract

The purpose of this research was to determine the correlation between students self concept with the result of students achievement. The problem in this research was a result of students achievement. The method of this research was a quantitative. The population of this research as many 69 students. The sample of this research as many 24 students. The data collecting technique used measuring scale of students self concept. Meanwhile, the data analysis used correlation product moment pearson. Base on calculation result of correlation product moment at significant standard 0,05 known sig (2-tailed) p= 0,421 showed that r ratio > r table (0.421 > 0.388), so Ha was accepted. It mean there was a positive and significant correlation between concept of students self with the result of students achievement at the eleventh grade students of senior high school Swadhipa Bumisari Natar Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsep diri siswa dengan hasil belajar siswa di sekolah. Masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 69 siswa dan sampel penelitian sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala konsep diri. Sedangkan teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian data korelasi product moment pada tarap 0.05 didapat Sig (2-tailed) p= 0.421 menunjukkan bahwa r-hitung > r-tabel ( 0.421> 0.388) maka Ha diterima artinya ada hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri siswa dengan hasil belajar siswa kelas XI SMA Swadhipa Bumisari Natar Lampung Selatan. Kata kunci : bimbingan dan konseling, konsep diri siswa, hasil belajar siswa
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Yani, Meity Fitri; Dahlan, Syarifuddin; Yusmansyah, Yusmansyah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.734 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know whether the motivations of learning can be increased by using guidance services group. The method used is quasi experimental research, with One-Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this research are 10 students who experienced low motivation to learn at SMA negeri 8 Bandar Lampung academic year 2013/2014. The result of data by using t-test showed that t-test result show that t-ratio > t-table (17,05>4,781) so Ha is acceptable, means that the motivation to learn students can be improved through guidance services group.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Pre-eksperimental Design One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang mengalami motivasi belajar rendah pada siswa di SMA Negeri 8 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2013/2014. Hasil penelitian data dengan uji-T menunjukkan bahwa t-hitung > t-tabel (17,05>4,781) maka Ha diterima, berarti motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan konseling, motivasi belajar
PENGGUNAAN TEKNIK MODELING DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN BELAJAR PADA SISWA Sylviana, Natalia Devi; Rosra, Muswardi; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.595 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the use of modeling techniques in group counseling which can improve study habits. The problem in this research is the students who have low learning habits. This study is a quasi-experimental design with types One-group pretest-posttest design. Research subjects were 11 students who have poor study habits. Data collection technique used scale study habits. The results showed that 36.81% increase learning habits that Zcount < Ztable (-2,938< 11), then Ha received means then use of modeling techniques in group counseling can improve study habits with a significance level of 5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan teknik modeling dalam konseling kelompok dapat meningkatkan kebiasaan belajar. Masalah dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang rendah. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental design dengan jenis One-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 11 siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kebiasaan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan belajar meningkat 36,81% bahwa Zhitung < Ztabel (-2,938<11) maka Ha diterima artinya penggunaan teknik modeling dalam konseling kelompok dapat meningkatkan kebiasaan belajar yang baik dengan taraf signifikansi 5%.Kata kunci: kebiasaan belajar, konseling kelompok, teknik modeling
PENINGKATAN SELF ESTEEM SISWA KELAS X MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK Ayuevita, Tri Oktha; Rosra, Muswardi; Mayasari, Shinta
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.021 KB)

Abstract

This research aim was to determine the increase in self esteem by using group counseling service. Research problem was the students who have low self esteem. Research method was a quasi experimental method with nonequivalent control design. Research subjects were 19 students who have low self esteem, 10 students were experimental group and 9 students were control group. Data collection technique was using self esteem scale. Results of the study by wilcoxon test showed that the students self esteem increased 39.9 % and figures probability < 0,05 (0,005 < 0,05) so Ha was received , it means that students self esteem can be improved using group counseling services.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan self esteem menggunakan layanan konseling kelompok. Masalah penelitian ini adalah siswa memiliki self esteem yang rendah. Metode penelitian ini adalah metode quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control. Subjek penelitian sebanyak 19 siswa yang memiliki self esteem rendah, 10 siswa kelompok eksperimen dan 9 siswa kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self esteem. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon menunjukkan bahwa self esteem siswa meningkat 39,9% dan angka probabilitas < 0,05 (0,005 < 0,05) maka Ha diterima, artinya bahwa self esteem siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok.Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, self esteem.
DUKUNGAN SISTEM PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH KECAMATAN SEKAMPUNG Febritus, Wita; Dahlan, Syarifuddin; Rosra, Muswardi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.878 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe aspects of the guidance and counseling support system. This research is using survey method, with interviews and observations as data collection techniques. The sources are 24 counselor. Data analysis technique use percentage descriptive. The results are the guidance and counseling support system is a collaboration counselor with teacher for the study in the handling of students who have trouble learning (87,5%), collaboration counselor with the parents of students in order to data collection of students learning activities at home (87,5%), collaboration counselor with psychologist to the psychological tests (0%), counselor activeness teacher in ABKIN (41,7%), the special room of guidance and counseling (11.1%), an instrument of AUM (41,7%), complete counseling program documents (50%), technical supporting that is computer (62,5%), the allocation of funds for home visit (54,2%), and scheduled time allocation is 1 hours/sunday/classes for guidance class. (16,7%).Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek-aspek dukungan sistem penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Menggunakan metode survey, dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Informannya 24 orang guru BK. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase.Hasilnya, aspek-aspek dukungan sistem adalah kolaborasi guru BK dengan wali kelas/guru bidang studi dalam penanganan siswa yang memilikiprestasi belajar rendah (87,5%), kolaborasi guru BK dengan orang tua siswa dalam rangka pengumpulan data kegiatan belajar siswa di rumah (87,5%), kolaborasi guru BK dengan psikolog untuk pengadaan tes psikologi (0%), keaktifan guru BK dalam ABKIN (41,7%), adanya ruang khusus BK (11,1%), instrumen pengumpul data AUM (41,7%),dokumen program BK lengkap (50%), penunjang teknis komputer (62,5%), alokasi dana untuk home visit (54,2%) dan alokasi waktu terjadwal 1 jam pelajaran/minggu/kelas untuk bimbingan klasikal (16,7%).Kata kunci: bimbingan dan konseling, dukungan sistem, penyelenggaraan

Page 1 of 17 | Total Record : 164