cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang" : 23 Documents clear
Analisis Perbedaan Posisi Persalinan Setengah Duduk Dan Miring Kiri Terhadap Lamanya Kala Ii Pada Ibu Bersalin Di Bidan Praktik Mandiri Kota Palembang Tahun 2013 Syarifah, Syarifah; Novita, Nesi; Septeria, Indah Puji
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.591 KB)

Abstract

Masalah kesehatan ibu dan perinatal merupakan masalah nasional yang perlu mendapat prioritas utama, karena sangat menentukan kualitas sumber daya manusia pada generasi mendatang. Menurut SDKI 2007, AKI di Indonesia 228/ 100.000 kelahiran hidup dan AKB 34/1000KH, AKN 19/1000 kelahiran hidup (Dinkes, 2011). Sebagian kematian maternal dan perinatal banyak terjadi pada saat persalinan. Salah satu penyebabnya kala II lama (37%) dan asfiksia pada bayi (28%) (Depkes RI, 2009). Pada saat menolong persalinan terutama pada kala II persalinan ibu dianjurkan untuk mencoba posisi – posisi yang nyaman selama persalinan dan melahirkan bayi dengan keuntungan memudahkan bidan dalam menolong persalinan dan persalinan berlangsung lebih nyaman. Evidenced Based Midwifery (EBM), adalah penggunaan mutakhir terbaik untuk pengambilankeputusan dalam penanganan pasien.  Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan posisi persalinan setengah duduk dan miring ke kiri terhadap lamanya kala II di BPM. kota Palembang tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen statis group comparison, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan data primer melalui checklist sebagai dasar observasi. Sampel penelitian adalah semua ibu bersalin multigravida dengan asuhan persalinan normal, dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok dengan posisi persalinan setengah duduk sebanyak 15 responden dan kelompok posisi persalinan miring kiri sebanyak 15 responden. Penelitian dilakukan di Bidan Praktik Mandiri Kota Palembang selama Bulan September Tahun. Analisis data menggunakan analisa univariat disajikan dengan distribusi frekuensi, dan analisis bivariat untuk mengetahui perbedaan lama pelepasan tali pusat dengan menggunakan uji T test independen.  Hasil penelitian didapat diperoleh nilai rata – rata lamanya kala II pada kelompok posisi persalinan setengah duduk adalah 26,87 menit, sedangkan nilai rata-rata lamanya kala II pada kelompok posisi persalinan miring kiri adalah 23,60 menit dengan standar deviasi 18,015. Hasil uji statistik dengan menggunkan uji T independent didapatkan nilai p = 0,670 berarti nilai p > dari alpha (0,05) yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan rata – rata lama kala II antara posisi persalinan setengah duduk dan miring kiri. Disarankan kepada praktisi pelayanan kebidanan agar mampu memberikan dukungan fisik dan emosional dalam persalinan termasuk memberikan kesempatan kepada ibu untuk memilih posisi yang nyaman dan aman bagi dirinya sehingga dapat mempercepat proses persalinan.
Efek Isoflavon Kedelai (Glycine Max) Terhadap Kadar Testosteron Dan Berat Vesikula Seminalis Tikus Jantan Sprague Dawley Marson, Jont
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.053 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isoflavon terhadap kadar hormon testosteron dan  berat vesikula seminalis pada tikus jantan Sprague dawley. Studi eksperimental in vivo ini menggunakan rancangan post-test only group design. Sampel terdiri dari 24 ekor tikus yang dibagi ke dalam 4 kelompok yaitu kelompok 1 (kontrol), kelompok 2, 3 dan kelompok 4. Kelompok perlakuan diberikan isoflavon dengan dosis masing-masing 2,52 mg, 3,78mg dan 5,04mg diberikan peroral selama 48 hari. Kemudian tikus diambil darah dan vesikula seminalisnya. Dilanjutkan dengan pengukuran kadar hormone testosterone dan berat vesikula seminalis. Analisa dilakukan dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison jenis Bonferroni. Semua analisa menggunakan SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji Post Hoc Bonferroni antara kontrol negatif dan kelompok 2 dosis isoflavon 2,52 mg dengan nilai p=0,631 untuk kadar testosteron dan p=0,873 untuk berat vesikula seminalis berarti pada dosis ini belum menunjukkan penurunan kadar hormon testosteron dan berat vesikula seminalis. Antara kontrol negatif dan kelompok 3 dosis isoflavon dengan nilai p=0,01 untuk kadar testosteron dan p0,05 untuk berat vesikula seminalis berarti telah menunjukkan penurunan yang signifikan. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian isoflavon kedelai terhadap kadar hormon testosteron dan berat vesikula seminalis tikus putih jantan (Rattus norvegicus).
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Ankle Brachial Pressure Index Di Poli Penyakit Dalam RSUP. Dr. M Hoesin Palembang Tahun 2012 Wicaturatmashudi, Sukma
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.434 KB)

Abstract

DM disease have a very broad impact include disorders of the eyes (diabetic neuropathy), disorders of the kidneys  (diabetic nephropathy) and foot (Susanto, 2010). The most dreaded complications and is a causa major disability, amputation and death is gangrene in the feet. Diabetic foot conditions can be observed by monitoring the Ankle Brachial Index (ABI) who see the difference of pressure on the arteries in the arms and legs.This research aims to know the factors that Relate Ankle Brachial Pressure Index At Polikliniik Penyakit Dalam M Hoesin Palembang in 2012. Research done by the method of cross sectional.Data analysis in this study uses the bivariat analysis and univariate test by using independent t test, pearson correlation and significance by degrees spearmann with a  confident interval = 0.05. Although not found relationships between variables but given the substance of variables in this study is very important and it is recommended to patients with Diabetes Mellitus to do early detection of the risk of peripheral vascular disease by periodically checked the value of ankle brachial pressure index.
Gambaran Jumlah Leukosit Pada Tukang Ojek Yang Merokok Di Pasar Km 5 Palembang Tahun 2013 Garini, Ardiya; Harianja, Sri Hartini; Karwiti, Witi; Astari, Uci
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.109 KB)

Abstract

Leukosit atau sel darah putih adalah sel yang mengandung inti, dan berperan khusus dalam sistem imun dalam tubuh. Jumlah normal leukosit dalam darah manusia yaitu 5000-10000 sel/mm darah. Salah satu penyebab jumlah leukosit meningkat adalah kebiasaan merokok. Penelitian ini bersifat deskriftif observasional dengan pendekatan cross sectional dimana peneliti melakukan penelitian pada satu waktu saja dan tidak bersifat kontinu. Sampel penelitian ini berjumlah 54 responden yang diambil secara accidental sampling, pada tukang ojek yang merokok di pasar KM 5 Palembang tahun 2013. Kemudian sampel di periksa dengan alat sysmex XT 4000i dengan menggunakan metode blood cell counter analyzer. Hasil penelitian distribusi frekuensi jumlah leukosit dari 54 responden didapatkan 48 responden (88,9%)  jumlah leukosit normal, sedangkan 6 responden (11,1%) leukositosis. Dari 25 responden yang usia perokok berisiko didapatkan 19 responden (76,0%) jumlah leukosit normal dan 6 responden (24,0%) leukositosis. Dari 20 responden yang menghisap rokok jenis nonfilter didapatkan 14 responden (70,0%) jumlah leukosit normal dan 6 responden (30,0%) leukositosis. Dari 48 responden yang merokok relatif lama didapatkan 42 reponden (87,5%) jumlah leukosit normal dan 6 responden (12,5%) leukositosis. Dari 16 responden yang kategori perokok berat didapatkan 10 responden (62,5%) jumlah leukosit normal dan 6 responden (37,5%) leukositosis. Dengan demikian masyarakat agar mengurangi kebiasaan merokok bahkan berhenti merokok karena merokok dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Hubungan Antara Tekanan Darah Pre Hemodialisis Dan Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Penambahan Berat Badan Interdialitik Di Ruang Hemodialisis Rs. Moh. Hoesin Palembang Sulistini, Rumentalia; Sari, Indah Permata; Hamid, Natsir A
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.998 KB)

Abstract

Chronic Renal Failure (CRF) now has become a serious problem for people’s health in the world. CRF often causes various complications, one of them is cardiovascular. Prevalence of cognitive impairment in chronic kidney diseases accurs about 37% after two years hemodialisis treatment. Interdialytic Weight Gain (IDWG) is an indicator of fluid over a period of interdialytic input can influence health status in patients undergoing hemodialysis. The occurrence of interdialysis weight gain will be raised a variety of issues for patients. The purpose of this study is to determine the correlation between blood pressure pre hemodialysis and length of hemodialysis toward interdialytic weight gain in RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang 2013. The study occurred by using the method of analytic survey with crosssectional approachment to the acquisition of sample using purposive sampling totaling 43 peoples, technique determines the amount of samples using the inclusion criteria, as for research using questionnaires blood pressure, length of hemodialysis and interdialytic weight gain. Data analysis occurred with the Regression Correlation with value = 0,05. The results showed there was no significant correlation between blood pressure (systole and diastole) pre hemodialysis and interdialitic weight gain (p > 0,05) with a standard deviation of 23,754 mmHg in blood pressure of systole and 9,359 mmHg in diastole blood pressure. As for the length of hemodialysis have a significant correlation with interdialytic weight gain (p < 0,05) with a standard deviation of 16,539 months. Recommendation results of this study areexpected to nurse to provide health education on diet for people with CRF as a whole so that the client can choose the food and drink can be consumed as well as the quantities that allowed so there is no complication.
Hubungan Pelayanan Antenatal Dan Budaya Masyarakat Dengan Perubahan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Sesudah Pemberian Tablet Besi Di Puskesmas Cakupan Rendah Dan Puskesmas Cakupan Tinggi Vasra, Elita; Sastramihardja, Herri S; Sabarudin, Udin
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.98 KB)

Abstract

Anemia kehamilan di Indonesia berkontribusi 50–70% terhadap kematian dengan prevalensi 24,5%. Walaupun penanggulangan anemia dengan pemberian 90 tablet besi selama hamil telah dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kadar Hb, kualitas pelayanan antenatal dan budaya masyarakat, untuk mengetahui hubungan pelayanan antenatal dan budaya masyarakat dengan perubahan kadar Hb.  Penelitian ini merupakan studi analitik komparatif dengan rancangan cross sectional pada ibu hamil masing-masing berjumlah 20 orang di puskesmas Gandus (cakupan rendah) dan puskesmas Swakelola Pembina Palembang (cakupan tinggi) diambil dengan acak sederhana. Analisis dilakukan pada kelompok anemia dan tidak anemia di puskesmas cakupan rendah dan kelompok anemia dan tidak anemia di puskesmas cakupan tinggi. Pengujian hipotesis menggunakan T-test unpaired, Ttest paired perubahan kadar Hb, Mann-whitney U dan Kruskal-wallis untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pada kelompok I (p=0,007) dan III (p=0,011), perbandingan perubahan kadar Hb rerata tertinggi kelompok I (0,46), kelompok II, III dan IV berturutturut -0,09, 0,43 dan 0,11. korelasi Rank-spearman dan Wilcoxon untuk uji hubungan pelayanan antenatal menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,006. Hasil analisis skor budaya masyarakat menunjukkan perbedaan bermakna (p=,012), skor median71 vs. 59,5. Selanjutnya korelasi perubahan kadar Hb setelah pemberian tablet besi dengan variabel diteliti hanya budaya mayarakat di puskesmas cakupan rendah r=0,0511, p=0,021.Simpulan terdapat perbedaan kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian tablet besi di kedua kelompok puskesmas. Kualitas pelayanan antenatal di puskesmas cakupan tinggi lebih baik dari puskesmas cakupan rendah. Budaya  masyarakat berpengaruh pada pemberian tablet besi. Perubahan kadar Hb tidak berhubungan dengan kualitas pelayanan antenatal. Budaya masyarakat sangat berpengaruh pada asupan tablet besi hanya di puskesmas cakupan rendah.
Hubungan Umur Dan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Katarak Di Instalasi Rawat Jalan (Poli Mata) Rumah Sakit Dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas Tahun 2014 Erman, Imelda; Elviani, Yeni; Soewito, Bambang
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.773 KB)

Abstract

Katarak adalah suatu keadaan dimana lensa mata yang biasanya jernih dan bening menjadi keruh  (Ilyas, 2004). Faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit katarak antara lain faktor intrinsik yaitu umur, jenis Kelamin dan genetik sedangkan faktor ekstrinsik yaitu pekerjaan, pendidikan, perokok, lingkungan dan status ekonomi ( Irawan, 2008 ).  WHO memperkirakan terdapat 45 juta penderita kebutaan di dunia, dimana sepertiganya berada di Asia Tenggara. Diperkirakan 12 orang menjadi buta tiap menit di dunia, dan 4 orang diantaranya berasal dari Asia Tenggara, sedangkan di Indonesia diperkirakan setiap menit ada satu orang menjadi buta. Sebagian besar orang buta (tunanetra) di Indonesia berada di daerah miskin dengan kondisi sosial ekonomi lemah.  Tujuan penelitian Untuk mengetahui Hubungan Umur, dan Jenis Kelamin, Terhadap kejadian Katarak di Instalasi Rawat Jalan (Poli Mata) RS dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas Tahun 2014.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan populasi responden yang berkunjung ke Poli Mata dengan menggunakan data sekunder dan alat ukur checklist jumlah sampel 48 responden. Dari hasil analisis univariat dilihat bahwa penderita katarak untuk kriteria Umur yang beresiko sebanyak 25 orang (93%),sedangkan pada Jenis Kelamin perempuansebanyak 18 responden (67%).  Dari hasil uji statistik p value = 0.065 (p < 0.05) untuk umur dan p value = 0.441 (p < 0.05) untuk jenis kelamin dengan demikian tidak ada hubungan yang bermakna antara Umur dan Jenis Kelamin dengan kejadian katarak. di Instalansi Rawat Jalan (Poli Mata) Rumah Sakit dr.Sobirin Kabupaten Musi Rawas Tahun 2014. Disarankan bagi RS.dr.Sobirin Kabupaten Musi Rawas penatalaksanaan atau penanganan penyakit katarak secara intensif untuk mengurangi angka kesakitan terutama pada usia lanjut.
Implementasi Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perubahan Dan Dan Sikap Tentang Penyakit Kusta Pada Masyarakat Desa Suka Pindah Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Tahun 2013 Bakri, Ishak; Azhari, Azhari; Diantara, Lega Bisa
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.219 KB)

Abstract

Kusta merupakan penyakit infeksi yang kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang bersifat intraseluler obligat. Ketidaktahuan masyarakat tentang pendeteksian dini dan pencegahan cacat kusta membuat jumlah penderita kusta meningkat. Sehingga kebanyakan penderita kusta yang datang berobat ke pelayanan kesehatan sudah mengalami kecacatan. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat tentang penyakit kusta di Desa Suka Pindah. Kec. Rambutan Kecamatan Kabupaten Banyuasin tahun 2013. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimental dengan pre dan post test group. Dengan menggunakan metode simple random sampling, jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 332 KK di Desa Suka Pindah. Kec. Rambutan Kecamatan Kabupaten Banyuasin. Analisa yang digunakan adalah uji T untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.
Keberadaan Jamur Kontaminan Penyebab Mikotoksikosis Pada Selai Kacang Yang Dijual Di Pasar Tradisional Kota Palembang Tahun 2013 Edyansyah, Erwin
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.282 KB)

Abstract

Selai kacang merupakan produk olahan dari kacang tanah yang menggunakan bahan hampir seratus persen kacang tanah. Berbagai bahan pencemar dapat terkandung di dalam makanan seperti selai karena penggunaan bahan baku pangannya terkontaminasi dalam proses pengolahan dan proses penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan jamur kontaminan penyebab mikotoksikosis pada selai kacang yang dijual di pasar tradisional Kota Palembang tahun 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Jumlah sampel yang diperiksa sebanyak 17 sampel. Pengambilan sampel dilakukan di 7 pasar  tradisional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian dari 17 sampel ditemukan jamur Aspergillus sp sebanyak 8 sampel (47,1%), Penicillium sp sebanyak 2 sampel (11,8%), Aspergillus sp dan Penicillum sp sebanyak 4 sampel (23,5%). Berdasarkan tempat penjualan dari 12 sampel yang tempat penjualannya baik, sebanyak 9 sampel (75,0%) positif sedangkan sampel yang tempat penjualannya tidak baik semuanya positif. Berdasarkan kemasan dari 11 sampel yang menggunakan kemasan toples sebanyak 9 sampel (81,8%) positif sedangkan 6 sampel yang menggunakan kemasan plastik sebanyak 5 sampel (83,3%) positif. Bagi masyarakat khususnya konsumen agar lebih berhati-hati dalam memilih selai kacang
Pemanfaatan Posyandu Lanjut Usia Yuniati, Faiza; Dewi, Yustina
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.611 KB)

Abstract

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk para lansia.meliputi pemeriksaan kesehatan fisikdan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan posyandu lansia di wilayah kerja puskesmas kertapati palembang Tahun 2012. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectionalyang dilakukan pada bulanjuni 2012. Hasil uji Chi Square menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan posyandu lansia adalah faktor sikap (p-value = 0,009) sedangkan faktor pengetahuan, dukungan  keluarga dan peran kader tidak mempengaruhi pemanfaatan posyandu lansia. Disarankan bagi  pihak puskesmas untuk meningkatkan program posyandu agar terbentuk sikap posif dalam  pemanfaatan posyandu.Bagi keluarga lansia disarankan untuk meningkatkan dukungan dan  motivasi terhadap pemanfaatan posyandu lansia.

Page 1 of 3 | Total Record : 23