cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue " Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang" : 21 Documents clear
Gambaran Indeks Eritrosit pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Ariaoi, Delta Renli; Mutholib, Abdul; Carini, Ardiya
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69300.433 KB)

Abstract

Gaga/Ginja/ Kronis adalahsuatu periyalritdengan prognosis buruk karena terjadi penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Pemenksaan indeks eritrosit dilakukan untuk mengetahui abnormalitas yang mendasari terjadinya Anemia pada pasien gaga/ginjal kronis dengan parameter Mean Corpuscular Yolwne  (MCY) dan Mean Corpuscular Haemoglobin Concentration (MCHC).  Thjuan penelitian ini  adalah untuk  mengetahui indeks  eritrosit pada  pasien gaga/ginjal kronis yang menjalani hemodialisis  di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang   berdasarkan    usta, jents  kelamin,  dun frel;uensi   bemodialtsis. Jenis  peneiuian  yang   digunakan adalah deskriptif observasional denganpendekatan  cross sectional. Sampel dalam penelitian. ini adalah 50 pasien.gaga/ ginjal kronis yang menjalanhi emodialisisyang. diambu secara purposivesampling. Pemeriksaan indeks eritrosit menggunakan alat hematology analyzer metode blood cell counter. Hasil diperoleh rata-raia nilai MCY 85,36 fL dan MCHC 32, 66"Ai. Berdasarkan usia pasien. dengan usia produktif  diperoleh rata-rasa nilai MCY 83,74 FL dan MCHC 32,63% namun pada usia tidak produktif diperoleh rata-rata nilai MCV 86,67JL dan MCHC 32, 71%. Berdasarkan jenis kelamin.pasien dengan jenis  kelamin. laki-laki diperoleh  hasil rata-rata nilai MCY 86,79fL dan MCHC 32, 71% sedangkan pada perempuan diperoleh rata-rata nilai MCV 84, 00jL dan MCHC 32,65%. Berdasarkan kanfrelmensi hemodialisis pasien dengan frelme, ssi hemodialisis lxlminggudipeYO/eh hasil rata-rata nilai MCV 86,20 fL dan MCHC 32,90% sedang kanfrelmensi hemodialisi «'?!.2x/minggu diperoleh rata-rata nilai MCV 85,J 2 fL dan nilai MCHC32, 63%. Diharapkan  kepada paste» gagal ginjal kronis untuk memeriksa indeks eritrosit setiap tiga bulan untuk mengontrol perkembangan anemia yang terjadi.
Efek Antifungsi Ekstrak Etanol Kombinasi Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia Pandurata Roxb.) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Candida Albicans Aryanti, Lega; Mangunsong, Sonlimar
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69301.523 KB)

Abstract

Rimpang temu kunei (Boesenbergiapandurata Raxb.) dikombinasikan dengan daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai  bahan dasar jamu  gendong  yang dinamakan jamu    kunci suruh. jamu ini digunakan  masyarakat untuk  mengobati keputihan.   Kedua  tanaman ini dapat mengbambat   pertumbuhan jamur Candida albicans, Rimpang temu  kunci   mengandung   senyawa  alkaloid,flavonoid, sapcnin,  terpenoid dan steroid dan daun sirih hjau  megandung saponin, tanin dan terpenoid, semua kandnngan senyawa ini merupakan 7.3t antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas  antifungi dengan adanya zona hambat     kombinasi  ekstrak etanol daun sirih hijau dan rimpang temu kunci   terhadap Candida albicans. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan mengukur diameter  zona hambat aktivitas  antifungi kedua ekstrak  tanaman dan nilai KHM (Kadar Hambat Minimum) terhadap  Candida albicans. Pada basil uji efektivitas antijamur, ekstrak etanol kedua tanaman rimpang  temu lrunci dan daun sirih hijau  dan menghambat pertumbuhan Candida albtcansbail: secara tunggal dan kombinasi pada konsentrasi l O"lc, 'I,dan 20% '!,kecuali  pada konsentrasi 1 %'I.,. Diameter zona hambat tertinggi terdapat pada  ekstrak etanol daun sirik  hijau   konsentras 20"/o  vi, yaitu 23,64±0,79 mm. Berdasarkan hasil (lllalisis statistik one way anol'a bahwa efektivitt13  temadap  Candida albicans antar kelompok terdapat perbedaan yang   sig11ifikaJ1 dengan p=0,000 (p<0,05) kecuali pada ckstrak tunggal rimpang temu lrunci dan kombinasi ekstrak pada konsentrasi masing-masing 10%'/. tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan p= 0, 299 (p>0,05}dan nilai KHM (Kadar Hambat Minimum) pada tungga.1 dan.kombinasickstrak  etanol daun sirih hijau (Piper betlcL.} dan rimpang temu lcunci (Boesenbergillpanduraia Roxb.) yang mampu menghambat    pertumbuhan Candida albicans yaitu terdapat pada konsentrasi  10% "I, dengan Nys1atin IOOIU sebagai control positif  dengan nilai KHM 12,36±0,l8mm Terdapat penurunan potensi ekstrak daun sirih hijau jika di.kombinasi dengan ekstrak tumbuhan lain terhadap pertumbuhan Candida albicass
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Hipertensi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RUmah Sakit Myria Palembang Sebayang, Rosnita
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69300.167 KB)

Abstract

Nowadays,  diabetes melitus is known as one of common desease, This disease is caused by the rice of blood glukose level as result of the desease of progressive  insulin secresion.  Indonesia is now being in the fourth rank at the diabetic number after USA. China, and India worldwide. Many people know diabetes  is commonly derived from any bad diet and life style,   and it can mainly lead to any other diseases, such as hypertension,  stroke, coronary heart, kidney failure, cataract,  and  even  blindness. This research is particularly aimed to find  the  correlations between  blood sugar level and hypertension  inpatiens  with diabetes mellitus  tipe 2 in Myria Hospital Palembang. Analiytic survey was used with cross sectional approach. The respondents  were  67 hospitalized patients.  Automatic  bio  system A15 was and instrument used to measure the blood sugar level, while medical records were implemented  to check the blood pressure. The Spearman correlation testshowedp=0.74, orp  >0.05.   (Ho  was rejected and Ha was accepted,  r = - 0.47 ). There  was no correlation between blood  sugar  level and hypertension  inpatients with diabetes mellitus tipe 2 inMyria  Hospital Palembang.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis Lour) Fraksi N-Heksan Fraksi Etil Asetat dan Fraksi Air Terhadap Bakteri Escherichia coli Nizar, M; Monika, Adela Febri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69300.98 KB)

Abstract

Dtuin Samhang Darah (Excoecariaoocbincbtnensis  Lour)  mengandung senyawa fiavonotds. apontn, tanin dan triterpenoid sebagai antibakteri. Secara tradisional dimanfaatkan masyarakat untuk mengobatidiare dan disemri. Salah satu bakieri penyebab diare adalah bakteri Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian  eksperimental. Penyarian  daun sambang darah dengan metode maserasi  menggunakan pelarut etanol 96% dilanjiakan fraksinasi dengan pelarut  n,.helcsan, etiJ asetat dan air. Uji aksivito« antibalaeri dilalaJkan dengan metode  difusi  terhadap  Escherichia  coli.  Kontrol  positif  yang   digunakan adalah Kloromfernkol sedangkan  koturo! negatif yang digunakan adalah n-heksan, etil asetat, dan air. Berdasarkan hasil penelitian, fraksi n-heksa« tidak memiliki aktivitas antibakteri. Pada fraksi etil asetat pada konsentrast 0,78% blv, 1,56% b/v; 3,12% b/v; 6,25% b/v; 12,5%blv, 25% blv, dan 50% b/v menunjuld«m adanya aktivitas antibakier! dengan rata-rata diameter hambas masing-masing 7,1 mm, 7,3 mm, 7,65 mm, 8,1 mm, 8, 75 mm, 9,35 mm, dan 12,25 mm. Untukfraks! air hanya pada kortSentra .n6,15% blv. 12,5% blv dan 15% blv, dan 50% blv yang menunjukkan adanya aksivitas antibakteri dengan rata-rata diameter hambat masing-masing 7, 15 mm, 7,6 mm, 8, 15 mm, dan 10,25mm. Basil identifikasi  en.unjuldcallfrakseitil asetat mengandung senyawa tanin dan terpenoid. Sedangkan fraksiair mengandung senyawa jlavonoid, saponin, tanin dan terpenoid.
Angka Lempengtotal (ALT) pada Bedak Bayi Yang Dijual Di Pasar Tradisional Kota Palembang Karnell, Karnell; Setianegara, Billy; Aisyah, Suni
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69301.251 KB)

Abstract

Bedak  bayi merupakan  bedak  yang  dibuat dan digunakan  untulc bayi yang harus  bebas  dari mikroorganisme  yang  dapat dibuktikan   dengan  pemeriksaan   angka  lempeng  total  (ALT). Menurut  peraturan  BPOM  No.17  Tahun  2014 nilai ALT pada bedak  bayi  adalah S  5 x 102 koloni/gram,Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui kecenderungan anglca lempeng  tota dan perbedaannyaberdasarkan asal produksi dan sisa masa kadaluarsa pada bedak bayi yang dijual di pasar tradisional  kota Palembang  tahun 2016.  Penelitian  ini adalah penelitian  analitik kompara.tif  dengan pendekatan   cross sectional. Sampel dalam  penelitian   ini adalah  bedak bayi yang dijual di pasar  tradisional  yang  diambil secant  total sampling  sebanyak  7 sampel Metode pemeriksaan  yang digunalcan adalah agar tuang. Analisa univariat menggunakan   uji binomial  untuk menentukan  kecenderungan   dan uji Mann Whitney U Test untuk menentukan perbedaan. Hasil penelitian  dari 7 sampel, sebanyak  3 sampel (42,8%) memenuhi  syarat dan 4 sampel  (57,2%)  tidak  memenuhi  syarat sehingga  tidak  ada kecenderungan   anglca lempeng total pada bedak  bayi memenuhi  syarat  atau tidak memenuhi  syarat  (p-value : 1,000).  Hasil penelitian  ini juga membuktikan  bahwa  ada perbedaan angka lempeng  total pada bedak bayi berdasarkan   asal produksi dan sisa masa kadaluarsa  (p-value  :  0,014). Sehingga  disarankan kepada  masyarakat  untuk  membeli  bedak  bayi yang asal produksi  dalam negeri  dengan sisa masa kadaluarsa  yang masih panjang karenamempunyai kualitas yang lebih baik.
Pengaruh Lama Penyimpanan Pada Kadar Vitamin C Daging Buah Pisang Raja (Musaparadisiaca L.) Dengan Metode 2,6-Diklorofenol Indofenol Subiyandono, Subiyandono; Zahra, Namiratu
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69302.065 KB)

Abstract

Latar Belakang: Vitamin C bermanfaat sebagai antioksidan sehingga dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh, mengatur gula darah dan memperbaiki jaringan tubuh, dan meningkatkan kadar hemoglobin sehingga menurunkan prevalensi anemia. Salah satu yang mampu memenuhi kebutuhan vitamin C yang diperlukan tubuh adalah buah pisang. Suhu penyimpanan buah yang tidak tepat dapat mempersingkat masa simpan buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar vitamin C pada daging buah Pisang Raja yang disimpan sampai tujuh hari dan ditempatkan pada suhu kamardan suhu dingin,Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan metode 2,6-Diklorofenol Indofenol dengan objek penelitian yaitu buah Pisang Raja yang baru dibeli, disimpan pada suhu dingin dan disimpan padasuhukamar,Hasll: Hasil uji paired samplet-test menunjukkan bahwa kadar vitamin C daging buah Pisang Raja yang disimpan sampai tujuh bari pada suhu dingin mengalami perbedaan yang signifikan secara statistik mulai hari kedua penyimpanan sedangkan pada suhu kamar mengalami perbedaan yang signifikan secara statistik mulai hari pertama penyimpanan.Kesimpulan: Kadar vitamin C pada daging buah Pisang Raja yang disimpan pada suhu kamar lebih rendah daripada daging buah Pisang Raja yang baru dibeli dan disimpan pada suhu dingin. Hal ini terjadi karena vitamin C yang mudah teroksidasi dan tidak stabil diudara.
Pengaruh Pemberian Smoothie Belimbing Manis (Averrhoa Carambola L) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Sistolik Dan Diastolik Pada Pasien Hipertensi Rawat jalan di Puskesmas Betung Kota Kabupaten Banyuasin Tahun 2015 Muzakar, Muzakar; Listrianah, Listrianah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69302.336 KB)

Abstract

Latar   Belakang  :   Menurut   Organisasi   Kesehatan    Dunia   (WHO,   1999),   tekanan   darah seseorang dikatakan normaljika sistolik< 140mmHg dandiastolik <90mmHg Jika sistolik diantara 140-160mmHgdan diastolik diantara  90-95 mmHg disebut borderline hypertension.Jika seseorang  memiliki  sistolik >160 mmHg dan diastolik > 95 mmHg maka seseorang tersebut menderita hipertensi. Prevalensi hipertensi Nasional pa.da pasien  rawat  inap di Rumah  Sakit Indonesia  pada tahun 2013 adalah  25,8 persen   yaitu  mencapai   19.873 kasus (4.81   %), Berdasarkan   Laporan Dinas Kesehatan   Provinsi Sumatera Selatan  tahun 2013  prevalensi penyakit hipertensi   pada  umur  ~  18 tahun  sebesar  26,l  persen,  Menurut   data Dinas Kesehetan   Kabupaten Banyuasin penderita hipertensi   dengan proporsi  pada tahun 2007  sebanyak   0,23%  kasus, sedangkan  pada  tahun  2013 penderita hipertensi   menga)ami peningkatan   yaitu  menjadi   1,91%   kasus.   Prevalensi  hipertensi menurut  data Puskesmas  Bening  kota dengan  proporsi  pada tahun 2012 ada1ah sebanyak  4,86%,  dan pada tahun 2013 adalah sebanyak : 5,74%.
Pengaruh air Rebusan daun Tumbuhan Insulin (Tithonia Diversifollia) terhadap kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus di kota Palembang tahun 2016 Kadir, H A; Murdiningsih, Murdiningsih
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69300.678 KB)

Abstract

Latar belakang: Kecendenmgan meningkatnya angka  kejadum penyakit non menular di Indonesia,  penyakit Jantung, Hipertensi  danDiabetes   melitus.Penderita.Diabetes melitus adalahkeadaan seseorang  yang mengalami kadar glukosa  darah yang  tinggi ~ 200 mg/dl.   Pada  keadaan  puasa, Keadaan ini terjadi   akibat gangguan metabolisme yang secara genetik  dan klinisdengamnanifestasihangoyatoforansi karbohidrat ditandai  dengan hiperglikemiaTumbuhan Insulin (Tithonia Diversifollia) yang diyakini  dapat  menuru.nkan  glukosa  darah pada penderita  DM karena  mengandung   protein  kaprikromterpana dan paladonoid. Peneliti.an   ini adalah eksperimental yang dilaksanakan diwilayah  kerja puskesmas sosial Palembang  Tahun 2016 dengan  tujuan untuk mengetahui  pengaruh air rebusan   dauntumbuhan    Insulin  terhadap   kadar  gluk.osa  darah  pada penderita   DM. Jumlahsampcl   yang  dipakai  sebanyak  34 orang  yang terbagi  dalam 2 kelompok  yaitu  Intervensi  dan kontrol dengan  mempetbatikan   kriteria  Inklusi berupa  usia 30-60 tahun laki-laki dan perempuan,   terdiagnosa   DM dan bersedia ikut dalam penelitian ini, Kelompoklnterven.sidengan minum  airrebusan   Tum.buhan Insulin sebanyak 17 orang  dan kelompok kontrol   dengan  aquadest   sebanyak   17  orang.   Uji  statistik   pengolahan   data  dengan program   SPSS  dengan  T.Tes dan Anova  untuk  menguji  beda rata-rata   kelompok.   Ruil  yang  di dapat.  Tes pertama 956, Tes ke 2 0,97,tes ke 3 1,53, tes ke 4 0,05 tes ke 5 0,00 clan tes ke 6 0,00.Sirupulan bohwaAirrebusan daun  Tumbuhen   Insulin yang di berikan  pada penderita Diabetes mellitus dengan C8Ill di minum dapat menunmkankadar glukosa  darah
Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Flavonoid Daun Bugenvil (Bougainvillea glabra Choicy) Terhadap Bakteri Escherichia coli Mindawarnis, Mindawarnis; Sari, Nofita
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69300.438 KB)

Abstract

Flavonoidtelah menarik perhatian para ilmuan karena memberilam berbagai manfaat, diantaranya sehag4i antibaktert.  Daun buge,rvif  (Bougainvillea  glabra Chcicy) mengandung   senyawa  flavonoid,    tumbuhan ini secara   tradisional  digunakan   untuk mengobati   pmyakit diare.  Saleh'  satu baksen  penyebab penyaku  diare adalah bakteri  Escherichia   coli. Penelitian  ini bertujuan untukmenguji aktivitas  annbakteri  senyawa flavonoid daun bugenvil (Bougainvillea glabra Choicy) terhadap  bakteri&cherichia  coli. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi  bukti ilmiah  tentang  aktivitas amibakteri senyawaflavonoid  dari daun bugenvil (Bougainvillea glabra Choicy)    terhadap Escherichia coli.  Penelitian ini   merupakan  penelitian    deskriptif dengan mengekstraksi 1 kg daun bugenvil (Bougai11villeaglabra  Choicy)  de11ga11pelarut etanol 96%  secara maserasi, kemudian ekstrak: kental  difraksinasi menggunakan   pelana n-heksan.  etil  asetat;  dan air. '.nap fraks: diuji kandungan flavonoid  menggunakan   methanol panas, HCl pekat.dan logam  Mg.  Terhadapfraksi yang positlf mengadung jlavonoid di/akukan  isolosi senyawajlavo,widmela/uikromatografi kolom dan Tcromatogra.filapis tipts menggunakan  fase  diam sililcll gel F,,, danJasegemk   n-butanol   :  asam asetat  :  air (4: l :5), selanjumya isolat flavonoid diiyi  aktmtas  antibakterinya   terlradap bakteri Escherichia coli dengan  metode  difasi agar. Data yang dikumpulkan   didapatkan dari pengukuran    diameter  hambat    senyawa flavonoid  hasil  isolasi  dari daun bugenvil, data. ditampilkan dalam bentuk  tabel. Hasil penelitian  menunjukkan   bahwa fraksi  yang positif mengandung flavonoid adalah fraksi air, dari fraksi airdidapatkan 6frabiyangmengandungflavonoid    dengan harga Rf berturut-turut  adalaJi 0,48;  0,50; 0,51; 0,52; 0,53; dan 0,54. Masing-masing fraksiyang mengandung senyawa flavonoid diuji aktivitas antibakterinya   terhadap pertumbuhan.  bakieri  Escherichia coli dan memiliki diameter hambat  sebesar 10,5 mm; 11,l mm;  11,15  mm; dan  ll,65.  Isolat daun bugenvil (Bougaim,illeaglabra Choicy)  yang mengandung   flavonoid   berupa  subu/c yang  berwama  lcuning muda  sampai  laming  tua  dan memilik!  aktivitas antibakteri terhadap  bakteri Escherichia coli
Hubungan Kerusakan Gigi (Ompong) Dengan Kejadian Anemia Pada Lanjut Usia (Lansia) Di Kecamatan Saku Kota Palembang Ibrahim, Rifai; Fandianta, Fandianta
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 2 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69300.98 KB)

Abstract

Meningkankan insidensi anemia dihubungkan dengan bertambahnya usia telah menimbulkan spekulasi, bahwa penurunan hemoglobin kemungkinan merupakan konsekuensi dari pertambahan usia. Menurut UU No. 13 Tahun 1998 dikatakan bahwa lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Insidensi anemia bervariasi tetapi diperkirakan sekitar 30% penduduk dunia menderita anemia, dimana prevalensi tertinggi berada di Nagara-negara berkembang. Tahun 2020, Indonesia diperkirakan merupakan Negara urutan ke 4 terbesar jumlah penduduk usia lanjut sesudah China, India, dan Amerika Serikat. Meningkatnya populasi usia lanjut di Indonesia akan membawa pengaruh besar didalam pengelolaan masalah kesehatan dan kesejahteraannya. Hasil Survey Kesehatan Nasional (Surkesnas) tahun 2001 menemukan penyakit tidak menular pada usia lanjut di Indonesia dengan persentase terbesar adalah anemia 46,3% dan penyakit tekanan darah tinggi 42,9%

Page 1 of 3 | Total Record : 21