cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 11 No 1 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang" : 8 Documents clear
Formulasi Hand And Body Lotion Ekstrak Kulit Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) dan Uji Kestabilan Fisiknya Noer, Benjamin M; Sundari, Sundari
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.015 KB)

Abstract

Buah naga adalah salah satu tanaman yang dibudidayakan di Indonesia yang memiliki kandungan antioksidan. Terutama bagian kulitnya yang mengandung betasianin yang dapat digunakan sebagai antioksidan alami untuk antipenuaan. Telah dibuat beberapa formula hand and body lotion yang mengandung ekstrak kulit buah naga putih (Hylocereus undatus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu ekstrak kental kulit buah naga putih yang diperoleh dengan mengekstraksi kulit buah naga putih dengan cara maserasi lalu didestilasi vakum. Formulasi hand and body lotion dibuat dengan memvariasikan TEA dengan konsentrasi 0,2%, 0,4% dan 0,6%. Serta dilakukan uji kestabilan fisik hand and body lotion selama 28 hari penyimpanan meliputi pH, homogenitas, viskositas, daya sebar, pemisahan fase, warna dan bau. pH ketiga formula berkisar 5,36-6,57, viskositas ketiga formula antara 6707-17383 cp, daya sebar ketiga formula antara 4-5,5 cm hanya formula II yang memenuhi syarat, homogenitas hanya formula II yang memenuhi syarat, pemisahan fase hanya formula I yang memenuhi syarat. Formula I, II, dan III dengan penambahan ekstrak kulit buah naga putih tidak mengalami perubahan warna dan baru. Dari penelitian dapat disimpulkan ekstrak kulit buah naga putih (Hylocereus undatus) tidak dapat dibuat menjadi formula hand and body lotion yang baik dan stabil secara fisik.
Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Petani Pengguna Pestisida di Desa Tanah Merah Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur Ramli, Nurhayati; Asrori, Asrori; Riswanto, Jabno
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.191 KB)

Abstract

Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan akan mengakibatkan banyak dampak terutama dampak kesehatan bagi penggunanya. Zat kimia didalam pestisida yang masuk dalam darah dapat menghambat aktivitas superoksidase dismutase, menurunkan glutathione, meningkatnya produksi methemoglobin dan sulfhemoglobin yang dapat menyebabkan penurunan kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada petani pengguna pestisida di Desa Tanah Merah Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur Tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Metode pemeriksaan hemoglobin yang digunakan adalah digital haemometer. Jumlah sampel yaitu 47 petani pengguna pestisida. Hasil penelitian didapat pada petani yang menggunakan pestisida kadar hemoglobin rata-rata adalah 12,28 gr/dL. Berdasarkan masa kerja, petani dengan kategori lama yang anemia sebanyak 30 orang (75%) dan dengan kategori baru sebanyak 5 orang (71,4%). Berdasarkan frekuensi penyemprotan, petani dengan frekuensi penyemprotan kurang baik yang anemia sebanyak 21 orang (72,4%) dan dengan frekuensi penyemprotan baik sebanyak 14 orang (77,8%). Berdasarkan lama penyemprotan, petani dengan kategori penyemprotan kurang baik yang anemia sebanyak 3 orang (75%) dan yang baik yang anemia sebanyak 32 orang (74,4%). Berdasarkan kelengkapan pelindung diri, petani dengan pemakaian pelindung diri kurang lengkap yang anemia sebanyak 32 orang (76,2%) dan pemakaian pelindung diri lengkap sebanyak 3 orang (60%). Berdasarkan status gizi, petani dengan status gizi normal yang anemia sebanyak 25 orang (73,5%), status gizi kurus yang anemia sebanyak 8 orang (80%) dan status gizi gemuk yang anemia sebanyak 2 orang (66,7%). Disarankan bagi petani untuk memakai pelindung diri yang lengkap saat kontak dengan pestisida baik waktu pencampuran, penyemprotan maupun pencucian peralatan untuk mengurangi resiko terpaparnya pestisida.
Keberadaan Jamur Kontaminan Pada Kacang Tanah ( Bumbu Gado Gado) Yang Dijual Pedagang Di Kota Palembang Edyansyah, Erwin
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.419 KB)

Abstract

Jamur kontaminan dapat menghasilkan metabolit beracun yang disebut mikotoksin. Mikotoksin terutama yang dihasilkan oleh jamur saprofit seperti Aspergillus sp, Fusarium sp, dan Penicillium sp yang dapat dijumpai pada berbagai jenis bahan pangan, seperti jenis serelia, rempah-rempah, kacang-kacangan, susu (jika ternak mengkonsumsi pakan yang terkontaminasi aflatoksin). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Dari hasil penelitian 30 sampel didapatkan yang positif sebanyak 16 sampelUntuk pertumbuhan jamurnya didapatkan hasil 10 sampel positif Aspergillus sp, 2 sampel positif Aspergillus sp dan Rhizopus, 3 sampel positif Aspergillus sp dan Fusarium dan 28 negatif, 2 sampel positif Fusarium. Untuk variabel tempat/wadah tertutup didapatkan hasil positif sebanyak 2 sampel dan variabel tempat/wadah terbuka didapatkan hasil 14 sampel positif. Untuk variabel kondisi tempat penjualan baik 1 sampel positif dan variabel kondisi tempat penjualan tidak baik didapatkan hasil semua 15 sampel positif.
Analis Prilaku Anak Dalam Memilih Makanan Jajanan Di SD Kecamatan Sukarame Palembang Mardiana, Mardiana; Marson, Jont; Terati, Terati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.708 KB)

Abstract

Makanan Jajanan (FAO) didefenisikan sebagai makanan dan minuman yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempat-tempat keramaian umum   yang langsung dapat dimakan atau dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Makanan jajanan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Konsumsi akan makanan jajanan di masyarakat terus meningkat mengingat makin terbatasnya waktu anggota keluarga untuk mengolah makanan sendiri (Winarno, 2002 dalam saputra, 2012). Berdasarkan survei awal, terlihat banyak siswa yang membeli makanan jajanan ketika jam istirahat maupun pulang sekolah baik di kantin maupun di luar pagar sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku anak dalam memilih makanan jajanan di 3 SD Kec. Sukarame Palembang Tahun 2015, Jenis penelitian bersifat survey analitik dengan pendekatan crossectional, sampel adalah siswa dan siswi kelas V (lima) berjumlah 79 orang. Pengambilan  sampel  menggunakan  tehnik  Proportional Stratified Random Sampling dan Sistematik Random Sampling. Data dianalisis secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chy Square. Hasil penelitian menujukkan pengetahuan anak tentang pemilihan makanan jajanan sebagian besar baik yaitu 75,95%, Sikap anak sebagian besar mendukung yaitu 64,56% dan Perilaku anak sebagian besar baik 69,62%. Hasil analisis bivariat ada hubungan Pengetahuan dan Sikap mengenai pemilihan makanan jajanan dengan Perilaku anak memilih makanan (p value 0,001 dan 0,000). Disarankan agar pihak sekolah selalu memantau penjual makanan baik di dalam maupun di luar pagar sekolah untuk menyediakan makanan yang sehat dan bersih serta aman dikonsumsi anak sekolah.
Karakteristik Mikrobiologis Bakteri Listeria, sp Pada Buah Apel Yang Dijual Kota Palembang Karneli, Karneli; Ediyansyah, Erwin; Harianja, Sri Hartini
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.834 KB)

Abstract

Penyakit bawaan makanan (food borne disease) disebabkan oleh agens penyakit yang masuk kedalam tubuh melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Infeksi penyakit melalui makanan ini berkaitan dengan adanya bakteri pada makanan siap saji (ready to eat) yang memiliki masa penyimpanan panjang pada suhu dingin dan hanya membutuhkan sedikit atau bahkan tidak membutuhkan pemanasan sebelum dikonsumsi, seperti pada buah – buahan.
Hubungan Pendidikan dan Sikap Ibu Hamil Dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada Ibu Hamil Di Puskesmas Boom Baru Palembang Yunica, Joyce Angela
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.709 KB)

Abstract

Angka kejadian infeksi pada bayi baru lahir (tetanus neonatorum) mencapai 14% dari seluruh jumlah bayi lahir di dunia. Angka kematian di Indonesia akibat tetanus cukup tinggi yaitu hampir 30%. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan sikap ibu terhadap kelengkapan imunisasi TT. Penelitian ini dilakukan  mulai bulan Maret-April 2016 dengan sampel 359 ibu hamil. Pengambilan sample dengan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 133 responden, yang berpendidikan rendah, didapatkan 88 orang (66,2%) yang mendapatkan imunisasi TT lengkap  dan 45 orang (33,8%) yang tidak lengkap. Dari uji statistik Chi-square ada hubungan yang bermakna value = 0,003. Dari 122 responden, yang memiliki sikap positif di dapatkan 84 orang (68,9%) yang mendapatkan imunisasi TT lengkap dan 38 orang (31,1%) yang tidak lengkap. Dari uji statistik Chi-square ada hubungan yang bermakna  0,003. Dari 122 responden, yang memiliki sikap positif di dapatkan 84 orang (68,9%) yang mendapatkan imunisasi TT lengkap dan 38 orang (31,1%) yang tidak lengkap. Dari uji statistik Chi-square ada hubungan yang bermakna p value = 0,0 (a < 0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan  bahwa sebagian besar ibu hamil tidak mendapatkan kelengkapan imunisasi TT, tidak memiliki sikap positif , dan sebagian besar ibu hamil berpendidikan  rendah. Ada hubungan antara pendidikan dan sikap ibu hamil dengan kelengkapan imunisasi TT. Perlu diberikan motivasi untuk melakukan antenatal care  serta promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan.
Formulasi dan Uji Kestabilan Fisik Granul Effervescent Infusa Kulit Putih Semangka (Citrullus Vulgaris S.) Dengan Kombinasi Sumber Asam Astuti, Ratnaningsih Dewi; Wijaya, Wahyu Ardi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.828 KB)

Abstract

Sediaan effervescent merupakan metode pengobatan yang nyaman dan menyenangkan. Kulit Putih Semangka (Citrullus vulgaris S.) mengandung antioksidan dan asam amino sitrulin. Sitrulin terbukti mampu menurunkan glukosa. Pemanfaatan kulit putih semangka dianggap perlu guna menunjang pengobatan diabetes yang membosankan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kental putih semangka menjadi sediaan granul effervescent dengan kombinasi sumber asam yang stabil secara fisik. Kulit putih semangka diekstraksi dengan metode infusa dan dilanjutkan pengentalan dengan destilasi vakum. Penyari yang digunakan aquadest. Infusa kulit putih semangka dibuat dalam sediaan granul effervescent dengan konsentrasi 10% tiap formula dan diformulasikan dengan kombinasi sumber asam dari asam sitrat dan asam tartrat dengan konsentrasi 30%, 31% dan 32%. Setelah dilakukan pembuatan, dilanjutkan uji mutu fisik meliputi kecepatan alir, sudut diam, waktu larut, pH, ketinggian buih, uji tanggapan rasa, bau dan kejernihan. Dari hasil uji fisik didapat rata-rata ketiga formula memiliki kecepatan alir kisaran 7,27-9,21 detik yang memenuhi syarat, sudut diam 11,30°-15,94° menyatakan baik, waktu larut yang memenuhi syarat yakni 2 menit 16 detik-2 menit 25 detik, ketinggian buih yang meningkat kisaran 5-9,5 cm dan pH dari formula I sampai III mengalami penurunan 6,17-5,41. Dari segi tanggapan rasa, bau dan kejernihan formula yang disukai oleh panelis adalah formula II. Maka dari hasil ini menunjukkan Infusa kulit Putih Semangka (Citrullus vulgaris S.) dapat diformulasikan menjadi sediaan granul effervescent dengan kombinasi sumber asam yang memenuhi syarat.
Gambaran Ketengikan Minyak Goreng Bermerk dan Minyak Goreng Curah Setelah Melalui Proses Penggorengan Mutholib, Abdul; Handayani, Handayani; Rini, Okta
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.042 KB)

Abstract

Minyak goreng adalah lemak yang digunakan untuk medium penggoreng. Ketengikan adalah proses kerusakan minyak goreng yang menyebabkan adanya cita rasa dan bau yang tidak enak. Dampak pemanasan dalam waktu lama seperti penggorengan untuk beberapa kali, maka akan merusak asam lemak essensial dan terbentuknya produk polimerasi yang beracun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketengikan minyak goreng bermerk dan minyak goreng  curah  setelah  melalui  proses  penggorengan.  Jenis  penelitian  ini  adalah  pra- eksperimental. Sampel diambil secara acak berdasarkan tingkatan harga. Penelitian ini menggunakan metode asidimetri dan metode titrasi iodometri sesuai dengan syarat SNI.01-3741-1995. Pada bilangan penyabunan 100% sampel tidak tengik selama 3 kali penggunaan, yang disimpan dalam wadah terbuka dan wadah tertutup. Pada bilangan peroksida, dari 1 kali penggunaan terdapat 25% sampel tengik. 2 kali penggunaan terdapat 75% sampel tengik, dari 3 kali penggunaan 100% sampel semuanya tengik, baik yang disimpan dalam wadah terbuka maupun tertutup. Berdasarkan penggunaan, dari 1 kali penggunaan terdapat 25% tengik, 2 kali penggunaan terdapat 75% tengik, dari 3 kali penggunaan 100% tengik. Berdasarkan harga, tingkatan mahal terdapat 50% tengik, tingkatan sedang ke-6 sampel semuanya tengik, tingkatan murah 50% tengik, untuk minyak curah 66,7% tengik. Kepada masyarakat untuk tidak menggunakan minyak goreng yang berulang-ulang kali dalam proses penggorengan karena dapat mengganggu kesehatan. Kepada BPPOM agar menetapkan dan mencantumkan peraturan tentang penggunaan minyak goreng pada kemasan minyak goreng.

Page 1 of 1 | Total Record : 8