VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN
ISSN : 26854015     EISSN : 26853795
Terbitan Jurnal Visio Dei Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 berisi 8 (delapan) artikel dari 10 (sepuluh) orang penulis dengan topik-topik di bidang ilmu teologi Kristen dan mencakup semua scope jurnal: Studi Biblika, Teologi Kewirausahaan, Eklesiologi, Teologi Kontekstual, Agama Suku dan Kearifan Lokal, Teologi Feminis, Teologi Anak, dan Pendidikan Agama Kristen.
Articles 8 Documents
PERCERAIAN WARGA GKJW DI KABUPATEN JEMBER

Harisantoso, Imanuel Teguh

VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.65 KB) | DOI: 10.35909/visiodei.v1i1.5

Abstract

Warga Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di kabupaten Jember menjadi subjek penelitian dan bagian integral meningkatnya angka perceraian. Ajaran iman umat Kristen adalah tidak boleh bercerai, tetapi kenyataannya perceraian terjadi. Tahun 1970-an tidak ada perceraian, tetapi tahun 2000-an perceraian terjadi dalam keluarga Kristen GKJW di Jember. Tingginya perceraian warga gereja di Jember di tahun 2000-an menjadi tantangan pelayanan Gereja. Data perceraian Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember, sebanding lurus dengan perceraian di Jemaat-Jemaat GKJW Kabupaten Jember. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan perceraian di Jemaat GKJW se-Kabupaten Jember? Dukungan sosial, persyaratan administrasi, latar belakang agama, menjadi faktor utama penyebab perceraian. Sedang faktor pendukung, tanggung jawab suami isteri, PIL atau WIL, konflik keluarga dan komunikasi menjadi stimulan perceraian. Inilah fakta sosial yang berkelindan dalam pelayanan gereja dalam konteks bermasyarakat. Semestinya secara institusi ataupun personal pelayan gereja membekali diri dan mempersiapkan “piranti-piranti” pelayanan yang dibutuhkan, sebagai persiapan terhadap kemungkinan persoalan yang akan terjadi.

PERAN GEREJA DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM KEWIRAUSAHAAN DI ERA DIGITAL

Pasande, Purnama, Tari, Ezra

VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.091 KB) | DOI: 10.35909/visiodei.v1i1.6

Abstract

Peran Gereja dalam mengembangkan program kewirausahaan dalam menghadapi era digital adalah mencoba tantangan baru melalui aplikasi. Banyak model pengembangan kewirausahaan misalnya, Gereja dengan mall satu lokasi. Ada juga koperasi, menjual makanan ringan, usaha kecil dan menengah, warung makan dan lain-lain. Gereja dituntut untuk kreatif dalam memngembangkan kewirausahaan, terutama di era digital ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penelitian kualitatif. Di mana metode kualitatif bersifat deskriptif analisis. Peneliti menemukan keragaman kewirausahaan, sehingga tidak ada yang sama persis dengan yang lain. Karena itu, Gereja harus aktif baik dalam pemenuhan kebutuhan rohani maupun jasmani.

IMAN KRISTEN DAN BUDAYA POPULAR

Lola, James A.

VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.791 KB) | DOI: 10.35909/visiodei.v1i1.7

Abstract

Manusia hidup dalam konteks budaya tertentu, di satu sisi, budaya adalah hasil dari kreativitas manusia, tetapi di sisi lain, budaya juga cenderung mempengaruhi manusia. Saat ini kita berada dalam masa budaya populer, budaya populer menekankan sikap pragmatis dan dikendalikan oleh kapitalisme yang disamarkan, Orang Kristen tidak lepas dari pengaruh budaya populer, orang Kristen dipanggil untuk dapat berperilaku dalam budaya populer tanpa meninggalkan Iman Kristen, artikel ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana hubungan iman Kristen dan budaya popular melalui pendekatan teologis.

PRAKTIK KEWIRAUSAHAAN GEREJA

Ngedi, Mika Daddu

VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.342 KB) | DOI: 10.35909/visiodei.v1i1.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan praktik-praktik kewirausahaan gereja beraliran pentakostal dalam mengentaskan kemiskinan di Kota Wamena. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran sekuensial eksplanatori yakni metode di mana peneliti terlebih dahulu melakukan penelitian kuantitatif, menganalisis hasil dan kemudian menyusun hasil untuk menerangkannya secara lebih terperinci dengan penelitian kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah GPdI Elshaddai Wamena dan GPdI Elroi Wamena yang dipilih secara purposif yakni jemaat yang melakukan praktik kewirausahaan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui angket, observasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara kuantitatif yakni melalui tabel distribusi frekuensi relatif, dan selanjutnya dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 132 orang jemaat GPdi Elshaddai Wamena dan 156 orang jemaat GPdI Elroi Wamena telah melakukan praktik kewirausahaan dalam jemaat dengan baik. Praktik-praktik kewirausahan yang dilakukan oleh GPdi Elshaddai Wamena dan GPdI Elroi Wamena telah berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan di Kota Wamena.  

PAULUS SANG ENTREPRENEUR

Silalahi, Junior Natan

VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.968 KB) | DOI: 10.35909/visiodei.v1i1.9

Abstract

Artikel ini ingin mengkaji tentang kemandirian Paulus sebagai Pemberita Injil yang hidup sebagai seorang entrepreneur. Rasul Paulus sebagai rasul bagi orang-orang non-Yahudi memiliki keahlian khusus dalam membuat tenda – dijadikan sebagai penopang pendanaan – sehingga dapat membantu dalam kelangsungan pemberitaan Injil. Ia tidak ingin memberatkan jemaat yang ia layani dalam hal pendanaan pemberitaan Injil. Keahlian yang ia miliki digunakan semaksimal mungkin untuk menopangnya dalam pelayanan. Sebagai rasul, ia tidak malu untuk berterus terang akan apa yang sedang kerjakan yaitu sebagai pembuat tenda. Tujuan utamanya adalah keahlian membuat tenda dipakainya sebagai jembatan untuk pemberitaan Injil. Dengan demikian setidaknya ada dua hal penting yang didapatkan dari topik ini yaitu: pertama, kemandirian dana sebagai penginjil, dan kedua, keahlian sebagai jembatan penginjilan. Metode penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif dengan pendekatan teologis. Di dalam artikel ini, penulis memaparkan tentang Paulus sebagai seorang entrepreneur, dan entrepreneur sebagai jembatan penginjilan. Temuan dalam penelitian ini adalah pemberita Injil penting untuk meneladani Paulus yang menjadikan keahliannya sebagai penopang pelayanan, sehingga tidak menjadi beban bagi jemaat yang dilayani. Dari sini, Gereja perlu belajar menerima kenyataan bahwa ada pendeta (pelayan) yang hidup sebagai seorang entrepreneur.

UPAYA PREVENTIF GURU KRISTEN DALAM MENGHADAPI DEGRADASI MORAL ANAK

Sari, Dwi Novita

VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.804 KB) | DOI: 10.35909/visiodei.v1i1.11

Abstract

Fenomena kenakalan anak saat ini mengarah pada terjadinya degradasi moral. Hal ini nampak pada fakta bahwa anak bukan lagi menjadi korban namun juga menjadi pelaku. Munculnya kasus pengerusakan, aksi perundungan, pemerkosaan bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh anak, menunjukkan masih lemahnya pendidikan moral di Indonesia. Ada 2 faktor utama yaitu internal dan eksternal yang mempengaruhi. Perlu adanya sinergi antara orang tua, guru dan masyarakat untuk mendidik anak-anak. Selain pendidikan moral dalam keluarga dan masyarakat, sekolah menjadi partner orang tua untuk mendidik dan menanamkan nilai-nilai moral bagi anak di sekolah. Dalam hal inilah guru memiliki andil besar membentuk anak menjadi pribadi yang bermoral. Khususnya dalam hal ini guru Kristen (guru yang beragama Kristen) perlu memiliki kesadaran terhadap kebutuhan anak akan nilai-nilai moral, karena nilai-nilai tersebut sejalan dengan nilai-nilai Kristen yang luhur. Penelitian ini hadir untuk menolong para guru Kristen dengan menawarkan langkah-langkah untuk dapat mengajarkan nilai-nilai moral bagi anak di sekolah. Penulis menggunakan metode deskriptif sehingga pembaca dapat melihat gambaran hasil penelitian secara lebih lekat. Upaya untuk mengatasi degradasi moral anak di sekolah meliputi menciptakan komunitas moral, merancang disiplin moral bersama, menegakkan disiplin moral, mengajarkan resolusi konflik dan membimbing siswa.

SAHALA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM KONTEKS MASYARAKAT BATAK DAN ALKITAB

Siagian, Riris Johanna

VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.358 KB) | DOI: 10.35909/visiodei.v1i1.13

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggali pemahaman yang lebih konkrit dan holistik  tentang eksistensi dan peran perempuan dalam masyarakat Batak. Dalam kenyataannya, Batak memiliki beberapa istilah yang menunjuk pada eksistensi yang kuat dari kaum perempuan dalam masyarakat  Batak. Namun demikian, mengingat  garis keturunan ditarik dari garis keturunan laki-laki sebagaimana lajimnya dalam budaya patriarki, maka peran-peran strategis kaum perempuan itu sendiri sering menjadi  terabaikan.  Dimulai dengan pemaparan kondisi riil perempuan dalam konteks masyarakat Batak. Selanjutnya telaah kritis konstruktif dilakukan dengan mencermati sastra-sastra keagamaan seperti halnya sebuah mitos. Penggunaan mitos sebagai bahan studi biasa dilakukan dalam  studi  Ilmu Agama-agama, karena banyak orang meyakini bahwa mitos memuat ajaran tentang moral suatu masyarakat, yang diterima dan dihidupi sebagai pengajaran dalam hidup sehari-hari. Melalui itu, dapat pula ditemukan hal-hal yang menjadi pembelajaran untuk masa yang akan datang. Kajian Ilmu Agama-agama juga menggunakan  pendekatan   Sosiologi Agama untuk  membahas tentang manusia dan agama itu sendiri. Refleksi teologis terhadap nats-nats tertentu dalam Alkitab dilakukan dengan perspektif baru, sehingga melalui tulisan ini ditemukan kekuatan lahiriah yang ditampilkan kaum perempuan dari kedalaman jiwanya, sahala-nya. Tentu saja kajian ini  telah melewati satu studi yang mendalam, sehingga apa yang dipaparkan di sini bukanlah hasil pemikiran subjektif penulis semata.

DISKURSUS KERUKUNAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT KRISTEN DI INDONESIA:

Kawangung, Yudhi, Lele, Jeni Ishak

VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STT STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.023 KB) | DOI: 10.35909/visiodei.v1i1.27

Abstract

Pasca pemilu 2019 di Indonesia masih menyisakan persoalan baik esensialisme maupun mekanisme. Bangsa ini terkuras materil dan imateril. Ditambah adanya oknum-oknum elit yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan politiknya. Kerukunan umat beragama di Indonesia retak hanya karea dipicu perbedaan pandangan politik. Narasi dan diksi keagamaan dipaksakan untuk dikemukakan walaupun berlawanan dengan nilai kemanusiaan. Maka dari itu diskursus kerukunan sosial yang diinisiasi oleh para tokoh masyarakat melalui partisipasi dengan dialog, menjadi formula yang urgen untuk diramu sedemikan rupa agar dapat merekakatkan kembali persatuan bangsa yang koyak oleh pilihan politik yang berbeda. Kemudian rumusan diskursus tentu kemelekatannya pada perspektif Kristen yang mencoba menawarkan gagasan segar terbarukan sesuai dengan konteks problematika di Indonesia. Dengan metode literasi, membaca ulang dan memeriksa kembali narasi dan diksi yang telah diformulasikan kemudian memberi wacana atau makna baru dalam kerukunan sosial pada masyarakat Indonesia pada era digital yang ditengarai menjadi salah satu variabel penyumbang persoalan yang ada (contonya: hoax, penyebaran isu bohong dan ujaran kebencian) yang merajalela sehingga menggerogoti persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia maka perlu ada rekonsiliasi pasca pemilu 2019.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2019 2019