cover
Contact Name
Rizky Setiadi
Contact Email
r12ky_ui@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.husada2016@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan
ISSN : 19788355     EISSN : 24610402     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Husada Mahakam is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is the research articles in the field of health professions.
Arjuna Subject : -
Articles 127 Documents
Kadar Testosteron Serum dan Caspase-3 Aktif Sel Leydig pada Tikus Jantan Sprague Dawley Diabetes Melitus Akibat Pemberian Suspensi Bubuk Kacang Kedelai Kuning (Glycin Max) wiyadi, wiyadi
Husada Mahakam Vol 3 No 2 (2011): November 2011
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia  karena komplikasi-komplikasi yang ditimbulkan.  Kompliksi kronis pada system reproduksi pria yang sering adalah penurunan kadar testosteron. Hormon ini diproduksi di dalam sel Leydig.  Kacang kedelai kuning (G. max) mengandung berbagai komponen nutrisi yang dapat sebagai antidiabetik, antikolesterol, antiosteoporosis dan antikanker prostate. Kacang kedelai kuning juga mengandung fitoestrogen yang merupakan estrogenik eksogen yang dapat menurunkan kadar testosteron. Penelitian ini bertujuan menilai  kadar serum testosteron dan caspase-3 aktif  sel Leydig pada tikus jantan SD diabates yang diinduksi STZ akibat pemberian suspensi bubuk kedelai kuning.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan design  pre and post test  control group. Penelitian ini  dilakukan pada  tikus jantan SD sebanyak 30 ekor terbagi dalam 5 kelompok.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah pemberian suspensi bubuk kacang kedelai kuning (G. max) 400mg/kgBB/hr, 800 mg/kgBB/hr dan 1600 mg/kgBB/hr selama 4 minggu tidak meningkatkan kadar testosteron serum secara signifikan (p>0,05)  dan tidak  menghambat caspase-3 aktif sel Leydig secara signifikan (p>0,05) setelah pemberian suspensi  bubuk G. max.  Suspensi bubuk G. max  tidak memberikan efek terhadap kadar testosteron serum  dan tidak menghambat caspase-3 aktif  sel Leydig pada tikus jantan SD diabetes yang dinduksi STZ
Hubungan Antara Asi Ekslusif Dengan Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Kota Samarinda Zulaikha, Fatma; Setya Rizqi, Noor Fajriah
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi.Pemberian ASI eksklusif berperan dalam perkembangan anak, salah satunya perkembangan bahasa. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan bahasa anak usiapra sekolah di Kota Samarinda. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasional dengan pendekatancross sectional. Cara pengambilan sampling adalah tehnik acak terstratifikasi (stratified random sampling).Jumlah sampel yang digunakan adalah 101 siswa PAUD di Kota Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan bahasa anak usia pra sekolah.Berdasarkan uji korelasi Chi Square menunjukkan hubungan tersebut signifikan dengan nilai signifikansisebesar 0,007 (p < 0,05), OR =3,4,(CI 95% =1.460-7.919).
Analisis Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara Berdasarkan Permenkes Nomor 27 Tahun 2017 Amrullah, Amrullah Aam
Husada Mahakam Vol 4 No 8 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The amount of medical waste originating from health facilities are expected progressively increasing. Waste generated from medical efforts such as health centers, polyclinics and hospitals are the type of waste which are included in the category of biohazard waste is very dangerous type of environment, where many exiles viruses, bacteria and other harmful substances. This study was conducted to analyze the management of solid medical waste in the public health centers in Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur. This research is a qualitative descriptive. The object of research is the implementation of medical waste management in health centers and community health centers target sanitarians and janitor. The research variables include the characteristics of medical waste, stage management, medical waste management officers, facilities, SOP and the perceived health impact of medical waste management officers. The results showed solid medical waste management of health centers is not in accordance with the applicable provisions of the color of plastic bags are used not appropriate, storage locations are not eligible, and there are medical waste that is not destroyed by incineration. Medical waste management facilities not adequate ie no conveyance and no incinerators. Medical waste management is done not in accordance with the SOP and SOP is not in accordance with regulations. Medical waste management officers not using PPE. It is advisable to do a lug medical waste with a plastic bag, label and symbol in accordance with existing regulations. Medical waste storage location is advisable to be in a secure area and symbols and labels. Waste disposal is done in the health center in order to keep attention to the existing guidelines to minimize the risk. The need for training on medical waste management and use of PPE.
PENGARUH PENKES TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR PADA SISWA KEPERAWATAN TINGKAT 2 DI SMK MEDIKA SAMARINDA TAHUN 2017 Sylviana, Erika; Sukamto, Edi; Rahman, Gajali
Husada Mahakam Vol 4 No 6 (2018): Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pada siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain penelitian exsperimen semu dengan rancangan one group pre and post test design, waktu yang digunakan ialah cross sectional. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ialah total sampling yaitu seluruh siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda Tahun 2017 dengan jumlah 40 sample. Data yang diperoleh dengan membagikan kusioner tentang bantuan hidup dasar (BHD) kemudian pemberikan penkes tentang BHD setelah itu membagikan kembali dan responden mengisi kembali kusioner yang sama untuk menilai pengaruh penkes terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatn tentang bantuan hidup dasar. Uji yang digunakan dalam menilitan ini adalah uji Wilcoxon Test Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dibandingkan sebelum pendidikan kesehatan, dengan nilai minimal sebelum penkes 9, maxsimal 14 dan nilai minimal sesudah penkes 24, maxsimal 28. sebelum penkes didapatkan sebagian besar siswa dengan pengetahuan kurang 20 siswa (50%) dan sebagian kecil pengetahun baik 3 siswa (7.5%). setelah penkes didapatkan hasil sebagian besar dengan pengetahuan baik 31 siswa (77.5%) dan sebagian kecil pengetahun kurang 3 siswa (7.5%).Hasil penelitian uji analisis Wilcoxon test menunjukan nilai p-value = 0.000 dimana lebih kecil dari nilai α = p<0.05 yaitu  terdapat pengaruh yang signitifikan penkes terhadap tingkat pengetahuan tentang BHD. Ada Pengaruh Penkes terhadap tingkat pengetahuan pada siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda Tahun 2017, p-value = 0.000
ANALISIS DETERMINAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SISWA SD NEGERI 141 PALEMBANG TAHUN 2017 Ulfah, Maria
Husada Mahakam Vol 4 No 6 (2018): Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sangat penting untuk meningkatkan prestasi belajar dan kesehatan peserta didik. Kegiatan UKS harus menitik beratkan pada upaya promotif-preventif, dengan didukung upaya kuratif-rehabilitatif yang proporsional dan bermutu. Pelaksanaan UKS yang bermutu perlu dilaksanakan di semua sekolah, termasuk Sekolah Dasar. Sekolah sebagai institusi masyarakat yang terorganisasi dengan baik merupakan sarana yang efektif untuk pemberian pendidikan kesehatan dalam upaya mengubah perilaku dan kebiasaan anak-anak sekolah agar menjadi lebih sehat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional, dimana data dikumpulkan secara bersamaan dan dalam waktu yang bersamaan, dengan tujuan diketahuinya analisis determinan perilaku personal hygiene siswa SD Negeri 141 Palembang Tahun 2017. Hasil penelitian tentang determinan perilaku personal hygiene siswa  SDN 141 Palembang Tahun 2017 didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene siswa di SDN 141 Palembang dengan p Value = 0,007, ada hubungan antara sikap dengan perilaku personal hygiene siswa di SDN 141 Palembang dengan p Value = 0,033, tidak ada hubungan antara dukungan guru dengan perilaku personal hygiene siswa di SDN 141 Palembang dengan p Value = 0,128 dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku personal hygiene siswa di SDN 141 Palembang dengan p Value = 0,006. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap perilaku personal hygiene siswa. Namun tidak ada hubungan antara dukungan guru terhadap personal hygiene siswa SDN 141 Palembang. Disarankan untuk meningkatkan dukungan guru dalam membimbing, mengarahkan dan memberikan informasi pentingnya personal hygiene berupa selalu memeriksa kebersihan personal hygiene siswa berupa pemeriksaan kebersihan kuku yang sudah panjang dan kotor, kebersihan, rambut, dan kerapian pakaian, dll
Hubungan Motivasi Belajar dengan Evaluasi Belajar Partograf Pada Mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Samarinda Poltekkes Depkes Kaltim Tahun 2010 Lamri, Lamri
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar akan optimal bila ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan untensitas usaha belajar bagi para siswa. Hasil studi pendahuluan di lahan praktik terutama di RSUD.A. Wahab Syahrani belum semua mahasiswa kebidanan bisa mengisi lembar partograf dengan benar, rata-rata dalam penerapannya belum sempurna. Hal tersebut yang mendasari dilakukannya penelitian tentang Hubungan Motivasi Belajar terhadap Evaluasi Hasil Belajar Partograf pada Mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Samarinda Poltekkes Depkes Kaltim, Samarinda Tahun 2010. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan evaluasi hasil belajar partograf pada mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Poltekkes Depkes Kaltim Samarinda tahun 2009, dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Poltekkes Depkes Kaltim Samarinda tahun 2009 dengan jumlah populasi 86 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Total sampling. Tempat penelitian di Program Studi Kebidanan Poltekkes Kaltim Samarinda. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan Chi Square (X2), tingkat kepercayaan 95% Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variable motivasi belajar dengan evaluasi hasil belajar partograf. Hasil pengujian statistik diperoleh nilai X2hitung = 6.36 > nilai X2tabel = 3.84 (Pvalue = 0.012 < α 0.05), OR = 3.42. Peneliti menyarankan kepada institusi pendidikan agar dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa agar tercapai hasil belajar partograf lebih baik. Kepada pengajar agar dapat mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan para mahasiswa tentang pentingnya penggunaan partograf dalam setiap tindakan dalam proses persalinan serta meningktakan motivasi belajar mahasiswa dalam proses pembelajaran sehingga mencapai hasil yang lebih baik. Kepada mahasiswa agar melaksanakan proses pembelajaran yang disadari oleh keinginan menjadi lebih baik.   Daftar Bacaan : 27 (1999-2009)  
Hubungan Minat Penggunaan Teknomolgi Informasi (Internet) Dengan Tingkat Prestasi Belajar Tini, Tini
Husada Mahakam Vol 3 No 4 (2012): November 2012
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi (internet)  merupakan salah satu fasilitas yang digunakan sebagai media pembelajaran secara mandiri. Penggunaan internet di kalangan mahasiswa saat ini sangat meningkat. Pencarian, membaca, mengunduh materi-materi kuliah melalui internet  dapat meningkatkan prestasi belajar dan kua-litas lulusan  disamping keterampilan yang harus dimiliki dan dikuasai.  Tujuan pene-litian ini adalah untuk menganalisis hubungan minat penggunaan teknologi informasi (internet) dengan tingkat prestasi belajar pada mahasiswa Tk. II Jurusan Kepe-rawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur.  Jenis penelitian ini des-kriptif analitik   dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 40 mahasiswa yang diambil secara probability sampling dengan metode sistematik random sampling. Uji statistik menggunakan chi square  ditemukan  adanya hu-bungan yang bermakna antara minat penggunaan teknologi informasi (internet) dengan prestasi belajar mahasiswa dimana  P value  = 0.012 (α=0.05)
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RESIKO KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Tini, Tini
Husada Mahakam Vol 4 No 6 (2018): Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kejadian diabetes melitus mengakibatkan pula meningkatnya komplikasi, salah satunya kaki diabetik. Kaki diabetik dapat disebabkan oleh berbagai faktor resiko diantaranya adalah faktor kegemukan yang ditandai dengan tingginya indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan resiko kaki diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 68 orang yang diambil secara purposive sampling. Indeks massa tubuh diperoeh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dihitung melalui rumus BB/TB2.  Sedangkan resiko kaki diabetik diambil melalui pemeriksaan skrining resiko kaki diabetik dengan Screening Tools Inlow’s 60 second diabetic foot dari Canadian Association of Wound Care. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IMT ≥ 23 (73,5%) dan beresiko rendah terjadinya kaki diabetik (67,6%). Analisis statistik dengan uji Chi square diperoleh tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan resiko kaki diabetik (p value 0,245). Meskipun beresiko rendah  untuk mengalami kaki diabetik, namun terdapat beberapa faktor resiko yang dimiliki oleh pasien diantaranya penggunaan alas kaki yang salah, adanya kesemutan dan neuropati. Sehingga perlu dilakukan pengendalian kadar gula darah melalui pengontrolan berat badan dan perawatan kaki
Tindak Tutur Imperatif Tenaga Kesehatan Pada Pasien (Keluarga Pasien) di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda (Tinjauan Pragmatik) Amiruddin, Amiruddin; Rahman, Gajali
Husada Mahakam Vol 4 No 5 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menjelaskan tindak tutur imperatif Tenaga Kesehatan pada pasien (Keluarga Pasien) dan dampak tindak tutur imperatif tenaga kesehatan terhadap persepsi (perilaku) pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda. Metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data  menggunakan tehnik wawancara mendalam dan tehnik merekam.  Sampel penelitian, yaitu dialog antara tenaga kesehatan dan pasien. Tehnik penyampelan yang digunakan, yaitu  sampel purposif. Data dianalisis berdasarkan teori speech act/tindak tutur (kajian Pragmatik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 19 jenis tindak tutur imperatif tenaga kesehatan pada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda, yakni : persilahan, permintaan, ajakan, harapan, larangan, desakan, perintah, bujukan, umpatan, anjuran, penolakan, menginformasikan, menunjukkan arah, penegasan, himbauan, suruhan, kesanksian, pemberian sugesti, dan meminta kesiapan. Kemudian dampak tindak tutur imperatif tenaga kesehatan terhadap persepsi (perilaku) pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda terdiri dari 2 kategori yakni perilaku berbahasa (tindak tutur) sopan dan perilaku berbahasa (tindak tutur) tidak sopan. Kata Kunci: Tenaga Kesehatan, Tindak Tutur Imperatif, Pasien/Keluarga Pasien.
Pembelajaran Berbasis Kompetensi Masukan Ke Dalam Sistem Peniruan (Copycat) Rasmun, Rasmun
Husada Mahakam Vol 3 No 3 (2012): Mei 2012
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk menciptakan lulusan pendidikan tenaga vokasional bidang kesehatan yang memiliki kompetensi telah banyak dilakukan,  mulai dari kebijakan peme-rintah melalui undang-undang, peraturan pemerintah,  kurikulum berbasis kompetensI, seminar-seminar, workshop dan pelatihan-pelatihan kompetensi yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan, sampai pada kebijakan institusi pendidikan kesehatan di masing-masing jurusan. Upaya tersebut dianggap masih belum memberikan kepuasan terhadap hasil yang diharapkan, masih banyak keluhan   masyarakat terhadap lulusan yang dinilai masih kurang terampil   Sistem peniruan (copycat) adalah strategi belajar yang paling mungkin dilaksanakan untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dan kompeten di bidangnya masing-masing.  Artikel ini memberikan informasi bagaimana menciptakan kompetensi bagi lulusan tenaga vokasi kesehatan  melalui sistem pembelajaran berbasis peniruan (copycat)

Page 1 of 13 | Total Record : 127