cover
Contact Name
Arman Rifat Lette
Contact Email
lette.arman@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
vinsenmaking@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
ISSN : 26214091     EISSN : 25809784     DOI : -
CHMK NURSING SCIENTIFIK JOURNAL memuat naskah ilmiah hasil penelitian atau hasil pemikiran dalam bidang keperawatan.
Articles 27 Documents
PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGGUNAAN KMS BERHUBUNGAN DENGAN PERTUMBUHAN ANAK 6-24 BULAN Zogara, Asweros Umbu
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 1 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1468.356 KB)

Abstract

ABSTRAKAnak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu untuk dijaga kualitas hidupnya agar dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal. Pertumbuhan anak dapat dipantau melalui Kartu Menuju Sehat (KMS). Melalui KMS, gangguan pertumbuhan atau risiko kelebihan gizi dapat diketahui lebih dini sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan secara lebih cepat dan tepat sebelum masalahnya lebih berat. Pengetahuan ibu tentang isi KMS sangat penting dalam pemantauan pertumbuhan anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang KMS dengan pertumbuhan anak 6-24 bulan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional dengan metode studi kasus. Responden penelitian adalah semua anak 6-24 bulan yang berada di Posyandu Kasih Bunda dan Posyandu Harapan Kasih di wilayah kerja Puskesmas Sikumana, Kota Kupang. Sampel penelitian sebanyak 35 anak. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang penggunaan KMS (51.43%). Sebanyak 71.43% anak bertumbuh dengan baik. Hasil uji statistik menunjukkan pengetahuan ibu tentang penggunaan KMS berhubungan signifikan dengan pertumbuhan anak 6-24 bulan (p <0.05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang penggunaan KMS berhubungan secara signifikan dengan pertumbuhan anak 6-24 bulan. Oleh karena itu peningkatan pengetahuan ibu tentang KMS perlu ditingkatkan secara berkesinambungan sehingga anak dapat bertumbuh secara optimal. Kata kunci: pengetahuan ibu, penggunaan KMS, pertumbuhan anak. ABSTRACTChildren are nation’s future generation whose life quality must be maintained so that they can grow and develop optimally. Children’s growth can be monitored through KMS (Kartu Menuju Sehat). With KMS, growth disorders and the risk of nutrients excess can be caught early so the preventive measures can be done more quickly before the problem become more severe. Mothers’ knowledge about the content of KMS is very important to children growth monitoring. The purpose of this research is to determine the relationship between mother’s knowledge about KMS and the growth of children of 6-24 months of age at Posyandu Kasih Bunda dan Posyandu Harapan Kasih in Puskesmas Sikumana, Kupang. There were 35 children chosen as study samples. The results showed that 51.43% of mothers have good knowledge about the use of KMS, and about 71.43% of 6-24 months children have good growth. Statistical test indicates that mother’s knowledge about the use of KMS correlates significantly with the growth of children aged 6-24 months. It is suggested that mothers’ knowledge be continuously improved in order to ensure the optimal growth of their children. Keywords: mothers’ knowledge, the use of KMS, children’s growth 
PENGETAHUAN GIZI, PERILAKU JAJAN, DAN STATUS GIZI SISWA SEKOLAH DASAR GMIT KUANINO KOTA KUPANG Zogara, Asweros Umbu
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 1 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2047.321 KB)

Abstract

ABSTRAKAnak sekolah dasar merupakan aset negara yang sangat penting bagi keberhasilan pembangunan bangsa yang harus disiapkan kesehatannya sejak dini, baik secara fisik maupun mental. Akan tetapi, banyak anak sekolah dasar yang mengalami masalah gizi, yaitu kurang gizi (stunting dan wasting) dan gizi lebih (overweight dan obesitas). Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan adanya masalah gizi pada anak sekolah yang harus menjadi perhatian semua pihak. Secara nasional prevalensi pendek pada anak umur 5-12 tahun adalah 30,7%, kurus 11,2%, dan gemuk 18,8%. Banyak faktor yang berkaitan dengan terjadinya masalah gizi, antara lain pengetahuan gizi dan perilaku jajan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan gizi, perilaku jajan, dan status gizi siswa SD GMIT Kuanino Kupang. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional. Adapun responden penelitian adalah siswa kelas V dan VI dengan sampel sebanyak 148 siswa. Hasil yang diperoleh yaitu lebih banyak responden berjenis kelamin laki-laki yang berpengetahuan gizi kurang dibandingkan perempuan, tetapi responden berjenis kelamin laki-laki berperilaku jajan lebih baik dibandingkan perempuan. Sebagian besar responden berstatus gizi normal (57.40%) sedangkan responden yang kurus sebesar 34.50% dan obesitas 2.70%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagian besar responden telah memiliki perilaku jajan yang baik, tetapi tidak diimbangi dengan pengetahuan gizi responden yang masih rendah. Perlu ada upaya berkelanjutan untuk peningkatan pengetahuan gizi siswa. Kata kunci: status gizi, pengetahuan gizi, perilaku jajan, anak sekolah dasar ABSTRACTElementary school children are nation’s assets that will play vital roles in the development of our country whose health must be prepared early, both physically and mentally. However, many elementary school children have nutrition-related health problems, such as malnutrition (stunting and wasting), overweight and obesity. Based on 2013 Riskesdas, there were nutritional problems that should become the concern of all parties involved. The prevalence of stunting in children aged 5-12 years is 30.7%, 11.2 for wasting and 18.8% for overweight cases. Many factors can be associated with nutritional problems, such as nutrition knowledge and snacking behavior. The aim of this study is to describe knowledge about nutrition, snacking behavior, and nutritional status of elementary school students at SD GMIT Kuanino, Kupang. The study was cross-sectional and involving the total samples of 148 students. The results showed that male respondents had less knowledge about nutrition than female respondents, yet males respondents had better snacking behavior that female respondents. Most respondents had a normal nutritional status (57.40%), stunting 34.50%, and obsessed 2.70%. It is concluded that even though most respondents have good snack behavior, their nutritional knowledge is still low. There needs to an on going effort to increase students’ knowledge on nutrition. Keywords: nutritional status, nutritional knowledge, snacking behavior, elementary school children
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HERNIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. W.Z JOHANES KUPANG Batubara, Sakti Oktaria
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 1 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.816 KB)

Abstract

ABSTRAKHernia adalah suatu tonjolan dari viscus melalui suatu celah abnormal atau kelemahan pada dinding rongga abdomen yang pada kondisi normal seharusnya tertahan. Bulan Juli 2013 kasus hernia tertinggi di bagian bedah RSUD Prof Dr. W.Z Johannes Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hernia di RSUD Prof. Dr W.J. Johannes Kupang. Pengambilan sampil menggunakan total sampel di ruang Asoka, Anggrek dan Kelimutu.  Variabel  riwayat kesehatan, riwayat mengangkat beban berat, dan riwayat konstipasi dikumpulkan menggunakan kuesioner. Obesitas dan jenis kelamin dilakukan melalui pengukuran BMI dan pengamatan. Analisis data menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin, umur, riwayat mengangkat beban berat, konstipasi dan obesitas tidak berhubungan dengan kejadian hernia. Hanya riwayat kesehatan yang berhubungan dengan kejadian hernia (p-value= 0,005).Penelitian ini merekomendasikan kepada perawat agar memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarganya tentang upaya-upaya pencegahan terjadinya hernia dengan melakukan medical check up rutin. Terutama bagi mereka dengan riwayat di keluarga juga ada yang hernia. Kata kunci: hernia, faktor yang berhubungan ABSTRACTA hernia is protrusion of a viscous through an abnormal opening or a weakened area in the wall of the cavity in which it is normally containe. On July 2013 hernia is the highest case on surgical ward of Prof Dr. W.Z Johannes Kupang hospital. This research aim to analisys factors contibute to hernia incidence at RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes hospital, Kupang. Using total sampling method at Asoka, Anggrek and Kelimutu room. Data collection used questionary for  history of family health variable, history severe work load and, constipation variable. For variables obesity and Sex was filled on observation form. Chi Square test was chosen to showed relationship each variable. This result showed that sex, age,  history of severe work load, constipation and obesity did not have relationship with hernia incidence. Only hostory of family with hernia that have significant relation with hernia incidence (pvalue = 0.005). This researc recommended to nurses in the hospital to give educaton for client and his/her family about preventive effort of hernia disease with medical check up routine. Especially for a client with family history of hernia.   Keyword : hernia, factors
KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MANAJEMEN CAIRAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Tahu, Sebastian Kurniadi
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 1 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.757 KB)

Abstract

ABSTRAKPasien penyakit ginjal kronik yang melakukan hemodialisa tentunya akan dianjurkan untuk melakukan diit makanan dan cairan yang sesuai agar tidak memperparah kerja dari ginjal. Selain itu makanan dan cairan yang dikonsumsi juga dapat dipergunakan sepenuhnya oleh tubuh. Kondisi ini kadang tidak sepenuhnya dijalani oleh pasien PGK yang menjalankan hemodialisa. Salah satu masalah yang sering ditemukan pada pasien PGK yang menjalani hemodialisa adalah ketidak patuhan terhadap asupan cairan. Oleh karenanya diperlukan peran serta keluarga untuk mendampingi pasien selama perawatannya dengan pemberian konseling analisis transaksional pada keluarga akan meningkatkan kemampuan pemahaman keluarga dalam merawat klien dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konseling analisis transaksional keluarga terhadap kepatuhan manajemen cairan pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialis. Desain dalam penelitian ini adalah quasy experimental pre-post tes with control group design. Kelompok intervensi akan diberikan konseling analisis transaksional sedangkan kelompok kontrol akan diberi konseling menyesuaikan protap yang ada di bangsal. Sampelnya penelitian sebanyak 40, adapun 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon menunjukan bahwa pada kelompok intervensi terdapat pengaruh pemberian konseling keluarga pada kelompok intervensi. Pada kelompok kontrol terdapat pengaruh pemberian intervensi sesuai protap rumah sakit pada kelompok kontrol. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,001. Nilai p < 0,05 mempunyai arti bahwa ada pengaruh konseling analisis transaksional keluarga terhadap kepatuhan manajemen cairan pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Oleh karena itu perlunya perhatian dari perawat tentang pentinya peran serta keluarga dalam memperhatikan pasien dalam menjalankan manajemen cairan dan diit yang tepat selama hemodialisa. Kata Kunci : Konseling Keluarga, Managemen Cairan, Penyakit Ginjal Kronik. ABSTRACTPatients of Chronic Kidney Disease (CKD) undergoing haemodialysis will surely be advised to undergo appropriate food and fluid diet in order not to worsen kidney performance, while at the same time ensure that the food and fluid consumed are fully utilized by the body. Such diet, however, are not usually faithfully followed by CKD patients. In other words, the problem is that the patients show disobedience when following such strict diet. Therefore, family’s role is urgently needed in supervising the patients during their treatment. This can be obtained by giving the family of the patients family transactional analysis counselling which is expected to  increse family’s understanding in treating CKD patients and helping them improve their quality of life. The purpose of this research was to identify the influence of family transactional analysis counselling on fluid management obedience by CKD patients undergoing haemodialysis. This was a quasy experimental research with pre-post test with control group design. Intervention group would be given transactional analysis counselling whereas control group would be given counselling as stated by wards’ fixed standards. There were 40 samples, divided evenly into two groups: intervention and control. Wilcoxon test applied to the results of this research showed that in intervention group there was influence of family transactional analysis counselling toward the samples in the group. This also happened in the control group. Mann-Whitney test indicated p=0.001. With p < 0.05, it is concluded that there is influence of family transactional analysis councelling on fluid management obedience by patients with CKD undergoing haemodialysis both in intervention and control group in RSUD W.Z. Johannes Kupang. Therefore, it is important that nurses take into consideration family’s participation in taking care of the patients in following fluid management and appropriate diet during haemodialysis. Kata Kunci : Camily Counseling, Fluid Management, Chronic Kidney DIsease
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEBOBO KOTA KUPANG Aran, Lusia O
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 1 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Berat Badan Lahir Rendah termasuk faktor utama dalam peningkatan mortalitas, morbiditas dan disabilitas neonates, bayi dan anak serta memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupannya dimasa depan. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR adalah berat badan, paritas, jarak kehamilan, status gizi (LILA) dan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian retrospektif korelasional dengan pendekatan yang digunakan adalah case control. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan kelompok kasus 19 responden dan kelompok kontrol 19 responden. Hasil uji statistik menggunakan uji spearman dengan taraf signifikan 0,05 untuk faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR didapatkan p-value (p<0,05) yaitu jarak kehamilan, status gizi (LILA) dan anemia yang ada hubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Faktor dominan dari kejadian BBLR adalah anemia. Artinya Ibu dengan kadar Hb < 11 g/dl pada saat hamil memiliki risiko 72,536 kali untuk melahirkan bayi dengan BBLR dibandingkan dengan ibu yang kadar Hb > 11 g/dl. Keyword : Berat badan lahir rendah (BBLR), jarak kehamilan, status gizi (LILA) dan Anemia.  ABSTRACT Low birth weight is a newborn baby with a birth weight less than 2500 grams. Low Birth Weight including major factor in the increase in mortality, morbidity and disability neonates, infants and children as well as provide long-term impact on his/her life in the future. Many factors affect the incidence of low birth weight is the weight of mother, parity, pregnancies spacing, nutritional status (LILA) and anemia. This study aims to analyze the factors that affect the incidence of LBW in Puskesmas Oebobo Kupang. The design of the study is a correlational retrospective study of with the approach used is case control. Sampling using simple random sampling technique with 19 respondents case group and 19 respondents control group. Statistical test results using Spearman test with significance level of 0.05 for the factors that influence the incidence of low birth weight was obtained p-value (p <0.05), the distance of the pregnancy, nutritional status (LILA) and anemia in connection with the incidence of birth weight low (LBW). The dominant factor of LBW is anemia. Meaning Mom with Hb < 11 g / dl during pregnancy have an increased risk 72.536 times for having a baby with low birth weight than mothers with Hb > 11 g / dl. Keyword : Low birth weight (LBW), spacing pregnancies, nutritional status (LILA) and anemia
HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA ANAK USIA SEKOLAH (11-12 TAHUN) DI SDK NIMASI KABUPATEN TIMOR TENGAH Nino, Maria Novianti
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 2 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.446 KB)

Abstract

ABSTRAK Gizi seimbang adalah makanan yang dikonsumsi oleh individu sehari-hari yang beraneka ragam dan memenuhi lima kelompok zat gizi dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Salah satu faktor yang mempengaruhi intake makan pada anak usia sekolah adalah peran keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia sekolah (11-12 tahun) di SDK Nimasi Kabupaten Timor Tengah Utara.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 21 orang dengan teknik Total Sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner.Hasil penelitian menunjukan sebagian besar peran keluarga baik sebanyak 15 orang (71.4%) dan sebagian kecil peran keluarga kurang sebanyak 6 orang (28.6%), sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia sekolah (11-12 tahun) sebagian besar terpenuhi sebanyak 16 orang (76.2%) dan sebagian kecil tidak terpenuhi sebanyak 5 orang (23.8%). Hasil uji statistic menggunakan uji Chi Square didapatkan ρ-value = 0.115 (ρ> 0.05) maka kesimpulannya adalah tidak ada hubungan antara peran keluarga dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia sekolah (11-12 tahun) di SDK Nimasi Kabupaten Timor Tengah Utara. Kata kunci: peran keluarga, pemenuhan kebutuhan nutrisi, anak usia sekolah.  Abstract Balanced nutrition is the food consumed daily by individual that are diverse and meets five groups of nutrients in sufficient quantities, not excessive and no shortage. One of the factors that affect feeding intake in school-aged children is familyrole. This study aims to find out the relations between family role with fulfillment of nutritional needs on school-age children (11-12 years) atSDK Nimasi North Middle Timor Regency.This research is a quantitative research and the research design usedis cross sectional. The number of respondents in this research was 21 people with Total Sampling technique. The Instrument used is questionnaire.The results of this study showed that most of the family role were goodas 15 people (71.4%) and a small number of less than 6 people (28.6%), while for nutrition needs in school-aged children (11-12 years) mostly fulfilled as many as 16 people (76.2%) and 5 People (23.8%).The result of statistical test using Chi Square test got value ρ value = 0.115 (ρ> 0.05) so the conclusion is there are no relations between family role with the fulfillment of nutritional needs on school-age children (11-12 years) at SDK Nimasi North Middle Timor Regency. Keywords: family role, fulfillment of nutritional needs, school-age children.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN REMAJA USIA 14-19 TAHUN DI KELURAHAN BAKUNASE WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKUNASE BANEPA, AMANDA
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 2 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.666 KB)

Abstract

ABSTRAK Banepa Amanda. 2017. Gambaran Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Remaja Usia 14-19 Tahun Di Kelurahan Bakunase Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase. Ns.Maria Lupita Nena Meo,S.Kep,M.kep* dan Agela M. Gatum, S.Kep,Ns,.**                   Kehamilan remaja adalah kehamilan yang berlaku pada wanita yang berusia 11-19 tahun. Adapun faktor yang mempengaruhi kehamilan remaja diantaranya faktor dari dalam individu: usia menikah, usia pertama melakukan hubungan seksual, status pendidikan, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, tingkah laku seksual beresiko, penyalahgunaan zat kimia, dan penggunaan kontrasepsi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi Kehamilan Usia Dini.                   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah total samplingdengan jumlah sampel yaitu 62 orang Di Kelurahan Bakunase Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang.                   Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan jumlah usia menikah terbanyak pada usia 18-20 yaitu 57 responden (92%), jumlah usia pertama melakukan hubungan seksual terbanyak pada usia 18-20 yaitu 39 responden (62,9%), jumlah responden terbanyak pada status pendidikan SMA yaitu 47 responden (75,9%), responden terbanyak memiliki pengetahuan baik sebanyak 47 orang (75,8%), responden terbanyak memiliki perilaku beresiko sebanyak 33 orang (53,2%), responden terbanyak tidak mengonsumsi zat kimia sebanyak 32 orang (51,7%), jumlah responden terbanyak pada responden yang tidak ikut serta dalam penggunaan kontrasepsi yaitu 40 responden (64,6%).                   Disarankan bagi puskesmas agar dapat memberikan konseling tentang perilaku remaja tentang perilak remaja dimulai dari nilai keluarga, meningkatkan komunikasi anak dengan orang tua, dan komunikasi guru dengan murid serta lingkungn masyarakat.    Kata Kunci: Faktor, Kehamilan Remaja
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN FREKUENSI KEMOTERAPI DENGAN TINGKAT GANGGUAN FISIK (ALOPESIA, NAUSEA DAN VOMIT)PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUANGAN MUTIS RSUD Prof. Dr. W. Z. JOHANNES KUPANG Hilli, Yunita Wulandari
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 2 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.998 KB)

Abstract

Latar Belakang:Kanker adalah suatu penonjoloan atau pertumbuhan tidak wajar yang dapat terjadi pada setiap bagian tubuh, kanker biasanya di rawat dengan kemoterapi. Frekuensi pemberian kemoterapi dapat menyebabkan beberapa efek seperti mual, muntah, kerontokan, kehilangan berat badan, perubahan rasa, konstipasi, diare, perubahan emosi, dan supresi sumsum tulang.Tujuan:Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik dan frekuensi kemoterapi dengan tingkat gangguan fisik (alopesia, nausea dan vomit) pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Ruangan Mutis RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.Metode:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah retrospektif dengan rancangan penelitian cross sectional. Total responden 63 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner dan lembar observasi.Hasil :Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan uji  Chi-Square didapatkan nilai signifikasi 0,110, 0,147, 0,193, 0,393, 0,320 nilai tersebut lebih besar dari nilai α = 0,05 (p >0,05) artinya tidak ada hubungan antara karakteristik dengan tingkat gangguan fisik (alopesia, nausea dan vomit), dan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai signifikansi 0,001 nilai tersebut lebih kecil dari nilai α = 0,05 (p < 0,05) artinya ada hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan tingkat gangguan fisik (alopesia, nausea dan vomit)Kesimpulan:Tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien kanker dengan tingkat gangguan fisik (alopesia, nausea dan vomit), ada hubungan yang signifikan antara frekuensi kemoterapi dengan tingkat gangguan fisik (alopesia, nausea dan vomit)  Kata kunci: Kanker, Kemoterapi, Karakteristik, Frekuensi, Gangguan Fisik. 
STUDI FENOMENOLOGI RESPON PSIKOLOGIS KUBLER ROSS PADA PASIEN KANKER DI RSUD PROF DR W.Z. JOHANNES KUPANG afuiakani, mery suratin
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.721 KB)

Abstract

Kanker merupakan jenis penyakit kronis yang mematikan di dunia dan menjadi salah satu penyakit yang menakutkan bagi setiap orang yang memberikan dampak stres berat dan kecemasan serta rasa tertekan bagi penderita. Menangis, marah, sedih, dan kecewa merupakan beberapa respon yang tampak saat mengalami peristiwa kehilangan. Penderita kanker memang berbeda dengan penderita penyakit lainnya hal itu dapat dilihat dari proses pengobatannya antara lain operasi bedah, radioterapi, dan kemoterapi yang seringkali terfokuskan pada kesehatan fisik sehingga kesehatan psikologis pasien terkadang terabaikan. Namun pada kenyataannya, kesehatan psikologis sangat menunjang kesembuhan pasien kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran Respon Psikologis Kubler Ross pada pasien kanker di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian deskirptif. Penentuan sampel menggunakan metode Non Random (Non Probability) sampling dengan jumlah informan 5 orang. Penelitian dilakukan di Ruang Mutis RSUD Prof. DR. W.Z Johannes Kupang pada tanggal 20 Maret sampai 20 April 2017. Data didapatkan dengan melakukan wawancara dengan informan dan keluarga.Hasil penelitian menunjukkan berbagai respon yang dialami oleh informan dari tahap penyangkalan, marah, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. Respon-respon tersebut secara fisiologis dialami penderita penyakit terminal seperti informan kanker dalam penelitian ini dan merupakan usaha yang dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan penyakit dan pengobatan yang harus dijalani. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat menjadi dasar seorang perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien penyakit terminal dengan memperhatikan respon-respon psikologis yang dapat menunjang kesembuhan fisik pasien.  Kata kunci: Kanker, Respon Psikologis, Kubler Ross
STRATEGI PROMOSI MELALUI ADVOKASI DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI BALITA 0-23 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS ALAK NUSA TENGGARA TIMUR Salesman, Frans
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 1 No 2 (2017): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.354 KB)

Abstract

Introduction. Intake of nutritional and nutritional foods is the key to growth of infants. But for mothers with low education do not understand the importance of providing nutritious food for their infants aged 0-23 months. Purpose. Analyze the effectiveness of health promotion through advocacy and training of mothers in Alak Community Health Center. Methods. The study used analytical survey with cross sectional approach. Mother Research Population with 0-23 month old baby counted 257 people. Sampling technique sampling purposed 132 respondents. Data analysis technique using Chi Square and Odd Ratio. Results. Advocacy mothers have  tendency to manage nutritious food 7.90 times compared  mothers who are not advocated with Relative Risk 2.14, meaning that advocates have 2.14 times more chance managing nutritious food than mothers who do not get advocacy. While the mothers who received training have  tendency 10 times greater applying nutritious food processing than mothers who are not trained, with Relative Risk 2.05. This means the opportunity to manage nutritious food 2.05 times greater than mothers who are not trained. Conclusion. Advocacy and empowerment in the form training is  health promotion strategy to increase knowledge and skills of mothers about the management of nutritious food to support the growth of infants aged 0-23 months.Keyword. Advocacy strategies, empowerment, healthy babies

Page 1 of 3 | Total Record : 27