Wawasan Kesehatan
ISSN : 25484702     EISSN : -
Jurnal Wawasan kesehatan (JWK) merupakan jurnal milik STIKES Santu Paulus Ruteng yang memuat tentang riset-riset di bidang kesehatan. Jurnal ini merupakan open acces yang dapat dibaca oleh siapapun dan juga terbuka untuk para penulis yang mau menulis tentang masalah-masalah kesehatan.
Articles 31 Documents
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATU ALO TAHUN 2017 Ningsih, Oliva Suyen
Wawasan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : STIKES Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.58 KB)

Abstract

Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Watu Alo Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada pasien dengan hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Watu Alo tahun 2017. Design penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental One-Group Pretest-Posttest Design. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling yaitu dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden 52 responden.Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18-29 April 2017 di wilayah kerja Puskesmas Watu Alo tahun 2017. Hasil analisis univariat yaitu 67% berjenis kelamin perempuan, 36% usia 51 – 60 tahun, 42% tidak memiliki riwayat merokok, 28% riwayat keluarga dengan hipertensi. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon rata-rata tekanan darah sistolik menunjukkan p value sebesar 0,000 dan rata-rata tekanan darah diastolik menunjukkan p value sebesar 0,000 berarti nilai p value sebesar < α 0,05, menunjukkan ada pengaruh yang signifikan teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penanganan hipertensi dengan pendekatan nonfarmakologis yang komprehensif dan intensif dapat mencapai pengontrolan tekanan darah secara optimal.Salah satu terapi nonfarmakologis yaitu dengan teknik relaksasi otot progresif.Disarankan agar teknik relaksasi progresif dapat diterapkan dalam pelayanan posyandu lansia di Puskesmas dan perawat dapat melakukan tindakan mandiri keperawatan dalam asuhan keperawatan pada pasien dengan hipertensi.
ANALISIS HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI BLUD RUMAH SAKIT dr. BEN MBOI RUTENG Handi, Heribertus
Wawasan Kesehatan Vol 1 No 1 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : STIKES Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.579 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur secara kuantitatifperilaku caring perawat dan menganalis hubungan perilaku caring perawat dengan kepuasanpasien di BLUD Rumah Sakit dr. Ben Mboi Ruteng. Desain penelitian ini menggunakan desaincrossectional study yang merupakan salah satu jenis penelitian observasional. Penarikan sampelini menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih responden berjumlah 60 orangpasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum responden merasa puas dengandengan perilaku caring perawat. Hai ini dibuktikan oleh data bahwa sekitar 81,0 % respondenmerasa puas dengan perilaku verbal perawat dan 18,3% responden merasa kurang puasdengan perilaku verbal perawat, dan sekitar 65% responden merasa puas dengan perilakunon verbal perawat dan yang tidak puas dengan perilaku non verbal perawat mencapai angka35 %. Dengan demikian ditemukan adanya hubungan antara kepuasan pasien dengan perilakucaring perawat di BLUD Rumah Sakit dr. Ben Mboi Ruteng.
PENTINGNYA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN KONTROL GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS Reong, Antonia Rensiana
Wawasan Kesehatan Vol 1 No 1 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : STIKES Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.943 KB)

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Diabetes melitus dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang berbahaya. Dengan demikian, upaya pencegahan komplikasi dilakukan  dengan mengontrol kadar gula darah secara rutin. Kontrol gula darah secara rutin perlu mendapatkan dukungan sosial dari keluarga yang mencakup dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan fasilitas dan dukungan informasi. Hal ini membuat penderita diabetes melitus merasa diterima dan didampingi, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan kontrol gula darah
ENGLISH SPEAKING SKILL: IMPLICATION TO THE PROFESSIONAL NURSES Daar, Gabriel Fredi
Wawasan Kesehatan Vol 1 No 1 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : STIKES Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English language skill has been a need for the sake of written and oral communication purposes. One of the skills that is supposed to posses is English  speaking skill. it is the ability of using English accurately and fluently. This artcle is aimed at describing the use of English speaking skill owned  by proffesional nurses and its implications to nursing practices. Proffesional nurses are the user of this language either. English speaking skill is used in the context of therapeutic relationship between nurses and patients in the efforts to communicate problems and initiate healing through appropritae diagnosis. Therefore, proffesional nurses are demanded to learn English. Learning is emphazised on specific materials implemented in nursing field (English for specific purpose). Skill and mastery of nursing terms in English are necessarily possessed in order to be ale to plan and undertake ideal and effective  model of communication and treatment to patients
PENTINGNYA PEMAHAMAN MANAJEMEN NYERI NON FARMAKOLOGI BAGI SEORANG PERAWAT Mayasari, Cristiani Dewi
Wawasan Kesehatan Vol 1 No 1 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : STIKES Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.865 KB)

Abstract

Manajemen nyeri non farmakologi merupakan strategi penyembuhan nyeri tanpa menggunakan obat-obatan tetapi lebih kepada perilaku caring. Untuk itu, tenaga medis yang dominan berperan adalah para perawat karena bersentuhan langsung dengan tugas keperawatan. Dalam kenyataannya managemen nyeri non farmakologi bukanlah menjadi pekerjaan yang mudah bagi para perawat.  Hal ini terutama berkaitan dengan persepsi yang berbeda dari para pasien tentang nyeri yang sedang dialaminya. Perbedaan inilah yang cenderung menyulitkan perawat untuk mendiagnosa dan menangani rasa nyeri dari pasien. Oleh karena itu, salah satu hal yang  perlu bagi perawat dalam menangani rasa nyeri pasien adalah  mengembangkan kompetensi dan pemahaman yang terus menerus tentang management nyeri non farmakologi. Terdapat beberapa jenis mangemen non farmakologis  antara lain: teknik relaksasi, distraksi masase, terapi es dan panas, stimulasi saraf elektris transkutan,  hipnosis, guided imagery dan musik.
PRAKTIK DUKUN BERSALIN DI KECAMATAN BORONG Nanur, Fransiska Nova
Wawasan Kesehatan Vol 1 No 1 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : STIKES Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.856 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik dukun bersalin di Kecamatan Borong. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode wawancara. Data diperoleh dari 8 orang dukun bersalin yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dukun dalam menolong persalinan adalah mencuci tangan, melakukan pemeriksaan tanda-tanda persalinan seperti pengeluaran lendir bercampur darah, memberikan air minum yang telah dimantra, menolong persalinan dengan cara menopang badan bayi yang lahir dengan kain bersih dan lubang anus ditutup menggunakan tangan untuk mencegah terjadinya buang air besar, lalu membantu melahirkan plasenta dan memotong tali pusat dengan menggunakan “lampek lima” dan diikat dengan benang. Ibu dan bayi dimandikan lalu dihangatkan dekat tungku api, kemudian ibu diminta untuk memberikan ASI pada bayinya. Namun berdasarkan ilmu medis, praktik dukun dalam persalinan tersebut belum menerapkan prosedur pencegahan infeksi dan masih banyak prosedur penting yang tidak dilakukan dan ini tentu berdampak negatif bagi kesehatan ibu dan bayi
PENYEBAB STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES ST. PAULUS RUTENG Dewi, Claudia Fariday
Wawasan Kesehatan Vol 1 No 1 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : STIKES Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.256 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres dan penyebab stres pada mahasiswa keperawatan STIKes St. Paulus Ruteng semester genap tahun ajaran 2014/2015. Penelitian kuantitatif  ini  menggunakan metode cross sectional. Data diperoleh menggunakan kuesioner Taylor Manifest Anxiety Scale dan Student Stress Survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasilnya menunjukan bahwa dari 50 mahasiswa keperawatan STIKes St. Paulus Ruteng 92% mahasiswa mengalami stress tingkat tinggi dan 8 % mahasiswa stress tingkat sedang. Penyebab stres yang paling dominan adalah stresor intrapersonal 32 %, stresor akademik 27 %, stresor lingkungan 26%, dan stresor interpersonal 21%.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN RELEVANSINYA BAGI PENGUATAN NASIONALISME BANGSA INDONESIA Tapung, Marianus Mantovanny
Wawasan Kesehatan Vol 1 No 1 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : STIKES Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.281 KB)

Abstract

Perubahan dan perkembangan adalah sebuah keniscayaan untuk semua masyarakat bangsa, termasuk masyarakat Indonesia yang berkarakter multikultur. Perubahan dan perkembangan dapat meningkatkan dan  mengembangkan kehidupan, tetapi pada pihak lain justru berpotensi memudarnya semangat dan rasa kebangsaan (nasionalisme), munculnya ambiguitas, anomali, konflik, desintegrasi, separatisme dan rasialisme, yang menghambat pembangunan dan pengembangan bangsa. Untuk mengantisipasinya dibutuhkan Pendidikan Multikultural sebagai pendekatan dan instrumen strategis demi membangun dan menguatkan kembali rasa dan semangat kebangsaan, persatuan, kesatuan, dan keutuhan bangsa. Pendidikan multikultural merupakan instrumen rekayasa sosial yang dinamis, fleksibel, progresif, transformasif dan holistik untuk menanamkan kembali kesadaran nasionalisme, solidaritas, toleransi dan tenggang rasa serta dapat bekerjasama dalam kemajemukan. Pendidikan Multikultural menjadi sangat relevan dalam konteks Indonesia sebagai manifestasi kesadaran tentang keanekaragaman kultural, demokrasi, HAM dan mereduksi kecenderungan berpikir, bersikap dan bertindak diskriminatif, prasangka, dan stereotip. Pendidikan multikultural mengarahkan masyarakat didik untuk peka menghadapi arus perputaran globalisasi, perkembangan demokrasi, dan bersikap kritis terhadap berbagai model doktrinasi monokulturalisme, radikalisme dan fundamentalisme
MOTIVASI BELAJAR DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN STIKES ST. PAULUS RUTENG TAHUN AJARAN 2015/2016 Daar, Gabriel Fredi; Ndorang, Theofilus Acai
Wawasan Kesehatan Vol 1 No 1 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : STIKES Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.497 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar, faktor pendukung dan penghambat motivasi belajar, dan implikasi motivasi belajar dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dilakukan pada mahasiswa program studi keperawatan di STIKes St. Paulus Ruteng, tahun ajaran 2015/2016. Peneliti menentukan subyek dengan cara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa prodi keperawatan di STIKes St. Paulus Ruteng memiliki motivasi belajar bahasa Inggris sedang. Mahasiswa  kurang serius mengikuti perkuliahan, dan mereka mengerjakan tugas-tugas bukan karena kesadaran sendiri tetapi lebih karena instruksi dosen. Meskipun mahasiswa senang dengan menunjukkan antusiasme pada saat menjawab pertanyaan bahasa Inggris, tetapi masih kurang baik karena itu hanya dilakukan oleh mahasiswa tertentu saja. Mahasiswa kurang ulet menghadapi kesulitan. Mereka cepat putus asa, bingung, merasa tidak semangat,  menyerah begitu saja  terutama ketika menghadapi persoalan yang sangat sulit. Mereka mengetahui dan menyadari bahwa belajar bahasa Inggris sangat penting untuk mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang pada gilirannya berguna saat berada di medan kerja, akan tetapi pembelajaran bahasa Inggris karena niat dan kemauan sendiri dilakukan tetapi masih sangat kurang baik. Motivasi belajar sedang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti metode mengajar dosen yang mendukung, keaktifan menggunakan bahasa Inggris, motivasi di sela-sela perkuliahan berlangsung, pengetahuan tentang kemampuan bahasa Inggris mahasiswa, ketersediaan Modul perkuliahan, pengetahuan dan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, minimnya pengetahuan dasar Bahasa Inggris, konsep negatif tentang bahasa Inggris, aplikasi komunikasi bahasa Inggris yang parsial, fasilitas lab bahasa yang belum tersedia, cepat putus asa dalam menghadapi kesulitan, kurangnya kesadaran dan niat pribadi untuk menjalankan tugas-tugas, dan penggunaan bahasa Ibu yang berlebihan. Motivasi belajar sedang berimplikasi pada peningkatan kompetensi dosen, penerapan metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, pengkajian gaya belajar bahasa Inggris mahasiswa, penyajian materi bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran mahasiswa, pemberian motivasi, dan ketersediaan fasilitas pembelajaran.
EVALUASI PELAKSANAAN POSYANDU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LA’O KABUPATEN MANGGARAI TAHUN 2014 Nggarang, Bonavantura Nursi; Senudin, Putriatri Krimasusini
Wawasan Kesehatan Vol 1 No 1 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : STIKES Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.617 KB)

Abstract

Evaluasi Pelaksanaan Posyandu Balita Di Wilayah Puskesmas La’o Kabupaten Manggarai Tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan posyandu Balita di Puskesmas La’o Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu Insidental sampling. Hasilnya menunjukan bahwa pelaksaanaan evaluasi posyandu dalam hal ini sistem lima meja dan lima program (panca kidra) posyandu di Puskesmas La’o Kabupaten Manggarai berada pada kategori kurang.

Page 1 of 4 | Total Record : 31