Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Articles 116 Documents
PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN KONSELOR BERBASIS ASMAUL HUSNA DALAM PELAYANAN KONSELING Ardimen, Ardimen
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 2 (2018): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.392 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.%x

Abstract

This study aims to develop the personality of “asmaul-husna” -based counselor. Counselors who have competence good personality, friendly, and empathetic santun certainly be role models for clients. Personality counselor is supporting the process and results of counseling and assisting clients in exploring, developing, and in facilitating its development. The approach used in this study is the study documentation of the analysis of references and discuss research results and study counselor personality of “asmaul-husna” as a personality basis counselor. Among the values of “asmaul-husna” can be realized in treatment counselor when dealing with clients, namely: has the properties (1) to love, (2) compassionate, (3) rule / leader, (4) has sanctity, (5) giving welfare, ( 6) security provider, (7) custodian, (8) 'manly', (9) 'strong', (10) is able to create / initiative, (11) was able to achieve balance, (12) the opening of grace, (13) clement / forgiving, (14) had committed, (15) the giver of gifts, (16) ar-Razzaq, (17) the opening of grace, (18) has a knowledge / own knowledge, (19) which paved, (20) which glorify, and (22) who listen.Key words: personalities counselor, ‘asmaul-husna, counseling and counselor profession.
PENINGKATAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA BIMBINGAN PADA KONSELOR SEKOLAH DI MAN LAB. UIN YOGYAKARTA Falah, Nailul
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 1 (2016): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.951 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.%x

Abstract

Substansi bimbingan dan konseling adalah untuk memfasilitasi satuan pendidikan dalam mewujudkan proses pendidikan dengan memperhatikan dan menjawab ragam kemampuan, kebutuhan, dan minat sesuai dengan karakteristik siswa. Selain itu, bimbingan dan konseling juga dimaksudkan untuk memfasilitasi guru bimbingan dan konseling (guru BK) atau konselor sekolah untuk menangani dan membantu siswa yang secara individual mengalami masalah psikologis atau psikososial, seperti sulit berkonsentrasi, rasa cemas, dan gejala perilaku menyimpang lainnya.Peningkatan kapasitas guru BK dalam hal pemanfaatan media aplikasi dalam memudahkan perluasan akses layanan BK di sekolah menjadi signifikan untuk dilakukan. Salah satu perangkat sederhana yang dapat dimanfaatkan adalah ketersediaan fasilitas media layanan BK. Menurut sifat bantuan yang diberikan dapat dibedakan antara teknik pemberian informasi, teknik mendorong aktivitas tertentu dan teknik penyembuhan. Teknik-teknik tersebut perlu bantuan media, misalnya dalam teknik pemberian informasi yang dapat diberikan dengan cara lisan baik individu atau kelompok juga dapat menggunakan media seperti papan bulletin, liflet, brosur, prospectus sekolah, buku pedoman, video, dan sebagainya Kata Kunci: Layanan BK, Media BK
Menilik Keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam dengan Perspektif Filsafat Sistem Jasser Auda Suwartini, Sri
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.729 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Bimbingan Konseling Islam (BKI), oleh banyak orang masih dianggap sebagai bentuk Islamisasi Bimbingan Konseling. BKI dianggap sama saja dengan keilmuan berlabel Islam lainnya yang sekedar gagap dan latah menghadapi masifnya keilmuan Barat. Bahkan kemudian secara administratif BKI menjadi disiplin yang berpotensi konfliktual karena dianggap mampu berdiri di persimpangan beberapa fakultas. Hal ini kemudian memunculkan harapan untuk adanya pengkajian lebih dalam agar menilik kembali BKI secara lebih fundamental. Tulisan ini hanyalah langkah kecil untuk sekedar peduli dengan wacana tersebut. Dengan menerapkan pendekatan Filsafat Sistem yang digagas Jasser Auda, tulisan ini berupaya menemukan kembali BKI pada aspek mendasarnya. Filsafat Sistem sebenarnya digunakan untuk kajian hukum/syariah. Filsafat sistem yang digagas Auda merupakan bentuk filsafat kontemporer sebagai respon terhadap tumpulnya dua filsafat sebelumnya yaitu filsafat modern dan postmodern. Pendekatan filsafat sistem ini coba penulis terapkan untuk melihat seberapa kontributif pendekatan filsafat tersebut untuk menganalisa BKI. Filsafat sistem Islam yang digagas Auda dicirikan dengan enam fitur yang diyakini efesien untuk menganalisis sistem dalam Islam, termasuk BKI yang juga berangkat dari semangat keislaman. Keenam fitur tersebut yang meliputi: Sifat kognitif, Keutuhan (wholeness), Keterbukaan, Hirarki yang saling terkait, Multi-dimensional, Selalu Bertujuan (purposefulness), menjadi kerangka acuan dalam tulisan ini.Kata Kunci: Bimbingan Konseling Islam, Filsafat Sistem
PENGEMBANGAN SPIRITUALITAS SEBAGAI UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA Khoirunnisa, Rofiqoh
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.343 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

AbstrakPentingnya kedisiplinan dalam dunia pendidikan sangat menentukan kualitas pendidikan di sekolah. Hasil wawancara di SMA Negeri 5 Yogyakarta diketahui bahwa guru bimbingan dan konseling telah berupaya untuk meningkatkan kedisiplinan siswa melalui pengembangan spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan melalui pengembangan spiritualitas siswa SMA Negeri 5 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Analisis data kualitatif yang dilakukan untuk mengetahui keabsahan data adalah dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu mencari dan menyusun data secara sistematis dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi yang diuraikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan melalui pengembangan spiritualitas siswa SMA Negeri 5 Yogyakarta adalah: 1) Upaya pencegahan (preventif) dan pengembangan (development) melalui, a).Pagi simpati untuk mendisiplinkan pakaian atau kerapian siswa, b) do’a bersama untuk mendisiplinkan waktu dan belajar siswa, c) tadarus Al-qur’an, menghafal Alqur’an, dan Khatam Alqur’an untuk mendisiplinkan pribadi siswa dalam bersikap, d) shalat Duha dan shalat Dzuhur berjama’ah untuk mendisiplinkan waktu. 2) Upaya perbaikan atau pengobatan (Kuratif) melalui punishment pada kegiatan keagamaan untuk meningkatkan semua bentuk kedisiplinan. Kata kunci: pengembangan spiritualitas, bimbingan dan konseling, kedisiplinan.
MENGGAGAS KONSELING BERWAWASAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA INDONESIA Casmini, Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.927 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

Manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagaiabdullhatau hamba Allah SWT, dan sebagaikhalfahatau wakil Allah di muka bumi. Predikat pertama menunjukkan kelemahan, kekecilan, keterbatasan, dan ketergantungan manusia kepada yang lain, sehingga setiap manusia berpotensi untuk mempunyai masalah. Predikat kedua menunjukkan kebesaran manusia dan sekaligus besarnya tanggungjawab dalam menjalani kehidupan di muka bumi. Kedua predikat yang melekat pada diri manusia mensiratkan tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam setiap langkah kehidupannya. Realitas kehidupan dalam konteks sebagai makhluk yang lemah (abdun), manusia akan menjalani kehidupan yang manis, lapang dan kemudahan dan sebaliknya akan mengalami kehidupan yang pahit, sempit, dan berat. Realita manusia dalam kondisi diri yang tak berdaya, maka orang membutuhkan bantuan orang lain. Misalnya membutuhkan dokter dalam memulihkan kondisi kesehatan dan membutuhkan konselor, psikolog atau bahkan psikiater dalam kondisi mental yang kacau (gangguan jiwa). Upaya memperoleh bantuan dari konselor, psikolog atau psikiater bertujuan untuk memulihkan rasa percaya dirinya, meluruskan cara berpikir, berpandangan secara realistis, mampu melihat kenyataan yang sebenarnya, dan mampu mengatasi problema dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan.Terdapat empat dasar filosofis dalam konteks bimbingan dan konseling dalam perspektif keilmuan maupun ajaran Islam. Pertama, bahwa kodrat kejiwaan manusia membutuhkan bantuan psikologis. Kedua, gangguan kejiwaan yang berbeda-beda membutuhkan terapi yang tepat. Ketiga, meski manusia memiliki fitrah kejiwaan yang cenderung kepada keadilan dan kebenaran, tetapi daya tarik kepada keburukan lebih banyak dan lebih kuat, sehingga motif kepada keburukan akan lebih cepat merespon stimulus keburukan dan mendahului respon motif kepada kebaikan. Keempat, keyakinan bahwa agama (keimanan) merupakan bagian dari struktur kepribadian, sehingga getar batin dapat dijadikan penggerak tingkah laku (motif) kepada kebaikan.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP SIKAP BERAGAMA REMAJA DI RT 22 RW 07 SAPEN YOGYAKARTA Ilyas, Muhammad; Wijaya, Firad
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.746 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.%x

Abstract

Peran orang tua dalam meletakan dasar-dasar pendidikan moral agama dan ahlak sangat berpengaruh pada anak. Bahkan pengaruh tersebut sampai pada dasar keyakinan mereka. Keberagamaan anak hampir sepenuhnya ditentukan oleh pengaruh pola asuh orang tua. Penelitian ini dilaksanakan di RT 22 RW 07 Sapen, Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pola asuh orang tua terhadap sikap beragama remaja di RT 22 RW 07 Sapen, Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu remaja yang berjumlah 106 orang, diambil sampelnya dengan menggunakan rumus slovin menjadi 84 remaja. Selanjutnya ditentukan dengan memberikan angket kepada semua sampel, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linear sederhana. Dari hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi 0,787 pada sig.(1-tailed) = 0,000, ternyata Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap sikap beragama remaja di RT 22 RW 07 Sapen, Yogyakarta. Sedangkan besarnya pengaruh Pola Asuh Ornag Tua terhadap Sikap Beragama pada remaja yaitu 70,5%  dan 29,5% dipengaruhi oleh faktor lain.                                              Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Sikap Beragama Remaja      
HUBUNGAN ANTARA PENGASUHAN ISLAMI DENGAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA DI KOTA YOGYAKARTA Innayati, Early Maghfiroh
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.963 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

This research was aimed to determining the relationship between Islamic adolescent rearing practices with self identity and the different self identity between boys and girls. Several hypothesis were set as follow was : (1) there is a relationship between Islamic adolescent rearing practices with self identity, (2) there is a difference between boys and girls in terms of self identity.The subject involved 200 adolescent ; 110 boys and 90 girls, using purposive random sampling. The data were obtained by using Islamic adolescent rearing ractices scale (SPI) and self identity scale (SID). Data analysis used product moment and t-test.The first hypothesis was analysis using product moment. The result shows that Islamic adolescent rearing practices influenced self identity (r=0,549 ; =0,000). The second analysis showed that there was not a significant differences of self identity between boys and girls (t=-0,497 ; p=0,620), although mean value self identity of girls (210,25) was higher than boys (208,26).
PERANAN GURU BK DALAM MEMBANTU PENYESUAIAN DIRI SISWA BARU DI SMP IT ABU BAKAR YOGYAKARTA Rizqiyah, Mumtazah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.419 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

Abstrak Peranan Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Membantu Penyesuaian Diri Siswa baru di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai peranan guru BK dalam membantu penyesuaian diri siswa baru di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. Penelitian ini merupakn penelitian kualitatif, dengan mengambil lokasi di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara/interview, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan menggunakan teori Milles dan Huberman dengan mereduksi data yang didapat kemudian menyajikan data ke dalam pola dan membuat kesimpulan dan verifikasi dari hasil tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa guru BK SMP IT Abu Bakar Yogyakarta dalam membantu penyesuaian diri siswa baru, memiliki peranan yang penting, yaitu sebagai informator, organisator, motivator, director/pengarah, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator  dan evaluator. Kata kunci: Peran Guru BK, Penyesuaian Diri Siswa
HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN PRIBADI DENGAN ASERTIVITAS SISWA KELAS VIII MTS NEGERI YOGYAKARTA 1 Sanjaya, Nur Aeni; Falah, Nailul
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 2 (2018): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.12 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.%x

Abstract

This study aims to determine the relationship between personal guidance and assertiveness students of class VIII MTs Negeri Yogyakarta 1 using a quantitative approach. In this study there is one independent variable and one dependent variable. The independent variable in this research is personal guidance (X), while the dependent variable is assertiveness (Y). This study is research population with total population of 58 students. The main data collection techniques such as scale, while interviewing and documentation as a complementary data. Data analysis using Product Moment correlation study from Pearson for obtained the results of hypothesis testing, with the help of SPSS 16.0 for Windows. The results of this study indicate that there is a positive and highly significant relationship between personal guidance and assertiveness students of class VIII MTs Negeri Yogyakarta 1 which has a correlation coefficient of 0.618 with sig. (2.tailed) = 0,000 with N = 58 at 1% significance level. From these data it can be concluded that there is a positive relationship and very significant, then the hypothesis is accepted and proved true. That is, the higher the personal guidance the higher the student's assertiveness, on the contrary if it gets lower personal guidance, the lower the student's assertiveness.  Keywords: Personal Guidance, Assertiveness
FENOMENA TAWURAN ANTAR PELAJAR DAN INTERVENSINYA Basri, A. Said Hasan
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.811 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Tawuran antar pelajar sudah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan pelajar. Hal ini telah menimbulkan keprihatinan dan keresahan terhadap calon-calon generasi penerus bangsa ini. Oleh sebab itu, artikel ini akan mengeksplorasi apa dan bagaimana, sekaligus menawarkan intervensi sebagai solusi alternatif dalam menangani tawuran antar pelajar. Analisis yang dalam terhadap akar permasalahan yang menjadi faktor penyebab tawuran akan menjadi titik tolak untuk merumuskan solusi yang tepat sebagai alternatif dalam penanganan tawuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab tawuran antar pelajar secara umum dapat dikategorikan menjadi dua. Pertama, faktor internal pelajar sebagai remaja, yang tidak lepas dari aspek-aspek psikologis yang melingkupi kehidupannya sebagai remaja. Kedua, adalah faktor eksternal dari luar diri remaja yang berupa kondisi lingkungan sosial di sekitar remaja. Melalui faktor-faktor inilah kemudian alternatif solusi yang bisa ditawarkan adalah pendekatan kesehatan mental. Pendekatan kesehatan mental yang paling tepat adalah intervensi primer atau tindakan preventif dengan memodifikasi lingkungan dan memperkuat kapasitas sasaran (remaja sebagai pelajar).  Kata Kunci: Tawuran antar pelajar, intervensi (penanganan)

Page 1 of 12 | Total Record : 116