cover
Contact Name
Akbid RSPAD Gatot Soebroto
Contact Email
info@akbidrspad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
info@akbidrspad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebidanan
ISSN : 20896751     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmiah Kebidanan Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto merupakan jurnal yang berisi tentang penelitian-penelitian dari para dosen atau staf pengajar dan para akademisi yang tertarik meneliti dan memberikan ilmu tentang kebidanann, kesehatan dan ilmu psikologi kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN EPISIOTOMI DI RUMAH SAKIT SALAK BOGOR PERIODE JUNI-JULI 2015 S.Si.T., M.Keb, Sri Sulastri
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 3 (2015): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Episiotomi adalah sebuah tindakan pemotongan/ pengguntingan perineum untuk memperbesar pembukaan vagina selama kelahiran. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tindakkan anestasi pada kejadian episiotomi pada ibu bersalin Di Rumah Sakit Salak Bogor periode Juni – Juli 2015.. Metode Penelitian : Metode dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan Instrument yang digunakan data sekunder. Adapun variabel yang diteliti yaitu variebel dependent adalah kejadian episiotomi di Rumah Sakit Salak Bogor periode Juni – Juli 2015, sebagai variabel independen yaitu usia, paritas, perineum, presentasi janin, dan berat badan lahir. Hasil Penelitian : Dapat di simpulkan bahwa distribusi frekuensi kejadian episiotomi dari 151 kejadian terdapat 110 kejadian episiotomi (72.8%) dengan tindakan anestasi dan 41 kejadian episiotomi ( 27.2%) tidak melakukan anestasi. Serta terdapat hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.011 dan OR 2.7 CI 95%(1.307-5.720) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara usia dengan kejadian episiotomi, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 5 CI 95%(2.366-11.334) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara paritas dengan kejadian episiotomi, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.030 dan OR 2.8 CI 95%(1.145-4.947)  maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara perineum dengan kejadian episiotomi, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 4.7 CI 95%(2.186-10.107)  maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara presentasi janin dengan kejadian episiotomi dan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.004 dan OR 3 CI 95%(1.484-6.537) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian episiotomi Kesimpulan : tindakan anestasi pada kejadian episiotomi lebih banyak dijumpai pada.pasien pada usia produktif, jumlah paritas lebih dari 1, keadaan otot perineum elastis, persentasi kepala,serta berat badan lahir normal. Saran : Diharapkan mampu meningkatkan pelayanan yang sudah baik pada pertolongan persalinan terutama pada tindakan episiotomi sebaiknya sesuai dengan indikasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANGNYA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI RB HIDAYAT BEKASI TAHUN 2015 S.Si.T., M.Kes, Suwati
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 3 (2015): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kematian akibat tetanus di negara berkembang adalah 135 kali lebih tinggi dibandingkan negara maju. Jumlah kasus Tetanus Neonatorum tahun 2007 sebanyak 175 kasus dengan angka kematian (CFR) 56% (Depkes RI, 2007). Kebanyakan kasus disebabkan oleh persalinan yang tidak bersih dan tidak aman, juga karena perawatan tali pusat yang tidak tepat. Di RB. Hidayat, Bekasi Faktor – faktor yang mempengaruhi kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT mengalami fluktuasi pencapaian imunisasi TT. Baik TT 1 dan TT2. Ini dapat di lihat pada tahun 2010, TT1 Sebanyak 69 orang (20%), TT2 sebanyak 67 orang (19,4%), tahun 2011 TTI sebanyak 78 orang (21%), TT2 71 orang (19,2%),dan tahun 2012 TT1 52 orang (18%), TT2 48 orang (16,6%). TujuanPenulisan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT di RB. Hidayat, Bekasi, periode Pebruari 2015. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC di RB. Hidayah, Bekasi. Jumlah sample sebanyak 65 responden, tehnik pengambilan sample dengan metode accidental sampling. Cara pengumpulan data dengan metode kuisioner sedangkan hasil penelitian pada analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : Dari penelitian diperoleh hasil sebanyak 52% responden  mempunyai pengetahuan kurang tentang imunisasi TT, sebesar 36% responden pada usia 20-35 tahun mempunyai pengetahuan kurang dibandingkan yang berusia > 35 tahun, responden berpengetahuan kurang pada tingkat pendidikan rendah sebanyak 62% dan yang tidak bekerja sebesar 53%, sedangkan multipara yang berpengetahuan kurang sebesar 48% dan yang menggunakan non media sebagai sumber informasinya  sebesar 80% berpengetahuan. Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan ibu hmil yang melakukan pemeriksaan ANC di RB. Hidayat, Bekasi  secara umum  kurang yaitu sebanyak 26 responden (52%). Saran : disarankan kepada RB. Hidayat agar meningkatkan pelayanan dan penyuluhan kepada ibu hamil tentang imunisasi TT dan bagi ibu hamil disarankan untuk teratur memeriksa dan mendengarkan konseling yang diberikan oleh tenaga kesehatan khususnya bidan tentang pentingnya imunisasi TT.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MINAT AKSEPTOR KB IUD DI PUSKESMAS KELURAHAN PAPANGGO I PERIODE JUNI-JULI 2015 S.Si.T., M.Kes, Ni Nyoman Sulasmi
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 3 (2015): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/Intra Uterine Device (IUD) adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan plastik yang halus berbentuk spiral atau berbentuk lain yang dipasang di dalam rahim. Tujuan Penelitian : Penelitian ini dilakukan untuk Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya minat pengunaan akseptor KB IUD di Puskesmas Kelurahan Papanggo I periode Juni – Juli 2015. Metode Penelitian : Metode dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan Instrument yang digunakan yaitu kuisioner. Pengambilan sampel dengan tehnik asidental sampling.  Adapun variabel yang diteliti yaitu variebel dependent adalah Akseptor KB IUD di Puskesmas Kelurahan Papanggo I, sebagai variabel independen yaitu usia, paritas, pendidikan, pengetahuan, sumber informasi, dan dukungan suami. Hasil Penelitian : Dapat di simpulkan bahwa distribusi frekuensi Akseptor KB IUD dari 49 akseptor KB terdapat 11 akseptor (22.4%) menggunakan KB IUD dan 38 akseptor ( 77.6%) tidak menggunakan KB IUD. Serta terdapat hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.008 dan OR 15.3 CI 95%(1.775-132.439) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan Akseptor KB IUD, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 52.5 CI 95%(7.595-362.290)  maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara dukungan suami dengan Akseptor KB IUD dan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.026 dan OR 11 CI 95%(1.292-95.578)  maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara paritas dengan Akseptor KB IUD. Kesimpulan : akseptor KB IUD di Puskesmas Kelurahan Papanggo I didominasi oleh akseptor dengan berpengetahuan baik, mendapat dukungan suami serta jumlah paritas multipara. Saran : diadakan penyuluhan kesehatan secara jelas, mengenai kelebihan dan kekurangan dari setiap alat kontrasepsi, sehingga klien dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat untuk dirinya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN MAHASISWA TINGKAT III AKDEMI KEBIDANAN RSPAD GATOT SOEBROTO DALAM MENGHADAPI UJI KOMPETENSI PERIODE MARET – APRIL 2015 S.Si.T., M.Kes, Raras Setiyaningrum
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 3 (2015): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Uji kompetensi adalah proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan sikap tenaga kesehatan sesuai standar profesi. (Nurjasmi, 2013) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Uji Kompetensi Mahasiswa Tingkat III Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto Periode Maret 2015 – April 2015 berdasarkan berbagai faktor yaitu Try Out Uji Kompetensi, fasilitas, dan Kecemasan. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik analisis yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan mencari hubungan antarvariabel yang sifatnya bukan hubungan sebab akibat, biasanya di lakukan penelitian secara deskriptif dahulu untuk dicari data dasar ( Hidayat, 2007). Hasil Penelitian dengan menggunakan 89 mahasiswa tingkat III Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto sebagai objek penelitian dan instrumen yang di gunakan adalah berupa data primer (kuesioner), di dapatkan bahwa mahasiswa tingkat III Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto sebagian besar Siap menghadapi Uji Kompetensi dan di peroleh hasil uji statistic nilai P = 0,385 > 0,05. Kesimpulan Berdasarkan Uji Statistik univariat dan Bivariat terhadap 3 variabel, maka disimpulkan bahwa tidak ada satu variabel pun yang mempunyai hubungan signifikan dengan Kesiapan Mahasiswa Tingkat III Dalam Menghadapi Uji Kompetensi Periode Maret 2015 – April 2015. Saran Dari hasil tersebut diharapkan agar di tingkatkan lagi sosialisasi  tentang Uji Kompetensi bagi mahasiswa tingkat III Akademi Kebidanan agar mendapatkan hasil yang terbaik saat pelaksanaan Uji Kompetensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOJA JAKARTA UTARA PERIODE JUNI-JULI 2015 S.Si.T., M.Kes, Sudarmi
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 3 (2015): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Perawatan tali pusat adalah melakukan pengobatan dan pengikatan tali pusat yang menyebabkan pemisahan fisik ibu dengan bayi, dan kemudian tali pusat dirawat dalam keadaan bersih dan terhindar dari infeksi tali pusat.. Tujuan Penelitian : mengetahui Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir wilayah kerja Puskesmas Koja Jakarta Utara Periode Juni – Juli 2015 Metode Penelitian : Metode dalam menggunakan jenis penelitian penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional, instrument yang digunakan data primer yang diperoleh dari wawancara dan pembagian kuesioner. Adapun variabel yang diteliti yaitu variebel dependent adalah pengetahuan ibu hamil trimester III tentang perawatan tali pusat di Puskesmas Koja Jakarta Utara periode Juni – Juli 2015, sebagai variabel independen yaitu usia, paritas, pendidikan, status pekerjaan dan sumber informasi. Hasil Penelitian : Dapat di simpulkan bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil trimester III tentang Perawatan tali pusat dari 50 responden terdapat 33 responden (66.0%) yang memiliki pengetahuan baik tentang perawatan talipusat dan 17 responden ( 34.0%) yang berpengetahuan kurang. Serta terdapat hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.006 dan OR 6.8 CI 95%(1.859-24.948) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara usia dengan pengetahuan tentang perawatan talipusat, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.002  dan  OR 8.9 CI 95%(2.343-33.909) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara paritas dengan pengetahuan tentang perawatan talipusat, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 14.5 CI 95%(3.322-64.027)  maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan tentang perawatan tali pusat, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.029 dan OR 5 CI 95%(1.335-18.742)  maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara status pekerjaan dengan pengetahuan tentang perawatan tali pusat dan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.008 dan OR 6.4 CI 95%(1.754-23.351) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara sumberinformasi dengan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang perawatan talipusat. Kesimpulan :  ibu hamil trimester III yang berpengetahuan baik tentang perawatan tali pusat, terdapat pada usia produktif, paritas multipara, pendidikan akhir tinggi, bekerja dan mendapat informasi dari nakes. Saran : Diharapkan petugas kesehatan pada khususnya di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Jakarta utara agar lebih meningkatkan dalam memberikan penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya perawatan talipusat serta untuk lebih mengutamakan pelayanan kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan.
KARAKTERISTIK KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD KABUPATEN TANGERANG PERIODE JUNI-JULI 2015 S.Si.T., M.Kes, Hartini
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 3 (2015): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil maupun bersalin adalah masalah besar di setiap negara berkembang. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda dan masa puncak produktifitasnya. Salah satu penyebab kematian ibu dan perinatal adalah infeksi intrauterin. Infeksi intrauterin merupakan infeksi akut pada cairan ketuban, janin dan selaput korioamnion yang disebabkan oleh bakteri. Sekitar 25 % infeksi intrauterin disebabkan oleh ketuban pecah dini. Makin lama jarak antara ketuban pecah dengan persalinan, makin tinggi pula resiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Tujuan Penelitian : mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi angka kejadian ketuban pecah dini pada ibu di kamar bersalin  RSU Kabupaten Tangerang  periode Juni – Juli 2015. Metode Penelitian : Metode penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan mengumpulkan data sekunder melalui data Rekam Medik. Variabel independent yang akan diteliti adalah faktor usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan pekerjaan. Sedangkan variabel dependen nya adalah Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Kabupaten Tangerang Periode Juni – Juli 2015. Hasil Penelitian : Dapat di simpulkan bahwa distribusi frekuensi persalinan dari 93 responden terdapat 54 responden (58.1%) yang mengalami KPD dan 39 responden ( 41.9%) yang tidak mengalami KPD. Serta terdapat hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 11.5 CI 95%(3.890-34.355) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara usia dengan kejadian ketuban pecah dini, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.003 dan OR 4.4 CI 95%(1.583-12.228) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara paritas dengan kejadian ketuban pecah dini, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 5 CI 95%(2.022-13.031)  maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara usia kehamilan dengan kejadian ketuban pecah dini dan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.006 dan OR 3.5 CI 95%(1.402-9.238)  maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara status pekerjaan dengan kejadian ketuban pecah dini. Kesimpulan :  kejadian ketuban pecah dini dapat dipengaruhi oleh, usia responden, jumlah paritas, usia kehamilan dan status pekerjaan. Saran : Diharapkan diadakan penyuluhan dan pelayanan kesehatan terutama dalam bidang kebidanan sehingga angka mordibitas dan mortalitas, baik pada ibu maupun janin dapat diturunkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KEC. SAWAH BESAR PERIODE JUNI-JULI 2015 S.Si.T, Asrifah
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 3 (2015): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pemberian ASI Eksklusif sangat penting. Pemberian ASI Eksklusif bertujuan untuk memenuhi segala kebutuhan makanan bayi, kandungan gizi dari air susu ibu sangat khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. Tujuan Penelitian : mengetahui Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang ASI Eksklusif di Puskesmas Kec. Sawah Besar Periode Juni – Juli 2015. Metode Penelitian : Metode dalam menggunakan jenis penelitian penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional, instrument yang digunakan data primer yang diperoleh dari wawancara dan pembagian kuesioner. Adapun variabel yang diteliti yaitu variebel dependent adalah pengetahuan ibu nifas tentang ASI Eksklusif di Puskesmas Kec. Sawah Besar periode Juni – Juli 2015, sebagai variabel independen yaitu usia, status pendidikan, status pekerjaan, paritas, sumber informasi dan dukungan suami. Hasil Penelitian : Dapat di simpulkan bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu nifas tentang ASI Eksklusif dari 52 responden terdapat 37 responden (71.2%) yang memiliki pengetahuan baik tentang asi eksklusif dan 15 responden ( 28.8%) yang berpengetahuan kurang. Serta terdapat hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.028 dan OR 5 CI 95%(1.345-19.169) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan tentang asi eksklusif, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.001 dan OR 23 CI 95%(2.720-194.468)  maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara status pekerjaan dengan pengetahuan tentang asi eksklusif, dan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.019 dan OR 5.4 CI 95%(1.478-19.729)  maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara paritas dengan pengetahuan tentang asi eksklusif Kesimpulan :  ibu nifas yang berpengetahuan baik tentang asi eksklusif, terdapat pada usia produktif, pendidikan akhir tinggi, bekerja, dan ibu multipara. Saran : Diharapkan petugas kesehatan pada khususnya di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat agar lebih meningkatkan dalam memberikan penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya pemberian ASI Eksklusif serta untuk lebih mengutamakan pelayanan kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas
HUBUNGAN ANTARA USIA, PENDIDIKAN, STATUS PEKERJAAN, LINGKUNGAN, SUMBER INFORMASI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DI PKM KEL. GAMBIR PERIODE JULI-SEPTEMBER 2016 S.Kep., M.M, Siti Maryam
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 6 (2016): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : HIV/AIDS pertama kali ditemukan pada bulan April tahun 1987 di Bali. Pada awalnya penyebaran HIV/AIDS di Indonesia terjadi pada wanita tuna susila (WTS) beserta pelanggannya dan kaum homoseksual. Total angka kematian AIDS di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 2 juta orang. Berdasarkan laporan yang diperoleh dari layanan klinik VCT (Voluntary Counselling and HIV Testing), sampai dengan 30 Juni 2010 kasus HIV positif kumulatif terdapat sebanyak 44.292 kasus dengan positif rata – rata 10,3%. Menurut komisi penanggulangan AIDS (KPA) Nasional (2009) penularan utama HIV di Indonesia adalah melalui alat suntik dan jarum suntik yang tidak steril 42,2%, melakukan hubungan seksual berisiko heteroseksual 48%, homoseksual 3,8% serta 6% dari faktor resiko lainnya. Sedangkan laporan Ditjen PP & PL Kemenkes RI per Desember 2010 adalah melalui heteroseksual 78,22%, IDU 16,30%, perinatal 2,49%. Hubungan seks tanpa kondom antara WTS dan kliennya merupakan cara penularan kedua di Indonesia Tujuan penelitian : Hubungan antara usia, pendidikan, status pekerjaan, lingkungan, sumber informasi dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang HIV / AIDS di PKM Kel. Gambir Periode Juli-September 2016. Metode penelitian : Penelitian ini termasuk jenis penelitian analitik, yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk menganalisa hubungan suatu fenomena yang terjadi di dalam masyarakat. (Notoatmodjo, 2010) Desain penelitian cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor – faktor risiko dengan efek atau cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Artinya, tiap subjek penelitian hanya di observasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. (Notoatmodjo, 2010) Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengetahuan responden tentang HIV-AIDS mayoritas baik  sebanyak 36 orang ( 60% ) dari 60 responden, berdasarkan usai reproduksi (20th-35th) sebanyak 26 orang (70.3%) (nilai p= 0.039, OR =3.075), tingkat pendidikan terbanyak adalah pada ibu tingkat pendidikan tinggi sebanyak 25 orang (75.8%) (p=0.006, OR=4.545), status pekerjaan terbanyak adalah pada ibu dengan tidak bekerja sebanyak 21 orang (75.1%) (p=0.0127, OR=3.400), sumber informasi terbanyak adalah pada ibu yang sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 21 orang (87.5%) (p=0.000, OR=9.800) Kesimpulan :  Bahwa pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS memiliki hubungan dengan usia ibu, tingkat pendidikan, riwayat paritas,  dan sumber informasi. Saran : meningkatkan kegiatan untuk memberikan informasi yang lebih banyak tentang HIV/AIDS walaupun sebagian ibu hamil sudah berpengetahuan baik dan diharapkan untuk menyediakan layanan tes HIV dan konseling atau disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela) serta penapisan HIV.
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU, USIA KEHAMILAN, PARITAS, PEKERJAAN, PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PKM GAMBIR JAKARTA PUSAT PERIODE SEPTEMBER-DESEMBER 2015 S.Si.T., M.Keb, Sri Sulastri
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 6 (2016): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang  :  Menurut WHO (World Health Organization) kejadian anemia kehamilan berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasarnya. Prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75% ibu hamil di negara berkembang dan 18% ibu hamil di negara maju mengalami anemia. Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang daripada negara yang sudah maju.. Tujuan penelitian : Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kejadian anemia pada ibu hamil di PKM Gambir Jakarta Pusat periode September-Desember 2015. Metode penelitian :  Desain penelitian yang digunakan adalah analitik yaitu untuk mengetahui gambaran variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Metode penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan cross seksional. Rancangan cross seksional merupakan suatu rancangan yang melakukan pengamatan variabel-variabel dependen maupun independen yang diteliti dalam waktu bersamaan. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data adalah data sekunder sedangkan alat pengumpulan data adalah status rekam medik dan buku register yang ditinjau berdasarkan variabel independen yang terdiri dari usia ibu, paritas, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan. dan sumber informasi variabel dependen berupa tingkat anemia yang diderita ibu hamil. Hasil penelitian  :  Berdasarkan hasil analisa univariat, yang ditinjau didapatkan bahwa  sebagian besar ibu hamil dengan anemia berumur <20 tahun dan >30 tahun dengan jumlah 92 responden ( 68.1 % ), Sedangkan untuk umur 20 tahun-34 tahun  sebanyak 43 responden ( 31.9 % ). Serta ibu hamil multipara yaitu 48 responden (35.6%), Sedangkan untuk ibu hamil primipara terdapat 87 responden (64.4%)). Untuk tingkat pendidikan terdapat 90 responden (66.7%)ibu hamil tingkat pendidikan rendah, dan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 45 responden ( 33.3 % ). Dalam penelitian juga didapatkan ibu hamil yang berkerja dan mengalami anemia sebanyak 83 responden (61.5%) dan ibu hamil yang tidak bekerja dan mengalami anemia sebanyak 52 responden ( 38.1 % ). Pada hasil analisa bivariat didapatkan bahwa Variabel yang berhubungan bermakna dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan status pekerjaan (p value 0.016, OR = 2.4; 95%CI 1.166-5.017), usia ibu (p value 0.031 ,OR= 2.3 ;95%1.070-4.977), paritas (p value 0.030, OR=2.2 ;95%CI 1.073-4.723) dan tingkat pendidikan (p value 0.014, OR= 2.5 ;95%CI 1.197-5.534) Kesimpulan  :  Bahwa  kejadian anemia pada ibu hamil memiliki hubungan dengan usia ibu, riwayat paritas, status pekerjaan dan tingkat pendidikan. Saran  :  ibu hamil yang menderita anemia diharapkan berkurang sehingga dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas serta menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Menambahkan jumlah tenaga kesehatan yang menjalankan program posbindu.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI RUMAH BERSALIN HIDAYAT BEKASI PERIODE JANUARI SAMPAI DENGAN MARET 2016 S.Si.T., M.Kes, Suwati
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 6 (2016): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang  :  Pemeriksaan kehamilan sangat perlu dilakukan utamanya adalah untuk menghindari adanya resiko-resiko selama kehamilan dan proses persalinan dapat dicapai bilamana ada kerja sama yang baik antara ibu hamil dengan bidan. Fungsi seorang bidan adalah memberikan penyuluhan dan motivasi yang baik tentang manfaat memeriksakan kehamilan, sehingga tercipta sikap dan perilaku yang mendukung terhadap upaya menekan dan atau mengurangi angka kematian ibu dan anak dimasa sekarang dan yang akan datang. Tujuan penelitian  : Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan dengan umur, paritas, pendidikan dan sumber informasi. Metode penelitian  :  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan. Hasil penelitian   :  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh ibu hamil yang berpengetahuan baik tentang Pemeriksaan kehamilan sebanyak 37 dari 52 responden (71.2%) sedangkan sisanya ibu hamil yang berpengetahuan kurang sebanyak 15 dari 52 responden (28.8%), berdasarkan usai reproduksi (20th-35th) sebanyak 26 orang (81.2%) (nilai p= 0.042, OR =3.545 dan CI (95%)=1.015–12.382), pemeriksaan kehamilan terbanyak adalah pada ibu yang multipara sebanyak 27 orang (84.4%) (p=0.008, OR=5.400 dan CI (95%)=1.478-19.729), pemeriksaan kehamilan terbanyak adalah pada ibu dengan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 24 orang (85.7%) (p=0.012, OR=5.077 dan CI (95%)=1.345-19.169) pemeriksaan kehamilan terbanyak adalah pada ibu yang sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 27 orang (81.8%) (p=0.025, OR=4.005 dan CI (95%)=1.146-14.311) Kesimpulan  :  Bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan memiliki hubungan dengan usia ibu, riwayat paritas, tingkat pendidikan dan sumber informasi. Saran  :  Lebih meningkatkan dalam memberikan penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya pemberian Pemeriksaan kehamilan serta untuk lebih mengutamakan pelayanan kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil.

Page 1 of 3 | Total Record : 23