cover
Contact Name
Raemon
Contact Email
raemon@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
etnoreflika.antropologi@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 22529144     EISSN : 2355360X     DOI : -
The ETNORELIKA journal is dedicated as a scientific periodical publication which is expected to be an arena for exchanging ideas and thoughts in the field of Anthropology in particular and the social sciences in general. Etnoreflika comes with a mission to build tradition and academic climate for the advancement of civilization and human dignity. In addition, the ETNOREFLIKA Journal deliberately took the generic word "ethnos" which aims to expand the mission of promoting and developing a spirit of multiculturalism in the life of a pluralistic Indonesian society.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
MESOKO: SOLIDARITAS PADA MASYARAKAT TOLAKI DI DESA PALOWEWU KECAMATAN BENUA KABUPATEN KONAWE SELATAN Rikarni, Rikarni; Marhadi, Akhmad; Hartini, Hartini
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.273 KB)

Abstract

Mesoko merupakan tradisi etnik Tolaki yang mencerminkan bentuk solidaritas masyarakat. Tradisi ini dilakukan untuk memberikan bantuan kepada keluarga atau orang lain yang membutuhkan bantuan secara materil. Seiring perkembangan jaman, mesoko juga terus mengalami perubahan sehingga sedikit ada perbedaan dengan beberapa tempat lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan serta fungsi tradisi mesoko di Desa Palowewu. Data kualitatif dikumpulkan melalui teknik wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pelaksanaan tradisi mesoko di masyarakat Palowewu, sering dijumpai pada tiga jenis hajatan, yakni mesoko pernikahan, mesoko orang sakit dan mesoko pendidikan. Proses pelaksanaan mesoko terbagi dalam tiga tahapan atau proses yakni (1) menyampaikan maksud atau niat; (2) menyampaikan undangan atau menyebar informasi dan (3) pelaksanaan mesoko. Tradisi ini memiliki beberapa fungsi, mulai dari fungsi kekerabatan, fungsi solidaritas, fungsi pengontrol sosial, fungsi ekonomi, hingga fungsi pemertahanan budaya.
PERUBAHAN BERTANI DARI TANAMAN JAMBU METE KETANAMAN CENGKEH Apriadi, La Ode Dwi; Syamsumarlin, Syamsumarlin; Janu, La
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.257 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perubahan bertani dikalangan masyarakat desa Welala dari tanaman jambu mete ke bertani tanaman cengkeh, serta alasannya yang mendasari perubahan tersebut. Teori yang digunakan untuk membaca data adalah perubahan social dengan metode etnografi.  Teknik penarikan  informan  yang digunakan adalah porposive sampling atau diambil secara sengaja. Data dijaring melalui teknik wawancara mendalam dan observasi partisipasi. Data dianalisis secara  deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan ekonomi petani yang merupakan imbas positif dari perubahan pola bertani masyarakat setempat. Perubahan pola bertani disebabkan oleh rendahnya harga jambu mete di pasaran. Selain itu, tanaman cengkeh masuk ke Desa Welala umumnya mendapat respon yang baik dari petani, karena selain harga jualnya yang jauh lebih tingi, tanah di daerah ini juga memang sangat cocok untuk tanaman cengkeh karena berada di dataran tinggi. Kendati menunjukkan perubahan pola bertani, masyarakat setempat tidak serta merta meninggalkan aktivitas bertani jambu mete meski hanya dalam jumlah yang relatif sedikit.
PENGETAHUAN ORANG MUNA DALAM BERTANI NENAS DI DESA KATAPI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN MUNA Nuuna, Wa
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.907 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan konstruksi pengetahuan orang Muna dalam bertani nenas di Desa Katapi Kecamatan Parigi Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan teori budaya sebagai sistem kognitif oleh Ward Goodenough. Metode penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pengumpulan data dilakukan melalui  pengamatan terlibat (participant observation) dan wawancara mendalam (indepth interview). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konstruksi pengetahuan orang Muna dalam bertani nenas di Desa Katapi Kecamatan Parigi Kabupaten Muna, di mulai dari mempersiapkan tempat/lahan penanaman nenas, baik dipekarangan rumah, perbatasan kebun dan bekas tempat pembakaran. Selanjutnya, cara pengadaan bibit, dilakukan dengan saling memberi dan meminta kepada petani yang telah bertani nenas. Cara menyuburkan tanaman dilakukan dengan cara di sinala, menggunakan limbah rumah tangga seperti abu dapur, sisa cuci piring maupun air ikan. Panen dilakukan ketika nenas telah menguning. Pengetahuan orang Muna dalam bertani nenas saat ini telah mengalami perubahan menjadi lebih modern. Kendati demikian, masih ada pula kalangan masyarakat setempat yang bertani nenas secara.
KEARIFAN LOKAL KAOMBO HAMOTA (KAOMBO) DI DESA BURANGASI KECAMATAN LAPANDEWA KABUPATEN BUTON SELATAN Risnawati, Risnawati; Sifatu, Wa Ode; Janu, La
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.419 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kepatuhan masyarakat terhadap kearifan lokal Kaombo Hamota pada masyarakat Burangasi di Kabupaten Buton Selatan. Teori yang melandasinya adalah pemikiran Geertz tentang “From the Native’s Point Of View” dengan metode etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kepatuhan masyarakat terhadap kaombo hamota karena dampak yang dirasakan langsung, baik oleh kelompok maupun dari luar kelompok, dan semua jenis usia. Dampak tersebut daapt berupa tanda baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat oleh mata. Namun demikian, ada pula segelintir kelompok remaja nakal yang melakukan beberapa tindakan agar terhindar dari dampak kaombo hamota, seperti: mengencingi akar pohonnya, melempar kotoran hewane ke pohon yang ingin dicuri, serta membuat api unggun dibawahnya. Akibat dari tindakan tersebut, mereka merasakan sakit seperti berut bengkak, gatal-gatal, tumbuh sejumlah bisul yang bernanah warna kemerahan di kedua kaki dan kedua tangannya. Kondisi seperti itu diperaya masyarakat disebabkan karena mencuri di kebun yang memiliki kaombo hamota dan menjadi buah bibir dalam masyarakat.  Masyarakat setempat juga percaya bahwa sakit tersebut dapat diobati dengan cara meminta bantuan kepada bhisa yang memasang kaombo hamota.
MEROKOK PADA SISWA SMP DI DESA WAWESA KECAMATAN BATALAIWORU KABUPATEN MUNA Raswan, Raswan
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.413 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab, dampak, dan cara mencegah perilaku merokok dikalangan siswa SMP di Desa Wawesa Kecamatan Batalaiworu Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research) yang dilakukan dengan menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu: pengamatan terlibat dan wawancara/interview. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan (observation), dokumentasi dan wawancara (interview), kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku merokok pada anak di Desa Wawesa terbentuk karena adanya kebiasaan merokok yang ditampilkan oleh kalangan masyarakat (usia dewasa) di sekitar anak. Perilaku tersebut secara tidak langsung memberikan ruang bagi anak dan remaja untuk mengikuti kebiasaan merokok. Perilaku merokok pada anak dipandang sebagai wujud dari sosialisasi anak dengan keluarga, teman, masyarakat, dan lingkungan. Dampak yang ditimbul dari perilaku anak merokok cenderung negatif. Salah satunya adalah rendahnya konsentrasi anak dalam belajar, sehingga prestasi anak di sekolah juga turut menurun. Selain itu, perilaku merokok pada anak juga secara mutlak mengganggu kesehatan mereka.
DINAMIKA KEPEMILIKAN LAHAN OLEH KELOMPOK MASYARAKAT DI KAWASAN HUTAN KONTU Mustawa, Muin; Jers, La Ode Topo; hartini, Hartini
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.958 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika kepemilikan lahan di kawasan Hutan Kontu oleh masyarakat, serta mendeskripsikan aktivitas masyarakat dalam mengelola lahan di kawasan Hutan Kontu. Data diperoleh melalui penelitian lapangan dengan menggunakan Teknik wawancara teknik pengamatan (observation) dan wawancara (interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) dinamika status kepemilikan lahan di kawasan hutan Kontu terjadi karena adanya perlawanan masyarakat dengan saling klaim antara masyarakat dengan Pemerintah Daerah Muna. Masyarakat Kontu mengklaim Kawasan Kontu sebagai warisan leluhur nenek moyang mereka dengan luas 401,59 Hektar, dengan bukti adanya makam tua La Kundofani. Disisi lain Pemerintah Daerah Muna mengklaim lahan itu merupakan bagian dari Kawasan hutan Jompi dan Kawasan Hutan Kontu berdasarkan SK Menhutbun Nomor 454 Tahun 1999 dengan luas 1.927 Hektar sebagai hutan lindung; (b) Masyarakat melakukan aktivitas Bertani dan berkebun di kawasan hutan Kontu. Aktivitas tersebut dilakukanuntuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membangun sarana dan prasarana, serta  untuk menunjang peningkatan taraf hidup masyarakat setempat.
PERSEPSI MASYARAKAT TANGKENO TERHADAP DESA WISATA Hardiansyah, Hardiansyah; Syamsumarlin, Syamsumarlin; Marhadi, Akhmad
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.065 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat lokal terhadap adanya destinasi wisata dan dampak yang dialami masyarakat terhadap adanya desa wisata. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi Eddmund Husserl. Penelitian ini merupakan riset deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan (observasi) dan wawancara (interview). Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan desa wisata Tangkeno menimbulkan persepsi yang bermacam-macam dan dari berbagai kelompok masyarakat. Fenomena semacam ini tampak dalam persepsi dari pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan mahasiswa. Beberapa dampak positif yang dialami masyarakat setempat, antara lain: meningkatkan ekonomi masyarakat dan daerah, meningkatkan nilai-nilai budaya lokal, mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. Kendati demikian, timbul pula dampak negatifnya seperti menimbulkan budaya baru dan persaingan lapangan kerja.
KOALISI PETANI MERICA DI DESA SAMBAHULE KECAMATAN BAITO KABUPATEN KONAWE SELATAN Hartiani, Cici; Syamsumarlin, Syamsumarlin; Ashmarita, Ashmarita
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.955 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan koalisi horizontal dan koalisi vertikal yang dibangun oleh petani merica di Desa Sambahule Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan. Informan dalam penelitian ini adalah 8 petani merica yang berada di Desa Sambahule. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian lapangan (field work)yakni peneliti melakukan pengumpulan data secara langsung di lokasi penelitian yang menggunakan teknik pengamatan terlibat (observation) dan wawancara mendalam (indepth interview). Analisis data dilakukan secara mendalam dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Koalisi horishontal yang dibangun oleh petani merica yang berada di Desa Sambahule yakni terjalinnya kerjasama antara petani dengan sesama petani (2) Koalisi vertikal yang dibangun oleh petani merica yang berada di Desa Sambahule yakni adalah koalisi dengan pemerintah, pedagang sarana produksi, pedagang pengumpul, serta LSM dengan petani di Desa Sambahule.
STRATEGI PENGUSAHA WARUNG KOPI DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA DI KOTA KENDARI Suardi, Suardi; Hafsah, Wa Ode Sitti; Ashmarita, Ashmarita
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.789 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang eksistensi dan strategi warung kopi di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan teori strategi adaptasi oleh J.W Bennet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode etnografi dengan pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik pengamatan (observation) dan wawancara mendalam (interview). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbisnis kuliner di Kota Kendari merupakan salah satu opsi bisnis yang sangat menjanjikan. Salah satunya adalah bisnis warung kopi  yang ternyata mampu menghasilkan profit yang cukup besar walaupun hanya mengeluarkan modal yang tidak terlalu besar. Kepopuleran warung kopi saat ini ternyata juga didukung oleh gaya hidup masyarakat urban yang sangat gemar menghabiskan waktu senggangnya di sebuah warung kopi dengan berbagai alasan kunjungan. Beberapa strategi yang digunakan para pengusaha warung kopi dalam menjaga eksistensi usahanya seperti: (a) memberikan fasilitas tempat serta pelayanan yang baik; (b) penentuan lokasi usaha warung kopi; (c) menentukan harga menu yang terjangkau.
PEREMPUAN PEMBUAT BATU MERAH DI DESA LANGGEA KECAMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN Herlianty, Winda; Jers, La Ode Topo; Hasniah, Hasniah
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.994 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan keterlibatan perempuan dalam proses pembuatan batu merah dan strategi perempuan pembuat batu merah dalam mempertahankan usahanya dan pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan teori feminisme oleh Naomi Wolf (1997) dan teori strategi adaptasi Bennet (2005), dengan menggunakan metode Etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam proses pembuatan batu merah di Desa Langgea ada pada hampir disetiap tahap proses pembuatan batu merah, yang dimulai dari tahap penggalian bahan mentah, membuat adonan, pencetakan batu merah, pengeringan, penyusunan batu merah, pembakaran sampai pemilihan atau seleksi batu merah (mengubik). Ada berbagai strategi yang diterapkan pekerja perempuan dalam mempertahankan usaha dan pekerjaannya baik itu pemilik usaha maupun pekerja. Strategi pemilik usaha yaitu memilih lokasi yang tepat, memperhatikan kualitas batu merah, dan bisa memasarkan batu merah dengan baik. Sedangkan strategi pekerja yaitu menjalin kepercayaan dengan pemilik usaha serta dapat siplin dalam bekerja.

Page 1 of 18 | Total Record : 174