cover
Contact Name
Rachmawati Hasid
Contact Email
rhasid64@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bulpenagr@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Berkala Penelitian Agronomi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 20899858     EISSN : 25023314     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Berkala penelitian agronomi adalah media penyebaran hasil-hasil penelitian ilmiah interdisipliner agronomi pertanian, yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen dan peneliti serta pemerhati Agronomi dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Pengaruh Pupuk P terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Kultivar Padi (Oryza sativa L.) Gogo Lokal Reis, Alfredo Dos; Darwis, Darwis; Rembon, Fransiscus Suramas
Berkala Penelitian Agronomi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.022 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v5i2.7564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk P terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa kultivar padi gogo lokal pada lahan kering. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sindang Kasih Kecamatan Ranomeeto Barat.  dan Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm jumlah anakan produktif dan produksi t ha-1. Dari hasil analisis data secara statistik diperoleh bahwa var  padi gogo lokal dan perlakuan kultivar mandiri berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada saat panen (cm), jumlah anakan produktif,  dan  hasil produksi t -1. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh dosis pupuk dan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi padi gogo, namun ada beberapa kultivar padi gogo lokal yang mempunyai  respon positif terhadap pertumbuhan dan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan kultivar-kultivar  padi gogo lokal yang lainnya diantaranya varietas Lipi Go, kultivar Waburi-buri,kultivar Wangkomina dan kultivar Wakawandu. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah  (1) kultivar Waburi-buri 4,024 t ha-1 (2) varietas Lipi Go 4  4,004 t ha-1 (3) kultivar Pae Uwa 3,788 t ha-1   dengan dosis pupuk SP-36 360 dan 480 kg ha-1Kata kunci: Varietas Padi Gogo, Oriza sativa L., Pupuk P
Viabilitas dan Vigor Benih Pepaya (Carica papaya L.) pada Berbagai Perlakuan Invigorasi Arief, Nurjanna; Ginting, Sahta; Sutariati, Gusti Ayu Kade
Berkala Penelitian Agronomi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.835 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v5i2.7563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak dari berbagai perlakuan invigorasi  terhadap viabilitas dan vigor benih pepaya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari. Untuk menguji kelayakan benih, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 15 perlakuan, masing-masing diulang 3 kali sehingga total 45 unit percobaan. Data yang diperoleh dari observasi dianalisis dengan menggunakan analisis varians, yang menunjukkan efek nyata dilanjutkan dengan uji UJBD α = 0,05. Hasil pengujian viabilitas dan vigor benih menunjukkan bahwa perlakuan matriconditioning benih menggunakan bubuk bata merah + Bacillus sp. CKD061 dengan inkubasi 72 jam  umumnya memberikan hasil tertinggi pada variabel potensi tumbuh maksimum, keseragaman tumbuh, indeks kekuatan, kecepatan tumbuh relatif, dan T50.Kata kunci: Bacillus sp. CKD061, Biomatriconditioning benih, Rizobacteri Indigenous, waktu inkubasi. 
Hubungan Kadar Hara N, P, K Tanah dan Jaringan Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Khalik, Muh. Nur; Bahrun, Andi; Safuan, La Ode
Berkala Penelitian Agronomi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.908 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v5i2.7562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hara N, P, K  tanah dan jaringan tanaman terhadap produksi tanaman sagu. Penelitian ini dilaksanakan pada sentra produksi tanaman sagu di Kelurahan Labibia Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan membatasi area yang dijadikan sampel tanaman. Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu, tanaman sagu, sampel tanah, sampel daun, amplop, plastik, sedangkan alat-alat yang digunakan yaitu meteran, bor tanah, parang dan alat tulis menulis. Pengambilan contoh tanah dilakukan pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm yang dikompositkan untuk analisis kadar hara N, P, K tanah. Pengambilan sampel daun dilakukan pada pelepah daun yang diukur kemudian mengambil anak daun pada pelepah masing-masing diambil empat helai daun pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri. Kadar hara N, P, K tanah dan jaringan tanaman dianalisis di Laboratorium Pusat Tanah Bogor. Data dianalisis menggunakan regresi dan korelasi dengan menggunakan aplikasi SAS 9.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman tertinggi pada tanaman 6 dengan tinggi tanaman 23,98 m, panjang batang 11,90 m, diameter batang 28,34 cm, panjang pelepah 9,40 m, jumlah pelepah 18 pelepah, panjang daun 171,35 cm dan lebar daun 9,58 cm dengan nilai produksi 392.92 kg tepung basah tanaman-1. Hasil korelasi antara pertumbuhan tanaman dengan produksi nilai korelasi tertinggi terdapat pada hubungan antara jumlah pelepah dengan nilai 0.942. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kadar hara N, P, K tanah terhadap produksi tanaman sagu, produksi tertinggi berada pada kadar  N= 0,39%, P= 0,6(ppm) dan K= 53(ppm). Korelasi antara hara N, P, K tanah terhadap produksi nilai korelasi kadar N= 0,458, P= 0,577, K= 0,498 dan hubungan korelasi antara N, P, K tanaman terhadap produksi nilai korelasi kadar hara N= 0,752, P= 0,736 dan K= 0,723.Kata kunci:   Tanaman sagu, pertumbuhan, produksi, hara N, P, K.
Keanekaragaman Tanaman Pekarangan Dan Pemanfaatannya Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Di Kecamatan Wakorumba Selatan Feriatin, Feriatin; Boer, Dirvamena; Jamili, Jamili
Berkala Penelitian Agronomi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.955 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v5i2.7561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, struktur dan indeks keanekaragaman tanaman  serta pola pemanfaatan untuk mendukung ketahanan pangan  di kecamatan Wakorumba Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuadrat. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif adalah struktur vegetasi yang meliputi densitas, densitas relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominansi, dominansi relatif, nilai penting dan indeks keanekaragaman sedangkan data yang dianalisis secara kualitatif meliputi deskriptif komposisi tanaman dan pola pemanfaatan tanaman dilahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis tanaman yang terdapat di lahan pekarangan  kecamatan Wakorumba Selatan diperoleh sebanyak 25 famili dari  44 jenis tanaman, dimana 22 jenis tanaman tahunan dan 22 jenis tanaman musiman. Untuk struktur vegetasi tanaman yang diusahakan pada lahan pekarangan di kecamatan Wakorumba Selatan ditinjau dari segi nilai penting tertinggi untuk tingkat pohon ditunjukkan oleh spesies Cocos nucifera yaitu 201,85 % terdapat pada desa Wambona sedangkan nilai terendah ditunjukkan oleh spesies Eugenia aquea Burm. F, yaitu 5,54 % terdapat pada desa Wakorumba. Untuk tingkat tihang nilai tertinggi ditunjukkan oleh spesies Theobroma cacao L. yaitu 125,55 % sedangkan nilai terendah yaitu spesies Syzygium malacensis dengan nilai 7,12 % terdapat pada desa Wambona. Tingkat sapihan nilai tertinggi ditunjukkan oleh spesies Carica papaya L. yaitu 103,59 % terdapat pada desa Bakealu sedangkan nilai terendah  spesies Tamarindus indica L. dengan nilai 3,38 % terdapat pada desa Wakorumba. Untuk tingkat semai nilai tertinggi ditunjukkan oleh spesies Cocos nucifera 83,33 % terdapat pada desa Bakealu sedangkan nilai terendah ditunjukkan oleh spesies Nephelium lappaceum yaitu 5,85 % terdapat pada desa Wakorumba. Indeks keanekaragaman tanaman didesa Wakorumba, Pure, Bakealu, Wambona dan kelurahan Labunia tergolong sedang, terkecuali pada tingkat sapihan desa Bakealu tergolong rendah. Pola pemanfaatan tanaman yang diusahakan pada lahan pekarangan oleh penduduk di kecamatan Wakorumba Selatan yaitu sebagai sumber karbohidrat (18,18 %), sebagai sumber protein (11,36 %), sumber vitamin (45,45 %), sumber mineral (22,73 %) dan pemanfaatan sebagai sumber lemak (2,27 %).Kata kunci:   Komposisi Tanaman Pekarangan, Struktur Vegetasi, Indeks   Keanekaragaman, Pola Pemanfaatan
Sistem Pengelolaan Kaindea Berbasis Kearifan Lokal di Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Konawe Selatan Bahari, Bahari; Bahrun, Andi; Jamili, Jamili
Berkala Penelitian Agronomi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.141 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v5i2.7560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan sistem pengelolaan kaindea masyarakat etnis Muna serta manfaat ekonomi dan ekologis kaindea di Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi pertanian kaindea di Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Rancangan penelitian ini dilakukan dengan penarikan contoh narasumber dan pengumpulan data. Narasumber yang diplih adalah masyarakat etnis Muna yang bermukim di Desa Tanjung Tiram, berdasarkan pertimbangan faktor-faktor demografi penduduk berdasarkan usia dan pengetahuan tentang kaindea. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dari pengamatan di lapangan dan hasil  wawancara dengan responden. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari lembaga/instansi yang ada kaitannya dengan penelitian ini seperti Kantor Kecamatan, Kantor Bupati, Dinas pertanian Kabupaten, Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah. Pengumpulan data dilakukan melalui studi orientasi, eksplorasi, dan konfirmasi. Variabel penelitian ini meliputi variabel bebas, yaitu gambaran umum kawasan penelitian dan sejarah terbentuknya kaindea oleh etnis Muna; dan variaber terikat yang terdiri dari janis-jenis tanaman kaindea dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan kearifan lokal. Data-data yang diperoleh ditabulasi selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil pengamatan menggambarkan bahwa tingkat pengetahuan dan pendidikan masyarakat etnis Muna masih tergolong rendah, dan sistem pengelolaannya masih secara tradisional. Produk dari kaindea dapat memberi manfaat ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keseimbangan ekologi pada lokasi penelitian.Kata kunci :  Kaindea, kearifan lokal
Karakter Kesuburan Tanah di Lahan Pertanian Bekas Perladangan Berpindah Herlina, Riska; Karimuna, La; Kilowasid, Harjoni; Santiaji Bande, La Ode; Hasid, Rachmawati; Jamili, Jamili
Berkala Penelitian Agronomi Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.724 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v7i1.6968

Abstract

Karakter kesuburan tanah di lahan pertanian bekas perladangan berpindah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia tanah dari lahan pertanian bekas perladangan berpindah di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan metode plot sebanyak 8 plot yang diletakkan secara acak pada lahan bekas perladangan berpindah dengan mengambil sampel tanah pada masing-masing plot untuk dilakukan analisis mengenai sifat fisik dan kimia tanah. Sifat fisik tanah meliputi tekstur tanah dan kimia tanah meliputi pH tanah, N-total, P-tersedia, C-Organik, KTK, Ca dan Mg. Penelitian ini dilaksanakan di desa Katobu, Wakontu di Kecamatan Wadaga dan Laboratorium Jurusan Ilmu Tanah Universitas Halu Oleo dari bulan Juli sampai bulan Oktober 2017. Hasil penelitian menujukkan bahwa hasil analisis laboratorium mengenai tekstur tanah dari lahan bekas perladangan berpindah di desa Katobu untuk plot 1 dengan tekstur liat berpasir, plot 2 dan 3 dengan tekstur lempung, plot 4 sampai 8 dengan tekstur debu. Sedangakan untuk tekstur tanah dari lahan bekas perladangan berpindah di desa Wakontu untuk plot 1 dengan tanah bertekstur liat, plot 2 sampai plot 8 dengan tekstur debu. Hasil analisis mengenai sifat kimia tanah dari lahan bekas perladangan berpindah dari desa Katobu untuk pH rata-rata tahah yaitu 6,64, N-Total rata-rata yaitu 0,242 %, P-Tersedia rata-rata 2,593 ppm, KTK rata-rata yaitu 27,516 cmol/kg, C-Organik rata-rata yaitu 0,756 %, Ca rata-rata yaitu 16,544 cmol/kg dan Mg rata-rata yaitu 16,544 cmol/kg. sedangkan untuk sifat kimia tanah dari lahan bekas
KEBERADAAN DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI PERONOSCLEROSPORA SPP DI SULAWESI TENGGARA Ekawati, Ekawati; Bande, L. O. S.; H.S., Gusnawaty
Berkala Penelitian Agronomi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.248 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v6i2.7063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan karakteristik morfologi Peronosclerospora spp di Sulawesi Tenggara. Dilaksanakan di Laboratorium Karantina Tumbuhan BKP Kelas II Kendari dan lima daerah sentra penanaman jagung di Sulawesi Tenggara dari bulan Januari sampai bulan Juni 2017. Metode yang dilakukan yaitu dengan survei yang dilanjutkan dengan induksi sporulasi buatan dilakukan untuk memperoleh morfologi cendawan secara utuh. Tanaman jagung bergejala bulai yang dikumpulkan dari 5 kabupaten di Propinsi Sulawesi Tenggara diidentifikasi patogen penyebabnya secara morfologi. Hasil penelitian menujukkan bahwa  terdapat tiga spesies Peronosclerospora  di Sulawesi Tenggara yang memiliki karakteristik morfologi identik dengan Peronosclerospora maydis, P. sorghi, dan P. philipinensis. Kata kunci: Peronosclerospora spp , karakteristik, morfologi
Bio-Priming Benih Menggunakan Campuran Rizobakter Indigenous untuk meningkatkan Kualitas Fisiologis Benih Kedelai (Glycine max L. Merril) Mudi, La; Bahrun, Andi; Sutariati, Gusti Ayu Kade
Berkala Penelitian Agronomi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.328 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v6i1.7508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas bio-priming benih menggunakan campuaran rizobakter indigenous untuk meningkatkan kualitas fisiologis benih kedelai. Penelitian telah dilakukan pada Bulan November 2014 sampai dengan Januari 2015 di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factor tunggal yang terdiri dari delapan perlakuan yaitu: control (tanpa perlakuan rizobakter), bio-priming menggunakan Bacillus sp. CKD061, bio-priming menggunakan P. fluorescens PG01, bio-priming menggunakan Serratia sp. CMN175,  bio-priming menggunakan campuran Bacillus sp. CKD061 + P. fluorescens PG01, bio-priming menggunakan campuran Bacillus sp. CKD061 + Serratia sp. CMN175, bio-priming menggunakan campuran P. fluorescens PG01 + Serratia sp. CMN175 dan bio-priming menggunakan campuran Bacillus sp. CKD061 + P. fluorescens PG01 + Serratia sp. CMN175. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga seluruhnya terdiri dari 24 unit percobaan. Data hasil penelitian dianalisis ragam dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil pengamatan pengujian fisiologis benih menunjukkan bahwa bio-priming menggunakan campuran Bacillus sp. CKD061 + P. fluorescens PG01 meningkatkan kualitas fisiologis benih. Bio-priming benih menggunakan campuran Bacillus sp. CKD061 + P. fluorescens PG01 memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai.Keywords: Bacillus sp. CKD061 + P. fluorescens PG01, bio-priming benih, campuran  rizobakter, kualitas fisiologis benih, rizobakter Indigenous, 
PERTUMBUHAN PADI GOGO LOKAL PADA LAHAN ULTISOL YANG DIBERI BERBAGAI TAKARAN BOKASHI AMPAS SAGU DAN TRICHODERMA S, Hadania; Sarawa, Sarawa; Madiki, Abdul; safuan, Laode; Nurmas, Andi; Hasid, Rachmawati
Berkala Penelitian Agronomi Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.201 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v7i1.6969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian bokashi ampas sagu dan Trichoderma  terhadap pertumbuhan  padi gogo lokal pada lahan ultisol. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan II Unit Lahan Kering dan Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari mulai dari bulan Januari sampai Agustus 2018. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan bokashi ampas sagu, yaitu; B0= tanpa pemberian bokashi, B1= 12 ton ha-1 bokashi ampas sagu, B2= 24 ton ha-1 bokashi ampas sagu, B3= 36 ton ha-1 bokashi ampas sagu dan B4= 48 ton ha-1 bokashi ampas sagu. Factor kedua aplikasi Trichoderma, yaitu; T0= tanpa Trichoderma, T1= 1,6 ton h-1 Trichoderma, T2= 3,2 ton h-1 Trichoderma, T3= 4,8 ton h-1 Trichoderma, T4= 6,4 ton h-1 Trichoderma. Dengan demikian akan terdapat 25 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 75 unit percobaan. Data hasil pengamatan terhadap masing-masing variabel yang diamati dianalisis dengan sidik ragam. Uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan (UJBD) pada taraf nyata α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan Dosis terbaik interaksi bokashi ampas sagu dan Trichoderma yaitu B3T3 (36 ton ha-1 bokashi dan 4,8 ton ha-1 Trichoderma). Kata Kunci: Bokashi ampas sagu, Kualitas, Padi gogo lokal, Produksi, Trichoderma
Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Kultivar Padi Gogo Lokal Sultra Terhadap Volume pemberian Air Borromeu, Moizes dos Reis; Sadimantara, I Gusti Rai; Pasolon, Yulius B.
Berkala Penelitian Agronomi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.578 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v6i2.7409

Abstract

ABSTRACT The purpose of the study was to find out the respond growth and production of local upland rice Sultra’s on the watering volume. The research was conducted in green house sized 4x10 m, from April to August 2015. This study tested four (4) cultivation local upland rice Sultra in the pot and treated with sub-optimum and optimal water levels of 25%, 50%, 100% and 150%. The experiment was conducted by using factorial desing of two factors of randoming complete block design (RCBD) with three replications, where first factor is W (water level) is comprised of four levels; W1 (25%), W2 (50%), W3 (100%), and W4 (150%). Second factor is cultivars upland rice local comprised of four levels; V1 (cultivar pae dai Ngalaru), V2 (cultivar pae Uba), V3 (cultivar pae Bou) and V4 (cultivar pae Bandoeha). The parameter observed were t plant height of the number of maximum tiller, number of leave, dry weight, dry weight of root, number of productive tiller, days to flowering, weight of 1000 rice, number of grain per tiller, the percentage of empty grain per tiller (%), blossoming age, and number of dry grain per tree.There is an interaction influence of water volume 100% and cultivation of pae dai Ngalaru to the height to the plant 70 days after planting and cultivating pae Bou to the tiller 70 days after the planting, 50% of water volume and cultivar of pae Uba to the number of the leaves 70 days after the planting, 25 % water conditions and cultivar pae Bou to empty grain per plant. The effect of dependent water 100% (W3) gave the good result on the averages of grain per tree to various cultivar of upland rice, water conditions 100% (W3) gave the best results on the averages of dry weight of the root of 70 days after planting, water conditions 25% (W1) and cultivar pae Uba (V2) is the longest type average of grain to blossom. The effect of dependent cultivar of pae Uba (V2) gave good result on the averages of dry weight of peak of plant 70 HST, cultivar pae Bou (V3) gave good result on the averages of number of productive tiller, cultivar of pae Bandoeha (V4) gave good result on the averages of weight of grain seed 1000, cultivar pae Bou (V3) gave good result on the averages of grain per tree.Keywords: Upland Rice, Volume Water, Growth and Production

Page 1 of 2 | Total Record : 20