Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
ISSN : 23554215     EISSN : 25280872
ADZKIYA: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah (E-ISSN: 2528-0872 P-ISSN: 2355-4215) diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Metro. Jurnal ADZKIYA terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September.
Articles 53 Documents
Risiko Pembiayaan dalam Akad Istishna pada Bank Umum Syariah

Lestari, Enny Puji

Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 2 No 1 (2014): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.195 KB)

Abstract

The banking crisis of homeland happened in 2007 creates economic turmoil in Indonesia   becomes unstable. In the such situations and circumstances, it needs the risk of financing which becomes an important factor in achieving a good banking system . However , the rules that especially concern to the risk of bank financing in fact is not enough to guarantee the banking system free from all the problems , especially in istishna financing .

The Sharia Law Politics Law in Indonesia Year 2008-2017

Faizin, Mu'adil

Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2017): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.467 KB)

Abstract

The Sharia economy has a direct connection to the politics of a country. Given the last few years the Indonesian government has had an economic program design quite different from the previous year. Therefore, this paper Therefore, this paper raises the issue of The Sharia Law Politics Law in Indonesia Year 2008-2017.  Contains studies of political developments of Islamic Economics law and character of economic law products in Indonesia in 2008 until the period of early semester 2017. This paper uses a historical, juridical and political approach. This paper finds that Indonesia's Economic Law Infrastructure from 2008-2017 has developed quite well. Based on the study of Political Law, this paper also found some political patterns of the Law of Islamic Economics of Indonesia in 2008-2017, namely: Horizontal-Vertical, Horizontal and Vertical.

KONSEP KEPEMILIKAN HARTA PERSPEKTIF EKONOMI SYARI’AH

Nizaruddin, Nizaruddin

Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.315 KB)

Abstract

Harta merupakan segala sesuatu yang dimanfaatkan secara legal menurut hukum syara’ (hukum Islam) dan merupakan urat nadi kegiatan ekonomi. Menurut Islam harta pada hakikatnya adalah hak milik Allah. Namun karena Allah telah menyerahkan kekuasaannya atas harta tersebut kepada manusia, maka perolehan seseorang terhadap harta itu sama dengan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk memanfaatkan serta mengembangkan harta. Sebab, ketika seseorang memiliki harta, maka esensinya dia memiliki harta tersebut hanya untuk dimanfaatkan dan terikat dengan hukum-hukum syara’, bukan bebas mengelola secara mutlak. Konsep kepemilikan harta perspektif ekonomi syari’ah adalah diakuinya hak milik individu dan hak milik umum. Dimana kedua hak tersebut tidaklah bersifat mutlak. Hal ini menunjukkan bahwa hak milik terkait erat dengan prinsip bahwa manusia adalah pemegang amanah Allah SWT. Untuk itu manusia tidak mempunyai hak untuk menguasai sesuatu hal tanpa mempertimbangkan dampaknya. Dalam hal ini dilarang adanya penindasan terhadap hak orang lain, melalui harta yang dimilikinya, karena didalam harta tersebut terdapat sebagian hak orang lain yang harus dipenuhi. Islam membolehkan setiap individu untuk memiliki hak milik pribadi tapi harus sesuai dengan ketentuan syari’at, sehingga hak milik pribadi dapat bermanfaat bagi orang lain.

Sanksi Perpajakan dan Pengadilan Pajak di Indonesia: Upaya Optimalkan Perolehan Pajak Kaitannya dengan Pembangunan Nasional

Shulton, Habib, Mukhlishin, Ahmad

Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2017): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.902 KB)

Abstract

This paper is about taxation sanctions and tax courts in Indonesia: as an effort to optimize the acquisition of taxes in relation to national development. Juridically, the tax does contain elements of coercion. If the tax obligations are not implemented, then there are legal consequences that may occur. The legal consequences are the imposition of tax sanctions. In essence, the imposition of tax sanctions imposed to create taxpayer compliance in carrying out its tax obligations. That is why it is important for taxpayers to understand tax sanctions to know the legal consequences of what is done or not done. But in taxation in Indonesia, many encountered many problems one of which is the problem of "tax evasion". The focus of the problem in this article is: 1). How to Form Tax Sanctions in Indonesia. 2). The concept of the Tax Court in Indonesia. 3). How the National Development Efforts Relate to Taxes.

Pengaruh Ijtihad dan Tajdid Ekonomi Islam Muhammadiyah

Setyawan, Dharma

Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 1 No 2 (2013): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.173 KB)

Abstract

Muhammadiyah declares that the gate of Ijtihad (reasoning) and Tajdid (modernization) were being yet continued. Ijtihad was the base core to establish the main character of Muhammadiyah as a Modern Islamic Modernization Movement. Then, the establishment on Tajdid (modernization) grows as a motor to improve the system of its movement on finding the solution to ideology problem, politic, Business, social, cultural, and defence. Muhammadiyah, which the first time moved on social-religious track, was still upbringing to comprehend and rolling in the progressivity of Moslem society as in the case Indonesia. By Ijtihad (reasoning) and Tajdid (modernization), the role-model of Muhammadiyah as a social-religious movement grows its root on Business practice. The Council of Business and Enterpreneurship (MEK) of Muhammadiyah schedules on developing The House for Charity of Muhammadiyah (AUM). Dawam Rahardjo (2000) confirms, a large number of member and institution will represent as a comparative advantage capital resources to the movement of Muhammadiyah. Those resources orchestrate Muhammadiyah as an organization which is not only moves on social-education-and-religious practices, but as well in Business and Finance. At least, there are two reasons why Muhammadiyah rolls in Business practice Firstly, Muhammadiyah perform to roll in this business merit by the image of intechangible advantages to other charities: as well as schools, hospitals or religious calls. Secondly, Muhammadiyah sustains a potential power to organize those. That is supported by the fact that there are many beureucrates possess  in higher structural of Muhammadiyah, the large number of human resources out-put by Muhammadiyah schools, the enterpreneurs possessions, and large number of its members. This thesis researches the influence of Ijtihad (reasoning) and Tajdid (modernization) to the growth of The House for Charity of Muhammadiyah (AUM).

ANALISA ROI DENGAN PENDEKATAN DU PONT DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PT. MUSTIKA RATU, TBK DSN PT. MARTINA BERTO TAHUN 2010 - 2016

Nuriasari, Selvia

Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2018): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.512 KB)

Abstract

Rasio Profitabilitas adalh rasio yang melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba, salah satu rasionya adalah rasio ROI du pont. Tujuannya adalah agar mampu melihat lebih detail tentang penyebab kenaikan atau penurunan dari ROI itu sendiri. PT. Mustika Ratu, Tbk dan PT. Martina Berto adalah dua perusahaan nasional yang bergerak di sektor industri manufaktur yang kondisi ekonomi perusahaan tersebut mengalami penurunan yang disebabkan antara lain masuknya produk – produk dari luar negeri. Tentunya ini akan berdampak pada penurunan penjualan dan ada indikasi persediaan yang menumpuk akibat dari turunnya penjualan.  Profitability Ratio is the ratio that sees the company's ability to generate profit, one of which is the ratio of ROI du pont. The goal is to be able to see more detail about the cause of the increase or decrease of the ROI itself. PT. Mustika Ratu, Tbk and PT. Martina Berto is two national companies engaged in the manufacturing industry that the company's economic conditions experienced a decrease caused by the entry of products - products from abroad. Surely this will have an impact on sales declines and there are indications of inventories that accumulate as a result of declining sales.

ETIKA BISNIS YUSUF AL- QARADÂWI

Ambarwati, Diana

Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 1 No 1 (2013): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.464 KB)

Abstract

Business is one of the most important in human life. It is not amazing if Islam gives guidance of business area. Now, business is considered as the effort to look for the profit as much as possible. In fact, it is got by the sly and not etichal way.In business ethics is very important for stating in globalization era that is often neglecting the velue of morality and ethics. Because, Islam states that the human business activity is not aim at the equiepment of satisfying only, but also the effort of looking for balancing life with the positive behaviior not destructive. Yusuf al-Qaradawi observes that business gives big contribusion in answering the problem of business ethics comprehensively.In his opinion,the moderate is visible that business ethics which stated by him is one of the professionalism in business which will preserve in business performance. Implementation of the business ethics means that do an effort or an occupation that can produce the profit as the law in Islam. The effort can be done by recontruction of new realizing about business, and also understanding the study of business and economics that stand on paradigm of norming and empirical approach in which the prominent development of the velue, in order to hendle alteration and moving on the era fastly.

ANALISIS SISTEM PEMBIAYAAN PADA PERBANKAN SYARIAH

Ilyas, Rahmat

Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2018): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.032 KB)

Abstract

Sistem keuangan dan perbankan Islam merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang ekonomi Islam, dimana tujuannya adalah memberlakukan sistem nilai dan etika Islam ke dalam lingkungan ekonomi.Larangan riba dalam Islam, sebagaimana juga dalam beberapa agama lain, dan inspirasi umat Islam untuk menerapkan larangan ini dalam kehidupan ekonomi telah merangsang terbentuknya sejumlah lembaga keuangan syariah diseluruh penjuru dunia dalam tiga dekade terakhir.Diantara lembaga tersebut adalah bank komersial dan investasi, perusahaan asuransi (takaful), perusahaan leasing dan mudharabah serta lembaga non lainnya.Lembaga keuangan merupakan lembaga yang mempertemukan antara pihak yangmempunyaikelebihandana(surplus of funds)denganpihakyang mengalami kekurangan dana (lack of funds). pentingnya lembaga keuangan sebagai salah Satupilar ekonomi dapat dilihat dari berbagai kebijakan pengucuran dana pinjaman usaha berbagai usaha.  

ANALISIS KEBIJAKAN TAX AMNESTY DI INDONESIA

Santoso, Dri, Hakim, Lukman

Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 5 No 1 (2017): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.264 KB)

Abstract

Pajak sebagai salah satu instrumen untuk menghimpun kas Negara yang berasal dari dana masyarakat−wajib pajak−menjadi hal penting untuk keberlangsungan suatu pemerintahan negara. Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapatklan prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara menyelenggarakan pemerintahan. Kebijakan Tax Amnesty pernah diberlakukan di Indonesia dengan Keppres No. 26 Tahun 1984 yang kemudian diubah menjadi Keppres Nomor 72 tahun 1984. Pengampunan pajak pada masa itu diharapkan dapat mendorong kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak. Kemudian di tahun 2016, Indonesia kembali mengadakan kebijakan amnesti pajak yang berlaku sejak disahkan Kebijakan tersebut mulai berlaku 18 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017, dan terbagi kedalam 3 (tiga) periode, yaitu: Periode I: Dari tanggal diundangkan s.d 30 September 2016, Periode II: Dari tanggal 1 Oktober 2016 s.d 31 Desember 2016 Periode III: Dari tanggal 1 Januari 2017 s.d 31 Maret 2017[1]. Tax amnesty adalah upaya pemerintah memberikan pengampunan pajak kepada wajib pajak untuk meningkatkan kas Negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat. Bagaimana pelaksanaan tax amnesty di Indonesia perlu menjadi kajian agar diketahui kebijakan-kebijankan yang telah dibuat sebelumnya, sehingga kemudian bisa menjadi pertimbangan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pengampunan pajak selanjutnya.                   [1] http://www.pajak.go.id/amnestipajak, diakses 4 Agustus 2016

Keberterimaan Amil Zakat LAZIS NU dan LAZIS Muhammadiyah terhadap Hegemoni Negara dalam Pengelolaan Zakat

hayati, suci, puspitasari, reonicka

Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 4 No 2 (2016): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.923 KB)

Abstract

Ketika banyak Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) menolak hegemoni negara melalui UU No 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, LAZIS NU dan LAZIS Muhammadiyah, dua ormas Islam terbesar di NKRI ini justru tidak banyak berkomentar, bahkan cenderung diam. Dari sini, tulisan ini berupaya mencari tahu dan merekonstruksi bagaimana keberterimaan kedua LAZIS tersebut terhadap hegemoni negara dalam pengelolaan zakat. Kedua LAZIS tersebut memiliki keberterimaan yang cenderung netral dan bahkan mengarah ke positif. Satu hal di antaranya karena, UUPZ 23/2011 dipandang selaras dengan fungsi dan peran negara dan justru mendukung masyarakat sipil. Secara implisit, kedua ormas tersebut mengafirmasi UUPZ 23/2011 karena tidak terkena dampak hegemonik negara.