cover
Contact Name
Syarif Rizalia
Contact Email
syarif.rizal.albar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
syarif.rizal.albar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-MUNZIR
ISSN : 19794894     EISSN : 2620326X     DOI : -
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016" : 10 Documents clear
KONSEP DASAR DAKWAH AMINUDIN, AMINUDIN
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.748 KB)

Abstract

Agama Islam sebagai suatu ajaran tidaklah berarti manakala ia tidak diwujudkan dalam action amaliah. Ini merupakan aspek konsekuensial dari keberadaan Islam yang bukan semata-mata menyoroti satu sisi saja dari kehidupan manusia, melainkan menyoroti semua persoalan hidup manusia secara total dan universal. Beberapa landasan ayat Al-Qur’an dalam pembahasan, diantaranya QS. Al-Hjj: 67, QS. Fushilat: 33, QS. Para ulama telah menjelaskan bahwa dakwah itu hukumnya fardlu kifayah. Karena itu, apabila di suatu tempat sudah ada para da'i yang telah menegakkan dakwah, maka kewajiban dakwah bagi yang lain akan gugur dengan sendirinya. Jika di suatu tempat (daerah) membutuhkan dakwah secara kontinyu, maka dalam keadaan seperti ini dakwah menjadi fardlu kifayah, artinya apabila dakwah telah dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dan keahlian, maka beban kewajiban itu akan gugur bagi yang lain. Kata Kunci: Dakwah, metode dakwah
ANALISIS PENGEMBANGAN DAKWAH MELALUI STAND UP COMEDY NURDIN, NURDIN
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.651 KB)

Abstract

Salah satu metode pengembangan dakwah yang perlu mendapat perhatian dari kalangan penggiat dakwah adalah Stand Up Comedy Dakwah. Stand up Comedy memiliki pengertian lawakan tunggal atau komedi tunggal adalah salah satu genre profesi melawak yang pelawaknya membawakan lawakannya di atas panggung seorang diri. Biasanya di depan pemirsa lansung, dengan cara bermonolog mengenai sesuatu topik. Dakwah adalah upaya untuk mengajak, menyeru dan memanggil seseorang untuk kembali menjalankan perintah Allah Swt yang dilakukan oleh seorang da’i. Dalam konteks mengemban tugas berdakwah, muballigh memerlukan berbagai pendekatan dan metode pengembangan dalam menyelenggarakan aktifitas dakwah. Dengan kehadiran teknologi informasi seperti media elektronik maupun media cetak, maka metode untuk mengembangkan dakwah semakin kuat. Sebab pemanfaatan media diyakini menjadi salah satu sarana yang efektif untuk mengembangkan dakwah Islam, baik melalui media elektronik maupun media cetak. Melalui media tersebut dakwah dikembangkan sehingga bisa merambah keseluruh pelosok tanah air. Stand Up Comedy dakwah sangat penting bagi pengembangan dakwah Islam, tidak hanya asal tertawa dan menghibur, hampa makna. Tetapi perlu dikemas dalam bahasa yang mengandung pesan-pesan dan  nilai-nilai Islam. Kata Kunci: dakwah, stand up comedy
MANAJEMEN ORGANISASI DAKWAH BASRI, HASAN
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.964 KB)

Abstract

 Keberadaan jamaah atau organisasi dalam Islam adalah sesuatu yang wajib hukumnya dalam rangka menyeru kepada Islam dan melaksanakan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar.Keberadaan organisasi Islam yang eksis di tengah umat Islam, dapat kategorikan menjadi empat macam, yakni: organisasi maslahiyah yang bergerak di bidang atau aspek tertentu untuk mengatasi terwujudnya satu atau beberapa kemaslahatan umat, organisasi ruhiyah/spiritual yang bergerak dalam aktivitas spiritual, ibadah, zikir, doa, dan aspek-aspek ruhiyah lainnya, organisasi nasionalis yang mengusung Islam sambil mengakomodasi nilai-nilai nasionalisme, dan organisasi ideologis yang berupaya menegakkan Islam sebagai kekuatan ideologi dengan penerapan Islam secara menyeluruh dalam kehidupan bernegara.Banyaknya organisasi Islam akan menjadi berkah bagi umat Islam jika dalam organisasi itu terdapat persepsi yang sama tentang masalah pokok umat Islam dan solusi mendasar dari Islam yang harus diambil; dan adanya sinergi berbasis ideologis antara organisasi Islam untuk mewujudkan Islam yang akan mewujudkan rahmat bagi seluruh manusia. Kata Kunci: organisasi Islam 
FUNGSI QIRᾹAT TERHADAP MAKNA AYAT AL-QUR’AN (Khusus Juz Ke-30) AMRI, AMRI
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.14 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran teori yang menyatakan bahwa fonem (bunyi) atau qirāat (bacaan) secara umum berfungsi membedakan makna kata.Untuk membuktikan kebenaran teori tersebut, penulis menggunakan pendekatan ilmu qirāat dan pendekatan terjemah Al-Qur’an, dengan metode analisis deskriptif, verifikatif dan argumentatif.Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan fonem (bunyi) atau qirāat (bacaan) ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat pada juz ke-30, ternyata lebih banyak tidak berfungsi membedakan makna. Dari 37 surah yang terdapat pada juz ke 30, hanya 7 surah yang terdapat perbedaan qirāat di dalamnya yang berfungsi sebagai pembeda makna, yaitu: surat Al-Takwīr/81, Al-Infițār/82, Al-Muțaffifīn/83, Al-Insyiqāq/84, Al-Gāsyiyah/88, Al-Fajr/89, dan Al-Balad/90. Ada 23 surah yang terdapat pada juz ke 30 yang terdapat perbedaan qirāat di dalamnya yang tidak berfungsi sebagai pembeda makna. Ada 7 surah yang tidak terdapat perbedaan qirāat di dalamnya, yaitu: Surat Al-Ḍuhā/93, Al-Tīn/95, Al-`Ᾱdiyāt/100, Al-`Aṣr/103, Al-Fīl/105, Al-Kauṡar/108, dan al-Nās/ 114. Kata kunci: Qirāat, fungsi qirāat. 
SISTEMATIKA AYAT DAN SURAH AL-QUR’AN WAHIDAH, FATIRA
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.398 KB)

Abstract

Al-Qur’an merupakan petunjuk serta pedoman bagi manusia. Al-Qur’an sebagai pedoman tidak memberikan fungsi yang maksimal jika tidak  diamalkan. Pengamalan isinya tidak dapat berjalan dengan baik ketika isi kandungan al-Qur’an tidak dipahami. Untuk memahami isinya, dibutuhkan pengkajian isi kandungannya. Pengkajian isi kandungan al-Qur’an tentu saja membutuhkan suatu alat berupa ilmu-ilmu al-Qur’an yang digunakan untuk membedahnya. Salah satu ilmu al-Qur’an yang sangat urgen untuk membantu dalam mengkaji penafsiran dalam rangka memahami isinya adalah mengenai sistematika ayat dan surah al-Qur’an. Sistematika ayat-ayat dan surah-surah al-Qur’an yang penulis maksudkan adalah pembahasan mengenai penempatan ayat-ayat dan surah-surah yang terdapat dalam mushaf al-Qur’an. Tidak ada pertentangan ulama mengenai sistematika ayat-ayat al-Qur’an. Para ulama menyepakatinya sebagai sesuatu yang tauqifi, yakni merupakan petunjuk dari Rasulullah saw. Adapun sistematika surah-surah al-Qur’an, terdapat perbedaan pendapat ulama. Di antara mereka menyatakan sistematika surah-surah al-Qur’an adalah tauqifi, di antara mereka pula menyatakan ijtihadi dan pendapat terakhir yaitu sebagian surah-surah al-Qur’an adalah tauqifi dan sebagiannya lagi ijtihadi. Kata Kunci: Sistematika ayat al-Qur’an, tauqifi
KONSTRIBUSI TAFSIR NUSANTARA UNTUK DUNIA (Analisis Metodologi Tafsir al-Misbah Karya M. Quraish Shihab) HAS, M. HASDIN
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.666 KB)

Abstract

M. Quraish Shihab adalah mufassir yang lahir di Sulawesi Selatan Indonesia. Karya besar Tafsīr al-Misbah mengeksplorasi keluasan ilmu penulisnya dengan menggunakan bahasa Indonesia yang lugas dan sederhana sehingga hampir tidak didapati kata atau kalimat yang sulit dipahami oleh masyarakat. Disajikan dalam bentuk Tafsir tahlily, memberikan beberapa alternatif solusi menghadapi berbagai macam permasalahan pada masa modern.Tafsīr al-Misbah cenderung bercorak sastra budaya kemasyarakatan dengan suatu alasan bahwa corak ini, sesuai dengan hasil penelitian M. Quraish Shihab, adalah satu corak tafsir yang menjelaskan petunjuk-petunjuk ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, serta usaha-usaha untuk menanggulangi penyakit-penyakit atau masalah-masalah mereka berdasarkan petunjuk ayat-ayat dengan mengemukakan petunjuk-petunjuk tersebut dalam bahasa yang mudah dimengerti namun indah didengar. Kata Kunci: Tafsir al-Misbah, M. Quraish Shihab.
PENDIDIKAN ISLAM HUMANIS DAN INKLUSIF AZIS, ABDUL
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.397 KB)

Abstract

Landasan pendidikan dalam Islam (epistemology pendidikan Islam) adalah Al Quran dan Al Hadits, al-Quran telah banyak membimbing dan mengarahkan umat manusia kaitannya dengan tarbiyah insania, konsep yang ditawarkan al-Quran telah diperaktekkan oleh Nabi Muhammad Saw. dan pendidikan dalam Islam menawarkan konsep rahmat lil’alamin bagi semua mahluk manusia terbuka, tanpa ada pengecualian dan manusiawi sesuai kodratnya. begitu juga dengan binatang konsep ini tidak mendikatomi golongan satu dengan yang lainnya.  Kata Kunci: Pendidikan, humanis dan inklusif
HAMBATAN KOMUNIKASI ANAK AUTIS MANSUR, MANSUR
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.864 KB)

Abstract

Autisme berasal dari bahasa Yunani yaitu autos yang berarti diri sendiri. Autis bukan suatu jenis penyakit tetapi merupakan suatu gangguan perkembangan yang komplek disebabkan oleh adanya kerusakan pada otak, umumnya dapat terdeteksi sejak anak lahir atau di usia balita. Gejala autis terlihat ketika anak tidak mampu membentuk hubungan sosial atau mengembangkan komunikasi secara normal. Autisme adalah suatu gangguan perkembangan yang terkait dengan gangguan komunikasi, interaksi sosial, gangguan sensoris, pola bermain, perilaku, emosi dan aktivitas imajinasi. Salah satu kesulitan yang dihadapi anak autis dalam komunikasi terutama pada anak-anak yang mengalami hambatan yang berat adalah dalam penguasaan bahasa dan bicara. Kesulitan anak autis dalam berkomunikasi dikarenakan mengalami gangguan dalam berbahasa (verbal dan non verbal), padahal bahasa merupakan media utama dalam komunikasi. Mereka sering kesulitan untuk mengkomunikasikan keinginannya baik secara verbal (lisan/bicara) maupun non verbal (isyarat/gerak tubuh dan tulisan). Sebagian besar dari mereka dapat berbicara, menggunakan kalimat pendek dengan kosa kata sederhana namun kosa katanya terbatas dan bicaranya sulit dipahami. Karena kosa katanya terbatas maka banyak perkataan yang mereka ucapkan tidak dipahaminya. Mereka yang dapat berbicara senang meniru ucapan dan membeo (echolalia). Beberapa di antara mereka sering kali menunjukkan kebingungan akan kata ganti. Kata Kunci: Komunikiasi, anak, autis 
METODE DAKWAH DALAM MENGATASI PROBLEMATIKA REMAJA Sukardi, Akhmad
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.837 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan uraian tentang metode dakwah dalam mengatasi problematika remaja. Dengan bertolak pada pokok masalah bagaimana metode dakwah dalam mengatasi problematika remaja. Dengan sub masalah bagaimana kondisi kehidupan remaja dan problematika remaja dan bagaimana upaya-upaya dakwah dalam mengatasi problem remaja.Untuk menjawab permasalahan tersebut di atas, maka penulis mengadakan akumulasi data dengan menggunakan metode analisis data kualitatif dengan data deskriptif dan tehnik analisis isi melalui riset kepustakaan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teori dakwah dan pendekatan psikologi.Dari hasil penelitian tersebut, dapat dipahami bahwa keberhasilan dakwah dikalangan remaja tidak hanya ditentukan oleh da’i saja dengan ilmu dakwahnya, tetapi harus ditunjang dengan berbagai upaya, yaitu baiknya kordinasi yang dilakukan oleh da’i dengan lembaga-lembaga terkait, termasuk pemuka-pemuka masyarakat, pemerintah, orang tua di rumah, guru di sekolah, penggunaan sarana teknologi secara optimal, serta melalui sarana olah raga dan seni (penyaluran bakat dan minat remaja). Upaya-upaya tersebut tidak terlepas dari konsep dasar metode  dakwah yang tetap berlandaskan pada dakwah bi al-hal, bi al-lisan dan bi-al af’al. Kata Kunci: Metode dakwah, problematika remaja
BAHASA QURAISY SEBAGAI BAHASA PERSATUAN TIMUR TENGAH AKIB, NASRI
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.456 KB)

Abstract

Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat kaya dan memiliki banyak dialek, salah satunya adalah dialek Quraisy, yang dalam kenyataannya memenangkan ‘pertarungan’ menjadi dialek persatuan bangsa Arab di Timur Tengah.Para pakar bahasa dari berbagai spesialis kepakaran khususnya ilmu linguistik, mengemukakan keunikan dan keistimewaan dialek Quraisy sehingga layak menjadi dialek persatuan bangsa Arab. Dialek atau bahasa Quraisy adalah bahasa yang sangat maju dibanding bahasa Arab lainnya karena telah digunakan dalam tradisi prosa, puisi, dan syair di kalangan pemuka bangsa Arab. Penggunaan kosakata, kaidah sintaksis dan morfologi dalam dialek ini pun sangat matang. Selain keistimewaan bahasa, suku Quraisy juga secara politik ekonomi sangat diuntungkan karena suku ini berdomisili di Makkah yang merupakan pusat peradaban Arab masa itu karena Ka’bah adalah daya tarik utama kedatangan orang Arab dari segala penjuru.Eksistensi dialek Quraisy selanjutnya semakin matang ketika Islam datang mengutus Rasul dari kalangan Quraisy sekaligus Al-Qur’an dan hadis-nya menggunakan bahasa tersebut. Bahasa Quraisy dengan demikian menunjukkan keunggulan dan kerasionalannya dengan perannya dalam menentukan hukum syariat dalam Islam dengan dinobatkannya sebagai bahasa wahyu. Kata Kunci: Quraisy, bahasa Arab, bahasa persatuan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10