cover
Contact Name
Syarif Rizalia
Contact Email
syarif.rizal.albar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
syarif.rizal.albar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-MUNZIR
ISSN : 19794894     EISSN : 2620326X     DOI : -
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Articles 13 Documents
Search results for , issue " No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013" : 13 Documents clear
PEMIKIRAN TEKSTUAL IBN HAZM Analisa Historis Ikhsan AR., Muh.
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.579 KB)

Abstract

Abstrak: Ibnu Hazm terkenal sebagai pemikir yang sangat produktif dalam bidang intelektual dan pengetahuan. Dia memberikan kontribusi terhadap perkembangan pemikiran hukum Islam, khususnya di bidang Ushul Fiqh. Melalui berbagai karya antara lain semisal al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, ia menunjukkan keahliannya di lapangan, dengan menggunakan gaya yang tidak seperti ulama lainnya.Artikel ini membahas ide-ide Ibnu Hazm, menggunakan metode gabungan yakni sejarah dan analisis deskriptif. Artikel ini menemukan bahwa Ibnu Hazm menolak penggunaan ra'yu seperti qiyas, istihsan, mashlahah mursalah, sadd al-dzara'i ', dan ta'lim al-ahkam dalam teori hukum Islam. Karena itu pula maka tak sedikit kalangan menyebut dia sebagai ulama dhahiri dan berpikir sangat tekstual.Kata Kunci: Ibn Hazm, ushul fiqh, pemikiran tekstual
POLA DAKWAH PADA MASYARAKAT GLOBAL Sukardi, Ahmad
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.932 KB)

Abstract

Abstrak: Globalisasi dapat mengubah dunia menjadi sebuah perkampungan dunia, melenyapkan dinding dan jarak antara satu bangsa dengan bangsa lain, dan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain. Sehingga semuanya menjadi dekat dengan kebudayaan dunia, pasar dunia, dan keluarga dunia. Arus globalisasi telah merambah ke hampir semua sektor kehidupan manusia dan komunitas masyarakat. Kehadirannya tidak hanya menjanjikan harapan dan manfaat, tetapi juga bisa menebar benih-benih negatif dalam kehidupan sosial manusia. Gaya hidup materialis, hedonistis, apatis, dan jauh dari sentuhan nilai-nilai moral agama dan budaya merupakan sisi negatif dari arus globalisasi. Untuk mengantisipasi pengaruh negatif tersebut, penguatan dan penanaman nilai-nilai moral agama dan budaya melalui pola pelaksanaan dakwah kultural, ekonomi, dan politik, yang merupakan strategi dakwah dalam upaya meningkatkan sikap keberagamaan masyarakat, dan menjaga aqidah masyarakat agar tetap hidup di bawah naungan cahaya agama.Kata Kunci: pola dakwah, masyarakat global
PRINSIP DASAR METODE PEMBELARAN BAHASA ARAB Nur, Jabal
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.606 KB)

Abstract

Abstrak: Tulisan ini memuat tentang prinsip dasar danmetode pembelajaran bahasa Arab (Asing). Prinsip dasarpembelajaran bahasa arab terdiri atas lima prinsip, yaituprinsip prioritas dalam proses penyajian, prinsipkorektisitas, prinsip bertahap, prinsip kebermaknaan,serta prinsip pujian atau imbalan. Sedangkan metodepembelajaran bahasa arab secara umum ada dua yaitumetode tradisional/klassikal ( طريقة القواعد والترجمة ) danmetode modern ( .( الطريقة المباشرةKata Kunci: prinsip dasar, metode pembelajaran.
MENGENAL ALLAH DALAM PERSPEKTIF SUFISME Rahmawati, Rahmawati
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.956 KB)

Abstract

Abstrak: Mengenal Allah atau ma’rifatullahmerupakan suatu keharusan bagi setiap orang berimankarena ia merupakan syarat kekuatan iman seseorang.Karena itu, perintah mengenal Allah merupakan perkarayang diharuskan kepada hamba-hamba-Nya.Ma’rifatullah dalam pandangan sufisme tidaklahbertentang dengan al-Qur’an dan Hadist. Untukmencapai derajat ma’rifatullah dalam pandangansufisme, adalah orang yang mampu mewarnai dirinyadengan segala macam bentuk ibadah seperti rajin shalat,senantiasa berdzikir, tilawah, pengajar, mujahid,pelayan masyarakat, dermawan, dst. Tidak ada ruangdan waktu ibadah kepada Allah, kecuali dia ada di sana.Dan tidak ada ruang dan waktu larangan Allah kecualiia menjauhinya.Kata kunci: Ma’rifatullah, sufi
DAKWAH DI INDONESIA DAN EKSISTENSINYA PADA ERA MODERN Aminuddin, Aminuddin
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.409 KB)

Abstract

Abstrak: Dakwah memiliki ta’rif yang banyak, akan tetapi dalam konteks ini kata dakwah dita’rifkan menyeru manusia kepada Islam yang hanif dengan keutuhan dan keuniversalannya, dengan syi’ar-syi’ar dan syari’atnya, dengan aqidah dan kemuliaan akhlaknya, dengan metode dakwahnya yang bijaksana dan sarana-sarananya yang unik, serta cara-cara penyampaiannya yang benar. Sesungguhnya kita tidak bisa memisahkan antara dakwah dengan da’inya, karena dakwah dan da’i adalah ibarat dua sisi mata uang yang saling membutuhkan dan tidak mungkin dipisahkan satu sama lain. Seorang da’i harus memahami bahwa sesungguhnya dakwah merupakan tugas para rasul Allah yang mulia. Islam hanya akan menjadi dakwah yang benar apabila dibawakan oleh seorang da’i yang fahim (paham) dan khaluuq (berakhlak). Eksistensi dakwah Islam sekarang ini, khususnya di Indonesia belum menunjukan kemajuan yang berarti. Karena dakwah masih berjalan di tempat dan masih berputar pada persoalan-persoalan klasik yang ada di masyarakat. Dakwah terkadang hanya sebatas tontonan dan tidak dijadikan tuntunan. Padahal alangkah baiknya dakwah yang telah disampaikan tersebut, menjadi tuntunan dan bisa menjadi ilmu serta nasehat yang selalu diingat.Kata Kunci: Dakwah, era modern.
ETOS KERJA DALAM ISLAM Malaka, Mashur
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.208 KB)

Abstract

Abstrak: Kerja dalam Islam sesungguhnya merupakan bentuk implementasi dari penciptannya di bumi, sebagai khalifah fil ardhi, manusia dalam wujud fisiknya diperintahkan untuk memakmurkan bumi dan alam semesta. Rasulullah Muhammad SAW telah mencontohkannya bahwa ketika ia masih remaja beliau adalah seorang pekerja yang cerdas dan ulet. Berkat kerja keras itu usaha dagang Rasulullah berkembang. Bahkan ketika resmi diangkat sebagai Rasul dan pemimpin ummat semangat kerja Nabi Muhammad tidaklah kendor, urusan dunia dan pemerintahan, ekonomi sampai membuat benteng untuk strategi militer pun tetap dikerjakan. Bekerja adalah sebuah perintah yang bersifat wajib dalam Islam selaras dengan perintah wajib memberi nafkah dan berbagi kepada orang lain.Kata Kunci: etos kerja
PUBLIC RELATIONS DAN HUMAN RELATIONS DALAM PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI Arnus, Sri Hadijah
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.449 KB)

Abstract

Abstrak: Idealnya setiap organisasi menerapkan prinsip-prinsip public relations dan human relations dalam manajemen organisasinya. Ada perspektif yang berbeda dari pengertian public relations dan human relations. Pada perspektif administrasi publik relations dan human relations dilihat sebagai hal yang terpisah, human relations untuk hubungan dengan orang-orang dalam organisasi (hubungan intern) dan publik relations untuk hubungan organisasi dengan pihak di luar organisasi (hubungan ekstern). Dari perspektik ilmu komunikasi yang merupakan wadah dari ilmu public relations dan human relation, public relations memiliki 2 publik yaitu publik internal dan publik eksternal. Public relations tidak hanya terbatas pada hubungan dengan pihak ekternal saja tetapi juga dengan pihak internal perusahaan dan organisasi. Sedangkan human relations merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang public relations officer dalam membina hubungan baik dengan publiknya dalam mencapai tujuan untuk menciptakan citra dan goodwill perusahaan. Jadi, human relations tidak hanya diartikan sebagai hubungan dengan pihak internal perusahaan, atau lawan dari public relations, tetapi merupakan pendukung dan partner dari public relations dalam mencapai tujuan perusahaan atau organisasi.Kata kunci: Public relations, Human relations.
RELIGIUSITAS KAFFAH DAN RELIGIUSITAS PARSIAL Zainal, Asliah
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.743 KB)

Abstract

Abstrak: Keberagamaan seseorang ditentukan oleh responnya terhadap pemahaman dan keyakinannya atas ajaran agama. Realitas keberagamaan manusia sebagai hasil dari proses penangkapan atas ajaran Tuhan bisa bermacam-macam. Manusia bisa beragama secara kaffah (komprehensif) akan tetapi juga bisa banal atau parsial. Bentuk keberagamaan ini disebabkan oleh latar belakang pengalaman, pemahaman, dan keyakinan orang tersebut terhadap agamanya. Sikap keberagamaan atau religiusitas seorang muslim berdasarkan pemahaman dan interpretasi atas ajaran agama dan bagaimana ajaran agama tersebut dimanifestasikanya dalam kehidupan keseharian. Dalam Islam, keberagamaan yang sempurna mengacu kepada konsep insan kamil (manusia sempurna),d dimana keberagamaan yang komprehensif (kaffah) adalah pengejawantahan ajaran ketuhanan dalam realitas masyarakat riil dan bernilai guna (usefull).Kata Kunci: keberagamaan (religiusitas), kaffah, parsial, dikotomi agama dan dunia, insan kamil.
DAMPAK SOSIAL PENGGUNAAN PESTISIDA BAGI PETANI Persfektif Sosiologi Pedesaan Mansur, Mansur
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.065 KB)

Abstract

Abstrak: Tulisan ini menitik beratkan kajiannya pada dampak penggunaan pestisida bagi petani dampak sosial sebagai efek ikutan dari propaganda industri pertanian (penggunaan pestisida) pada masyarakat petani dapat dilihat dari sikap sosial masyatakat yang terkesan tercerabut dari nilai-nilai sosial yang selama ini terpelihara indah di tengah-tengah mereka. Para petani tidak punya waktu lagi untuk saling membantu dan bergotong royong dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial yang melingkari kehidupan mereka.Kata Kunci: Dampak sosial, pestisida
TEKNOLOGI KOMUNIKASI MASSA KONTEMPORER DALAM PERSPEKTIF DAKWAH Musthan, Zulkifli
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.213 KB)

Abstract

Abstrak: Di zaman globalisasi teknologi komunikasi massa dan perkembangan informasi saat ini, dakwah harus mengikuti arus globalisasi tersebut, sehingga para da’i dapat berperan serta dalam memanfaatkan alat-alat terknologi komunikasi dan informasi, baik cetak maupun elektronik.Langkah optimalisasi peran dakwah Islam melalui media teknologi komunikasi massa oleh para da’i atau muballig adalah adanya penguatan materi dakwah Islam dengan memasukkan materi social kemasyarakatan seperti pendidikan anti korupsi, penanggulangan kemiskinan dan penindasan, kemudian melakukan perubahan pada aspek metodologi dakwah, terutama dari bentuk model monolog ke bentuk dialog dengan menggunakan media teknologi komunikasi massa baik cetak maupun elektronik, sehingga dakwah tidak selamanya dilakukan satu arah melalui ceramah, tablig akbar, khutbah jum’at, melainkan juga harus dikembangkan dengan model dialog, jama’ah diajak mengeluarkan berbagai permasalahan sekaligus ide-ide perubahannya, menjalin kemitraan dengan institusi lain dalam pembinaan umat, memperkuat keberpihakan kepada kaum tertindas, dan memberikan advokasi kepada masyarakat terhadap berbagai kasus yang menimpanya.Kata Kunci: Teknologi komunikasi massa, dan dakwah Islam.

Page 1 of 2 | Total Record : 13