Al-MUNZIR
ISSN : 19794894     EISSN : 2620326X
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Articles 134 Documents
KONSEP DASAR DAKWAH

AMINUDIN, AMINUDIN

Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.748 KB)

Abstract

Agama Islam sebagai suatu ajaran tidaklah berarti manakala ia tidak diwujudkan dalam action amaliah. Ini merupakan aspek konsekuensial dari keberadaan Islam yang bukan semata-mata menyoroti satu sisi saja dari kehidupan manusia, melainkan menyoroti semua persoalan hidup manusia secara total dan universal. Beberapa landasan ayat Al-Qur’an dalam pembahasan, diantaranya QS. Al-Hjj: 67, QS. Fushilat: 33, QS. Para ulama telah menjelaskan bahwa dakwah itu hukumnya fardlu kifayah. Karena itu, apabila di suatu tempat sudah ada para da'i yang telah menegakkan dakwah, maka kewajiban dakwah bagi yang lain akan gugur dengan sendirinya. Jika di suatu tempat (daerah) membutuhkan dakwah secara kontinyu, maka dalam keadaan seperti ini dakwah menjadi fardlu kifayah, artinya apabila dakwah telah dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dan keahlian, maka beban kewajiban itu akan gugur bagi yang lain. Kata Kunci: Dakwah, metode dakwah

MANAJEMEN DAKWAH RASUL SAW DI MEKKAH

Basri, Hasan

Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.283 KB)

Abstract

Abstrak: Dalam Sirah Nabi saw diketahui bahwa tahapandemi tahapan yang ditempuh oleh Nabi saw dalamdakwahnya merupakan metode (thariqah) dakwah yangsangat jelas dalam rangka menegakkan Islam. Metodeitulah yang harus ditempuh sebagai kewajiban dari Allahswt (QS. al-Hasyr [59]: 7). Awal dakwahnya dimulaidengan menyeru manusia secara individu untuk menerimaIslam dan turut berdakwah, setelah itu mereka dihimpununtuk sama-sama melakukan dakwah berkelompok yangterorganisasi dengan baik. Kutlah ini dibentuk, dipimpin,dan dibina langsung oleh Nabi dalam menapaki langkahdemi langkah perjalanan dakwah. Kelompok dakwah(kutlah dakwah) yang solid ini kemudian terjun kemasyarakat menyampaikan Islam secara terbuka yangdiawali dengan penampakan kutlah, melakukan pergulatanpemikiran. Membongkar kerusakan setiap aqidah dansystem-sistem jahiliyah dan menunjukkan keagunganIslam sebagai tatanan hidup yang haq. Hal inilah yangmembuat Quraisy memusuhi Nabi saw dan dakwahnya.Ketika permusuhan semakin memuncak, Nabi sawmelakukan perjuangan politik untuk mendapatkandukungan riil dari pemegang kekuatan di tengah umat.Kelompok dakwah inilah yang kemudian berhasilmembentuk masyarakat Islam yang unik di Madinah.Kata Kunci: dakwah individu, dakwah jamaah,pertarungan pemikiran, perjuangan politik.

Dampak Globalisasi Pada Politik, Ekonomi, Cara Berfikir Dan Ideologi Serta Tantangan Dakwahnya

Estuningtyas, Retna Dwi

Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.99 KB)

Abstract

Globalisasi sebagai isu kontroversial telah menciptakan celah besar dalam kehidupan politik negara, menghancurkan budaya lokal, serta merobek sekat antar negara. Ancaman terhadap kehidupan manusia akibat globalisasi juga semakin beragam, tidak hanya datang dari perang besar atau nuklir, tetapi juga dari kekuatan radikal yang berkembang di masyarakat dan melahirkan terorisme. Sementara dampak globalisasi terhadap ekonomi dunia adalah: kemiskinan dan kesenjangan global, krisis pangan dunia, pencucian uang. Dampak globalisasi terhadap cara berpikir orang adalah: adanya solidaritas virtual, munculnya gerakan perempuan transnasional. Globalisasi juga mempengaruhi ideologi dan dakwah. Dampak terhadap dunia dakwah adalah: mengubah paradigma dakwah dan mempersiapkan da'i dalam berkhotbah di era yang sudah sangat maju, maka da'i harus memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatan dakwah. Era globalisasi telah menyatukan dimensi sosial, ekonomi, politik, keamanan, budaya dan lingkungan melalui proses integrasi, interkoneksi dan ketergantungan. Oleh karena itu, masalah yang muncul tidak hanya semakin kompleks tetapi melintasi batas-batas nasional (transnasional) dan akibatnya mempengaruhi dan menyebabkan dampak yang tidak dapat dihindari bagi semua warga dunia. Kata kunci: Globalisasi, Negara, Hubungan, Da'wah.

PEMIKIRAN TEKSTUAL IBN HAZM Analisa Historis

Ikhsan AR., Muh.

Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.579 KB)

Abstract

Abstrak: Ibnu Hazm terkenal sebagai pemikir yang sangat produktif dalam bidang intelektual dan pengetahuan. Dia memberikan kontribusi terhadap perkembangan pemikiran hukum Islam, khususnya di bidang Ushul Fiqh. Melalui berbagai karya antara lain semisal al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, ia menunjukkan keahliannya di lapangan, dengan menggunakan gaya yang tidak seperti ulama lainnya.Artikel ini membahas ide-ide Ibnu Hazm, menggunakan metode gabungan yakni sejarah dan analisis deskriptif. Artikel ini menemukan bahwa Ibnu Hazm menolak penggunaan ra'yu seperti qiyas, istihsan, mashlahah mursalah, sadd al-dzara'i ', dan ta'lim al-ahkam dalam teori hukum Islam. Karena itu pula maka tak sedikit kalangan menyebut dia sebagai ulama dhahiri dan berpikir sangat tekstual.Kata Kunci: Ibn Hazm, ushul fiqh, pemikiran tekstual

KESANTUNAN SEBAGAI KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

M., SITI FAUZIAH

Al-MUNZIR No 2 (2016): VOL.9. NO. 2 NOVEMBER 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.317 KB)

Abstract

Kesantunan berbahasa sebagai kajian sosiolinguistik didasari oleh pandangan para sosiolinguis bahwa sosiolinguistik mengkaji hubungan antara bahasa dan masyarakat. Kesantunan berbahasa, mengacu pada teori tindak tutur oleh John Austin dan John Searle, Lakoff dan Brown & Levinson. Mereka menggunakan lima strategi linguistik meliputi tanpa aksi redressive, kesantunan positif, kesantunan negatif, off record, dan tidak melakukan FTA. Strategi tersebut disusun untuk mengetahui tingkatan kesantunan. Adanya varian penggunaan bahasa menunjukkan adanya faktor-faktor sosial yang terlibat. Faktor-faktor itu adalah faktor pengguna bahasa, partisipan, seting sosial, dan fungsi interaksi. Pengguna bahasa misalnya antara mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-mahasiswi, mahasiswa-dosen atau dosen mahasiswa. Sedangkan seting sosial atau konteks sosial misalnya di kelas. Kemudian, fungsi interaksi yang berkaitan dengan tujuan berinteraksi, misalnya tujuan informatif, sosial.Kata Kunci: Kesantunan, Sosiolinguistik.

JEJAK MANAJEMEN MODERN

Basri, Hasan

Al-MUNZIR No 1 (2015): VOL 8 NO.1 MEI 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.934 KB)

Abstract

Manajemen ada sejak adanya manusia yang bekerjasama untuk melakukan suatu urusan atau pekerjaan. Praktek-praktek manajemen terus berkembang sejalan dengan kemajuan perdaban manusia. Mulai dari masa Yunani Kuno, Romawi, zaman Islam, dan Kapitalisme Modern.Dari setiap fase perkembangannya, tidak dapat dipungkiri, bahwa perkembangan manajemen di dunia Islam telah memberi warna kepada dunia sampai dewasa ini. Waktu lebih 13 abad merupakan waktu yang panjang jika dibandingkan dengan sistem pemerintahan sebelumnya, baik pada masa Yunani maupun Romawi. Bahkan jika dibandingkan dengan sistem demokrasi yang berasakan sekularisasi dan kapitalisasi yang diterapkan oleh hampir semua Negara dewasa ini yang baru sekitar satu abad, tetapi telah menunjukkan tanda-tanda kehancurannya. Kemampuan bertahan yang cukup lama dengan luas wilayah 2/3 dunia merupakan bukti keunggulan manajemen pemerintahan Islam dari seluruh perdaban yang ada di dunia. Dari hasil kemajuan administrasi dan manajemen yang telah dikembangkan, Negara Islam mampu menghasilkan kemajuan peradaban dan kebudayaan yang melampau zamannya. Kata Kunci: manajemen, manajemen modern.

IMPLEMENTASI DAKWAH DALAM KELUARGA

Machmud, Hadi

Al-MUNZIR No 1 (2014): Vol. 7 No. 1 Mei 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.105 KB)

Abstract

Abstrak: Keluarga adalah unit yang paling mendasardiantara unit-unit pembangunan alam semesta. Di antarafungsi besar dalam keluarga adalah edukatif/pendidikan(Tarbiyah). Dari keluarga inilah segala sesuatu tentangkehidupan bermula. Dalam Islam keluarga dan dakwahmerupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan.Jika melihat pada tujuan dari dakwah berarti yangpertama kali untuk diseru kepada kebaikan adalahkeluarga, jika keluarga baik maka secara tidak langsungakan memperbaiki masyarakat dan sosial secarakeseluruhan. Dakwah dalam keluarga yang ideal adalahkelurga yang didalamnya menerapkan nilai-nilaikeislaman. Begitu urgennya dakwah dalam kehidupansetiap manusia terutama keluarga sehingga Rasulullahsaw mengingatkan untuk memberikan pendidikan dalamkeluarga dengan memperbanyak mentelaah Al-Qur’ansebagai sumber kehidupan dalam rumah-rumahmu(keluarga), sesungguhnya rumah yang didalamnya tidakdipergunakan untuk membaca Al-Qur’an, menjadikansedikit kebaikan didalamnya, dan banyak kejelekan danmenyempitkan bagi penghuninya. berikan pendidikanserta pengajaran dengan ketaatan kepada Allah, sertatakut dari kemaksiatan, mendidik anggota keluargadengan dzikir yang akan menyelamatkan dari api neraka.Kata Kunci: Dakwah, keluarga

Dakwah Zaman Now

Aminudin, Aminudin

Al-MUNZIR No 1 (2018): Vol. 11 No.1 Mei 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.11 KB)

Abstract

Berbicara dakwah zaman now, tentu tidak terlepas kaitannya dakwah pada zaman dahulu. Kita tentu tidak bisa memperbandingkan strategi, efektifitas, metode dakwah yang paling baik untuk kondisi saat ini kalau tidak ada pembanding dengan sebelumnya. Dakwah adalah kegiatan untuk mengajak atau menyeru kepada Sang Pencipta. Kegiatan dakwah sejak dahulu hingga kini sudah dilakukan. Metode dan strategi penyampaiannya juga berbeda-beda, hal ini tentu disesuaikan dengan zamannya. Adapun yang menjadi landasan  metode dakwah adalah QS. An-Nahl ayat 125. Dari zaman ke zaman tantangan dakwah semakin kompleks, hal ini pula membuat para pelaku dakwah selalu berusaha untuk mencari strategi dan metode yang tepat agar kegiatan dakwahnya bisa diterima oleh mad’unya. Begitu pula halnya, ketika melihat perkembangan dakwah zaman sekarang atau yang lazim dikenal zaman now, tentu ini menjadi tantangan yang tidak ringan bagi para pelaku dakwah untuk selalu berkreasi mencari formulasi dakwah yang sesuai dengan kondisi kekinian. Salah satu metode yang dianggap masih efektif untuk digunakan sebagai media dakwah adalah film. Betapa tidak bahwa film masih mempunyai daya tarik dan kekuatan yang dapat menghipnotis para penonton dalam waktu yang amat relatif singkat. Sekiranya kita mengajukan sejumlah pertanyaan kepada para penonton film tertentu akan karakter atau nilai yang terkandung dalam film tersebut, maka dalam hitungan detik mereka dengan cepat dapat menjelaskannya.Kata Kunci: Dakwah dan Zaman Now 

POLA DAKWAH PADA MASYARAKAT GLOBAL

Sukardi, Ahmad

Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.932 KB)

Abstract

Abstrak: Globalisasi dapat mengubah dunia menjadi sebuah perkampungan dunia, melenyapkan dinding dan jarak antara satu bangsa dengan bangsa lain, dan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain. Sehingga semuanya menjadi dekat dengan kebudayaan dunia, pasar dunia, dan keluarga dunia. Arus globalisasi telah merambah ke hampir semua sektor kehidupan manusia dan komunitas masyarakat. Kehadirannya tidak hanya menjanjikan harapan dan manfaat, tetapi juga bisa menebar benih-benih negatif dalam kehidupan sosial manusia. Gaya hidup materialis, hedonistis, apatis, dan jauh dari sentuhan nilai-nilai moral agama dan budaya merupakan sisi negatif dari arus globalisasi. Untuk mengantisipasi pengaruh negatif tersebut, penguatan dan penanaman nilai-nilai moral agama dan budaya melalui pola pelaksanaan dakwah kultural, ekonomi, dan politik, yang merupakan strategi dakwah dalam upaya meningkatkan sikap keberagamaan masyarakat, dan menjaga aqidah masyarakat agar tetap hidup di bawah naungan cahaya agama.Kata Kunci: pola dakwah, masyarakat global

ANALISIS PENGEMBANGAN DAKWAH MELALUI STAND UP COMEDY

NURDIN, NURDIN

Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.651 KB)

Abstract

Salah satu metode pengembangan dakwah yang perlu mendapat perhatian dari kalangan penggiat dakwah adalah Stand Up Comedy Dakwah. Stand up Comedy memiliki pengertian lawakan tunggal atau komedi tunggal adalah salah satu genre profesi melawak yang pelawaknya membawakan lawakannya di atas panggung seorang diri. Biasanya di depan pemirsa lansung, dengan cara bermonolog mengenai sesuatu topik. Dakwah adalah upaya untuk mengajak, menyeru dan memanggil seseorang untuk kembali menjalankan perintah Allah Swt yang dilakukan oleh seorang da’i. Dalam konteks mengemban tugas berdakwah, muballigh memerlukan berbagai pendekatan dan metode pengembangan dalam menyelenggarakan aktifitas dakwah. Dengan kehadiran teknologi informasi seperti media elektronik maupun media cetak, maka metode untuk mengembangkan dakwah semakin kuat. Sebab pemanfaatan media diyakini menjadi salah satu sarana yang efektif untuk mengembangkan dakwah Islam, baik melalui media elektronik maupun media cetak. Melalui media tersebut dakwah dikembangkan sehingga bisa merambah keseluruh pelosok tanah air. Stand Up Comedy dakwah sangat penting bagi pengembangan dakwah Islam, tidak hanya asal tertawa dan menghibur, hampa makna. Tetapi perlu dikemas dalam bahasa yang mengandung pesan-pesan dan  nilai-nilai Islam. Kata Kunci: dakwah, stand up comedy

Page 1 of 14 | Total Record : 134