cover
Contact Name
Ari Sunandar
Contact Email
arisunandar031@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bioeducation@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL BIOEDUCATION
ISSN : 23564210     EISSN : 25276522     DOI : -
Jurnal Bioeducation adalah Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Pontianak yang diterbitkan secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun (Februari dan Agustus) sebagai sarana untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan biologi yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pemikiran, profesi dan praktik pendidikan biologi.
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION" : 9 Documents clear
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS LESSON STUDY PADA MATA PELAJARAN IPA BIOLOGI DI SMP NEGERI Muldayanti, Nuri Dewi
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.797 KB) | DOI: 10.29406/195

Abstract

Pembelajaran IPA terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan di jenjang pendi­dikan dasar yaitu SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran generatif berbasis lesson study di harapkan dapat membantu gugu-guru IPA dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ada di kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Se Kabupaten Kubu Raya dari bulan April-Agustus  2015. Sampel dalam penelitian yaitu SMP N 3 Sungai Kakap dan SMPN 2 Sungai Raya. Metode penelitian menggunakan action research (tindakan kelas) dengan 2 siklus yang meliputi langkah-langkah perencanaan, implementasi tindakan, observasi, dan refleksi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dilakukan dalam bentuk interaktif dengan pengumpulan data sebagai suatu proses siklus. Hasil penelitian menunjukkan di SMP N 3 Sungai Kakap pada siklus 1 persentase ketuntasan 43,75% meningkat menjadi 81,11 % dan di SMP N 2 Sungai Raya pada siklus 1 persentase ketuntasan 57,14% meningkat menjadi 88,57%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya tanggapan yang positif dan antusias terhadap proses pembelajaran dengan model pembelajaran generative berbasis lesson study yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan dalam hasil belajar siswa. Kata Kunci : Pembelajaran generatif, Lesson Study, IPA 
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI KINGDOM ANIMALIA PADA SISWA KELAS X DI MAN FILIAL PONTIANAK Riandi, Dirga Mahardika; Rahayu, Hanum Mukti; Kurniawan, Arif Didik
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.699 KB) | DOI: 10.29406/181

Abstract

Materi kingdom animalia merupakan salah satu materi yang diajarkan di MAN Filial Pontianak yang dianggap sulit oleh siswa, sehingga hasil belajar siswa belum mencapai KKM (75). Oleh sebab itu dibutuhkan model pembelajaran yang tepat agar hasil belajar siswa pada materi kingdom animalia dapat tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan dan pengaruh penggunakan model kooperatif tipe Jigsaw dan model konvensional ceramah terhadap hasil belajar siswa pada materi kingdom animalia kelas X di MAN Filial Pontianak tahun ajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan bentuk Quasy Exsperimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil uji U Mann-Whitney nilai hasil belajar siswa diperoleh  angka signifikan sebesar 0,024 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang diajar menggunakan model konvensional ceramah. Sedangkan perhitungan pengaruh menggunakan Effect Size diperoleh sebesar 0,6 atau sebesar38,2% berdasarkan tabel interpretasi cohen’s dengan kategori sedang. Kesimpulan dalam penelitian adalah terdapat perbedaan dan pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar.  Katakunci:Jigsaw, Konvensional, Flash, Materi Kingdom Animalia, Hasil belajar.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA DENGAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) PADA SUBMATERI SISTEM SARAF DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 SELIMBAU Saputri, Libras Asa; Muldayanti, Nuri Dewi; Setiadi, Anandita Eka
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.018 KB) | DOI: 10.29406/186

Abstract

Pemahaman konsep sangat penting dalam pembelajaran biologi. Akan tetapi, siswa seringkali memahami konsep yang salah sehingga menyebabkan terhambatnya proses penerimaan pengetahuan baru dalam diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis miskonsepsi siswapada submateri sistem saraf. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Selimbau tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 29 orang. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan teknik sampling jenuh. Miskonsepsi dianalisis dengan menggunakan teknik Certainty Of Response Index (CRI). Wawancara dilakukan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa dan faktor penyebab miskonsepsi pada submateri sistem saraf. Hasil analisis data dengan CRImenunjukkan dari29 orang siswa,24,71%termasuk ke dalam kategori tahu konsep, 38,39% mengalami miskonsepsi, dan 36,9% tidak tahu konsep. Hasil wawancara menunjukkansiswa mengalami miskonsepsipada deskripsineuron, struktur dendrit dan akson, fungsi neuron sensorik dengan motorik, istilah lain dari neuron aferen, eferen, dan interneuron, penjalaran impuls pada gerak sadar, dan penjalaran impuls yang relatif cepat pada gerak sadar. Faktor penyebab miskonsepsi pada siswa adalah cakupan materi yang luas, rumit, banyak menggunakan istilah-istilah asing,pengetahuan dari pengalaman siswa, kemampuan dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru, serta pemakaian buku teks yang kurang maksimal.Kata kunci:  Certainty Of Response Index (CRI), Miskonsepsi, Submateri sistem saraf  
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI INVERTEBRATA DI KELAS X MAN 2 PONTIANAK Alawiyah, Henny; Muldayanti, Nuri Dewi; Setiadi, Anandita Eka
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.814 KB) | DOI: 10.29406/182

Abstract

Berdasarkan  hasil  wawancara  terhadap  guru  biologi  di  kelas  X  MAN  2  Pontianak  pada  tahun  ajaran 2014/2015, diketahui adanya permasalahan kesulitan belajar siswa pada materi invertebrata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam memahami materi invertebrata.Metode yang  digunakan  adalah  metode  deskriptif.Subjek  penelitian  adalah  siswa  kelas  XI  IPA  1  berjumlah  3 3 siswa.Subjek penelitian ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling.Kesulitan belajar dianalisis dengan teknik pengukuran, wawancara dan komunikasi tidak langsung.Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda, pedoman wawancara dan angket tertutup bentuk check list berskala Likert. Hasil analisis data tes menunjukkan persentase kesulitan belajar siswa sebesar 39,92%. Hasil wawancara menunjukkan jenis kesulitan belajar siswa antara lain kesulitan dalam memahami penamaan ilmiah (59,74%), kesulitan dalam memahami konsep (40,15%) dan kesulitan dalam memahami istilah (26,66%). Hasil angket menunjukkan faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi aspek minat (67,14%), motivasi (63,36%), kesehatan (70,08%) dan intelegensi (53,23%). Faktor eksternal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi aspek keluarga (72,07%) dan sekolah (67,24%), serta guru (54,74%). Namun, faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa yang berpengaruh cukup adalah faktor internal dari aspek intelegensi dengan indikator pemahaman dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal materi invertebrata, serta faktor eksternal dari aspek guru dengan indikator penggunaan metode dan media pembelajaran.Kata Kunci: Kesulitan belajar, materi invertebrata
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA KELAS XI MIA SMA NEGERI 4 PONTIANAK Aprilanti, Harmita; Qurbaniah, Mahwar; Muldayanti, Nuri Dewi
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.47 KB) | DOI: 10.29406/188

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kesalahan konsep (miskonsepsi) siswa pada materi sistem ekskresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap miskonsepsi siswa kelas XI MIA SMA Negeri 4 Pontianak pada materi sistem ekskresi manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas XI MIA 5 dengan jumlah 38 orang. Teknik pengumpulan data adalah teknik pengukuran dan komunikasi langsung. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Tes Diagnostik Pilihan Ganda Beralasan dan pedoman wawancara. Dari hasil penelitian terdapat kategori “Miskonsepsi” pada materi sistem ekskresi manusia, yaitu sebanyak 15% siswa termasuk kategori Miskonsepsi Utuh (M) dan sebanyak 5% siswa termasuk kategori Paham Sebagian dengan Miskonsepsi (PSM). Siswa yang miskonsepsi lebih sedikit dibandingkan dengan siswa  yang “Tidak Paham Konsep (TPK)” yakni 46%. Untuk kategori “paham”, sebanyak 13% siswa termasuk kategori Paham Konsep (PK) dan sebanyak 21% siswa termasuk kategori Paham Sebagian Konsep (PS). Miskonsepsi terjadi pada subkonsep fungsi dan organ sistem ekskresi, ginjal sebagai alat ekskresi, faktor dan proses  pembentukan urin, hati sebagai alat ekskresi, paru-paru sebagai alat ekskresi, kulit sebagai alat ekskresi, komposisi dan sifat fisik urin, dan kelainan sistem ekskresi. Miskonsepsi yang dialami siswa disebabkan oleh siswa itu sendiri (prakonsepsi awal, minat belajar, tahap perkembangan kognitif siswa dan reasoning yang tidak lengkap), konteks (pengalaman dan teman lain) dan cara mengajar.Kata kunci : Identifikasi, Miskonsepsi, Sistem Ekskresi Manusia
EFEKTIVITAS BUKU TIGA DIMENSI PADA SUB MATERI KEANEKARAGAMAN JENIS DI KELAS X SMA Kahar, Adi Pasah
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.647 KB) | DOI: 10.29406/189

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas buku tiga dimensi melalui pemanfaatan hasil penelitian analisis fitoplankton di Parit Belida, Kabupaten Kubu Raya berdasarkan hasil penilaian 14 orang guru biologi di Kota Pontianak. Hasil validasi pakar pembelajaran Biologi, buku dinyatakan layak, untuk selanjutnya digunakan dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan buku tiga dimensi sangat efektif atau 85,64% dan semua guru menyatakan tertarik menggunakan buku tiga dimensi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa buku tiga dimensi sangat efektif digunakan sebagai media pembelajaran pada sub materi keanekaragaman jenis di kelas X SMA.Kata Kunci : Buku Tiga Dimensi, Media Pembelajaran, Efektivitas
IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI DUNIA TUMBUHAN KELAS X SMA NEGERI 1 Zarisma, Umi; Qurbaniah, Mahwar; Muldayanti, Nuri Dewi
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.055 KB) | DOI: 10.29406/184

Abstract

Hasil ulangan harian pada materi dunia tumbuhan di SMA Negeri 1 Sambas tergolong rendah, hal ini menunjukkan siswa mengalami kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar siswa se rta faktor- faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X E tahun ajaran 2014/2015. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes diagnostik dan angket. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa siswa kelas X E mengalami kesulitan belajar pada materi dunia tumbuhan  yang ditunjukkan dengan ketidaktuntasan sebanyak 36 siswa dari hasil tes diagnostik. Rata-rata tingkat kesulitan belajar siswa yaitu sebesar 48,02% dengan kategori cukup tinggi. Kesulitan belajar tertinggi terdapat pada indikator menyusun  klasifikasi dari divisi-divisi dalam dunia tumbuhan (62,63%) dan kesulitan belajar yang terendah terdapat pada indikator mengidentifikasi ciri-ciri umum dunia tumbuhan (25%). Faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi dunia tumbuhan ada dua yaitu faktor internal dan eksternal. Penyebab kesulitan belajar  tertinggi dari faktor internal adalah kebiasaan belajar sebesar 50,13% sedangkan penyebab kesulitan belajar tertinggi dari faktor eksternal adalah lingkungan keluarga yaitu sebesar 53,85%.Kata Kunci : Dunia Tumbuhan, Identifikasi, Kesulitan belajar
IDENTIFIKASI CENDAWAN MIKORIZA PADA RIZOSPER TIGA VARIETAS PADI LOKAL KALIMANTAN BARAT Sunandar, Ari
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.055 KB) | DOI: 10.29406/192

Abstract

 Produktivitas padi di lahan gambut belum maksimal. Kemasaman gambut yang tinggi dan ketersediaan hara yang rendah menyebabkan produksi pertanian di lahan gambut sangat rendah. Penggunaan cendawan mikoriza merupkan salah satu solusi untuk mengatasi kurangnya ketersediaan hara bagi tumbuhan di lahan masam (gambut). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cendawan mikoriza yang bersimbiosis dengan tanaman padi varietas lokal yang dibudidayakan di Kalimantan Barat. Identifikasi cendawan mikroriza yang bersimbiosis dengan tanaman padi varietas lokal yang dibudidayakan di Kalimantan Barat telah dilakukan  untuk mengetahui genus cendawan mikoriza yang bersimbiosis dengan padi siam ketupat (Oryza sativa Var Siam Ketupat) dan padi ketumbar (Oryza sativa Var Ketumbar). Hasil pengamatan spora yang didapatkan dari contoh tanah pada rhizosfer padi ketumbar yaitu Glomus sp-1, Glomus sp-2, Glomus sp-3 sedangkan genus CMA pada padi siam ketupat yaitu Acaulospora sp. Pengetahuan tentang genus CMA yang bersimbiosis dengan padi varietas lokal Kalimantan Barat dapat diaplikasikan sebagai pupuk hayati untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi dan menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Barat. Kata kunci : Cendawan mikoriza arbuskular, Kalimantan Barat, Padi 
ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X MIA SMA NEGERI 1 SUNGAI RAYA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., kusnani; Muldayanti, Nuri Dewi; Rahayu, Hanum Mukti
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.792 KB) | DOI: 10.29406/185

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas X MIA di SMA Negeri 1 Sungai Raya. Hal ini dilihat dari rendahnya persentase ketuntasan nilai ulangan akhir semester ganjil pada mata pelajaran biologi yaitu29,02%. Ulangan akhir semester ganjil yang telah diujikan kepada siswa belum pernah dianalisis sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal ulangan akhir semester ganjil pelajaran biologi kelas X MIA SMA Negeri 1 Sungai Raya tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kuantitatif. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, teknik pengukuran dan teknik wawancara. Instrumen yang digunakan adalah lembar soal dan lembar jawaban siswa dan pedoman wawancara. Teknik Analisis data menggunakan program ANATESTV4. Hasil penelitian dari segi validitas item yaitu soal ulangan akhir semester ganjil kelas X MIA ya ng valid sebanyak 15 soal   (30%), reliabilitas yaitu 0,69. Tingkat kesukaran item menunjukkan soal yang mudah 6 soal (12%), sedang 41 soal (82%) dan sukar 3 soal (6%). Daya pembeda item menunjukkan soal yang jelek 17 soal (34%), sedang 23 soal (46%) dan baik 10 soal (20%). Soal ulangan akhir semester ganjil dapat disimpulkan yaitu memiliki validitas yang rendah, reliabilitas cukup, tingkat kesukaran baik dan daya pembeda baik.Kata Kunci: Analisis butir soal, Biologi, Soal ulangan akhir semester 

Page 1 of 1 | Total Record : 9