cover
Contact Name
Abdul Haris
Contact Email
aries.abdulharis957@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aries.abdulharis957@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20888503     EISSN : 26218046     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOKUS AL-MUNAWWARAH : Jurnal Pendidikan Islam memuat kajian-kajian pendidikan Islam baik itu berkenaan dengan strategi pembelajaran pendidikan Islam, dan manajemen kelembagaan pendidikan Islam, pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan Islam, dan kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam di Indonesia din, main
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2017): Juni
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.192 KB)

Abstract

Abstrak: Pendidikan sangat menentukan terhadap pembentukan watak, kepribadian, karakter dan budi pekerti warga. Oleh karenanya, fenomena kejahatan, tindak criminal, perbuatan asusila dan penggunaan narkoba, baik oleh warga masyarakat maupun anak didik, maka pendidikan dianggap yang paling bertanggung jawab. Di Indonesia sendiri, berbagai penyelewengan dan kejahata juga kerap terjadi, mulai dari korupsi, bullying, narkoba di lingkungan sekolah dan lain-lain. Terjadinya berbaai penyelewengan dan kejatan tersebut menandakan rendahnya akhlak, budi pekerti dan karakter bangsa. Menyadari hal itu pemerintah melalui Kemendiknas mencanangkan, salah satunya adalah model Pendidikan karakter untuk meningkatkan karakter dan budi pekerti warga bangsa. Ini bukan berarti sebelumnya tidak ada pendidikan karakter namun pemerintah lebih menekankan pendidikan karakter secara tersistem. Langkah awal pemerintah Indonesia dimulai dari lembaga sekolah maupun madrasah dengan menyisipkan nilai karakter bangsa ke dalam persiapan dan proses pembelajaran. Guru dalam hal ini menjadi kunci atas keberhasilan penerapan pendidikan karakter ini sebab gurulah yang secaralangsung berhadapan dengan peserta didik. Guru dalam hal ini dituntut untuk menyiapkan perangkat pembelajaran dan kemudian melaksanakan pendidikan berkarakter di kelas. Namun, sementara ini kenyataannya guru masih belum siap secara utuh untuk melaksanakan pendidikan karakter ini. Sementara ini potret pendidikan yang bisa dikatakan eksis dalam membina karakter adalah sistem pendidikan di pesantren atau sekolah-sekolah yang diasramahkan. Karena pada prinsipnya penenaman karakter lebih efektif dengan pembiasaan dan percontohan dan ini lebih memungkinkan di lakukan di pesantren atau asramah yang diwasi langsung oleh gurunya.
Kompetensi Guru dalam Perspektif Pendidikan Islam din, main
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2017): Desember
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.692 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan masalah penting yang memperoleh prioritas utama sejak awal kehidupan manusia. Bahkan Rasulullah SAW sendiri telah mengisyaratkan bahwa proses belajar bagi setiap manusia adalah sejak ia masih dalam kandungan ibunya, sampai ia sudah mendekati liang kuburnya. Sebagai agama yang mengutamakan pendidikan, maka sepanjang kurun kehidupan umat Islam hingga kini, telah muncul banyak ahli pendidikan yang menyumbangkan buah pikirannya dalam bidang pendidikan. Hasil kajian  ini menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam konsep perspektif pendidikan Islam adalah seseorang yang memiliki tugas mendidik dalam arti pencipta, pemelihara, suritauladan, pembaharu yaitu mengubah kondisi peserta didik agar perkembangan potensi dan kemampuan tersebut diatas disebut murobbi yang di dalamnya terdapat unsur, muallim, muaddib, mudarris dan mursyid yang implementasinya bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah Rosul. Menjadi kompetensi yang lebih akurat dan sempurna karena akan mengahasilkan output peserta didik yang berintelektual tinggi berbasis karakteristik yang mulia karena bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah Rosul.
Konsep Pendidikan Anak dalam Al-Qur'an (Studi Teoritis mengenai Wasiat Luqman Al-Hakim kepada anaknya dalam Surah Luqman ayat 13-19) din, main
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2016): Desember
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.3 KB) | DOI: 10.12345/al-munawwarah.v8i2.3242

Abstract

Pendidikan Islam adalah usaha bimbingan jasmani dan rohani pada tingkat kehidupan individu dan sosial untuk mengembangkan fitrah manusia berdasarkan hukum-hukum Islam menuju terbentuknya manusia ideal (insan kamil) yang berkepribadian muslim dan berakhlak terpuji serta taat pada Islam sehingga dapat mencapai kebahagiaan didunia dan di akherat. Nilai-nilai pendidikan berdasarkan surat Luqman merupakan asas pendidikan yang harus dijadikan panduan oleh setiap orang tua pada masa kini. Surah ini dinamakan dengan Luqman karena pada ayat 12 disebut tentang Luqman al-Hakim yang telah diberi oleh Allah SWT. nikmat dan ilmu pengetahuan. Hal ini menjadikan beliau seorang yang sangat bersyukur atas segala pemberian Allah SWT.
Konsep Pendidikan Akhlak dalam Al-Qur'an (Studi Teoritis Tafsir Surat Al-Hujurat Ayat 11-13) din, main
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2016): Juni
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.041 KB)

Abstract

Akhlak yang mulia merupakan cermin kepribadian seseorang, selain itu akhlak yang mulia akan mampu mengantarkan seseorang kepada martabat yang tinggi. Penilaian baik dan buruknya seseorang sangat ditentukan melalui akhlaknya. Akhir-akhir ini akhlak yang baik merupakan hal yang “mahal dan sulit dicari.” Minimnya pemahaman akan nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam Al-Qur’an akan semakin memperparah kondisi kepribadian seseorang, bahkan hidup ini seakan-akan terasa kurang bermakna.  Untuk membentuk pribadi yang mulia, hendaknya penanaman akhlak terhadap anak digalakkan sejak dini, karena pembentukannya akan lebih mudah dibanding setelah anak tersebut menginjak dewasa. Surat Al-Hujurat ayat 11-13 membahas tentang menciptakan suasana yang harmonis di antara lingkungan masyarakat serta menghindari terjadinya permusuhan. Sehingga akan tercipta pribadi yang santun sesuai dengan tuntunan al-Qur’an.  
Perempuan Sasak “Memotret Bias Gender dalam Konteks Sosio-Kultural Lombok menuju sebuah Humanisme Sosial-Spiritual” nazri, ulyan nasri
Al-Munawwarah Vol 10 No 2 (2018): September
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.354 KB)

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini memotret konsistensi dan ketidaksesuain antara doktrin, akstualisasi dan implikasinya dengan mengasumsikan bahwa ketidakadilan dan ketidakseimbangan gender secara langsung bertolak belakang dengan prinsip humanisme di masyarakat Sasak-Lombok. berdasarkan tujuannya, gender lahir sebagai sebuah krtikan untuk menuntut kesetaraan, karena terjadi ketidakadilan antara laki-laki dan perempuan, maka gender lahir pada hakekatnya adalah sebuah terma yang digunakan untuk membedakan peran antara laki-laki dan perempuan, hasil dari rekayasa manusia sebagai akibat pengaruh sosial-kultural yang tidak bermakna kodrati, studi gender juga berupaya untuk menempatkan perempuan dan laki-laki dalam posisi yang sama sebagai bagian dari sistem sosial integratif. pendekatan yang digunakan dalam fenomena ini adalah sosiologis-kultural-normatif. Dengan demikian, hasil analisis dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk program pemberdayaan perempuan dengan tujuan membangun potensi perempuan bahwa mereka dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan bersama-sama dengan laki-laki demi kemajuan yang lebih bermartabat, menuju sebuah humanisme sosial-spiritual-berkeadilan.
KEIMANAN SEBAGAI NILAI ETIKA INTI PENDIDIKAN KARAKTER Haris, Abdul Haris
Al-Munawwarah Vol 8 No 2 (2016): September
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.674 KB)

Abstract

Sejak kelahiran agama, keimanan telah menjadi kekuatan bagi perubahan aspek kehidupan yang lebih baik, tidak terkecuali aspek pendidikan. Pendidikan memerlukan keimanan sebagai kekuatan untuk melakukan perubahan. Inilah nilai keimanan dalam pendidikan. Urgensi keimanan dalam pendidikan semakin terlihat manakala pendidikan karakter digulirkan sebagai alternatif bagi terwujudnya keberhasilan pendidikan. Dengan demikian, kajian tentang substansi keimanan dalam pendidikan karakter mutlak diperlukan. Setelah kajian dilakukan, maka ditemukan bahwa nilai terkait dengan keyakinan manusia untuk menentukan sebuah pilihan yang akibat dari pilihan tersebut ia menjadi manusia yang bernilai atau tidak. Dalam Islam, nilai baik-buruk didasarkan pada petunjuk al-Qur’an yang dirumuskan dalam syariah melalui lima kategori hukum, yaitu wâjib, mandûb, haram, makrûh, dan mubâh. Nilai baik-buruk dalam Islam didasarkan pada keimanan kepada Allah yang merupakan inti tauhid. Dalam konteks pendidikan karakter, keimanan sangat diperlukan karena ia menjadi inti pendidikan karakter dalam membangun kesadaran manusia sehingga mereka mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Islam santi, Susan
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2016): Juni
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.474 KB)

Abstract

Pendidikan Islam adalah proses yang mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik dan yang mengangkat derajat kemanusiaannya sesuai dengan kemampuan dasar (fitrah) dan kemampuan ajarnya (pengaruh dari luar). Pendidikan yang benar adalah yang memberikan kesempatan kepada keterbukaan terhadap pengaruh dari dunia luar dan perkembangan dari dalam diri anak didik. Dengan demikian, barulah fitrah itu diberi hak untukmembentuk pribadi anak dan dalam waktu bersamaan faktor dari luar akan mendidik dan mengarahkan kemampuan dasar anak. Oleh karena itu, pendidikan secara operasional mengandung dua aspek, yaitu aspek menjaga atau memperbaiki dan aspek menumbuhkan atau membina. a). Metode, meliputi: metode keteladanan, metode pendidikan dengan latihan dan pengamalan, mendidik melalui (nyanyian, cerita, dan permainan),dan lain sebagainya. b). Kurikulum mencakup beberapa pokok-pokok pendidikan yang harus diberikan kepada anak, yang meliputi seluruh ajaran Islam yang secara garis besar dapat dikelompokan menjadi tiga, yakni pendidikan akidah, pendidikan ibadah, pendidikan akhlak. Semua itu disesuaikan dengan usia masing-masing anak. c). Evaluasi pada anak usia dini mencakup Portofolio, penugasan, hasil karya. Dalam konsep dasar pendidikan anak usia dini menekankan untuk mengoptimalkan perkembangan anak dan memenuhi karakteristik anak yang merupakan individu yang unik, yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda, maka perlu dilakukan usaha yaitu dengan memberikan rangsangan-rangsangan, dorongan-dorongan dan dukungan kepada anak.   Kata Kunci : Anak Usia Dini, Pendidikan Islam
Pengintegrasian Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah santi, Susan
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2017): Juni
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.44 KB)

Abstract

Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, untuk meraih derajat manusia seutuhnya sangatlah tidak mungkin tanpa melalui proses pendidikan. Pendidikan harus dapat menghasilkan insan-insan yang memiliki karakter mulia, di samping memiliki kemampuan akademik dan keterampilan yang memadai. Salah satu cara untuk mewujudkan manusia yang berkarakter adalah dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap pembelajaran. Nilai-nilai karakter utama yang harus terwujud dalam sikap dan perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses pendidikan karakter adalah jujur (olah hati), cerdas (olah pikir), tangguh (olah raga), dan peduli (olah rasa dan karsa). Dalam tataran teori, pendidikan karakter sangat menjanjikan bagi menjawab persoalan pendidikan di Indonesia. Namun dalam tataran praktik, seringkali terjadi bias dalam penerapannya. Tetapi sebagai sebuah upaya, pendidikan karakter haruslah sebuah program yang terukur pencapaiannya. Membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat.Hal tersebut memerlukan upaya terus menerus dan refleksi mendalam untuk membuat rentetan Moral Choice (keputusan moral) yang harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, sehingga menjadi hal yang praktis dan reflektif.Diperlukan sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi custom (kebiasaan) dan membentuk watak atau tabiat seseorang.Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan pemuatan nilai-nilai karakter dalam semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Pola Asuh Orang Tua dan Guru dalam Perkembangan Moral pada Anak Usia Dini santi, Susan
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2017): Desember
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.458 KB)

Abstract

Perkembangan anak akan efektif, jika pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua dan guru dapat dilakukan bersama-sama. Sehingga apa yang diharapkan oleh orang tua dan guru dapat terlaksana dengan baik, terutama pengasuhan dalam perkembangan moral pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Adapun teknik dalam pengumpulan data, yaitu: 1). Metode observasi,   2). Metode wawancara, dan 3) Metode dokumentasi. Berdasarkan pembahasan yang dipaparkan, maka hasil penelitian dapat diketahui bahwa: 1). Pola asuh orang tua di rumah dalam perkembangan moral anak cenderung kepada pola asuh demokratis. Namun, selain pola asuh demokratis, ada juga yang menggunakan pola asuh otoriter dan pola asuh permisif.Di samping itu, terlihat jelas bahwa bentuk pola asuh demokratislah yang paling dominan diterapkan oleh orang tua di rumah. Sedangkan pola asuh guru di sekolah, yaitu guru menggunakan beberapa pendekatan pembelajaran dan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas yang di sesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan anak. Kerjasama orang tua dan guru sangat diperlukan dalam pengasuhan anak, terutama dalam perkembangan moral anak baik di rumah maupun di sekolah.Hal itu dilakukan, agar terjadi kesinambungan antara pola asuh guru di sekolah dan orang tua di rumah.Adapun bentuk kerjasama yang dilakukan yaitu, dengan membentuk HKO (Hari Konsultasi Orang Tua), KPO (Kelompok Pertemuan Orang Tua), dan kunjungan rumah.
Reformasi Pendidikan di Indonesia Haris, Abdul Haris
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2018): Desember
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.128 KB)

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk menguraikan permasalahan umum yang sering muncul dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang sedianya menjadi jembatan untuk mewujudkan manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari berbagai macam persoalan, mulai dari permasalahan sarana dan prasarana, kesenjangan antara apa yang dipelajari dan diajarkan di sekolah dengan permasalahan hidup yang terjadi di sekitar, tidak relevannya output dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, terbatasnya kesempatan untuk mengenyam pendidikan di skolah sampai dengan mirisnya nasib guru sebagai agen perubahan dalam lembaga pendidikan selalu menjadi penghias media massa baik cetak maupun elektronik. Untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan tersebut tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, dibutuhkan kesadaran dan kerjasama berbagai pihak agar permasalahan-permasalahan umum tersebut dapat dikikis perlahan-lahan, dengan harapan tujuan pendidikan yang diamanatkan oleh para founding fathers bangsa Indonesia dapat diwujudkan. Tulisan ini dengan segala keterbatasannya berusaha menguraikan berbagai macam persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia sekaligus menawarkan langkah pemecahannya.

Page 1 of 3 | Total Record : 29