cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. labuhanbatu utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Articles 30 Documents
OPTIMALISASI KECERDASAN SPIRITUAL ANAK Lubis, Rahmat Rifai
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Jurnal Al-Fatih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Everyone has the provision of spiritual intelligence that he brought from birth. In Islam the provision is called Fitrah. Fitrah will grow in accordance with the intake he received, if the received is a positive energy then he grows coloring one's positive side of life, and vice versa. Abdullāh Nāsih 'Ulwān offers some alternatives for the optimization of the spiritual intelligence of the child, including binding the child with worship, binding the child with the Qur'an, binding the child with the house of worship, binding the child to the practice of sunnat, binding the child with the nature of muraqabah to Allah Swt. The existence of spiritual intelligence is at the same pentignya with intellectual intelligence, even its presence to harmonize and optimize the work of intlektual and emotional. Keyword: Optimalisasi, Kecerdasan, Spritual
KEPRIBADIAN SEORANG PENDIDIK MUSLIM Manik, Wagiman
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Jurnal Al-Fatih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepribadian muslim merupakan tujuan akhir dari setiap usaha pendidikan Islam. Kepribadian yang diharapkan Islam adalah kepribadian yang sesuai dengan norma-norma Islam yang telah tercantum di dalam alquran dan sunnah. Kepribadian tidak terjadi dengan sekaligus, akan tetapi melalui proses kehidupan yang panjang. Maka dalam hal ini pendidikan mempunyai peran yang besar dalam pembentukan kepribadian muslim.Kepribadian muslim diartikan sebagai identitas yang dimiliki oleh seseorang sebagai ciri khas dari keseluruhan tingkah laku sebagai muslim baik yang ditampilkan sebagai tingkah laku lahiriah maupun sikap batiniahnya.Pendidik adalah orang yang dapat dijadikan panutan dan contoh oleh orang yang didiknya, sehingga ia harus mampu menjaga sikap dan Tingkah Lakunya agar ia tidak terjatuh kepada sikap atau perbuatan yang merendahkan atau menghilangkan kemuliaannya, dengan demikian seorang pendidik harus memiliki kepribadian yang membedakan dirinya dengan orang lain. Kata Kunci: Kepribadian, Pendidik, Muslim
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS V MIN MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016 Junaida, J
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Jurnal Al-Fatih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar kemampuan berbicara Bahasa Indonesia yang diperoleh siswa. Ini disebabkan model dan strategi dan media dalam pembelajaran kurang dilaksanakan dengan baik dan siswa kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengetahui: (a) hasil belajar siswa kelas IV MI pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (b) penggunaan media Gambar Berseri pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V. Di dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui: (a) tes lisan, (b) wawancara, (c) observasi, dan (d) catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Dan perlu diketahui juga bahwa disetiap siklus terdiri dari tahapan-tahapan, yaitu: (a) tahapan perencanaan (planning), (b) tahapan tindakan (action), (c) tahapan pengamatan (observation), dan (d) tahapan refleksi (reflection). Hasil yang didapatkan dari tahap tindakan dan observasi dikumpulkan dan dianalisa, sehingga diperoleh suatu keseimpulan dari tindakan yang telah dilaksanakan.Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah siswa MI kelas V sebanyak 32 siswa. Tindakan pada siklus I yang berhasil sebanyak 21 siswa (65,63%) sedangkan siswa yang belum berhasil sebanyak 11 siswa (34,37%), dan skor rata-rata 62,03. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kemampuan berbicara siswa pada tindakan siklus I ini dalam memahami materi berdasarkan tingkat keberhasilan masih tergolong rendah atau belum tuntas. Pada tindakan siklus II yang telah berhasil dalam belajar sebanyak 28 siswa (87,5%), yang belum tuntas sebanyak 4 siswa (12,5%) dengan skor rata-rata 83,96. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kemampuan berbicara siswa dalam memahami materi cerita rakyat serta penggunaannya sudah berhasil atau tuntas. Berdasarkan data di atas peneliti menyimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Kata kunci : Penggunaan media Gambar Berseri dan kemampuan berbicara
PENDIDIKAN SAINS DALAM ISLAM MS, Amiruddin
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Jurnal Al-Fatih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam adalah agama paripurna yang berlaku di setiap tempat dan zaman. Sebagai agama wahyu, kemuliaan Islam ditandai dari wahyu pertama memerintahkan umat manusia untuk membaca. Secara filosofi membaca menjadikan Islam sebagai yang menginspirasi kepada upaya menuntut ilmu pengetahuan karena dngan membaca manusia akan mampu memperoleh ilmu dan mengembangkannya. Karena itu, pendidikan sains menjadi bagian integral dari pendidikan Islam yang berusaha mengembangkan fitrah manusia untuk menjadi pribadi yang sholeh dengan menampilkan karakteristik ilmu, iman dan amal secara integral. Tulisan ini berusaha menjelaskan bagaimana pendidikan sains dalam Islam.            Kata Kunci: Pendidikan, Sains dan Islam
ANALISIS MANUSIA YANG AKAN DICAPAI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Mulia, Harpan Reski
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Jurnal Al-Fatih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan menjadi unsur penting dalam pendidikan, karena tanpa suatu tujuan, pendidikan tidak dianggap sebagai suatu aktivitas.Kemudiankarena pendidikan Islam hanya terkhusus untuk manusia, maka manusia juga harus dikaji dalam pandangan Islam sehingga tujuan pendidikan Islam dapat dirumuskan berdasarkan kebutuhan manusia untuk mencapai tugasnya sesuai dengan pandangan Islam. Dua konsep manusia dalam pandangan Islam terkait dengan tujuan manusia yakni, manusia sebagai hamba yang wajib untuk selalu beribadah kepada Allah dan manusia sebagai pengelola bumi yang disebut khalifah Allah, adapun pendidikan Islam mempunyai dua macam tujuan yaitu tujuan akhir mendapatkan kebahagiaan di akhirat dan tujuan awal berupa kebahagiaan dunia sebagai jembatan mencapai kebahagiaan di akhirat juga. Dengan demikian dilihat bahwa manusia dalam Islam dan tujuan pendidikan Islam sehingga dasar tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai insan yang sempurna (insan kamil). Kata kunci: manusia, tujuan pendidikan Islam
METODE AL BAGHDADIYAH:METODE PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DALAM MENANAMKAN SIKAP RELIGIUS SISWA DAN MININGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Muhammedi, M
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Jurnal Al-Fatih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode al-baghdadiyah adalah metode pembelajaran Al-Qur’an dengan cara di eja per hurufnya. Kaedah ini juga dikenal dengan kaedah sebutan “eja” atau latih tubi, tidak diketahui pasti siapa pengasasnya. Kaedah ini merupakan kaedah yang paling lama dan meluas digunakan di seluruh dunia. Metode ini dipercayai berasal dari Baghdad, ibu Negara Iraq dan diperkenalkan di Indonesia seiring dengan kedatangan saudagar dari Arab dan India yang singgah di Kepulauan Indonesia. Sedangkan siswa yang memiliki sikap religius tinggi akan memperoleh hasil belajar yang lebih baik dengan menggunakan metode al-baghdadiyahyah, sebab metode al-baghdadiyahyah merupakan media yang paling sering digunakan dan merupakan media yang mudah dijumpai di semua kalangan. Metode al-baghdadiyahyah ini bertujuan untuk melibatkan peserta didik aktif sejak dimulainya pembelajaran, yakni untuk meyakinkan dan memastikan bahwa siswa mampu menguasai materi pelajaran sehingga diharapkan siswa tidak hanya mampu dalam aspek kognitif saja, tetapi juga dalam aspek lainnya. Jelaslah bahwa metode al-baghdadiyahyah dan sikap religius berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa. Metode al-baghdadiyahyah dan sikap religius berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa   Kata kunci: metode, al-baghdadiyah,  sikap, religius, hasil, belajar, PAI
KEBIJAKAN PEMERINTAH ORDE BARU TERHADAP MAJELIS TA’LIM Dahlan, Zaini
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Jurnal Al-Fatih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini ingin mengemukakan bahwa politik dan pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Meskipun aspek pendidikan yang tersentuh oleh kepentingan politik adalah pendidikan non formal, dalam hal ini adalah Majelis Ta’lim. Upaya-upaya Pemerintah Orde Baru dalam mengatur pelaksanaan kegiatan Majelis Ta’lim agar tidak digunakan sebagai sarana politik praktis antara lain dengan mengeluarkan Keputusan Menteri Agama RI. Nomor 44 Tahun 1978 tentang Pelaksanaan Dakwah Keagamaan dan Kuliah Shubuh di Radio, dan Instruksi Menteri Agama RI. Nomor 5 tahun 1981 tentang Bimbingan Pelaksanaan Dakwah/Khutbah/Ceramah Agama. Hal ini merupakan upaya Pemerintah dalam meredam kepentingan-kepentingan politik Islam dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan kepentingan umat Islam. Upaya pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakannya tersebut dilakukan melalui 1) pendekatan-pendekatan kepada tokoh-tokoh umat Islam, 2) membentuk organisasi-organisasi yang menampung aspirasi umat Islam seperti, ICMI, DKMI, KODI dan lain sebagainya, 3) merespon aspirasi umat Islam dengan menghapus kebijakan-kebijakan yang dinilai mencederai kepentingan umat Islam, seperti pelarangan jilbab di sekolah-sekolah, penghapusan SDSB, dan lain-lain, 4) memenuhi aspirasi kepentingan umat Islam seperti membangun masjid-masjid di pelosok-pelosok daerah, pembentukan Bank Muamalat, pengiriman da’i-da’i ke daerah transmigran, dan lain-lain. Reaksi umat Islam dalam menanggapi kebijakan Pemerintah tersebut antara lain, dengan melakukan restrospeksi dalam penyampaian dakwah mereka, sehingga tidak menimbulkan kerawanan di tengah-tengah masyarakat. Meskipun hal ini sempat menimbulkan reaksi keras dari umat Islam, bahkan sempat menimbulkan ketegangan antara Pemerintah dan umat Islam, terutama para politisi muslim. Kata Kunci: Orde Baru, Majelis Ta’lim, Politik, Pendidikan
LEARNING MOTIVATION OF RELIGIOUS PROGRAM IN SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS VIEWED FROM GENDER ANDIMPLICATION IN GUIDANCE AND COUNSELING Chandra, Yasrial; Wae, Rahmawati
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Jurnal Al-Fatih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning motivation can be defined as internal and external encouragement in the students to make a change over their behavior. Someone’s learning motivation is affected by various factors which might come either from themselves or from outside. One of the factors are gender. The purpose of this research was to reveal of religious program insenior high school students learning motivation viewed from gender and its implication in guidance and counseling. This research method was ex post facto. The population of this research was the students of religious program in senior high school that consist of 108 people. All of the population was taken as the sample. The instrument of the research was Likert scale model. The data obtained in this research was analyzed by using analysis of variant (ANOVA).The results of data analysis indicated thatlearning motivation of the male and female students were in high category in which the average scores of female students was higher than the male students. Keywords: Learning Motivation, Gende
BIMBINGAN KONSELING; SEBAGAI UPAYA DAN BAGIAN PENDIDIKAN Syarqawi, Ahmad
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Jurnal Al-Fatih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan Bimbingan konseling merupakan dua kegiatan yang sering dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. Akhir-akhir ini banyak para masyarakat umum yang senantiasa memandang berbeda antara pendidikan dengan Bimbingan dan Konseling. Disamping itu, ungkapan, pandangan miring tentang Bimbingan dan Konseling semakin menyebar sehingga keberadaannya pada beberapa daerah di Indonesia dianggap tidak berarti sama sekali. Oleh karena itu rangkaian tulisan ini akan mengkaji letak titik singgung diantara keduanya dan bentuk kerjasamanya sehingga kesadaran keinginan dan pengakuan terhadap kegiatan Bimbingan dan Konseling sebagai salah satu upaya pendidikan dapat dirasakan oleh masyarakat. Kata Kunci: Bimbingan, Konseling dan Pendidikan
MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU GURU DI MTS SWASTA RAUDLATUL ULUUM AEK NABARA Siregar, Jailani Syahputra
Jurnal Al-Fatih Vol 1 No 1 (2018): Vol.1 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Jurnal Al-Fatih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kepala madrasah (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan) dalam meningkatkan mutu guru di MTs Swasta Raudlatul Uluum Aek Nabara.Secara metodologis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif interaktif dengan berupaya mencari, menganalisis dan membuat interpretasi data yang ditemui melalui studi dokumen, wawancara dan pengamatan. Data yang telah dikumpulkan diperiksa keabsahannya melalui standar keabsahan data berupa keterpercayaan.Teknik analisa data adalah mereduksi, menyajikan dan membuat kesimpulan hasil penelitian.Temuan penelitian ini ada empat, yaitu:Perencanaan yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu guru di MTs Swasta Raudlatul Uluum Aek Nabara adalah melalui musyawarah/rapat. Pengorganisasian yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu guru di MTs Swasta Raudlatul Uluum Aek Nabaradengan cara mengembangkan dan mendelegasikan tugas secara profesional dan proporsional. Pelaksanaan yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu guru di MTs Swasta Raudlatul Uluum Aek Nabaradengan cara memberikan bimbingan, arahan, nasehat, dan motivasi. Dalam hal ini, kepala madrasah selalu memberikan bimbingan yang baik kepada seluruh guru dan warga madrasah, memberikan arahan yang positif, memberikan nasehat bersifat membangun, dan memotivasi segala warga madrasah yang terkait kususnya para guru dalam menjalankan tugasnya selalu berada pada kebaikan.Pengawasan yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu guru di MTs Swasta Raudlatul Uluum Aek Nabara dengan cara pengawasan, supervisi dan evaluasi tehadap perencanaan yang telah dilaksanakan. Kata Kunci: Manajemen; Kepala Madrasah; Mutu Guru

Page 1 of 3 | Total Record : 30