cover
Contact Name
A. Wahyurudhanto
Contact Email
wrudhanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkepolisian@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kepolisian
ISSN : 26205025     EISSN : 26218410     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
The Police Science Journal is an academic journal for police science studies, published by the Indonesian Police Sccience College - PTIK. The Police Science Journal contains several studies and reviews of scientific disiciplines related to Police Science, namely Law, Social Sciences, Sociology, Administrative Sciences, Criminology. In addition, the Police Science Journal also includes a lot of research and reviews on police science in a broader sense.
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Pilkada, Pelayanan Publik dan Tugas Polisi Meliala, Adrianus
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 12 NO 1 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.104 KB)

Abstract

Abstract: General Election of Regional Head (Pilkada), is basically a public service. This is by reason of, first, the goal is for the public’s own interest in order to elect a leader. Second, the accessory is public in the sense that a number of citizens have equal rights and need to be treated equally. However, in contrast to basic public services, Pilkada is a secondary or tertiary public service, since the need to organize new elections is felt urgently after basic services are met. Therefore, Pilkada needs to be preserved its existence and its relevance as a public facility provided by the state in order to meet democratic leader seeking demands. Abstrak: Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), pada dasarnya adalah pelayanan publik. Hal ini dengan alasan, pertama, tujuannya adalah untuk kepentingan publik sendiri dalam rangka memilih pemimpin. Kedua, pengaksesnya adalah publik dalam artian sejumlah warganegara yang memiliki hak sama dan perlu bahkan harus diperlakukan secara sama pula. Namun demikian, berbeda dengan pelayanan publik dasar, pilkada merupakan pelayanan publik sekunder atau bahkan tertier, karena kebutuhan menyelenggarakan pilkada baru dirasakan urgen setelah berbagai layanan dasar terpenuhi. Oleh karena itu, pilkada perlu dijaga eksistensi dan relevansinya sebagai suatu fasilitas publik yang disediakan negara guna memenuhi kebutuhan mencari pemimpin secara demokratis.
Revitalisasi Satuan Kepolisian Pengemban Fungsi Kepolisian Antagonis Meliala, Adrianus
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 11 No 2 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.096 KB)

Abstract

Revitalisasi Satuan Kepolisian Pengemban Fungsi Kepolisian Antagonis
Peran dan Posisi Polri Merawat Kebhinnekaan dalam Arus Modernisme, Pluralisme, dan Postmodernisme Umar, Bambang Widodo
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 11 No 1 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.163 KB)

Abstract

Sesuai dengan esensinya, polisi dibentuk untuk membangun kehidupan masyarakat yang aman, tertib, harmoni dan sejahtera melalui penegakan hukum dan mengelola kamtibmas. Dalam konteks pembangunan, peran dan posisi Polri diharapkan dapat ikut merawat Kebhinnekaan yang saat ini tidak lepas dari arus modern, pluralisme dan postmodern. Untuk itu garus dipahami bahwa implementasi Tri Brata yang tidak sekedar disebabkan masalah teknis. Hal itu disebabkan, sistem sentralisasi kepolisian Indonesia yang dibangun atas dasar logika masyarakat Barat Oksidental (Eropa Kontinental), dasar filosofi dan epistemotologinya jati diri kepolisian Indonesia Tri Brata belum dirumuskan secara formal dalam undang-undang kepolisian, dan perlu pula disadari bahwa sistem masyarakat Barat yang masih mewarnai sistem kelembagaan lainnya (sosial, politik, ekonomi). Kesimpulannya, pedoman kerja Tri Brata dalam masyarakat komunal memiliki hubungan sangat erat dengan budaya organisasi Polri, sehingga perlu membentuk perilaku khas kepolisian Indonesia dalam suatu kehidupan Kebhinnekaan yang sesuai dengan masyarakatnya. Kembali ke khittah polisi Tri Brata berarti seluruh “fungsi” kepolisian perlu dibenahi ulang, karena selama ini pemahaman aparat terhadap pedoman kerja Tri Brata tercemar oleh perubahan sosial budaya, politik, dan ekonomi yang terus berkembang.
Pemantapan Strategi Implementasi Teknologi Informasi dalam Pendidikan Kepolisian Golose, Petrus Reinhard
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 12 NO 2 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.866 KB)

Abstract

Abstract: Implementation of information technology has an important influence in police education. At this time, Generation Z is a generation that has begun to fill the human resource and will be a leader in the police in the future. So the generation of Z is required to be a reliable generation to face global challenges in carrying out its duties to protect, protect and serve the community. Information technology is very important in the world of education considering the students today is a generation Z is absolutely depending to the internet. Now on police education institution has to improve the educational pattern in order to help Z generation in their study. Thus, the police student would well prepared to overcome the globalization challenge in the near future. Keywords: Information Technology; Globalization; Generation Z; Education; Police Abstrak: Implementasi teknologi informasi memiliki pengaruh penting dalam dunia pendidikan kepolisian. Pada masa ini, Generasi Z merupakan generasi yang sudah mulai mengisi sumber daya manusia dan akan menjadi pemimpin di kepolisian pada masa mendatang. Sehingga generasi Z dituntut menjadi generasi yang bisa diandalkan untuk menghadapi tantangan global dalam melaksanakan tugasnya melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Teknologi informasi sangat penting dalam dunia pendidikan mengingat para peserta didik saat ini merupakan generasi Z yang sangat dekat dengan penggunaan internet. Diperlukan strategi pendidikan untuk mendukung kebutuhan belajar generasi Z, sehingga mampu menghadapi tantangan globalisasi di masa mendatang. Kata kunci: Teknologi Informasi; Globalisasi; Generasi Z; Pendidikan; Kepolisian
Penyidikan Tindak Pidana Illegal Logging pada Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Timur Yumasri, Rico
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 11, No 3 (2017): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 11 No 3 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.389 KB)

Abstract

Abstract This paper wants to give an idea about the condition of illegal logging crime in East Kutai Regency. Focus on writing about the stage of investigation carried out and analyze the factors that influence law enforcement by East Kutai Police. The research findings show that the pattern of illegal logging in East Kutai Regency is more on the deviation of social innovation according to Anomie’s theory, the investigation is in accordance with the legal procedure but quite weak in the planning and supervision stage, and the factors influencing according to the theory of Soekanto’s law enforcement factors. Therefore, it is necessary to create employment for the society equally in East Kutai Regency, socialization of all parties about forestry criminal law, East Kutai Polres should increase the quantity and quality of investigator, carry out the supervision function maximally, and utilize the activeness of society who care about environment. Keywords: illegal logging, investigation, law enforcement, environment
Peran Media dalam Penyebaran Intoleransi Agama Sulastiana, Sulastiana
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 11 No 2 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.593 KB)

Abstract

Peran Media dalam penyebaran Intoleransi Agama. Akhir-akhir ini, Indonesia diramaikan oleh berita seputar intoleransi agama meliputi kekerasan dan diskriminasi agama. Hal ini tentulah tak lepas dari peran media yang selalu menginformasikan hal ini setiap waktu. Namun tanpa disadari dengan gencarnya media memberitakan berita intoleransi agama semakin menyebarluaskan intoleransi agama itu sendiri. Penelitian ini mencoba menelaah bagaimana peranan media terhadap penyebaran intoleransi agama serta apa peranan pemerintah dan masyarakat dalam mengkontrol media dalam menyampaikan isu intoleransi agama. Hasilnya menunjukkan bahwa media yang saat ini merupakan korporasi ekonomi liberal memegang peranan penting di dalam penyebaran intoleransi agama. Oleh karenanya perlu peranan pemerintah dalam mengkontrol penerapan Undang-undang pers dan etika jurnalistik dengan tegas. Selain itu peanan masyarakat juga penting yakni dengan tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan media yang tidah seimbang dan terkesan memihak pada satu golongan tertentu.
Polri dan UU Anti Teror Baru Muradi, Muradi
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 11 No 2 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.775 KB)

Abstract

The trends that evolved in the prevention and counter terrorism in the last twenty years in the world and including Indonesia positioned the State must be observant in responding to the threat of terrorism. This is an integral part of the growing dynamics of terrorism threats. Choosing whether the threat of terrorism is considered a threat to the sovereignty of the State or the threat of extraordinary crime must be responded in a more specific form, including adjustments to the use of existing laws. The existence of the new Anti- Terror Law makes the Police a main component in the prevention and counter terrorism must also make adjustments in order to remain effective in carrying out its roles and functions. However, this paper argues that the prevention and counter of terrorism by the police can be done by integrating the readiness of human resources as well as changes in the pattern of handling more integrated. Therefore, this paper will also analyze the extent to which the model of prevention and combating terrorism by the Police can be effective in positioning the institution with the new Anti-Terror Law, with a more balanced scheme of role and function between prevention and combating in terrorism.
Penggunaan Senjata Api Menghadapi Tindak Kriminal: Tiga Variasi Pertimbangan dan Keputusan Memilih Runturambi, A. Josias Simon
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 11 No 1 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.832 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian deskriptif tentang pertimbangan dan keputusan menggunakan senjata api yang diambil oleh petugas kepolisian menghadapi tindak kriminal. Studi ini dilakukan dengan mengambil beberapa informan dari petugas kepolisian Indonesia. Hasil riset menunjukkan penggunaan senjata api di lapangan sangat variatif, bergantung 3 aspek utama yaitu situasi saat penangkapan, karakter pelaku kejahatan dan aturan formal yang berlaku. Selain itu karateritik sosial budaya wilayah terjadinya tindak kriminal menjadi faktor pemicu penggunaan senjata api.
Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik SPN (Sekolah Polisi Nasional) guna Menghadapi Tantangan Keamanan Global Anam, Chairul
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 12 NO 2 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.679 KB)

Abstract

Abstract: SPN as part of Polri educational institution aims to form Police personnel who must be able to adjust to the changing times. The success of SPN education is determined one of them with the presence of qualified and reliable educators. Of course, the elements of financial rewards, the guarantee of opportunities to learn and develop themselves into several important elements for educators. The demands of existing SPN graduates are expected to be a lifetime learner ready to use. In addition, the graduates are expected to contribute positively to the community. One of the important criteria of SPN educators is professionalism with three basic competencies, namely personality, academic and performance competencies. The quality improvement strategy is done by pressing the weaknesses of the three basic competencies. Thus, it is expected that the graduates of Bintara Polri have the capability needed to answer the challenge of the progress of time. Keywords: Police Educator, Professionalism, SPN Abstrak : SPN sebagai bagian dari institusi pendidikan Polri bertujuan membentuk personil Polri yang harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Keberhasilan pendidikan SPN sangat ditentukan salah satunya dengan keberadaan tenaga pendidik yang berkualitas dan handal. Tentu saja unsur imbalan finansial, jaminan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri menjadi beberapa unsur penting bagi pendidik. Tuntutan yang ada lulusan SPN diharapkan mampu menjadi lifetime learner yang siap pakai. Di samping itu para lulusan diharap berkontribusi positif bagi masyarakat. Salah satu kriteria penting tenaga pendidik SPN adalah profesionalisme dengan tiga kompetensi dasar, yaitu kompetensi kepribadian, akademik serta kinerja. Strategi peningkatan mutu dilakukan dengan upaya menekan kelemahan ketiga kompetensi dasar tersebut. Dengan demikian diharapkan luaran lulusan Bintara Polri memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan kemajuan zaman. Kata Kunci : Tenaga Pendidik Polri, Profesionalisme, SPN
Program Promoter Kapolri dalam rangka Mewujudkan Profesionalisme Polri Dwi Susanto, Aris Cai
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 12 NO 1 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Promoter Programe were accured for increasingly Polri’s professionalism, modern and trusted. These are described in eleven items programe. Otherwise, on practicaly there are still many reports and complaines bear on police performance. Using the concept ‘pursuit to professionalism’, the police are hoped to be have ability as a professional institution. Key words: Pursuit Professionalism, Promoter, Professionalism of Polri Abstraksi : Program Promoter kapolri telah dicanangkan untuk meningkatkan profesionalisme Polri. Profesional, modern dan terpercaya dijabarkan dalam sebelas program. Namun pada prakteknya masih banyak laporan dan pengaduan dari masyarakat terkait kinerja Polri. Dengan menggunakan konsep pursuit to professionalism, polri diharapkan mampu untuk menjadikan dirinya lembaga yang profesional. Kata Kunci : Pursuit to professionalism, Promoter , Profesionalisme Polri.