cover
Contact Name
Aulia Novemy Dhita
Contact Email
aulianovemydhita@unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aulianovemydhita@unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 19788673     EISSN : 26569620     DOI : -
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, (P-ISSN: 1978-8673 dan E-ISSN: 2656-9620) merupakan jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Sriwijaya yang mempublikasikan hasil penelitian Pendidikan Sejarah, Kajian Ilmu Sejarah dan Ilmu Sosial Budaya dalam Pendidikan Sejarah. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Menyandingkan Ajaran Islam dan Komunisme: Pemikiran Haji Misbach (1912-1926) K, Kuswono; Saputra, Ketut Adi; Agustono, Ragil
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v8i2.8977

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemikiran Haji Misbach mengenai Islam dan Komunis tahun 1912-1926. Metode Penelitian menggunakan penelitian historis dengan menganalisis sumber-sumber yang berkaitan dengan pemikiran Misbach.Misbach yang menyandingkan antara Komunisme dengan ajaran Islam berdampak pada munculnya gerakan anti kapitalisme, berbagai dukungan yang meluas untuk melawan kapitalisme, dan kemandirian rakyat bumiputra. Haji Misbach membuat hal baru dengan memunculkan suatu propaganda melalui media masa yang bersifat Komunisme Islam. Islam dengan Komunisme memiliki beberapa kesamaan salah satunya adalah bahwa keduanya sangat menentang penindasan dan keduanya juga memperjuangkan kebebasan. Atas dasar itulah Haji misbach memiliki spirit perjuangan untuk kebebasan hak-hak asasi kaum buruh berlandaskan Islam dan dengan alat Komunisme untuk melawan kapitalisme Belanda.
Perspektif Budaya Bisnis Dan Etos Kerja Masyarakat Jepang Dan Tiongkok Harun, Yessy; Biduri, Febi Nur
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v8i2.9244

Abstract

Budaya kerja dan etos kerja di negara-negara Asia Timur tentu berbeda dengan negara-negara lain di dunia, di mana tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1. Pengaruh Ojigi dalam keberhasilan bisnis Jepang di Jepang.2. Mengetahui perspektif budaya dan etos kerja komunitas Cina. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif metode penelitian kepustakaan dan metode kuesioner yang diambil dari beberapa pengusaha dari Jepang dan Cina yang berada di Indonesia.Kata kunci: Ojigi, pengaruh, Jepang, Cina, Sasaran
Dari Konfrontasi Ke Perdamaian (Hubungan Indonesia – Malaysia 1963-1966) Irshanto, Andre Bagus
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v8i2.9243

Abstract

Indonesia  dan Malaysia   adalah dua  negara   serumpun  yang saling  bertetangga   yang   mengalami   pasang surut    yang  pada  awalnya  mengalami  hubungan  yang  baik   terutama ketika  Malaysia  merdeka  dari Inggris  pada  tanggal  31 Agustus 1957  disambut baik  oleh  Indonesia .Pada  tanggal  17 April 1959, Indonesia  dan Malaysia menandatangani perjanjian  persahabatan ..  Hubungan kedua  negara   tersebut mulai   terganggu  terutama   terjadi  perbedaan  ideologi  politik  yang dijalaninya . Hubungan  semakin   tegang  terutama  ketika   Tunku   Abdul  Rahman   berusaha  membentuk  federasi  Malaysia  yang terdiri  dari  Malaya, Singapura ,dan  Sarawak  yang   yang  dideklarasikan  pada tanggal 16 September 1963  sejak  saat  itu  dimulai  konfrontasi    yang  ditandai    dengan  penarikan  dutabesar  pemerintah  Malaysia pada  tanggal 30 Januari 1963,  dan dalam perkembangan  selanjutnya   berupa    genjatan  senjata  yang dimulai  pada 11 Februari 1963 dan pada  3  Mei  1964  presiden   Soekarno   mengumunkan  perintah   ? Dwikora ? atau Dwi  Komando  Rakyat?? .. Konfrontasi  ini  cepat  berakhir   diakibatkan  karena  perubahan   peta  politik   Indonesia   terutama   setelah   keluarnya   Singapura   dari   federasi  Malaya  dan    perubahan  politik  di Indonesia yaitu  terutama  setelah  peristiwa G 30  S , dan juga  pertemuan-pertemuan  kedua  negara   untuk menyelsaikan   konfrontasi  ini.Kata  Kunci  :  Indonesia, Malaysia, Konfrontasi , Dwikora, Soekarno, Tunku Abdurahman
Pemerintahan Nagori Rabuhit 1968-2017 Hutauruk, Ahmad Fakhri; Ginting, Andres M
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v8i2.9246

Abstract

Nagori Rabuhit yang berada di Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun yang dahulunya dihuni oleh etnik Simalungun menjelma menjadi pemukiman etnik Jawa. Hal ini disebabkan beberapa faktor yang membuat penduduk ?asli? keluar dari daerah tersebut. Nagori Rabuhit telah memiliki pemerintahan jauh sebelum era 60-an yang diyakini telah memiliki sistem pemerintahan sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu perlu diteliti lebih dalam bagaimana berdirinya pemerintahan Nagori Rabuhit tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) observasi, (2) wawancara, (3) studi dokumen dan (4) studi pustaka. Sedangkan teknik analasis data peneliti melakukan: (1) heuristik, (2) verifikasi, (3) interprestasai dan (4) historigrafi. Adapun hasil penelitian yang diperoleh bahwa jauh sebelum tahun 1960-an pemerintahan Nagori Rabuhit sudah berdiri, namun menjadi kendala untuk menentukan sejak tahun berapa pastinya berdiri pemerintahan tersebut. Hal ini dikarenakan tidak ditemukannya bukti tertulis mengenai kapan berdiri dan siapa pendiri nagori tersebut. Hasil wawancara juga tidak menunjukkan hasil yang signifikan karena para narasumber juga tidak pernah melihat bukti tertulis sejak kapan berdirinya Nagori Rabuhit tersebut. Seiring perkembangan zaman, Nagori Rabuhit menjadi desa mandiri dan maju baik dari aspek ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan. Hal ini didorong juga dengan adanya trasnmigran dari Jawa yang membuat Nagori Rabuhit kaya akan nilai-nilai kultural akibat proses akulturasi di Nagori tersebut.Kata Kunci: Pemerintahan, Nagori Rabuhit
Kuliah Lapangan Sejarah sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Mahasiswa STKIP PGRI Lubuklinggau Susilo, Agus; Wulansari, Ratna
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v8i2.9369

Abstract

Pendidikan Sejarah adalah bagian dari pembelajaran menelaah masa lampau yang dikaji berdasarkan masa saat ini. Perguruan Tinggi memiliki program dalam pengembangan Pendidikan Sejarah pada mahasiswanya. Program Kuliah Lapangan Sejarah pada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Lubuklinggau adalah sebuah program yang bersinergi dengan mata kuliah wajib mahasiswanya. Kuliah Lapangan Sejarah adalah bagian dari penguatan pendidikan karakter. Pendidikan karakter menjadi kajian dalam kurikulum 2013 yang mengedepankan sikap dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Mahasiswa yang mengunjungi situs-situs Sejarah diharapkan memperoleh pengetahuan dan wawasan langsung dari obyek yang dikunjunginya, serta mampu menyerap ilmu yang didapat dari studi lapangan tersebut. Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam peninggalan sejarah menjadi bahan renungan dan tindakan untuk terus mengembangkan dan memelihara peninggalan bersejarah yang bernilai tinggi. Hasil dari kunjungan Kuliah Lapangan Sejarah oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Lubuklinggau diharapkan pembelajaran sejarah di lapangan dapat membangkitkan semangat mahasiswa dalam belajar untuk lebih mengetahui sejarah yang lebih luas. Selain itu, mampu penyerapan pengetahuan terhadap peninggalan bersejarah membentuk karakter mahasiswa yang baik, yang berinovatif, pekerja keras, dan berwawasan global. Kata Kunci: Kuliah Lapangan Sejarah, Pendidikan Karakter
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Sejarah Masa Pendudukan Jepang di Indonesia Berbasis Karakter Untuk Kelas XI SMA Negeri 1 Pasirsakti Hartati, Umi; Refa'i, Rizki Ahmad
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v8i2.8972

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis proses pembelajaran sejarah kelas XI; (2) menentukan desain LKPD sejarah berbasis nilai karakter pada materi sejarah Masa Pendudukan Jepang di Indonesia; (3) menganalisis kelayakan LKPD sejarah berbasis nilai karakter pada materi sejarah masa pendudukan Jepang di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan  research and development (R&D). Jenis penelitian adalah model pengembangan yang diadaptasi dari riset Sugiyono Level  1, (menghasilkan rancangan tetapi tidak menguji coba). Tahapan penelitian dimulai dari analisis kebutuhan dengan mengumpulkan informasi melalui observasi, wawancara. Dilanjutkan mendesain produk. Setelah menghasilkan draf produk dilakukan validasi oleh tim ahli yakni ahli desain, ahli materi, guru sejarah dan tanggapan siswa kelas XI sebagai pengguna, kemudian dilanjutkan dengan revisi produk, revisi tersebut layak untuk di uji coba. Hasil penelitian yaitu (1) perangkat pembelajaran sejarah disusun berdasarkan kurikulum 2013 revisi, dan sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran yaitu buku paket sejarah Indonesia, internet dan belum adanya pengembangan LKPD berbasis karakter; (2) LKPD  didesain dengan berbasis karakter, (3) hasil kelayakan pengembangan  LKPD berbasis nilai karakter divalidasi oleh ahli desain tahap 1 sebesar 78.71%, tahap 2 sebesar 90% (meningkat 14%). Hasil validasi oleh ahli materi tahap 1 sebesar 85.71%, tahap 2 sebesar 100% (meningkat 14.29%). dan respons siswa sebesar 95%. Hasil validasi dikategorikan ?Sangat Layak?. Berdasarkan hasil validasi menunjukan bahwa LKPD berbasis nilai karakter layak untuk diuji cobakan.Kata kunci: Karakter, LKPD, Pembelajaran, Sejarah
Gerakan Mahasiswa (Kajian Tentang Peranan Mahasiswa Universitas Trisakti Pada Mei 1998 Dalam Proses Pergantian Kekuasaan Orde Baru) Jubaedah, Siti
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v8i2.9245

Abstract

Abstrak: Tragedi penembakan mahasiswa Trisakti pada hari Selasa tanggal 12 Mei 1998 kemudian  terbunuhnya empat mahasiswa di kawasan kampus membuat seluruh warga kampus berduka dan menyebabkan amarah masyarakat, sehingga tidak hanya masyarakat kecil, namun seluruh Indonesia menuntut mundurnya Presiden Soeharto dari tampuk kepemimpinan yang selama 32 tahun telah didudukinya. Demonstasi besar-besaran terjadi dimana-mana. Banyak mahasiswa kemudian berdatangan ke Jakarta menyerukan tuntutan yang sama. Hingga terjadinya pendudukan gedung DPR/MPR RI oleh mahasiswa dari berbagai kampus. Menanggapi semakin derasnya tuntutan untuk mundur, Presiden Soeharto dalam suatu pertemuan di Istana Presiden menyatakan menolak untuk berhenti. Namun dengan semakin banyaknya tuntutan dari pelosok negeri akan mundurnya Presiden Soeharto, akhirnya tanggal 21 Mei 1998 menyatakan berhenti, delapan hari setelah Tragedi Trisakti. Begitu besar pengaruh Gerakan Mahasiswa Trisakti sehingga Soeharto meletakan jabatan yang sudah 32 tahun didudukinya. Dampak Gerakan Mahasiswa Trisakti tidak hanya sampai disitu, perubahan disegala bidang baik sosial maupun pemerintahan merupakan dampak terbesar dari Gerakan Mahasiswa Trisakti 1998. Namun Tragedi Trisakti masih menyisakan pekerjaan rumah bagi kita semua. Pengusutan kasus Trisakti belum selesai dan pihak yang harus bertanggung jawab terhadap kasus tersebut masih belum diadili. Tetapi, hal tersebut tidak akan membuat mahasiswa Indonesia berhenti berjuang untuk menyerukan suara rakyat.Kata Kunci: Gerakan Mahasiswa, Trisakti, Orde Baru, Reformasi

Page 1 of 1 | Total Record : 7