cover
Contact Name
Merley Misriani
Contact Email
rekayasa.sipil@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
merlymisriani@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil
ISSN : 18583695     EISSN : 26552124     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil (JIRS) dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai penelitian bidang rekayasa struktur, geoteknik, sumber daya air, transportasi dan manajemen rekayasa konstruksi. Sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada masyarakat luas dan sebagai sumber referensi akademisi di bidang Teknik Sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Faktor Penyebab Kegagalan Akibat Keterlambatan Proyek Konstruksi Pada Bangunan Gedung di Kota Padang Riswandi, Riswandi; Natalia, Monika; Mafriyal, Mafriyal
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 15 No 1 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.85 KB) | DOI: 10.30630/jirs.15.1.89

Abstract

Keberhasilan proyek adalah tujuan akhir yang utama dari setiap pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Perbedaan keberhasilan proyek disebabkan karena tiap proyek mempunyai faktor-faktor pengaruh yang berbeda-beda. Ada kalanya proyek tidak berjalan lancar sesuai perencanaan awal. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor alam, faktor tenaga kerja, lokasi, material, koordinasi, administrasi dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi permasalahan atau kendala yang menyebabkan tidak lancarnya pelaksanaan proyek konstruksi. Padahal proyek konstruksi harus memenuhi tiga criteria yaitu mutu, biaya, dan waktu (triple constraint) sesuai dengan yang telah ditetapkan.Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi gedung (owner, konsultan, kontraktor) harus mengetahui faktor-faktor penyebab kendala selama pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Dengan diketahuinya faktor-faktor ini, semua pihak yang terlibat dapat menentukan solusi/strategi apa yang harus dilakukan untuk menangani masalah yang timbul di lapangan selama pelaksanaan proyek konstruksi. Dengan diketahui dari awal, dapat diantisipasi sedini mungkin semua kendala/permasalahan yang timbul, dan tidak akan ada pihak yang dirugikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kendala kegagalan yang disebabkan oleh keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi di Kota Padang Sumatera Barat.  Metode Penelitian yang digunakan analisis deskriptif menggunakan quisioner dengan data proyek konstruksi yang sedang atau sudah dikerjakan di Sumatera Barat. Adapun respondennya adalah project manager, site manager.Dari quisioner yang dilakukan pengujian data dengan menggunakan SPSS. Pengujian data meliputi uji validasi, uji reliabilitas,uji normalitas uji korelasi,dan uji analisa diskritif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan penyebab kendala proyek konstruksi di Kota Padang adapun faktor dominan pada pengujian ini yaitu pada subfaktor jadwal penggunaan material yang terperinci dan tepat waktu (material’s schedule) dengan nilai mean 3,55 atau 87,50 % . Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat sebagai bahan masukan/pertimbangan dalam mengambil kebijakan  untuk semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi agar tercapai keberhasilan proyek.
Kajian Sedimentasi pada Muara Sungai Batang Arau Kota Padang Sabrina, Tipani Ulfah; Hidayat, Taufiq; Hartati, Hartati; Umar, Zahrul
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 15 No 1 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.022 KB) | DOI: 10.30630/jirs.15.1.92

Abstract

Sungai Batang Arau mempunyai panjang sungai ± 29,72 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ± 172 km2, hulu sungai berada pada puncak bukit Punggung Lading Kecamatan Lubuk Kilangan dan Gunung Gadut Kecamatan Pauh Kota Padang, dan pada daerah hilir terdapat Pelabuhan Muara. Pelabuhan Muara dibangun pertama kali pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20. Saat ini pelabuhan Muara berfungsi sebagai pintu gerbang antar pulau terutama menuju ke Kepulauan Mentawai, Pulau Sikuai, dan sekitarnya, serta kembali lagi ke kota Padang. Akhir-akhir ini fungsi  pelabuhan di muara sungai Batang Arau tempat keluar masuknya kapal – kapal terganggu karena terjadinya pendangkalan sungai. Ini terjadi karena tingginya tingkat pertambahan penduduk  sehingga mempengaruhi perubahan tata guna lahan dari hutan sekunder, kebun dan sawah menjadi kawasan permukiman, serta bertambah luasnya kawasan tambang batu kapur yang digunakan untuk dasar pembuatan semen oleh PT Semen Padang pada DAS Batang Arau yang mengakibatkan bertambahnya debit puncak run off, meningkatnya erosi dan konsentrasi sedimen di DAS Batang Arau. Untuk menghitung angkutan sedimen di pelabuhan muara di DAS Batang Arau dilakukan dengan metoda Yang’s dan  metoda Engelund& Hansen. Dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan Metode Yang’s didapat hasil 28703,83 ton/tahun dan  dengan Metoda Engelund & Hansen didapat hasil 34587,43 ton/tahun. Dan untuk estimasi tebal endapan  di pelabuhan Muara Batang Arau kota Padang didapat dari hasil kajian angkutan sedimen  yang berdasarkan angkutan sedimen terbesar Metoda Engelund & Hansen hasilnya adalah 21,64 cm per tahun.
Deskriptif Karakteristik Ruang Parkir Pasca Penggunaan Mesin Meter Parkir (Studi Kasus: Ruas Jalan Permindo Kota Padang) Guvil, Quinoza; Birman, Redho Budiman; Roza, Angelalia
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 15 No 1 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.961 KB) | DOI: 10.30630/jirs.15.1.93

Abstract

Pengendalian on street parking berbasis teknologi parkir meter telah diuji cobadi tiga kawasan pertokoan di kota Padang, salah satunya ruas jalan Permindo, sejak September 2016. Namun penerapan parkir meter tersebut dilaporkan masih belum optimal (Agusmanto, 2017; Wahyudi, 2016). Dari pengamatan visual, kinerja ruas jalan Permindo masih kurang optimal akibat adanya gangguan arus lalu lintas akibat aktivitas parkir dan PKL. Secara konseptual, praktek on street parkingjuga berdampak terhadap pengurangan kapasitas jalan, penurunan Level of Service (LOS), merugikan pengguna angkutan umum dan pejalan kaki, meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas, menurunkan potensi ekonomi, serta menghilangkan ruang publik. Sebetulnya Pemerintah Kota Padang telah melakukan upaya manajemen parkir yang perlu diapresiasi, salah satunya melaluiParking Meter System. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik aktivitas on street parking di ruas jalan Permindo pasca diberlakukannya alat meter parkir tersebut.Pendekatan analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengamati karaktersitik parkir di kawasan kajian. Metode pengumpulan data sekunder dilakukan melalui survey parkir dan penyebaran kuisioner kepada 100 responden (pengendara dan pengguna ruang parkir).Kajian inidiawali dengananalisis karakteristik parkir. Analisis karakteristik parkir yang dimaksud meliputi perhitungan volume parkir, akumulasi parkir, durasi parkir, Parking Turn Over, kapasitas parkir, indeks parkir dan kebutuhan ruang parkir. Dari hasil tersebut diketahui bahwa ruang parkir yang disediakan sudah tidak mampu lagi menampung kendaraan parkir (IP= 143 % > 100 %). Hasil analisis parkir tersebutperlu dikaitkan dengan hasil analisis deskriptif respon pengguna sistem meter parkir. Pengendalian on street parking dengan formulasi kebijakan yang sesuai perlu dilakukan agar memberi dampak yang berarti khususnya terkait pola aktivitas parkir masyarakat. Hasil penelitian ini merupakan tahap preliminary analisis yang dapat digunakan sebagai catatan bagi perumusan kebijakan perparkiran dikawasan Permindo.
Conceptual Design of Pedestrian Overpasses Bridge for Vertical Evacuation from Tsunami (POBET) in Padang City – West Sumatra Syukri, Andi; yaldi, Gusri; Hamid, Desmon; Murdiansyah, Lukman; Rozaan, Aufaa; Roza, Afrina
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.442 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.99

Abstract

Padang City, the most populated city in West Sumatra, is considered to have one of the world’s highest tsunami risks due to its high and close offshore thrust-fault seismic hazard, its flat terrain, and its dense population, which is mostly distributed along the coast. Current preparation for a tsunami in Padang focuses on developing early warning systems, planning evacuation routes, conducting evacuation drills, and educating the public about its tsunami risk. These are necessary, but insufficient, steps. The natural warning in Padang—strong earthquake shaking that lasts over a minute—will be the first and best indicator that a tsunami is likely to strike. It is estimated that even if evacuation begins immediately after the earthquake shaking stops, more than 100,000 inhabitants of Padang will be unable to reach high ground in less than 30 minutes—the expected time between the end of the earthquake shaking and the arrival of the tsunami wave at the shore. Based on Evaluation of Tsunami Evacuation Infrastructure for Padang, West Sumatra, Indonesia (Veronica, et.al: 2011) concluded, based upon extensive fieldwork, that Padang’s existing tsunami evacuation capacity is grossly inadequate, and that tsunami evacuation structures are essential to protect the people of Padang. To maximize their impact and effectiveness, those tsunami evacuation structures should be locally-appropriate, feasible to build and maintain, and easy to replicate. The M7.6 earthquake that struck Padang on September 30, 2009 confirmed this critical need for tsunami evacuation infrastructure. Although the earthquake did not generate a tsunami, it did cause the collapse of many buildings that had previously been identified as satisfactory evacuation structures. The earthquake also triggered massive traffic jams, stranding people in harm’s way and demonstrating why Padang needs structures that enable more people to evacuate-in-place. Finally, it needs to design new structures to accommodate people to evacuate immediately in place. Pedestrian Overpasses Bridge for Vertical Evacuation from Tsunami (POBET) will work effectively for evacuees who get traffic jam during the tsunami inundated elapsed critical hours. The most reason for POBET need to be design is a prototype for the government to combine pedestrian overpasses bridge with vertical evacuation from tsunami. These evacuation infrastructures consider about less for land use, easy to reach, compatible for any infrastructure purposes. Rely on budget and planning, POBET would design with a smallest amount budget and effortless construction process. It can be replicate by the local government to build in any place in Padang City.
Evaluasi Pengaruh Getaran Kendaraan Truk dan Variasi Jarak terhadap Kerusakan Bangunan Sunandar, Asep; Mulyani, Sri Yeni
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.14.2.102

Abstract

Getaran yang terjadi di jalan raya merupakan salah satu dampak yang disebabkan oleh kenaikan jumlah kendaraan berat dan kondisi jalan yang semakin memburuk, sehingga menyebabkan kerusakan bangunan yang ada di sekitar jalan (Osama Unaidi, 2008). Penelitian  yang  mengkaji hubungan antara kerusakan bangunan dengan intensitas getaran di jalan raya sudah banyak dilakukan, namun demikian kajian yang secara spesifik melihat hubungan intensitas getaran pada akses jalan menuju areal pabrik (gudang) belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  besarnya getaran yang dihasilkan oleh truk tronton dan dampaknya terhadap kerusakan bangunan. Untuk menjawab tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah uji coba semi lapangan terhadap getaran yang bersumber dari truk tronton 30 ton yang divariasikan dengan jarak (50 cm dan 100 cm dari sumber getaran). Metode pengukuran  mengacu pada INSTRUCTION MANUAL VIBRATION LEVEL METER, yang dihasilkan kemudian dievaluasi berdasarkan KEPMEN LH  49/MENLH/II/1996. Penelitian menunjukkan bahwa getaran yang diukur pada jarak 50 cm masuk dalam katagori B, sedangkan pada jarak 100 cm masuk dalam katagori A. Berdasarkan KEPEMN LH 49/MENLH/II/1996, Katagori B (pada frekuensi alat 31,5 Hz) menunjukkan kemungkinan adanya keretakan  atau terlepas plesteran pada dinding pemikul beban dan  untuk katagori A (frekuensi alat 31,5 HZ) menunjukkan tidak adanya kerusakan pada bangunan. Kondisi ini bisa berubah apabila jumlah, beban dan kecepatan kendaraan yang terjadi lebih besar (seperti halnya di jalan arteri).  Tingkat kerusakan  bangunan yang ada akan berbeda, bahkan bisa jadi akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
Experimental Study of Bamboo As A House Retrofitting Material For Developing Countries Suhelmidawati, Etri; Zamzarena, Rekana; Adibroto, Fauna; Syofiardi, Syofiardi
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.211 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.103

Abstract

Earthquake is one of the main natural disasters which frequently occur in West Sumatra. Large earthquake September 30, 2009, has caused damage to the structure and caused many casualties. Due to this condition, this research was made to study bamboo as a house retrofitting material for developing countries.  Mechanical and physical properties such as moisture content testing, testing density, testing of compressive strength and tensile strength were conducted. It is obtained from the test results, the highest compressive strength and tensile strength are 94.958 MPa and 183 MPa, showed by Betung bamboo. Shaking table test are also undertaken to investigate the seismic behavior of bamboo masonry wall. Two degree of masonry walls, 60° and 90° are tested in order to check the strength of masonry wall by direction of the coming of an earthquake. From the shaking table test, it was observed that a 60° masonry wall showed a better seismic performance than those of a 90° masonry walls. Small cracks were observed at 90° masonry walls after 20 seconds, while there was no crack at a 60° masonry wall. As a result of these test, using bamboo as a house retrofitting material could be chosen, both of technically and economically.
Site Specific Response Analysis Kota Padang dari Input motion Conditional Mean Spectrum (CMS) Menggunakan Software NERA Misriani, Merley
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.598 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.104

Abstract

Dalam perencanaan struktur bangunan tahan gempa, tujuan umum dari analisa struktur dinamis adalah memprediksi respons dari struktur terhadap pengaruh ground motion yang memiliki Spectral Acceleration (Sa) pada periode tertentu berdasarkan tingkat kemungkinan terlampui (Probability of Excedence/PE) 10% atau 2% masa layan bangunan 50 tahun.  Prediksi respons struktur ditentukan dengan memilih ground motion yang cocok dengan beberapa target spektra dan nantinya ground motion tersebut digunakan sebagai input dalam analisis dinamis struktur. Pada paper ini menyajikan analisis perambatan gelombang gempa dari batuan dasar ke lapisan permukaan (Site Specific Response Analysis/ SSRA). Data-data yang diperlukan adalah data stratifikasi tanah dan parameter kecepatan gelombang geser yang didapatkan dari korelasi empiris terhadap data hasil pemboran dan uji N-SPT. Ground motion synthetic batuan dasar yang digunakan untuk perambatan gelombang gempa diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya yang mengadopsi pendekatan statistik Conditional Mean Spectrum (CMS) agar ground motion  yang dihasilkan dipermukaan cocok dengan prediksi masalah respon struktur yang sebenarnya. SSRA dilakukan berdasarkan teori perambatan gelombang geser satu dimensi dalam time domain dengan menggunakan program Non-linear Earthquake Response Analysis (NERA). Hasilnya diperoleh percepatan maksimum gempa dipermukaan (peak surface acceleration/ PBA) berbeda-beda di kedua lokasi tergantung pada faktor amplifikasi, karakteristik dan jenis gempa yang terjadi. Direkomendasikan respons spectra desain untuk periode ulang 475 tahun dan 2475 tahun wilayah 4 kelas tanah sedang (SD) untuk kedua lokasi tersebut. Data-data tersebut digunakan sebagai input dalam penentuan beban gempa pada bangunan dalam analisis struktur dinamis.
Analisa Faktor Resiko Construction Waste pada Proyek Konstruksi di Kota Padang Natalia, Monika; Partawijaya, Yan; Mirani, Zulfira
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.104 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.105

Abstract

Waste atau disebut juga  nonvalue-adding activity adalah semua aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dimata customer pada suatu produk yang diproses (Hines dan Taylor, 2000). Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi waste yang terjadi pada proyek konstruksi di Kota Padang. Metode Penelitian yang digunakan analisis deskriptif menggunakan quisioner dengan data proyek konstruksi yang sedang atau sudah dikerjakan di Kota Padang. Adapun respondennya adalah proyek manager, site manager, site engineer, quality control, supervisor, pelaksana lapangan dan pengawas lapangan. Dari quisioner yang kembali, dilakukan pengujian data dengan menggunakan SPSS. Pengujian data meliputi uji validasi, uji reliabilitas dan uji korelasi. Selanjutnya dilakukan analisis regresi linier variabel berganda, yang bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berpengaruh besar terhadap waste. proyek konstruksi di kota Padang. Quisioner yang disebarkan sebanyak 25 quisioner. Response rate 100%. Dari data penelitian terdapat 7 faktor dengan 44 variabel. Hasil uji validasi, didapatkan 5 faktor dan 37 variabel yang valid. Hasil uji reliabilitas, teridentifikasi 5 faktor dengan 14 variabel yang reliable. Hasil uji korelasi, semua variable reliable juga terkorelasi dengan kuat.  Analisa regresi dilakukan dengan uji R2, uji F dan uji t. Dari hasil uji R2, didapatkan besarnya kontribusi 14 variabel terhadap waste konstruksi  sebesar 91,6%. Hasil uji F memperlihatkan secara simultan semua variabel  mampu menjelaskan hubungannya terhadap penyimpangan biaya dengan sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh signifikasi < 5%. Hasil dari uji t, teridentifikasi 5 faktor dengan 8 variabel yang signifikan. Variabel tersebut adalah adalah waktu menunggu revisi gambar/perubahan desain sebesar 0,782,  mutu pengawasan rendah sebesar 0,430, kesalahan pada saat pelaksanaan pekerjaan sebesar 1,957, keterlambatan pelaksanaan pekerjaan  sebesar 2,122,  pekerjaan rework dan repair  sebesar 0,556,   perencanaan dan penjadwalan yang buruk sebesar 2,730, perubahan desain sebesar 0,863 dan  cuaca sebesar 0,966. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat sebagai bahan pertimbangan untuk semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi guna menghindari biaya-biaya tambahan yang tidak diinginkan dan menghindari keterlambatan penyelesaian proyek akibat waste konstruksi.
Analisis Variabel-Variabel Risiko pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Jalan Hidayati, Rahmi; Natalia, Monika; Adibroto, Fauna; Mafriyal, Mafriyal; yurisman, yurisman; Saskia, Rizkina
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.549 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.106

Abstract

This research aims to identify the risk variables that ever occurred while executing of road construction project. In addition, it is to identify how significant and how big the influence of risk variables to the articulation of project execution processes of a road construction project, based on questionnaire that distributed to 30 questionnaires who are project managers and site managers on contractors of road construction project.  From the research data, there were identified 14 risk variables with 84 risk sub-variables on execution of road construction project. Those 14 risk variables were natural, social, politic, economic, law, occupational safety and health, managerial, technical, cultural, logistic, condition around construction site, design and technology, labor, and contractual variables. From the data analysis by using SPSS version 16, obtained there were 14 risk sub-variables which became the most influential sub-variables (indicators) to the road construction project. All sub-variables on the questionnaire are valid and reliable. The results of this research is expected to be considered for all parties involved in the construction project to pay more attention to risk variables during the execution of road construction project.
Kinerja Marshall Immersion pada Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan Penambahan Cangkang Sawit sebagai Substitusi Agregat Halus Mukhlis, Mukhlis; Lusyana, Lusyana; Suardi, Enita; Adibroto, Fauna
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 15 No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.995 KB) | DOI: 10.30630/jirs.15.2.130

Abstract

Asphalt concrete wearing courses (AC-WC) are asphalt mixtures which consist of coarse and fine aggregates plus fillers which have a continuous gradation with asphalt binder. In general, the aggregates in the AC WC mixtures consist of natural rock materials which are broken down and in certain areas the availability is limited so it must be imported from other regions. This resulted in relatively high prices from the asphalt mixture. This can be anticipated by looking for alternative aggregate substitute materials, one alternative is to use palm oil shells. In this test, palm shells were used as a substitute for fine aggregates with variations in percentage of palm shells, namely 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, the tests were carried out namely the testing of volumetric characteristics, Marshall characteristics, determination of optimum asphalt content and Marshall immersion. From the results of the study obtained the value of Marshall Immersion decreases as the percentage of palm shells increases in the mixture.

Page 1 of 3 | Total Record : 30