Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
ISSN : 14108224     EISSN : -
Wahana merupakan Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi yang diterbitkan oleh Akademi Akuntansi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara sebagai media untuk mengkaji berbagai fenomena atau permasalahan maupun hasil penelitian yang berhubungan dengan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi dalam arti luas. Jurnal WAHANA terbit setahun 2 kali, setiap bulan Februari dan Agustus.
Articles 126 Documents
DAMPAK INFLASI TERHADAP INFORMASI LABA: KASUS GREEN INVESTMENT Faiz, Ihda Arifin; Legowo, Herman
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35591/wahana.v20i2.126

Abstract

This study examines the impact of inflation on the usefulness of income considering market response. It’s proven that market responseon the usefulness of income information were affected income persistence, beta, corporate structure, income quality, growth opportunities, and informativeness of price, but there is no empirical evidence from inflation. Inflation is one factor that affects to decision making bias. MSCI global islamic indices was used as sample of green investment with range observation 2007 to 2014. The results of this study indicate that inflation has not affected on the usefulness of income in green investment corporation. Accordingly, market still considering nominal profit and managerial performance than economics aspect. Keywords: inflation, green investment, income information
PERBANDINGAN KUALITAS LABA PERUSAHAAN ANTARA PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI DOMESTIK DENGAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL Kapti, Ani Sri Murwani Kumara
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35591/wahana.v21i1.132

Abstract

International Accounting Standard have purpose for increasing comparability of financial statement in the world. International Accounting standard also expected have ability to increasing accounting information quality that announce from company. This research examine the changes of earnings information quality between domestics accounting standard and International accounting standard. The changes of earnings quality determine with using ERC (Earning Response Coefficient). ERC that used in this research is ERC with Return Model. The coefficient in regression model that used to calculate ERC with domestic accounting standard compared with international accounting standard. That way used to evaluate usefulness International accounting standard.Based on gathering data in banking companies, we have 18 companies that used in this research. We have result that R Squared (coefficient determination) increase on the company after implemented international standard. R Squared that result from using international standard (0,037) higher than R Squared that result from using Domestic standard (0,020). That means the result show that under international standard the response of announcement of earnings more highly to increasing the capital gain. Unfornutelly, the regression coefficient decrease under international standard from 2.502 to 1.702 but the level of significancy increase, but still insignificant.    Keywords:  Accounting Standard Domestic, Accounting International Standard,Earnings Quality, ERC, Coefficient in Rregression Model, Banking Companies.
PENGARUH KONDISI KEUANGAN, OPINI AUDIT SEBELUMNYA, DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP PROBABILITAS PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN Niandari, Nanik
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35591/wahana.v19i2.118

Abstract

This study aimed to prove the effect of financial conditions, prior audit opinion, and company growth on acceptance of going concern opinion. This research used manufacturing company listed in Indonesian Stock Exchange (BEI) which taken by purposive sampling method. During three years observations (2011-2013), there were 304 observations and only 28 companies (9.21%) of the observed company got going concern opinion. Using logistic regression analysis, it was found that only financial conditions and prior audit opinion  variable that affect going concern acceptance variable. Company Growth were not statistically significant. Keywords: Financial Condition, Prior Audit Opinion, Company Growth, and Going Concern Opinions
PENGARUH PENALARAN MORAL, RETALIASI DAN GENDER TERHADAP KECENDERUNGAN WHISTLEBLOWING INTERNAL N. Manafe, Mesri Welhelmina
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35591/wahana.v18i2.106

Abstract

Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS) by the Peraturan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) is expected to determine whistleblower in Indonesia as one of the form of effective internal controls to prevent fraud and wrong-doing by individuals or corporations. In practice, the regulation is strongly influenced by the individual's intentions. This study uses variable of moral reasoning and retaliate by including gender variables to test its effect on the tendency orintention to do whistleblowing. To answer the research question, this research uses experimental design which is then analyzed using ANOVA for hypothesis testing. Subjects in this study were accounting students UKAW. The results showed that retaliation and moral reasoning affects the tendency of whistleblowing, while gender is not striving against the tendency to blow the whistle. Keywords: Whistleblowing, moral reasoning, retaliation, gender
KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI BERDASARKAN IFRS ., Sururi
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35591/wahana.v15i2.67

Abstract

Comparability of financial statements, either in term of the multi-periods of the same entity or in term of the similar period among the similar entities in the industry, is one of the main issue in the preparation of financial statements, therefore consistency in the adoption of accounting policy and accounting estimate become the main requirement in the preparation of financial statements. Howerver, this requirement would not be able to guarantee the comparability of the statements when the accounting standard still offering a wide range of accounting alternatives. IASB has taken a big jump to narrow the accounting alternatives in order to improve the quality of financial statements in term of their comparability.Keywords: comparability, financial statements, consistency, accounting policy, accounting estimate, accounting standard.
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP KOMPENSASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI INDONESIA Subagyo, Hasan
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35591/wahana.v15i2.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris teori pay-for-performance, yaitu tentang pengaruh kinerja keuangan terhadap kompensasi manajemen, khususnya pada bidang perbankan. Ukuran perusahaan, profitabilitas, dan tingkat leverage digunakan untuk menggambarkan kinerja keuangan. Analisis hipotesis dilakukan dengan menguji signifikansi tiap variabel. Berdasarkan hasil regresi, dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan tingkat leverage berpengaruh positif terhadap kompensasi manajemen. Dengan kata lain, kinerja keuangan merupakan faktor yang relevan dalam penentuan kompensasi manajemen pada bidang perbankan.Kata kunci: pay-for-performance, perbankan, kompensasi manajemen, kinerja keuangan.
PENDEKATAN MATHEMATIS DALAM MANAJEMEN PERSEDIAAN, SEBUAH TINJAUAN TEORITIS ., Atmadi
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35591/wahana.v12i1.24

Abstract

Tujuan dari manajemen persediaan adalah untuk menyediakan jumlah persediaan yang dibutuhkan bagi kelangsungan operasi perusahaan pada tingkat biaya pengelolaan serendah mungkin. Langkah pertama dalam pengelolaan persediaan adalah melakukan identifikasi seluruh biaya yang terlibat dalam pembelian dan pemeliharaan persediaan. Untuk menyederhanakan analisis, biaya simpan diperlakukan seluruhnya sebagai biaya variabel, dan biaya pesan seluruhnya diperlakukan sebagai biaya tetap.Pendekatan mathematis pengelolaan persediaan yang seringkali di gunakan adalah Economic Order Quantity (EOQ), yaitu jumlah pesanan yang paling ekonomis ditinjau dari sisi biaya pengelolaannya. Upaya pengendalian dan pembatasan biaya persediaan harus mempertimbangkan faktor ketidakpastian, tawaran diskon dari pemasok, sehingga dapat memberikan pegangan dalam menentukan kebijakan reorder point dan lead time.Keyword: manajemen persediaan, biaya pengelolaan, biaya simpan, biaya pesan, biaya variabel, biaya tetap, reorder point, lead time.
INFORMASI KEUANGAN UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PERUSAHAAN SEWA GUNA USAHA Kapti, Ani Sri Murwani Kumara
Wahana Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.323 KB)

Abstract

Dalam perkembangan ekonomi yang cepat, kebutuhan akan barang modal merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan perusahaan. Untuk mewujudkan hal tersebut, sewa guna usaha (leasing) merupakan salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan, mengingat kondisi perbankan yang masih belum menentu. Tulisan ini mencoba menguraikan pentingnya sisi informasi keuangan dalam leasing. Informasi keuangan dalam tulisan ini dibatasi dan difokuskan pada data portofolio utang dan piutang perusahaan sampai dengan pengolahan, penyajian, dan pelaporan perusahaan mengenai spread tingkat bunga perusahaan. Dari hasil pembahasan menunjukkan pentingnya perusahaan sewa guna usaha memperhatikan kembali parameter-parameter, baik sisi aktiva maupun kewajiban dan modal, yang meliputi: tingkat pendapatan bunga efektif portofolio, besarnya portofolio, serta maturitas portofolio. Selain itu, parameter yang juga perlu dipertimbangkan oleh perusahaan adalah base lending spread, jumlah nasabah, tingkat profitabilitas, serta kesesuai jangka waktu.Keywords: barang modal, sewa guna usaha, informasi keuangan, portofolio utang dan piutang
STANDAR AKUNTANSI: KAJIAN KRITIS PRINCIPLE-BASED VERSUS RULE-BASED ., Krismiaji
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.257 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v13i1.34

Abstract

Standar akuntansi yang dihasilkan sampai dengan awal abad 20 cenderung mendasarkan pada aturan rinci (rule-based), yang membuat para pengguna merasa nyaman. Namun seiring perkembangan dalam dunia bisnis, berbagai kecurangan akuntansi yang terjadi memaksa pembuat aturan menerbitkan sarbanes oxley act of 2002, yang dalam pasal 108 menginstruksikan SEC untuk mempelajari kemungkinan penerapan principle-based dalam penyusunan standar akuntansi. Hasil kajian kritis terhadap kedua perubahan pendekatan dari rule-based menjadi principlesbased dalam penyusunan standar akuntansi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut. Pertama, pada dasarnya standar akuntansi yang selama ini dibuat oleh FASB sebagian sudah memiliki sifat principle-based, namun sebagian lagi memiliki sifat rule-based. Kedua, standar akuntansi yang memiliki sifat rule-based diyakini tidak mengandung prinsip atau mengandung prinsip yang keliru, sehingga perlu dijabarkan lebih lanjut dengan menggunakan pedoman implementasi dan sejenisnya. Ketiga, principle-based mengandung kelemahan utama yaitu tidak bisa menghasilkan statemen keuangan yang memiliki daya banding dengan perusahaan lainnya dan cenderung tidak konsisten. Keempat, dari sudut pandang akuntan, ternyata para akuntan lebih menyukai rule-based karena mereka dapat terhindar dari upaya tuntutan hukum sebagai akibat judgment yang salah dalam pelaporan keuangan. Kelima, upaya untuk berpindah dari rule-based ke principle-based tidak dapat berjalan dengan lancar, karena konstituen FASB masih menghendaki agar FASB membuat pedoman implementasiKata kunci: rule-based, principle-based, standar akuntansi.
GENERASI IFRS Sugiri, Slamet
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.293 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v14i1.45

Abstract

Makalah ini memaparkan bahwa akuntansi keuangan di Indonesia sekarang berada dalam era IFRS. Perguruan Tinggi (PT) yang membuka bidang studi akuntansi, oleh sebab itu, harus menyiapkan lulusannya menjadi generasi IFRS. Tampaknya banyak dosen, tidak terkecuali penulis, belum menguasai IFRS tersebut secara sempurna. Jadi, terdapat expectation gap. Artinya, di satu sisi, PT harus menyiapkan generasi IFRS dan di sisi lain, dosen-dosennya belum siap menyiapkan generasi IFRS. Penulis mengajukan usulan pelbagai tindakan yang mungkin dilakukan untuk menutup expectation gap tersebut. Makalah ini diorganisasi sebagai berikut. Pertama, latar belakang yang menguraikan alasan bahwa kita patut disebut generasi IFRS. Kedua, pemaparan singkat tentang PSAK Umum dan IFRS. Ketiga, penyiapan generasi IFRS oleh PT. Terakhir, penutup.Kata kunci: PSAK umum, IFRS, generasi IFRS, upgrading.

Page 1 of 13 | Total Record : 126