Biomedika
Published by Universitas Setia Budi
ISSN : 20892136     EISSN : 23021306
JURNAL BIOMEDIKA (p-ISSN:1979-035X, e-ISSN: 2302-1306) is a scientific publication media that accommodates the scientific creativity of lecturers and researchers as outlined in scientific writing, both for academics in Setia Budi University and observers of medical biology and health. Articles published are the results of research in the field or in laboratories, scientific studies and studies of books that have never been published in other media. Information on scientific works can range from biotechnology, health, pharmacology, microbiology, biochemistry, and food analysis and health management.
Articles 121 Documents
Kontaminasi Bakteri Coliform pada Saus Siomai dari Pedagang Area Kampus di Surakarta

Arini, Liss Dyah Dewi, Wulandari, Rahaju Muljo

Biomedika Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Biologi dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1849.758 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v10i2.273

Abstract

Siomai merupakan salah satu makanan pokok yang menggunakan bahan pelengkap (tambahan) makanan berupa saus. Pada saat sekarang ini banyak siomai yang dijual dengan menggunakan sepeda ontel yang ditaruh di bagian belakang sepeda. Akan tetapi dalam kenyataannya kebersihan dari siomai sering juga terabaikan salah satunya karena banyaknya udara dan debu yang masuk ke makanan siomai. Penelitian ini mempunyai tujuan utuuk menguji adanya cemaran bakteri Coliform yang terdapat pada olahan saus yang dijual sebagai pelengkap makanan pada siomai dan mengidentifikasi adanya kandungan bakteri Escherichia coli yang terdapat pada olahan saus yang dijual sebagai pelengkap makanan siomai. Metode penelitian ini adalah penelitian survey lapangan dengan pengambilan sampel secara acak dan deskriptif untuk mengetahui keberadaan bakteri Coliform pada beberapa produk olahan saus yang terdapat pada makanan siomai. Pengambilan sampel penelitian dilakukan mengambil 10 sampel olahan saus dari makanan siomai yang ada di area kampus di Surakarta. Pemeriksaan bakteri Coliform dilakukan di Laboratorium Biologi UNS, Surakarta dengan uji most probable number (MPN), uji Escherichia coli dan pewarnaan gram. Dari uji Most Probable Number melalui uji praduga dan penegasan sampel uji coba menunjukkan hasil positif Coliform, dari hasil pewarnaan gram bakteri yang ditemukan termasuk ke dalam golongan bakteri gram negatif dan dari hasil uji biokimia bakteri-bakteri yang ditemukan pada sampel termasuk spesies Enterobacter dan Escherichia coli. Hasil pengujian yang didapat dari semua uji tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam SNI 01-3546-2004 tentang batas maksimum Angka Lempeng Total (ALT) pada saus tomat adalah 2 x 102 koloni/g sedangkan menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia nomor HK. 00.06.1.52.401, batas maksimum Most Probable Number (MPN) Coliform pada saus tomat adalah 100 koloni/g.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI n-HEKSANA, ETER DAN AIR DARI EKSTRAK ETANOLIK DAUN JAMBU MEDE (Anacardium occidentale L.) TERHADAP BAKTERI Shigella dysentariae ATCC 9361 DENGAN METODE DIFUSI

Meirastuti, Dewi Putri, Leviana, Fransiska, Samsumaharto, Ratno Agung

Biomedika Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Biologi dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.067 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i1.242

Abstract

Anacardium occidentale L. merupakan tanaman suku Anacardiaceae yang ditemukan secara luas di daerah tropik dan dapat tumbuh di segala macam tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas fraksi n-heksana, eter dan air dari ekstrak etanolik daun jambu mede sebagai antibakteri terhadap Shigella dysenteriae ATCC 9361. Penyarian daun jambu mede dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dilanjutkan fraksinasi dengan pelarut n-heksana, eter dan air. Metode pengujian aktivitas antibakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi. Metode difusi untuk mengukur diameter zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri dengan konsentrasi yang digunakan adalah 50%, 25% dan 12,5%. Fraksi paling aktif diuji kandungan kimianya secara KLT. Berdasarkan hasil penelitian, metode difusi fraksi n-heksana memiliki diameter zona hambat rata-rata 16,7 mm pada konsentrasi 50%, 15,3 mm pada konsentrasi 25% dan 14,3 mm pada konsentrasi 12,5%. Fraksi eter memiliki diameter zona hambat rata-rata 21,7 mm pada konsentrasi 50%, 20,3 mm pada konsentrasi 25% dan 19,0 mm pada konsentrasi 12,5%. Fraksi air memiliki diameter zona hambat rata-rata 15,3 mm pada konsentrasi 50%, 14,3 mm pada konsentrasi 25% dan 13,3 mm pada konsentrasi 12,5%. Fraksi paling aktif eter diuji kandungan kimia secara KLT. Hasil identifikasi menunjukkan fraksi eter positif mengandung senyawa polifenol, flavonoid dan alkaloid.

Patogenitas Kombinasi Jenis Cendawan Entomopatogen dan Kerapatan Konidia terhadap Mortalitas Larva Ulat Grayak

Humairoh, Durroh, Hidayat, M. Thamrin, Isnawati, Isnawati, Prayogo, Yusmani

Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Biologi dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.999 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.254

Abstract

Ulat grayak bersifat polifag atau dapat menyerang berbagai jenis tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan. Kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh insektisida sintetik dapat mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, penggunaan cendawan entomopatogen dapat digunakan sebagai agen hayati untuk pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan jenis cendawan entomo patogen serta kerapatan konidia terhadap mortalitas larva ulat grayak.Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor. Terdapat 12 perlakuan dengan 3 jenis cendawan meliputi Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana dan Lecanicillium lecanii menggunakan 4 macam kerapatan konidia yakni 106, 107, 108 dan 109 konidia/ml. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data berupa persentase mortalitas larva pada 7 hari setelah aplikasi dianalisis menggunakan analisis varian dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi cendawan Metarhizium anisopliae dengan kerapatan konidia 108 efektif dalam mengendalikan mortalitas larva ulat grayak hingga 61,85%.

Uji Bakteriologis Susu Kedelai di Mojosongo Surakarta

Nugroho, Rahmat Budi, Binugraheni, Rinda

Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Biologi dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.174 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.266

Abstract

Susu kedelai merupakan produk olahan dari kedelai yang banyak dikonsumsi masyarakat, terutama bagi yang alergi susu sapi karena tidak mampu mencerna laktosa yang terkandung dalam susu sapi. Pengolahan susu kedelai yang tidak baik dapat menyebabkan munculnya bakteri coliform yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang memberikan gambaran mengenai kualita bakteriologis susu kedelai yang ada di Mojosongo Surakarta, dengan menggunakan tabel Most Probable Number (MPN) dengan ragam 3.3.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima sampel yang digunakan, 2 sampel tidak mengandung bakteri coliform dengan nilai MPN 0/100 ml sampel. Ketiga sampel lainnya mengandung coliform dengan nilai MPN berturut-turut 93/100 ml sampel, 43/100 ml sampel dan 93/100 m lsampel. Hal ini disebabkan karena bahan baku (air, kedelai) yang digunakan, prosessing dan sanitasinya kurang baik.

Pemanfaatan Pseudomonas flourescens untuk Meminimalisir Logam Berat Cr pada Limbah Cair Industri Elektroplating

Mardiyono, Mardiyono, Samsumaharto, Ratno Agung

Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Biologi dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.938 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan atau menghilangkan logam berat Cr pada limbah cair industri elektroplating dengan mengolahnya menggunakan mikroba jenis bakteri Pseudomonas fluorescens, sebelum limbah cair industri elektroplating tersebut dibuang ke perairan bebas, agar perairan kita terbebas dari pencemaran logam berat, yang berasal dari limbah cair industri elektr oplating. Pada awalnya dilakukan penelitian analisis kualitatif untuk memastikan adanya logam-logam berat, termasuk Cr yang terdapat pada limbah cair industri elektroplating dengan metode reaksi kimia maupun dengan spektrofotometri serapan atom (SSA). Dugaan adanya logam-logam berat ada pada limbah cair industri elektroplating adalah dengan mencermati proses pelapisan logam yang menggunakan zat-zat kimia yang mengandung logam-logam berat. Penurunan atau penghilangan logam berat Cr pada limbah cair industri elektroplating dilakukan di IPAL miniatur dengan volume limbah 2 liter. Penurunan atau penghilangan logam berat pada limbah cair industri elektroplating tersebut dengan menambahkan mikroba jenis bakteri Pseudomonas fluorescens. Kadar logam berat Cr sebelum dan sesudah diberi perlakuan dengan penambahan mikroba Pseudomonas fluorescens tersebut ditetapkan dengan metodespektrofotometri serapan atom (SSA). Setelah penambahan bakteri Pseudomonas fluorescens, dengan variasi volume dan waktu pemeraman 48 jam (2 hari), maka diperoleh persentase penurunan kadar Cr paling besar pada penambahan 200 ml, yakni penurunannya sebesar 54,77 %.

Uji Aktivitas Antijamur Fraksi n-Heksana, Kloroform dan Air dari Ekstrak Etanolik Daun Zodia (Evodia sauveolens, Scheff) terhadap Candida albicans ATCC 10231

Rahmawati, Ismi, Samsumaharto, Ratno Agung, Putranto, Patricius Prima Dimas

Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Biologi dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.78 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.260

Abstract

Daun zodia (Evodia sauveolens, Scheff) adalah tanaman yang secara empiris berkhasiat sebagai antimikroba. Kandungan kimia daun zodia adalah minyak atsiri, flavonoid, alkaloid, saponin dan zodia. Penelitian ini dilakukan untuk untukmengetahuiaktivitasfraksin-heksan,kloroform, air dari ekstraketanolikdaun zodia (Evodia sauveolens, Scheff) sebagai antijamur terhadap Candida albicans ATCC 10231. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dilanjutkan dengan pelarut n-heksan, kloroform dan air. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode dilusi. Konsentrasi ekstrak etanolik dan fraksi yang digunakan 50%; 25%; 12,5%; 6,2%; 3,1%; 1,5%; 0,7%; 0,3%; 0,1%; 0,09%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanolik dan fraksi air memiliki konsentrasi bunuh minimum sebesar 25% terhadapCandida albicans ATCC 10231. Fraksi air dari ekstrak etanolik dari daun zodia memiliki aktivitas antijamur paling aktif dibandingkan dengan fraksi n-heksan dan fraksi kloroform.

Analisis Perbedaan Tanggung Jawab dan Disiplin Kerja antara Karyawan Tetap dan Karyawan Kontrak pada Laboratorium RSUD Dr. Moewardi

Kristanto, Yuni, Sulistyawati, Elina Endang, Prasetyowati, Faridha Eky

Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Biologi dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.645 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.261

Abstract

Studi tentang perbedaan tanggung jawab dan disiplin kerja pada karyawan masih menjadi kajian penting dalam organisasi. Obyek penelitian dalam hal ini adalah karyawan tetap dan karyawan kontrak pada laboratorium Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel 74 orang. Data dalam penelitian ini diolah dengan menyebar kuesioner kepada responden. Data dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan program SPSS 17. Data diolah dengan uji normalitas dan uji beda dengan test Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanggung jawab antara karyawan tetap dan karyawan kontrak pada Laboratorium RSUD Dr. Moewardi tidak ada perbedaan yang signifikan, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi yaitu 0,506 yang lebih besar dari 0,05. Disiplin Kerja antara karyawan tetap dan karyawan kontrak pada Laboratorium RSUD Dr. Moewardi ada perbedaan yang signifikan, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi yaitu 0.000 yang lebih kecil dari 0,05.

Studi Lama Waktu Pengeringan Dihubungkan dengan Penurunan Berat Dan Laju Pengeringan Ikan Teri (Stolephorus spp.)

Priyanti, Esteria

Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Biologi dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.452 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.257

Abstract

Ikan teri (Stolephorus spp.) merupakan jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik bagi kesehatan dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kandungan gizi ikan teri yaitu kalsium, protein, fosfor dan zat besi. Ikan teri termasuk bahan pangan yang mudah rusak dan busuk karena daging ikan teri mempunyai kadar air yang inggi sekitar 80% sehingga sangat baik untuk pertumbuhan bakteri. Salah satu cara untuk memperpanjang daya simpan ikan teri adalah dengan metode pengeringan.Banyak faktor yang mempengar uhi keberhasilan dalam proses pengeringan ikan teri, salah satunya adalah lama waktu penger ingan. Penelitian ini menganalisis prosentase penurun berat ikan teri dan laju pengeringan berdasarkan lama waktu proses pengeringan ikan teri. Lama waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 menit, 60 menit dan 90 menit. Sebelum ikan teri dikeringkan, akan ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui berat awal ikan teri, kemudian setelah dikeringkan akan ditimbang kembali untuk mengetahui berat akhir ikan teri. Selisih dari berat ikan teri akan diprosentase, dan hasilnya kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan prosentase penurunan berat ikan teri yang dikeringkan selama 30 menit sebesar 34,70%, yang dikeringkan selama 60 menit sebesar 74,70% dan yang dikeringkan selama 90 menit sebesar 82%. Sedangkan laju pengeringan ikan teri yang dikeringkan selama 30 menit sebesar 1,73 g/menit, yang dikeringkan selama 60 menit sebesar 1,87 g/menit dan yang dikeringkan selama 90 menit sebesar 1,36 g/menit. Semakin lama waktu pengeringan akan membuat kadar air ikan teri berkurang.

PENANGANAN LOGAM-LOGAM BERAT LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM DENGAN MIKROBA

Mardiyono, Mardiyono, Zendrato, Rosleini Ria Putri, Prasetya, Edy

Biomedika Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Biologi dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.528 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i2.251

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair industri pelapisan logam yang dihasilkan oleh industri pelapisan logam Bina Crome di Mojosongo, Jebres, Surakarta dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah yang dirancang sedemikian rupa. Hasil penelitian ini, untuk Cr penurunan paling tinggi, yakni sebesar 54,84 % dengan perlakuan penambahan 200 mL Bacillus subtilis, yang tidak berbeda nyata dengan penambahan 150 mL Bacillus subtilis dengan penurunan 54,82 % diikuti oleh penambahan Pseudomonas aeruginosa 150 mL dengan penurunan 48,93 % yang tidak berbeda nyata dengan penambahan Pseudomonas aeruginosa 200 mL dengan penurunan kadar sebesar 48,76 %.Untuk Ni penurunan paling tinggi, yakni sebesar 33,24 % dengan perlakuan penambahan 150 mL Bacillus subtilis, yang tidak berbeda nyata dengan penambahan 200 mL Bacillus subtilis dengan penurunan sebesar 33,12 % diikuti oleh penambahan Pseudomonas aeruginosa 200 mL dengan penurunan 32,89 % yang tidak berbeda nyata dengan penambahan Pseudomonas aeruginosa 150 mL dengan penurunan kadar sebesar 32,79 %.

PEMANFAATAN MIKROBA JAMUR UNTUK MENGATASI PENCEMARAN LOGAM BERAT NIKEL PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM

Puspawati, Nony, Mardiyono, Mardiyono, Mahayana, Argoto

Biomedika Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Biologi dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.041 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i2.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan menurunkan kadar logam berat berbahaya yang dihasilkan oleh outlet limbah cair industri pelapisan logam yang volume limbahnya relatif sedikit tetapi sangat beracun, menggunakan mikroba jamur sebelum dibuang keperairan bebas. Penelitian ini mengolah outlet limbah cair industri pelapisan logam dengan memanfaatkan variasi mikroba jamur dan variasi volume sediaan mikroba jamur. Mikroba jamur yang digunakan pada penelitian ini adalah Saccharomyces cereviceae, Rhizopus oryzae, Aspergillus niger dan Monilia sitophila. Uji laboratorium yang dilakukan adalah uji kualitatif dan kuantitatifdengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan mikroba jamur dapat digunakan untuk menurunkan kadar logam berat berbahaya Ni. Prosentase penurunan kadar logam berat Ni oleh mikroba jamur berturut-turut dari penurunan tertinggi sampai terendah adalah pada penambahan mikroba Rhizopus oryzae volume (konsentrasi) 15 mL dengan penurunan sebesar 29,664 %; seterusnya pada jamur Monilia sitophila dengan volume 20 ml menurunkan sebesar 24,167 %; Aspergillus niger dengan volume 20 ml yaitu sebesar 24,050 % serta Saccharomyces cereviceae menurunkan kadar Ni sebesar 22,857 % pada volume 20 ml. Analisis statistik Anova dua jalan menggambarkan ada perbedaan yang signifikan jika dilihat dari jenis mikroba dan volume (konsentrasi) terhadap penurunan kadar Ni.

Page 1 of 13 | Total Record : 121