JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
ISSN : 2502843X     EISSN : 24069671
Jurnal yang berhubungan dengan Teknik Mesin khususnya bidang ilmu : 1. Konversi Energi 2. Proses Manufaktur 3. Perencangan 4. Material Engineering
Articles 40 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN OKSIGENAT PADA SOLAR TERHADAP EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL

nofendri, yos

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2017.371 KB)

Abstract

ABSTRAK Penurunan kualitas udara pada bumi terus menurun. Ini disebabkan oleh polusi udara semakin lama semakin meningkat. Peningkatan jumlah kendaraan juga menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas udara. Penegakan aturan yang ketat dalam pengendalian pencemaran pada emisi gas buang semakin diperketat. Oleh itu diperlukan suatu bahan bakar kendaraan yang dapat mengurangkan emisi gas buang pada kendaraan. Pada saat sekarang ini pencarian bahan bakar ramah lingkungan difokuskan dengan menggunakan aditif berbahan dasar alami. Dengan demikian perlu diteliti penambahan aditif ditambahkan ke minyak solar, dengan tujuan untuk mengurangi emisi gas buang. Sebuah mesin diesel satu silinder telah digunakan yang digabungkan gas analyzer Bosc tipe BEA 150 / 250 / 350. Oksigenat berbahan dasar nabati digunakan sebagai aditif dalam bahan bakar diesel dengan campuran 1% - 5% volume. Tes emisi gas buang dilakukan pada kecepatan antara 900 - 1.700 rpm dan kondisi beban penuh. Percobaan dilakukan untuk mendapatkan parameter emisi gas buang. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan aditif oksigenat sebanyak 1 % bisa menurunkan jelaga 30%, meningkatkan CO2 sebanyak 5%, menurunkan CO 35% dan peningkatan NOx sebanyak 9% dibanding solar murni. Kata Kunci : Mesin diesel, Oksigenat, Emisi Gas Buang ABSTRACT Decline in air quality on earth continues to occur. One of its causes is air pollution which is the mistake of vehicle exhaust emissions. Strict enforcement of pollution control on exhaust emissions is one way to control exhaust emissions. It is therefore necessary to fuel a vehicle that can reduce exhaust emissions on vehicles. At the present time this environmentally friendly fuel search is focused using natural based additives. Thus it is necessary to examine the addition of additives added to the diesel oil, with the aim of reducing exhaust emissions. A single-cylinder diesel engine has been used which incorporates a BEA 150/250/350 Bosc gas analyzer. Vegetable oxygenates are used as additives in diesel fuel with a mixture of 1% - 5% by volume. The exhaust emission test is carried out at speeds between 900 - 1,700 rpm and full load conditions. The experiment was conducted to obtain the parameters of exhaust emissions. The experimental results show that the addition of 1% oxygenate additive can decrease carbon 30%, increase CO2 by 5%, decrease CO 35% and increase NOx by 9% compared to pure diesel. Keyword : Diesel Engine, Oxygenat, Emmision Engine

RANCANG BANGUN MESIN PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHELENE MENJADI BAHAN BAKAR MENGGUNAKAN PROSES PIROLISIS

Lubi, Ahmad, M Firman, La Ode, Harahap, Sorimuda

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2344.657 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai rancang bangun reaktor pirolisis dan bertujuan untuk mengetahui proses kerja dan nilai karakteristik bahan bakar yang dihasilkan. Reaktor yang digunakan mempunyai ukuran diameter 41 cm dan tinggi 66 cm. Proses pirolisis dilakukan pada kisaran suhu 250–450oC. Dari penelitian ini menggunakan bahan baku seberat 5 kg dan didapatkan bahan bakar cair sebanyak 2,5 Kg. Adapun karakteristik bahan bakar cair yang dihasilkan adalah kandungan air 3,22 mm/kg, density 727,6 kg/m3 dan nilai oktan 60,4.

PENGARUH PENAMBAHAN GRAFIT TERHADAP KEKERASAN BANTALAN PERUNGGU

susilowati, sri endah

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.311 KB)

Abstract

Bearing dengan material  tembaga banyak dibutuhkan  karena sifatnya yang memiliki ketahanan aus dan kekuatan yang relatif lebih baik dibandingkan dengan bahan dasar lainnya. Salah satu proses pembuatannya adalah melalui proses metalurgi serbuk. Keunggulan dari metode metalurgi serbuk adalah dapat dilakukannya pengontrolan jumlah pori dan kontrol dimensi yang baik. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan material bantalan perunggu Cu-Sn-Zn-C grafit (bronze bearing) dengan metode metalurgi serbuk mulai dari tahapan karakterisasi serbuk, pencampuran serbuk, kompaksi, sampai sintering (pemanasan). Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh variabel penambahan fraksi berat grafit terhadap densitas dan kekerasan  material bearing. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dengan meningkatnya fraksi berat grafit mulai dari 0%, 0,5%, 1% densitas dan kekerasan semakin meningkat. Sedangkan pada peningkatan fraksi berat grafit diatas 1%, yaitu 1,5% dan 2,5% densitas dan  kekerasan mengalami penurunan.Hal ini berkaitan dengan peran grafit sebagai penguat dan pelumas, yang terbasahi dengan baik oleh Sn dan Zn,  sehingga pada penambahan fraksi berat grafit hingga 1% densitas dan kekerasan akan meningkat. Pada penambahan fraksi berat grafit diatas 1% , Sn dan Zn yang kadarnya tetap tidak mampu untuk membasahi Cu dan Grafit dengan sempurna sehingga densitas dan kekerasan akan menurun. Pada penambahan fraksi berat grafit 1% , densitas dan kekerasan  mencapai nilai optimal, berturut-turut sebesar 6,85 g/cm3, 58 BHN.   Kata Kunci: bearing,metalurgi serbuk, fraksi berat grafik

STUDI KOROSI BESI COR KELABU DILINGKUNGAN TEMPERATUR TINGGI YANG MENGANDUNG H2SO4 DAN NaCl

Mahyoedin, Yovial

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.87 KB)

Abstract

Besi cor kelabu merupakan bahan yang memiliki kekuatan baik, banyak digunakan pada blok silinder mesin disel dan tungku pemanas. Penggunaan bahan pada suhu tinggi dapat mengalami pengkorosian, karena pada suhu tinggi kinetika reaksi kimia akan meningkat sehingga akan mempercepat laju korosi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji laju korosi besi cor kelabu dalam lingkungan dengan suhu tinggi yang mengandung unsur H2SO4 dan NaCl. Pengujian dilakukan dengan variasi waktu dari 5 hingga 8 jam dan pada suhu 700oC. Bahan uji dipanaskan sebelumnya selama 30 menit dengan suhu 200oC. Pada suhu ini benda uji dilapisi larutan NaCl dan H2SO4 dengan perbandingan 50:50 yang nantinya akan dilarutkan dengan 400ml air. Setelah pelapisan, pengujian dengan suhu tinggi dilakukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bahan kehilangan berat sebesar 0,0085 mm/year dalam waktu 5 jam. Pada waktu 6 jam diperoleh kehilangan berat sebesar 0,0048 mm/year, untuk waktu 7 jam diperoleh kehilangan berat sebesar 0,0189 mm/year dan untuk waktu 8 jam diperoleh kehilangan berat yang sangat signifikan yaitu sebesar 0,0257 mm/year. Keberadaan deposit NaCl dan H2SO4 pada lapisan besi cor kelabu sangat signifikan dalam mempengaruhi laju oksidasi.Kata kunci: besi cor kelabu, korosi, suhu tinggi, NaCl dan H2SO4

PENGARUH ARUS TERHADAP KENYAMANAN WELDER, CACAT LAS DAN KEKERASAN HASIL HARDFACING BAJA KARBON

Sopiyan, Sopiyan, Susetyo, Ferry Budhi, Syamsuir, Syamsuir

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4282.315 KB)

Abstract

Abstrak Semakin tinggi arus, maka akan semakin tinggi nilai kekerasan, namun bagaimana dengan kenyamanan dari welder itu sendiri serta bagaimana cacat yang terjadi. Umumnya arus tinggi akan menyebabkan cacat undercut maupun spatter. Sehingga perlu dilakukan penelitian ini supaya ditemukan hasil hardfacing dan parameter yang optimum. Proses penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-September 2018. Lokasi pengelasan, pembuatan spesimen serta uji kekerasan di laboratorium yang ada di Rumpun Teknik Mesin FT Universitas Negeri Jakarta. Dari tiga variasi arus pengelasan yang digunakan, tidak semua arus cocok digunakan untuk mengelas material dengan dimensi tersebut, ada korelasi arus terhadap ketebalan dari material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen dengan arus 130A merupakan arus yang cocok digunakan untuk pengelasan hardfacing. Kata kunci : hardfacing, SMAW,  kekerasan, kenyamanan AbstractIncrease the current on welding process will affected value of the weld speciment hardness , but howe about comfort of the welder itself and how defects occur on weld speciment. Commonly high currents will cause  undercut or spatter defects. So it is necessary to do this research to find the optimum hardfacing result  and parameters of welding process. The research process was carried out in April-September 2018. The location of welding, specimen making and hardness testing in the laboratory in the Mechanical Engineering Faculty of Engineering Universitas Negeri Jakarta. The results showed that specimens with 130A current were optimum currents used for hardfacing. Keywords: hardfacing, SMAW, hardness, comfort

RANCANG BANGUN DRUM OVEN MESIN PENGERING LIMBAH IKAN UNTUK PAKAN TERNAK

Priyanto, Sugeng

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2405.085 KB)

Abstract

Minimnya pengetahuan tentang pemanfaatan limbah ikan dan belum adanya penerapan teknologi dalam pengelolaan limbah ikan. Hal ini yang menyebabkan limbah ikan hanya dibuang ke laut atau dijual ke pengepul dengan harga murah. Limbah ikan dapat diolah menjadi tepung ikan yang sangat baik sebagai nutrisi tambahan pakan hewan ternak maupun ikan. Penelitian ini membuat”Rancang Bangun Mesin Penggiling Limbah Ikan Menjadi Tepung Ikan”. Pembuatan mesin penggiling limbah ikan ini dimulai dari melakukan studi literatur dan observasi untuk merencanakan dan menentukan mekanisme penggilingan limbah ikan. Setelah itu menyiapkan komponen alat dan bahan untuk pembuatan dan perakitan alat. Setelah alat sudah jadi dilakukan pengujian. Rancang bangun mesin mengunakan motor Type YAL 632 – 4, puli dengan putaran motor 1370rpm, Poros pada pisau berdiameter 18 mm dan system pemanas berupa blower dan heater. Setelah dilakukan perhitungan, rancang bangun alat menggunakan motor 180 watt, dengan gear reduksi 1 : 25 dengan kecepatan akhir 55 rpm, dengan kecepatan sabuk 12.3 m/s. poros memiliki tegangan geser 4 kg/mm2 dan torsi 1279.7 kg.mm. sedang drum yang digunakan memiliki kapasitas 60 liter dan kapasitas ikan yang dikeringkan sebanyak 9 liter.

ANALISIS KINERJA SISTEM PENDINGIN RUANG PALKAH IKAN DENGAN MENGGUNAKAN REFRIGERAN R-22 DAN HIDROKARBON (MC-22)

Jumhan, Amri, Cappenberg, Audri Deacy

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.487 KB)

Abstract

Proses pendinginan atau refrigerasi sangat diperlukan oleh nelayan untuk mempertahankan mutu dari hasil tangkapan ikan. Dan perlu adanya teknologi pendinginan ikan yang mampu digunakan dalam jangka waktu lama. Teknik refrigerasi modern yang digunakan dengan mengaplikasikan refrigeran sebagai media utama pengganti es balok. Pada saat ini, refrigeran yang umum dipakai dalam proses pendinginan yaitu dengan menggunakan jenis R-22 yang ke depannya harus digantikan dengan refrigeran lain yang lebih ramah lingkungan dan aman. Penelitian ini dilakukan untuk mencoba mengganti dengan refrigeran hidrokarbon MC-22 pada sistem pendingin kompresi uap. Pada penelitian ini difokuskan pada kinerja kompresor dan koefisien prestasi pada objek kapal KM. Putra Berlian dengan kapasitas muatan ikan mencapai 100 ton. Dari analisis yang telah dilakukan refrigeran keluar dari evaporator -20°C. Refrigeran keluar dari kompresor 40°C. Refrigeran keluar dari kondensor 32°C. Dan refrigeran keluar katup ekspansi menuju evaporator -20°C dengan daya pendingin 60 kW. Dari penghitungan pada sistem refrigerasi ini didapat hasil bahwa terdapat kenaikan kerja kompresor 45% dan penurunan COP 45%. Kata kunci :     refrigerasi, kapal ikan, refrigeran R-22, refrigeran MC-22, kompresor, COP.

ANALISA KINERJA ALAT PENUKAR KALOR JENIS PIPA GANDA

cappenberg, audri deacy

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.879 KB)

Abstract

Pengujian Alat Penukar Panas Jenis Pipa Ganda Dan Optimasi Kinerjanya. Pengujian dilaksanakan dalam beberapa tahap dimana ada parameter yang divariasikan (Gvc, Gvh, dan Th) dan ada parameter yang konstant (Tc). Dari hasil pengujian dan perhitungan diperoleh koefisien perpindahan panas menyeluruh (U) dengan menggunakan metode LMTD sebesar 3024 W/m2 °C dan yang menggunakan metode NTU sebesar 1814 W/m2 °C.   Kata kunci: Sistem pengoperasian, Optimasi, Perpindahan panas menyeluruh

PEMILIHAN VARIABEL PENENTU PERAWATAN PERMESINAN KAPAL UNTUK MENAIKKAN KEANDALAN KAPAL TNI AD

resobowo, didiet sudiro

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.849 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memilih beberapa variabel yang berpengaruh terhadap perawatan permesinan kapal dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Dalam sistem manajemen perawatan terdiri dari 8 variabel yaitu :Cost, Availability, SDM, Reliability, Safety, Operasional, Jumlah dan Jenis Kapal dan Karakteristik kapal. Pemilihan kedelapan variabel tersebut dilaksanakan dengan menyebar kuisioner. Kuesioner disebarkan kepada 30 Anak buah Kapal baik perwira, bintara dan tamtama untuk dipilih variabel yang bisa digunakan dalam manajemen perawatan dalam perawatan kapal- kapal militer. Dari hasil kuesioner dihasilkan 7 variabel.  Langkah selanjutnya menggunakan Expert Choice yang menghasilkan 4 variabel yang berpengaruh yaitu SDM = 0.247, Cost = 0.222, Availability = 0.197 dan Reliability = 0.104.   Keywords: Perawatan Permesinan Kapal, Anak Buah Kapal, AHP, Expert Choice

UJI PRESTASI MESIN PENDINGIN KOMPRESI UAP YANG MENGGUNAKAN REFRIGERAN R22 DENGAN METODE PENGUJIAN AKTUAL DAN SIMULASI

Cappenberg, Audri Deacy, Ramadan, Haris

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4282.347 KB)

Abstract

AbstrakSistem pengkondisian udara yang mengatur temperatur dan  kelembaban udara dalam ruangan, dalam pengoperasiannya membutuhkan refrigeran yang mudah menyerap dan melepaskan kalor. Setiap refrigerant memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang mempengaruhi efek refrigerasi dan koefesien prestasi yang dihasilkan. R 22 adalah salah satu refrigeran yang memiliki karakteristik yang baik pada mesin pendingin. Software Genetron properties adalah sebuah software simulasi yang dapat menghitung aliran fluida atau refrigerant pada mesin pendingin. Genetron properties melakukan simulasi termodinamika untuk siklus kompresi uap dan memberikan hasil dalam bentuk tabulasi dan pada diagram Mollier diagram (h-s diagram). Pengujian prestasi mesin pendingin yang menggunakan  R-22 dilakukan secara aktual dan simulasi dengan menggunakan software genetron properties. Hasil pengujian dan perhitungan menunjukkan bahwa : Kerja kompresor, COP dan performance factor  pada mesin pendingin kompresi uap ketika high speed  adalah 0,528 kW,  8,42 dan 0,1187;  saat low speed adalah 0,528 kW; 8,52 dan 0,117.  COP dari   hasil pengujian dengan software genetron properties ketika high speed 2,193 saat low speed 1,415 hal ini dikarenakan mesin pendingin kompresi uap dalam keadaan tidak optimalKata Kunci : Mesin Pendingin, Kompresi Uap, COP AbstractAir conditioning system that regulates temperature and humidity in the room, in operation requires refrigerants that are easy to absorb and release heat. Each refrigerant has different characteristics that affect the effects of refrigeration and the performance coefficients produced. R 22 is one of the refrigerants that has good characteristics on cooling system. Genetron properties is a simulation software that can calculate fluid flow or refrigerant on a cooling sistem. Genetron properties perform thermodynamic simulations for vapor compression cycles and provide results in tabulation and Mollier diagram diagrams (h-s diagrams). Testing the performance of cooling system using R-22 is done in actual and simulated using genetron properties software. The test results and calculations show tha the work of compressor, COP and performance factors on vapor compression cooling system when high speed is 0.528 kW, 8.42 and 0.1187; when low speed is 0.528 kW; 8.52 and 0.117. COP from the results of testing with genetron software properties when high speed 2,193 at low speed 1,415 this is because the vapor compression of cooling system is in an optimal condition Keyword: Cooling system, vapor compression, COP

Page 1 of 4 | Total Record : 40