Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
ISSN : 20896166     EISSN : 26572060
Agroplantae adalah Jurnal Ilmu Pertanian Terapan yang menjadi sarana bagi peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bidang ilmu Budidaya Tanaman, dengan lingkup Pemuliaan Tanaman, Bioteknologi Tanaman, Teknologi Benih, Perlindungan Tanaman, dan Kesuburan Tanah.
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 1 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan" : 8 Documents clear
TEKNIK BUDIDAYA DAN TINGKAT PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH PESERTA DAN NON PESERTA SEKOLAH LAPANG PENGENDALIAN HAMA TERPADU DI KABUPATEN PINRANG Rahim, Iradhatullah; Zulfikar, Zulfikar
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi adalah salah satu komoditi andalan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Kabupaten Pinrang yang merupakan sentra padi di Sulsel mempunyai produksi yang masih cukup rendah dibandingkan potensi hasil tanaman padi. Salah satu penyebab rendahnya produksi adalah teknik budidaya yang tidak tepat yang dilakukan oleh petani. Hal tersebut diatasi dengan memberi pengetahuan dan keterampilan kepada petani melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Penyakit Terpadu (SLPHT). Percobaan ini dilaksanakan di Desa Mattunru-tunrue, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang pada kelompok tani Mappasitujue dengan membandingkan petani peserta SLPHT dan Non SLPHT. Hasil percobaan dianalisi secara deskriptif. Hasil percobaan menunjukkan adanya perbedaan teknik budidaya antara petani SLPHT dan Non SLPHT, terutama cara pengaturan air dan penanganan hama penyakit. Perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan pertumbuhan, tingkat produksi, tingkat kerusakan oleh hama dan  jumlah musuh alami. Anakan produktif  tanaman padi lahan SLPHT lebih tinggi, dibanding lahan non SLPHT. Produksi tanaman padi pada lahan SLPHT lebih tinggi sekitar 2,6 ton gabah kering panen dibanding lahan non SLPHT. Tingkat kerusakan hama penggerek batang padi pada lahan non PHT lebih tinggi dibanding lahan PHT yaitu pada fase vegetatif sebesar 6% dan fase generatif berkisar 10%. Adanya perbedaan penurunan musuh alami pada kedua perlakuan karena perbedaan jenis dan dosis pestisida yang digunakan. Penurunan musuh alami tertinggi pada lahan non SLPHT setelah aplikasi pestisida mencapai 80 %.
EFEK PENGGUNAAN MOL EKSTRAK TAUGE PADA BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia) Isnaini, Junyah Leli; Asmawati, Asmawati
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan MOL (Mikroorganisme lokal) dari bahan ekstrak tauge terhadap pertumbuhan stek vanili (Vanilla planifolia). Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan, yakni : P0 Kontrol, P1 50 ml L-1 air, P2 60 ml L-1 air, P3 70 ml L-1 air setiap perlakuan di ulang sebanyak 5 kali dan masing-masing ulangan terdiri dari dua unit polybagsehingga terdapat 40 unit polybag. Hasil penelitian menunjukkan efek penggunaan MOL dari ekstrak tauge berpengaruh tidak nyata,tetapi pengamatan secara visual menunjukkan perbedaan di antara perlakuan yaitu konsentrasi 70 ml L-1air memperlihatkan hasil tertinggi pada parameter panjang tunas, konsentrasi 60 ml L-1air memperlihatkan hasil terbanyak pada pembentukan jumlah daun dan konsentrasi 50 ml L-1air memperlihatkan hasil tertinggi pada pertambahan batang.
PREFERENSI Conopomorpha cramerella PADA BEBERAPA KARAKTER MORFOLOGI BUAH KAKAO Ridwan, Andi; Nurmiaty, Nurmiaty
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui preferensi C. cramerella dengan melihat  tingkat serangannya pada buah kakao berdasarkan karakter morfologinya. Selain itu jumlah lubang masuk dapat sebagai indikator kesukaan atau preferensi PBK (C. cramerella) terhadap buah kakao. Percobaan dilaksanakan di beberapa kebun kakao di kabupaten Polewali Mandar. Hal-hal yang diamati adalah: morfologi buah kakao, lubang keluar dan lubang masuk PBK pada buah kakao, penyebaran PBK, dan tingkat serangan PBK. Hasil percobaan menunjukan bahwa terdapat lima tipe tanaman kakao berdasarkan morfologi buahnya. Selanjutnya ditemukan bahwa tingkat serangan dan jumlah lubang masuk tertinggi pada tipe C(17,8%) dan tipe E (23,8%) yaitu buah yang memiliki alur yang dalam dan tekstur kulit buah yang kasar.
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT VSD (Oncobasidium theobromae ) PADA LIMA KLON KAKAO DI DUSUN LAWANI KABUPATEN LUWU TIMUR Syatrawati, Syatrawati
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vascular Streak Dieback (VSD) yang disebabkan oleh cendawan Oncobasidium theobromae  adalah salah satu penyakit penting pada tanama kakao. Percobaan ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat serangan VSD pada beberapa klon kakao lokal, (2) mengetahui beberapa metode untuk mencegah penyakit VSD dipertanaman. Percobaan ini berlokasi di pertanaman kakao di dusun Lawani, Kab. Luwu Timur, pada bulan Maret - April 2017 Percobaan ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengamatan tingkat serangan VSD pada lima klon kakao lokal pada lahan 1 ha dengan 1000 populasi tanaman kakao. Penentuan pohon sampel setiap klon dilakukan  secara diangonal  dengan lima pohon sampel setiap titik diagonal. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan perhitungan tingkat serangan VSD pada tanaman kakao. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat serangan VSD tertinggi pada klon MCC 02 dan terendah pada klon M05. Tingkat ketahanan 5 klon kakao berturut - turut adalah M-05, BB-01, MCC-01, THR, MCC 02.    
SURVEI TEKNIK PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen) DI DESA GATTARENG KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Rahmad, Rahmad; Kadir, Muhammad; Taslim, Taslim
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey bertujuan untuk mengetahui tehnik pengendalian hama penggerek buah kakao yang dilakukan oleh petani setempat. Jumlah petani responden diketahui melalui kuisioner yang berisi daftar pertanyaan tentang pengendalian hama PBK. Selanjutnya data di kelompokkan berdasarkan komponen-komponen pengendalin dan dianalisa dengan menggunakan tehnik persentase sederhana. Hasil survey menunjukkan bahwa secara umum pengendalian yang dilakukan adalah pengendalian kultur teknis meliputi lelesan, menanam varietas tahan hama, pemangkasan, pengaturan jarak tanam, panen teratur. Pengendalian lain adalah secara fisik/mekanik meliputi tindakan pembakaran sisa-sisa tanaman dan pemangkasan, dan pengendalian secara kimia dengan menggunakan insektisida matador, orivo, cholormite, rambo, halona, decis, buldok dan herbisida glifosat, faraquat.
RESPON GULMA BERDAUN SEMPIT TERHADAP APLIKASI HERBISIDA BERBAHAN AKTIF ISOPROPILAMINA GLIFOSAT PADA LAHAN KAKAO Nildayanti, Nildayanti; Junaedi, Junaedi
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui respon gulma berdaun sempit terhadap aplikasi herbisida sistemik berbahan aktif Isopropilamina Glifosat pada lahan pertanaman kakao. Penentuan lokasi digunakan dengan metode purposive sampling yaitu memilih lahan kakao yang luasannya sama yang ditumbuhi banyak vegetasi gulma dan petani intensif melakukan pengendalian dengan herbisida sistemik berbahan aktif isopropilamina glifosat. Pengamatan di laksanakan di Desa Tarengge, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.   Pengamatan dilakukan dengan membuat 5 plot pada setiap lahan dengan luas plot 1   yang dilakukan pada 3 lokasi yang berbeda. Pada masing-masing lahan dihitung analisis vegetasi dan nilai SDR dari masing-masing jenis gulma. Berdasarkan hasil pengamatan perbandingan antara nilai SDR gulma sebelum dan setelah aplikasi herbisida sistemik bahan aktif isopropilamina glifosat, dapat disimpulkan bahwa  herbisida tersebut mampu menekan pertumbuhan gulma baru pada lahan kakao seperti : Themede arguens L, Mimosa pudica, Digitaria ciliaris,  Eleusine indica L, dan menunjukkan respon kematian total. Namun berbeda dengan gulma lama pada lahan kakao seperti :  Imperata cylindrical, Paspalum conjugatum,Mimosa pudica yang menunjukan respon resistensi terhadap herbisida Isopropilamina Glifosat
KAJIAN PENGGUNAAN KLON UNGGUL KAKAO PADA PERKEBUNAN RAKYAT DI KABUPATEN BONE Junaedi, Junaedi; Thamrin, Syahruni; Baba, Basri
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan tanaman merupakan kunci penting keberhasilan usaha tani pekerbunan termasuk pada usaha tani kakao yang  saat ini menjadi prioritas utama usaha tani perkebunan di Sulawesi Selatan. Penggunaan klon unggul kakao yang sesuai diikuti dengan kultur teknis yang baik merupakan syarat utama tercapainya produktivitas yang tinggi serta mutu produk yang diharapkan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pertanaman klon kakao yang  telah diterapkan serta mendeskripsikan jenis-jenis klon unggul kakao pada perkebunan rakyat yang ada di Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pertanaman kakao yang diusahakan oleh petani pada umumnya dilaksanakan secara poliklonal, baik dengan menggunakan 2 (dua) klon maupun 3 (tiga) klon pada lahan yang sama. Klon-klon yang digunakan adalah MCC 02, S1 dan S2. Klon-klon ini telah dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari rehabilitasi tanaman kakao melalui kegiatan sambung samping (86,67%) dan sisanya melalui penanaman kembali (replanting) (13,33%) menggunakan bibit yang berasal dari klon unggul kakao baik MCC 02, S1 maupun S2.
SURVEY TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN KAKAO BELUM MENGHASILKAN DI PT. MARS COCOA DEVELOPMENT CENTER KABUPATEN LUWU TIMUR Yusuf, Muhammad; Darmawan, Darmawan; Efendi, Irwan
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupa survey, bertujuan untuk mengetahui teknis pemeliharaan yang menunjang peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi tanaman kakao. Serangan hama dan penyakit merupakan faktor utama penyebab menurunya tingkat kualitas dan kuantitas biji kakao. Hal ini juga merupakan kendala utama yang hadapi oleh petani kakao sehingga perlu di terapkan teknologi terbaru, guna mengantisipasi penurunan hasil yang lebih merugikan petani. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan  disimpulkan bahwa teknik pemeliharaan kakao belum menghasilkan yang diterapkan di PT Mars Cocoa Development Center adalah pemangkasan, pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian hama, pengendalian penyakit dan pengairan

Page 1 of 1 | Total Record : 8