cover
Contact Name
Dr. Zahraeni Kumalawati, S.P.,M.P,
Contact Email
btp@polipangkep.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
btp@polipangkep.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
ISSN : 20896166     EISSN : 26572060     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Agroplantae adalah Jurnal Ilmu Pertanian Terapan yang menjadi sarana bagi peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bidang ilmu Budidaya Tanaman, dengan lingkup Pemuliaan Tanaman, Bioteknologi Tanaman, Teknologi Benih, Perlindungan Tanaman, dan Kesuburan Tanah.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
PEMANFAATAN DOSIS LETAL EFEKTIF RADIASI SINAR GAMMA UNTUK MUTAN PENDEK DAN GENJAH PADI LOKAL (ASE BULUH) SULAWESI SELATAN Haris, Abdul; Boceng, Annas; Tjoneng, Amir
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ase Buluh dari Kabupaten Bone adalah varietas lokal yang sekarang tidak lagi banyak dijumpai atau bahkan hampir punah disebabkan karena  produksi rendah, batang tinggi, mudah rebah, dan berumur dalam, oleh karena itu  perlu diadakan  perakitan varietas. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dosis letal yang efektif dari penggunaan radiasi sinar Gamma dalam menginduksi mutasi padi varietas lokal (Ase Buluh) dengan sifat pendek dan berumur genjah. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis letal radiasi, terdiri atas tiga taraf yaitu radiasi 0 gray (tanpa radiasi), 200 gray, dan 300 gray. Hasil penelitian menunjukkan dosis letal efektif radiasi sinar gamma adalah 200 gray dan 300 gray. Mutan tinggi tanaman yang terpendek adalah 300 gray (131 cm) tidak berbeda nyata dengan 200 gray (139 cm), sedangkan jumlah anakan terbanyak diperoleh pada dosis 0 gray (18) dan berbeda nyata dengan 200 gray dan 300 gray (15,07 dan 15,5). Umur berbunga  dan umur panen tanaman yang diradiasi lebih cepat dan berbeda nyata dengan tanaman yang tidak diradiasi (kontrol). Umur berbunga tercepat pada dosis 300 gray (89 hari), sedangkan umur panen tercepat nampak pada tanaman dengan dosis radiasi 200 gray (140,60 hari).
Respon Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea Canephora L.) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi Pupuk Cair Hayati Tjanring, Junaedi; Thamrin, Syahruni; Suriyadi, Suriyadi
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to determine the use of biological liquid fertilizer on the growth of robusta coffee plants. Conducted at the Experimental Garden Department of Plantation Plant Cultivation, Pangkajene and Islands State Polytechnic, which lasted for 3 (three) months. The study used a Randomized Block Design (RBD) with no setting (P0), concentration of 100 ml (P1), concentration of 150 ml (P2), and concentration of 200 ml (P3). Based on the experimental results obtained, it can be concluded that the contribution of biological liquid fertilizer gives different changes to the growth of robusta coffee plant seeds that have been developed for 3 months. The application of fertilizer with a concentration of 200 ml resulted in the growth of the average plant height and stem diameter the best, namely the average plant height of 6.25 cm and the average stem diameter increase of 0.13 cm. While giving the concentration of 100 ml produces the highest average number of leaf growth, namely 7 strands.
Tingkat Produksi Lateks Tanaman Karet (Havea Brasiliensis L.) Pada Berbagai Umur Tanaman kafrawi, Kafrawi; Kumalawati, Zahraeni; Sufyan, Sufyan; Arham, Arham
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produksi lateks tanaman karet pada berbagai tingkat umur tanaman. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan pengamatan panen lateks pada berbagai umur tanaman (tahun) yang terdiri atas : 9, 10, 23, dan 37. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat lateks sebelum dan setelah giling serta setelah pengasapan paling tinggi diperoleh pada tanaman berumur 37 tahun (tahun tanam 1979) yaitu masing-masing sebesar 238.48 kg, 221.05 kg, dan 218.58 g. Namun kadar kering karet (K3) terberat diperoleh pada tanaman berumur 23 tahun (tahun tanam 1983) yaitu  97%.
Efektifitas Cendawan Endofit Dan Trichoderma Spp. terhadap Penyakit Busuk Pangkal Batang Lada (Phytophthora Capsici) Di Pembibitan Muliani, Sri; sukmawi, Sukmawi; Nildayanti, Nildayanti
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi cendawan endofit dan Trichoderma terhadap penyakit busuk pangkal batang di pembibitan. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu (1) penyiapan inokulum cendawan endofit dan Trichoderma spp.(2) deteksi  tanah yang  mengandung inokulum Phytophthora, (3) aplikasi  cendawan endofit  dan Trichoderma spp. Penelitian dilakukan dengan empat perlakuan yaitu  cendawan endofit (A), cendawan endofit + Trichoderma (B), Trichoderma (C), dan kontrol (D). Parameter yang di amati adalah tanaman yang mati, tanaman yang masih bertunas dan tanaman yang masih berdaun.. Hasil pengamatan menunjukkan aplikasi cendawan endofit + Trichoderma spp.   memberikan hasil yang terbaik untuk pengendalian penyakit busuk pangkal batang lada di pembibitan.
In Vitro Propagation Of Vanilla (Vanilla Planifolia Andr.) On Different Concentration Of Cytokinins Inderiati, Sitti -; Ratnawati, Ratnawati; Since, Since
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Micropropagation of vanilla was conducted through excised apical shoot tip and nodal segment as explants to determine the best concentration of growth hormone of cytokinin on multiple shoots production and regeneration. The explants were cultured on MS medium augmented with different concentration of N6-Benzyladenin and Kinetin. Sub culture was done four weeks after inoculation to regenerate more elongated shoots on the medium containing the same concentration of plant growth regulators as inoculation medium. After 60 days of cultured, multiple regenerated shoots were elongated and formed leaves and roots. The two cytokinins tested induced bud break to different degrees. Among the various concentrations tested N6-Benzyladenin at 1.5 mg.l-1 gave the highest mean shoot number (3.27/explant) and leaves (3.80/shoot) differentiation. While the lowest number of shoots and leaves were found on MS medium fortified with 1.0 mg.l-1 Kinetin. All cultures produced roots and the highest number of roots formed on the medium containing 2 mg.l-1 Kinetin.  
Pertumbuhan Bibit Dua Klon Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Berbagai Takaran Cendawan Mikoriza Arbuskula D, Rahmad; darmawan, Darmawan; harniana, Harniana
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 4 No 1 (2015): Agroplantae, Vol 4 No 1 Juli 2015
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui pertumbuhan bibit dua jenis klon kakao (Theobroma  cacao L.) yang diaplikasi cendawan  mikoriza arbuskula dengan takaran berbeda. Percobaan ini disusun menggunakan rancangan faktorial dengan dasar rancangan acak kelompok (RAK). yang terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah klon kakao yaitu klon Sulawesi-1 (k2) dan klon Sulawesi-2 (k1). Faktor kedua adalah takaran CMA, yaitu tanpa CMA/(kontrol (m0), 5 g.tanaman-1  (m1), 10 g.tanaman-1 (m2), dan 15 g.tanaman-1 (m3).  Hasil percobaan menunjukkan bahwa klon Sulawesi-1 dengan takaran cendawan mikoriza 5 g/tanaman memperlihatkan pertumbuhan yang terbaik berdasarkan pertambahan jumlah daun dan diameter batang bibit kakao.
Pengaruh Pupuk Kandang (Kotoran Ayam) Terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Asmawati, Asmawati; Halid, Erna; Fatimah, Fatimah
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 4 No 1 (2015): Agroplantae, Vol 4 No 1 Juli 2015
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kandang (kotoran ayam) yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao (Theobroma cacao L.)..Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan takaran kotoran ayam yang terdiri atas tanpa kotoran ayam (b0), kotoran ayam 100 gram/polibag (b1), kotoran ayam 150 gram/polybag (b2), dan  kotoran ayam 200 gram/polybag (b3). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dengan takaran 150 gram penambahan kotoran ayam dalam media memberi pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah dan tinggi tunas, serta jumlah daun bibit kakao hasil sambung pucuk.
Pengaruh Berbagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao. L) Darmawan, Darmawan; Yusuf, Muh; Syahruddin, Ilyas
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 4 No 1 (2015): Agroplantae, Vol 4 No 1 Juli 2015
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui jenis media tanam yang memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao (Theobroma cacao L). Percobaan ini meggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan media tanam (M) yang terdiri dari   5 (lima) taraf yaitu media kotoran sapi (M1), media serbuk gergaji (M2), media sekam padi (M3), media kotoran ayam (M4) dan media kotoran kambing (M5), dengan perbandingan tiap media 1:1:1. Jenis klon kakao yang digunakan berasal dari klon 45. Setiap unit percobaan terdiri dari 5 (lima) perlakuan media tanaman kakao, kemudian dari kelima perlakuan tersebut diulang sebanyak tiga kali, dan setiap ulangan terdapat 3 (tiga) unit sehingga jumlah keseluruhan adalah 45 unit percobaan. Berdasarkan hasil percobaan memperlihatkan media tanam yang dominan memberikan pengaruh pertumbuhan yang terbaik yaitu media dari kotoran sapi yang memperlihatkan jumlah daun, tinggi batang, dan diameter batang yang lebih unggul dari pada media yang lain.
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) terhadap Pupuk NPK 16.16.16 Halid, Erna; Darmawan, Darmawan; P, Randi
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 4 No 1 (2015): Agroplantae, Vol 4 No 1 Juli 2015
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, mulai  bulan Agustus hingga November 2015. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK 16.16.16  terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yaitu tanpa perlakuan pupuk NPK (p0); Pupuk NPK 10 gram/tanaman (p1); Pupuk NPK 15 gram/tanaman (p2) dan pupuk NPK 20 gram/tanaman. Masing-masing perlakuan terdiri dari 2 unit dan diulang sebanyak 3 kelompok, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Data hasil percobaan diperoleh dari mengukur selisih antara data akhir pengamatan (umur 11 bulan) dengan data awal pengamatan (umur 8 bulan). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah pelepah, diameter batang dan panjang pelepah. Hasil percobaan menunjukkan  bahwa perlakuan pupuk NPK 16.16.16 dengan dosis 20 gram/tanaman memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertambahan jumlah pelepah yakni 4,00 buah, dan memberikan pengaruh yang terbesar terhadap tinggi tanaman (26,37 cm), diameter batang (1,39 cm ) dan panjang pelepah (36,5 cm).
Tingkat Serangan Hama Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella Snellen ) pada Lima Klon Kakao Lokal Syatrawati, Syatrawati; Asmawati, Asmawati
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 4 No 1 (2015): Agroplantae, Vol 4 No 1 Juli 2015
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab turunnya produksi dan produktivitas kakao nasional disebabkan serangan hama penggerek buah kakao (PBK), Conopomorpha cramerella (Snellen). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui  daya tahan  klon kakao lokal terhadap serangan hama PBK , (2) Mengetahui beberapa metode untuk mencegah hama PBK dipertanaman. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif kuantitatif. Luas lahan adalah 1 ha untuk 2 lokasi yang berbeda. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara area sampling.Penentuan pohon sampel setiap klon dilakukan  secara diangonal  dengan lima pohon sampel setiap titik diagonal. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan perhitungan tingkat kerusakan buah kakao oleh PBK. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama PBK tergolong sedang. Klon yang paling tahah adalah  klon MCC 02  (8%) dan klon yang paling rentan adalah klon BB (16 %).Beberapa cara pengendalian yang dilakukan berupa pemangkasan, pemupukan,panen teratur dan sanitasi

Page 1 of 3 | Total Record : 27