Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman
ISSN : 24774928     EISSN : 26566680
Al-Insyiroh: Islamic Science Journal contains Islamic studies which include Islamic education, Islamic law, Islamic thought, economics, and other Islamic studies.
Articles 38 Documents
PROMOTING ISLAM NUSANTARA: A Lesson from Nahdlatul Ulama (NU) Murtaufiq, Sudarto
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2018): Islamic Studies
Publisher : LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.136 KB)

Abstract

NU has explicitly voiced the importance of the Muslims within and outside the country to reconsider and rethink the concept of Islam Nusantara.  It is such a historical consciousness could be seen clearly from the roles played by the religious social organization in materializing the teachings of Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja). In this capacity, NU has been capable of brilliantly articulated religious teachings that are at least based on three aspects, namely the normative doctrinal, historical and cultural. The success of NU in propagating the the concept of Islam Nusantara is due to the role of its prominent clerics and Muslim scholars (ulema) for skilfully being able to sow the seeds of Islamic teachings in a peaceful and courteous means in the face of different cultures, traditions and customs inherited and developed by the so-called Walisongo. On this stand, NU is committed to doing its best services for the country and even taking part in internationalizing its moderate and tolerant teachings of Islam to other countries
DIMENSI MODERASI ISLAM Ramdhan, Tri Wahyudi
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2018): Islamic Studies
Publisher : LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.424 KB)

Abstract

Kalau kita merujuk kepada al Quran sebagai acuan ekspresi keberagamaan sama ada pada level pemahaman mahupun penerapan, maka secara eksplisit ia menegaskan eksistensi umat moderat (Ummatan Wasathan). Dengan kata lain seorang muslim moderat adalah muslim yang memberi setiap nilai atau aspek yang berseberangan bagian tertentu tidak lebih dari hak yang semestinya. Karena manusia siapa pun ia tidak mampu melepaskan dirinya dari pengaruh dan bias sama ada pengaruh tradisi, pikiran, keluarga mahupun zaman dan tempatnya, maka ia tidak mungkin merepresentasikan atau mempersembahkan moderasi penuh dalam dunia nyata. Kehadiran Islam sebagai agama adalah untuk menarik manusia dari sikap ekstrim yang berlebihan dan memposisikannya pada posisi yang seimbang. Maka dalam ajaran ajaran Islam terdapat unsur rabbaniyyah (ketuhanan) dan Insaniyyah (kemanusiaan), mengkombinasi antara Maddiyyah (materialisme) dan ruhiyyah (spiritualisme), menggabungkan antara wahyu (revelation) dan akal (reason), antara maslahah ammah (al jamaaiyyah) dan maslahah individu (al fardiyyah), dan lain lain sebagainya. Konsekwensi dari moderasi Islam sebagai agama, maka tidak satupun unsur atau hakikat hakikat yang disebutkan diatas dirugikan. Berdasarkan kenyataan diatas, maka harus ditegaskan lebih awal bahawa al-washatiyyah dalam Islam akan menjadi keniscayaan di setaip aspek yang akan dibahas di bawah ini.
INSPIRING TEACHER ; Sosok dan Perannya dalam Mengorganisir Pembelajaran Berbasis Manajemen Mutu Juhari, Juhari
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2018): Islamic Studies
Publisher : LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.718 KB)

Abstract

Inspiring teacher, adalah dambaan setiap peserta didik. Guru inspiratif bukan guru yang hanya mengejar kurikulum, tetapi lebih dari itu, mengajak siswa-siswanya berpikir kreatif. Kehadirannya meniscayakan kemajuan dalam organisasi pembelajaran. Salah satu upaya yang kini sedang disosialisasikan dan dianggap tepat adalah melalui Total Quality Manajement (TQM) atau manajemen mutu terpadu. Dalam dunia pendidikan dikenal dengan TQE (Total Quality Education) Esensi dari TQM maupun TQE adalah suatu filosofi dan menunjuk pada perubahan budaya dalam suatu organisasi (pendidikan), serta dapat menyentuh hati dan pikiran orang menuju mutu yang diidamkan. Walhasil, implikasinya, akan lahir peserta didik-peserta didik yang memiliki kepercayaan diri terhadap sekecil apapun potensi yang mereka miliki, yang dari potensi itu mereka yakin bahwa masa depannya akan menjadi bermakna. Dari tangan inspiring teacher akan muncul siswa-siswi cerdas dengan keaneka-ragaman kecerdasan yang mereka miliki, yang membedakan mereka satu sama lainnya.
MEMBANGUN AKTUALIASI PEMBELAJARAN DENGAN TEORI KECERDASAN MAJEMUK Holili, Holili
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2018): Islamic Studies
Publisher : LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.269 KB)

Abstract

Kecerdasan atau intelejensi seseorang ada atau dibawa sejak dia dilahirkan. Akan tetapi perkembangan intelegensi itu didapatkan seseorang seiring perkembangannya dalam kehidupan. Inteligensi atau kecerdasan selama ini sering diartikan sebagai kemampuan memahami sesuatu dan kemampuan berpendapat, di mana  semakin cerdas seseorang maka semakin cepat ia memahami suatu permasalahan dan semakin cepat pula mengambil langkah penyelesaiannya Dalam hal ini, kecerdasan dipahami sebagai kemampuan intelektual yang  lebih menekankan logika dalam memecahkan masalah. Kecerdasan seseorang biasanya diukur melalui tes  Intelligence Quotient  (IQ)  Pada tulisanini dipaparkan Tentang teori belajar pada segmentasi teori kecerdasan majmuk yang di lontarkan oleh Howard Gardner untuk menunjukkan bahwa pada dasarnya manusia itu memilik banyak kecerdasan, tidak hanya sebatas IQ seperti yang dikenal selama ini.  Menurut Gardner, sedikitnya ada sembilan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yaitu kecerdasan linguistik, matematis-logis, ruang-visual (spasial), kinestetik-badani, musikal, interpersonal, dan intrapersonal,  naturalis  dan  kecerdasan eksistensial.
UPAYA GURU PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI SMP MUHAMMADIYAH KARANGASEM BALI Asmuki, Asmuki
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2018): Islamic Studies
Publisher : LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.609 KB)

Abstract

Bangsa yang memiliki karakter yang kuat akan menjadikan dirinya sebagai bangsa yang bermartabat.tetapi kondisi bangsa ini yang semakin menunjukkan perilaku anti budaya dan anti karakter dan mengalami krisis moral seperti praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang semakin marak pada lembaga pemerintahan Fenomena di atas jelas mendapatkan kritikan terutama dalam dunia pendidikan, karena dunia pendidikan kita saat ini dinilai lebih memperhatikan aspek kognitif semata dari pertumbuhan kesadaran nilai-nilai (agama) dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatif volatif, yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Akibatnya terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan pengalaman, antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama. Atau dalam praktik pendidikan agama berubah menjadi pengajaran agama, sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi bermoral, padahal inti dari pendidikan agama adalah pendidikan moral. Kalau kita simak pendidikan atau mendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu saja, namun lebih jauh pengertian itu yang lebih utama adalah dapat mengubah dalam tataran etika maupun estetika dalam kehidupan sehari-hari. Dalam riset kali ini akan dikaji pembentukan karakter religious disebuah sekolah umum yang berafisiliasi organisasi keagamaan di Karang Asem Bali
URGENSI KOMPETENSI GURU SEBAGAI PELAKSANA KURIKULUM DI SEKOLAH Amin, Mat
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2018): Islamic Studies
Publisher : LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.823 KB)

Abstract

Selama ini kurikulum dianggap penentu keberhasilan pendidikan, oleh sebab itu perhatian para guru, dosen, kepala sekolah dan semua praktisi pendidikan terkonsentrasi pada kurikulum. Sebenarnya kurikulum itu bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, karena tanpa ditopang oleh pihak lain ia tidak akan bisa berbuat banyak.Sebagai salah satu pihak yang menjalankan tujuan kurikulum guru harus mempunyai wewenang mengajar berdasarkan kualifikasi sebagai tenaga pengajar. Sebagai tenaga pengajar, setiap guru harus memiliki kemampuan profesional dalam bidang proses belajar mengajar atau pembelajaran. Termasuk juga guru pendidikan agama Islam. Hal-hal yang berhungungan dengan masalah guru, seperti profesi, kode etik, tugas-tugas guru dan kompetensi guru sangat urgen diketahui oleh seorang guru agar bisa melaksanakan tujuan kurikulum dan tujuan pengembangan kurikulum dari waktu kewaktu dengan baik
METODE FORWARD AND BACKWARD STEPS SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR DAN MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN BULAT SISWA KELAS VII SMP NURUL AMANAH BANGKALAN Mudarris, Mudarris
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2018): Islamic Studies
Publisher : LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.287 KB)

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pendidikan yang bertujuan membawa siswa pada suatu keadaan yang lebih baik. Untuk mencapai hasil yang baik, diperlukan usaha-usaha yang menuntut seorang guru untuk inovatif dan kreatif. Pada penelitian awal yang dilakukan, banyak siswa mengalami kesalahan dalam mengerjakan soal matematika pada materi bilangan bulat. Untuk itu peneliti akan mengunakan action reseach dalam menguji metode Forward and Backward Steps sebagai alternatif dalam pembelajaran untuk menumbuhkan motivasi belajar dan meningkatkan pemahaman konsep bilangan bulat siswa SMP Kelas VII SMP Nurul Amanah.
PERILAKU DAN BUDAYA KONSUMEN MADURA DALAM DINAMIKA ETIKA BISNIS SYARIAH Mashudi, Mashudi
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2018): Islamic Studies
Publisher : LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.636 KB)

Abstract

Dinamika budaya di masyarakat memunculkan pola dan aktivitas ekonomi, seperti industri, mekanisme pasar, hingga pada perlindungan konsumen dalam persaingan pasar Salah satu nilai budaya lainnya yang tak kalah penting pada orang Madura adalah bahwa kesopanan dijunjung tinggi. Masyarakat Madura yang sensitif dan fanatik terhadap nilai-nilai keagamaan; seperti kesopanan, saling menghormati, serta suka tolong-menolong berdampak konstruktif dengan nilai-nilai yang terkandung dalam prinsip-prinsip etika bisnis syariah. Prinsip-prinsip bisnis Islami baik secara individu atau kelembagaan mengajak pada nilai-nilai professionalitas, kejujuran (amanah), persaudaraan dan keadilan, serta dilarang monopoli dan praktek riba. Untuk itu akan sedikit dibahas dalam tulisan kali ini mengenai perilaku orang madura terhadap etika bisnis syariah
PERKAWINAN BEDA AGAMA Arifin, Zainal
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2018): Islamic Studies
Publisher : LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.588 KB)

Abstract

Perkawinan bertujuan untuk membina keluarga sakinah mawaddah dan rahmah. Dalam usaha mewujudkan tujuan tersebut, Islam menawarkan keserasian antara pasangan, yakni sepadan baik dalam strata sosial ataupun keyakinan yang sama. Walau kenyataannya keyakinan tidak bisa menjadi jaminan terwujudnya tujuan perkawinan. Berbeda dengan perkawinan campuran dalam agama dan undang-undang yang tidak dianggap sebagai masalah, dalam perkawinan beda agama, baik dalam agama maupun undang-undang, terdapat beberapa penafsiran. Menurut Islam, perkawinan dengan orang musyrik dan kafir merupakan masalah besar. Lain halnya dengan Ahli Kitab, sesuai dengan apa yang ada dalam al-Qur’an dan telah dipraktikkan Rasulullah.Berkenan hal tersebut penulis mencoba mengurai beberapa ayat-ayat al Qur’an yang menbahas tentang perkawinan beda agama dengan menjabarkan pembahasan sebagai berikut ; Pengertian Perkawinan Antar-agama, Nas tentang Perkawinan antar-Agama(wanita musyrik), Perkawinan antar-Agama di Masa Nabi saw, Maqasid alSyari’ah Nas-Nas Perkawinan Beda Agama, Pernikahan beda agama perspektif Fikih Konvensional, Perkawinan Beda Agama di Indonesia, Peraturan tentang Perkawinan antar-Agama di Negara Muslim Lain (Kontemporer), dan Analisis Kawin beda agama dalam praktekIslam akan menjadi keniscayaan di setaip aspek yang akan dibahas di bawah ini
PROSPEK PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Suparyanto, Didik
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2018): Islamic Studies
Publisher : LP3M STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.866 KB)

Abstract

Masyarakat indonesia adalah masyarakat yang kaya akan keberagaman, baik dalam budaya , bahasa, bahkan agama. Dalam kehidupan sosial, masyarakat tersebut tentunya tidak terlepas dengan adanya interaksi antar individu sebagai proses sosialisasi baik dalam bidang keagamaan maupun dal;am bidang perkonomian.  Hal ini nyata dalam aspek perekonomian yang menjadi sorotan dewasa ini adalah munculnya bank-bank yang berbasis perekonomian islam yang lebih populer di sebut dengan perbankan syariah tersebut merupakan respon adanya kegelisahan dan kegundaan jiwa masyarakat islam di indonesia akan lalu lintas perekonomian yanh hanya berorientasi pada kehidupan duniawi saja sehingga tidak berjalan seirama dengan aturan agama islam. Kemunculan bank-bank syariah di harapkan mampu menjawab dan merespon agar lalu lintas perekonomian masyarakat di indonesia (yang nota bene masyarakat di indonesia beragam islam), mampu berjalan seirama yang di yakini akan membawa kemaslahatan bagi peningkatan ekonomi.

Page 1 of 4 | Total Record : 38