Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 16932552     EISSN : 25481800
Jurnal Insight diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah & HaKI Universitas Mercu Buana Yogyakarta, dimaksudkan sebagai media pertukaran informasi dan hasil penelitian antara staf pengajar, alumni, mahasiswa. Insight terbit dua kali setahun.
Articles 57 Documents
Cover Insight Vol 19 No 1 2017 -, -
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 19, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3415.665 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v19i1.620

Abstract

UJI VALIDASI ISI MODUL PSIKOEDUKASI TUTORIAL MEMBACA PERMULAAN UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Wulandari, Nanda Yunika
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 20, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.694 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v20i1.632

Abstract

Salah satu cara yang terbukti dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa adalah tutorial membaca menggunakan Reading Recovery. Untuk memiliki kemampuan yang mencukupi dalam memberikan tutorial membaca, maka guru membutuhkan rangkaian program pelatihan yang spesifik dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan melakukan proses validasi isi modul “Psikoedukasi Tutorial Membaca Permulaan” dengan model pembelajaran experiential learning untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam pemberian tutorial membaca menggunakan reading recovery oleh guru Sekolah Dasar. Pada penelitian ini akan dipaparkan mengenai uji validasi isi modul tersebut. Validasi isi dilakukan dengan menggunakan professional Judgement oleh 7 orang profesional yang terdiri dari praktisi, yaitu; psikolog sekolah, kepala sekolah dan guru senior serta akademisi, yaitu; dosen psikologi dan dosen PGSD. Hasil analisa Aiken’s V terhadap masing-masing aspek menunjukan skor V antara 0,75 – 0,91. Adapun validitas isi keseluruhan modul menggunakan prosentase menunjukan hasil sebesar 87,32 % artinya modul memiliki validitas isi yang baik dan dapat digunakan untuk tahap selanjutnya, yaitu uji empiris.
DUKUNGAN SUAMI DAN DEPRESI PASCA MELAHIRKAN Sumantri, Rustian Adi; Budiyani, Kondang
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 1: Februari 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.331 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i1.682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan depresi pasca melahirkan pada wanita. Dalam penelitian ini dirumuskan suatu hipotesis yaitu ada hubungan negatif antara dukungan suami dengan depresi pasca melahirkan pada wanita. Subjek penelitian ini adalah wanita pasca melahirkan yang berada pada rentang usia dewasa awal yang bertempat tinggal di kabupaten Purworejo. Jumlah subjek dalam penelitian ini 50 orang. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Dukungan Sosial dan BDI. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dalah analisis product moment dari Pearson dengan hasil korelasi (Ray) sebesar -0,842 (p<0,01). Berdasarkan hasil analisis data, hipotesis penelitian ini dapat diterima.
PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK Parmanti, Parmanti; Purnamasari, Santi Esterlita
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.192 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran ayah dalam pengasuhan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Partisipan penelitian ini adalah 2 orang ayah yang berperan langsung dalam mengasuh anaknya yaitu periode anak usia dini 4-6 tahun, pra remaja 6-12 tahun dan remaja 18-21 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam. Partisipan penelitian ini adalah KR dan HR. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa peran KR pada anak usia dini dalam membina kedekatan dengan anak dengan cara menemani anak ketika bermain yaitu membuatkan aneka mainan dari kertas seperti pesawat terbang dan kapal laut. KR memberikan kebebasan bermain pada anak seperti bermain balok atau mobil-mobilan di dalam rumah tetapi KR selalu mengawasi anak. Pada usia 2,5 sampai 3 tahun KR telah melatih anak untuk mandiri seperti makan, mandi, berpakaian ataupun toilet training. Peran HR terhadap anak pra remaja yaitu sering menemani anak belajar misalnya mengajari anak ketika sedang mengerjakan pekerjaan rumah. HR mengijinkan anaknya untuk melihat televisi tentang tata cara mengambar untuk mengembangkan bakat anak. Sementara itu peran ayah pada anak remaja, kedua partisipan mengijinkan anak untuk bermain dengan siapa saja asalkan saat bermain anak tersebut ingat waktu shalat, istirahat serta saatnya belajar. Kedua partisipan saat mengasuh anaknya yang remaja lebih mendalami masalah pada remaja terutama masalah pergaulannya. Oleh karena itu dalam membentengi anak dari pengaruh yang nantinya akan berefek negatif pada anak dengan cara memperkuat masalah agama, bagaimana cara memilih teman yang baik karena apabila anak tersebut memiliki teman yang baik maka akan berefek baik juga pada diri anak tersebut tetapi bila anak salah memilih teman maka anak juga akan terjerumus pada masalah yang berakibat kurang baik untuk masa depan anak tersebut
EFIKASI DIRI REMAJA PUTRI DENGAN FOBIA SPESIFIK Arfian, Mohammad Yusuf; Sriningsih, Sriningsih
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.065 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkrit tentang efikasi diri remaja perempuan dengan fobia spesifik. Subjek penelitian ini adalah 3 orang remaja putri berusia 12-21 tahun dengan fobia spesifik. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambaran efikasi remaja putri dengan fobia memiliki karakteristik yang bervariasi. Partisipan PAS dan NNA memiliki karakteristik efikasi diri hampir serupa yaitu memandang ketakutannya sebagai hal yang mengancam, tidak memiliki dorongan untuk berani menghadapi ketakutannya, tidak berdaya untuk mengontrol ketakutannya dan memerlukan bantuan orang lain, tidak memiliki dorongan untuk berani menghadapi ketakutannya, dan memilih membiarkan ketakutannya tetap ada. Partisipan PAS pernah memiliki pengalaman berhasil menghadapi ketakutannya namun tidak memengaruhi keberaniannya menghadapi ketakutannya. Keluarga khususnya ibu selalu membantu PAS untuk menghindari laba-laba, sehingga efikasi diri yang dimiliki PAS tidak mengalami perubahan. Efikasi diri dikembangkan oleh NNA, karena ia kurang memiliki pengalaman berhasil menghadapi ular. Selama ini NNA tidak banyak menceritakan ketakutannya kepada orang lain, karena khawatir respon orang lain. Partisipan MAD memiliki karakteristik efikasi diri yang berbeda. Partisipan MAD menanamkan usaha yang kuat saat menghadapi ketakutannya. MAD merasa lega setelah dapat menghadapi objek yang ditakutinya. MAD merasa telah mampu menghadapi ketakutan dengan cara menenangkan diri. MAD merasa selama ini lingkungan menuntutnya untuk berhadapan dengan ketakutan. Selain itu penilaian masyarakat juga memengaruhi MAD untuk memiliki efikasi diri.
DINAMIKA PSIKOLOGIS ANAK DENGAN TARAF INTELEKTUAL BORDERLINE YANG MENGALAMI KECEMASAN DI SEKOLAH Setyaningtyas, Angelina Diyah Arum
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 20, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v20i2.752

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni mengetahui dinamika psikologis anak dengan taraf intelektual borderline yang mengalami kecemasan di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian psikologi yang pengambilan datanya dengan menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 3 orang, dimana anak tersebut dipilih berdasarkan kriteria anak-anak usia 6-12 tahun, memiliki IQ Borderline yang dibuktikan dengan hasil test IQ, dan menunjukan tingkat kecemasan yang tinggi dengan pada skala Children Test Anxiety Scale (CTAS). Hasil menunjukkan bahwa kecemasan akademik yang berlebihan yang dialami oleh anak dengan intelektual borderline merupakan hasil dinamika dari kapasitas intelektual yang kurang dan kerentanan kepribadian yang juga menjadi akibat dari kapasitas intelektual yang terbatas. Hal ini sesuai dengan pendapat Kephart (1996) dimana orang yang kemampuan mentalnya rendah, kepribadiannya menjadi tidak matang, dan tidak rasional Pada kedua subjek, Di sekolah, subjek mendapatkan tekanan beban tugas yang padat, juga tuntutan lingkungan mengenai prestasi, hal ini merupakan situasi yang menekan bagi subjek, yang kemudian diproses secara kognitif oleh subjek menggunakan pengalaman dan nilai yang dimiliki anak. Karena problem solving yang dimiliki anak terbatas, maka mekanisme pertahanan diri dari kecemannya pun menjadi tidak efektif untuk mereduksi kecemasannya, sehingga kecemasannya semakin kuat.
KONTRIBUSI KEMATANGAN EMOSI PADA INTENSI BERWIRAUSAHA KULINER MAHASISWA TINGKAT AKHIR Rengganis, Domnina Rani P
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 20, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v20i2.754

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami kontribusi kematangan emosi pada intensi berwirausaha kuliner mahasiswa. Yang menjadi subjek penelitian dalam penelitian ini mahasiswa di perguruan tinggi x di Yogyakarta. Studi ini dirancang dengan menggunakan metode survey, dengan menggunakan Skala Intensi Berwirausaha dan Skala Kematangan Emosi. Penelitian ini dimaksudkan sebagai penelitian pendahuluan yang dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut, serta dasar pelatihan secara psikologis. Subjek dalam penelitian ini adalah 53 orang mahasiswa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kematangan emosi dan intensi berwirausaha kuliner mahasiswa tingkat akhir. Dari hasil perhitungan, yang diperoleh tingkat signifikansi p = 0.000 <0.01 dengan koefisien korelasi R = 0.597. Hal ini berarti bahwa pengujian hipotesis diterima, dan model regresi dapat digunakan untuk memperkirakan intensi berwirausaha kuliner pada mahasiswa
Gambaran Stress dan Dampaknya Pada Mahasiswa Musabiq, Sugiarti; Karimah, Isqi
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 20, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v20i2.240

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran umum stress dan dampaknya pada mahasiswa yang dilihat dari kejadian sehari-hari. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Sebanyak 67 mahasiswa psikologi berpartisipasi dengan cara mengisi survey berbentuk pertanyaan terbuka tentang kejadian-kejadian yang menimbulkan stress serta dampak yang dirasakan dalam rentang waktu lima hari terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki lebih dari satu jenis stressor dan merasakan dampak dari stress di lebih dari satu aspek. Jenis stressor terbanyak yang dimiliki mahasiswa berasal dari intrapersonal (29.3%), yaitu berupa kondisi keuangan (23%) dan tanggung jawab di organisasi kampus (20%). Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa stress memiliki dampak terbesar terhadap aspek fisik (32%). Hal yang sangat sering dirasakan adalah kelelahan dan lemas (21.1%).
Cover Insight Vol 20 No 2 2018 -, -
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 20, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v20i2.771

Abstract

PERILAKU MAKAN DAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF MAHASISWA Fitriana, Nina
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 20, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v20i2.663

Abstract

Mahasiswa memiliki beragam tanggung jawab baik secara akademis maupun non akademis yang harus dijalani. Kesuksesan menjalankan berbagai peran tersebut sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia dapat menikmati dan merasa bahagia dengan proses yang dijalani. Kebahagiaan atau sering diistilahkan dengan subjective well being menjadi salah satu hal yang sangat mempengaruhi kesuksesan mahasiswa dalam menjalani kehidupannya. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi subjective well being, diantaranya adalah perilaku makan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan perilaku makan dengan subjective well being. Sehingga hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara perilaku makan dan subjective well being. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 65 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan skala Subjective Well Being dan Eating Habit Questionnaire. Skala Subjective Well Being terdiri dari 3 sub skala, yaitu Satisfaction With Life Scale dengan 5 aitem, Positive Affect dengan 9 aitem, dan Negative Affect dengan 9 aitem. Sedangkan skala Eating Habit Questionnaire terdiri dari 21 aitem. Teknik analisis korelasi product moment digunakan untuk mengetahui hubungan tersebut . Hasil penelitian dinyatakan bahwa tidak ada hubungan antara perilaku makan dengan subjective well being.