Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 16932552     EISSN : 25481800
Jurnal Insight diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah & HaKI Universitas Mercu Buana Yogyakarta, dimaksudkan sebagai media pertukaran informasi dan hasil penelitian antara staf pengajar, alumni, mahasiswa. Insight terbit dua kali setahun.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 21, No 1: Februari 2019" : 6 Documents clear
EFIKASI DIRI DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN KARIER PADA MAHASISWA Rahmi, Fitria
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 21, No 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v21i1.756

Abstract

Efikasi diri dalam membuat keputusan karier (Career Decision Making Self Efficacy/CDMSE) merupakan keyakinan individu bahwa dirinya dapat secara sukses melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan pengambilan keputusan karier. Fenomena yang terjadi saat ini masih banyak mahasiswa yang bingung dengan pekerjaan yang akan dipilihnya. Tidak sedikit yang kesulitan untuk membuat keputusan terhadap pilihan karier kedepannya. Hal ini tentu akan menghambat dalam mencapai tugas perkembangan karier mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran efikasi diri mahasiswa dalam membuat keputusan karier. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dari 824 orang mahasiswa Universitas Andalas dengan menggunakan alat ukur CDMSE-Short Form (Betz, Klein & Taylor, 1996). Hasil penelitian diperoleh bahwa sebanyak 576 orang mahasiwa (69.90%) memiliki efikasi diri kategori sedang dalam membuat keputusan karier. Selanjutnya efikasi diri dalam membuat keputusan karier pada kategori tinggi dan rendah memiliki persentase yang hampir sama yaitu sebesar 14.93% dan 15.17%. Lebih lanjut hasil penelitian akan dibahas dalam diskusi penelitian.
PELATIHAN EFIKASI DIRI GURU: EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Prahara, Sowanya Ardi; Budiyani, Kondang
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 21, No 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v21i1.765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai efektivitas pelatihan strategi peningkatan efikasi diri pada guru mampu meningkatkan efikasi diri akademik dan prestasi belajar siswa. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan efikasi diri akademik siswa sebelum dan sesudah diberikan tritmen dan ada hubungan antara efikasi diri dengan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian sebanyak 180 siswa. Design eksperimen yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Data dikumpulkan dengan menggunakan Skala Efikasi Diri Akademik. Hasil analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan hasil nilai t sebesar 1.419 dengan taraf signifikansi 0.159 (p<0.05). Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan efikasi diri akademik pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Walaupun subjek memiliki efikasi diri akademik lebih tinggi setelah diberikan perlakuan dengan rerata sebesar 68.84 daripada sebelum diberikan perlakuan dengan rerata sebesr 67.89. Berdasarkan dari nilai rerata yang diperoleh dari pengukuran tersebut dapat diketahui bahwa perlakuan yang diberikan bukan berarti tidak berpengaruh terhadap subjek penelitian, melainkan disebabkan karena adanya variable extraneous yang turut serta di dalamnya. Selain itu, juga tidak ada hubungan antara efikasi diri akademik dengan prestasi belajar siswa.
DUAL EARNER FAMILY DAN PENGARUHNYA PADA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK : SEBUAH STUDI LITERATUR Rustham, Tenri Pada
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 21, No 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v21i1.757

Abstract

Tuntutan ekonomi terkadang membuat suami (ayah) dan juga istri (ibu) dalam sebuah keluarga harus bekerja. Kondisi itu tentu saja berimplikasi positif dan juga negatif. Implikasi positif lebih pada aspek ekonomi, dan implikasi negatif lebih pada aspek psikologis keluarga, terutama pada kesejahteraan psikologis anak. Studi ini merupakan studi literatur yang mencoba menelusuri bagaimana kesejahteraan psikologis anak dengan dual earner family. Mesin pencari (search engine) digunakan sebagai alat mencari data. Hasilnya, 12 penelitian ditemukan dan digunakan sebagai sumber data. Penelitian-penelitian itu melaporkan bahwa dual earner family lebih memberikan dampak buruk bagi kesejahteraan psikologis anak, seperti mood yang buruk, depresi, kecemasan, mudah marah, agresif, sikap buruk terhadap sekolah, dan beberapa perilaku negatif lainnya. Hasil studi ini diharapkan menjadi pilot studi bagi penelitian empiris selanjutnya, terutama dalam konteks Indonesia yang bisa saja berbeda dengan temuan-temuan penelitian sebelumnya.
Cover Insight Vol 21 No 1 2019 -, -
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 21, No 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v21i1.772

Abstract

PROPHETIC SOFTSKILLS UNTUK BERSAING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Wibowo, Ugung Dwi Ario
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 21, No 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v21i1.758

Abstract

Revolusi industri generasi keempat telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi begitu cepat mengubah pola industri dan mengancam keberadaan industri incumbent. Akibatnya, sumber daya manusia yang di era industri 4.0 menuntut soft skills yang berbeda. Survey yang dilakukan National Association of Colleges and Employers (2017) Job Outlook 201, menyatakan bahwa lulusan perguruan tinggi yang sedang berburu pekerjaan harus bisa menunjukkan kemampuan mereka untuk memecahkan masalah (bobot penilaian = 82,9%); kemampuan untuk bekerja dalam tim (82,9%); keterampilan komunikasi tertulis (80,3%); kepemimpinan (72,6%); etika kerja yang kuat (68,4%); kemampuan analitis/kuantitatif (67,5%); dan keterampilan komunikasi verbal (67,5%). Prophetic soft skills memberikan gambaran tentang ciri-ciri kerasulan Muhammad SAW yaitu: fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya; amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugas dan kewajibannya; siddiq (jujur) dapat dipercaya; dan tabligh (penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi. Untuk bisa bersaing di era revolusi industri 4.0, prophetic soft skills idealnya disertai mental tanmiyatul ilmi’ (mengembangkan ilmu) untuk bisa mengikuti disrupsi yang terjadi dalam hal digital dan global.
RELASI ORANGTUA-ANAK DAN KUALITAS HIDUP PENYANDANG SKIZOFRENIA Peristianto, Sheilla Varadhila
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 21, No 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v21i1.764

Abstract

Anak yang mengalami skizofrenia tidak dapat berfungsi optimal dalam kehidupannya sehingga membutuhkan bantuan dari orang sekitar. Keberadaan anak justru sering dianggap berbahaya karena stigmasasi masyarakat. Orangtua pun menjadi kurang mendukung kesembuhan anak. Orangtua menyerahkan sepenuhnya penanganan anak pada petugas medis. Orangtua menampilkan ekspresi emosi yang tinggi pada anak yaitu berperilaku intrusive antara lain berlebihan, kejam, kritis dan tidak mendukung sehingga anak cenderung mengalami kekambuhan (Hasanat, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan relasi orangtua dan anak, serta kualitas hidup anak penyandang skizofrenia. Subjek adalah orangtua yang memiliki anak penyandang skizofrenia. Relasi orangtua dan anak ditemukan peneliti pada saat wawancara di rumah sakit jiwa. Kualitas hidup anak penyandang skizofrenia diketahui menggunakan SQLS (Schizophrenia Quality of Life Scale) sebagai panduan observasi dan wawancara peneliti. Tulisan ini memberikan gambaran tentang relasi orangtua dan anak penyandang skizofrenia sebagai bagian dari faktor yang mempengaruhi kekambuhan gangguan yang dialaminya. Kurangnya kualitas dalam berkomunikasi sebagai salah satu tanda relasi orangtua dan anak penyandang skizofrenia. Kualitas hidup anak berupa perasaan kesepian, tidak memiliki teman, orang lain menghindari dirinya, serta kurang bersemangat untuk melakukan aktivitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 6